
Akhirnya perdebatan singkat malik dan fitri berakhir kini mereka semua sibuk membersihkan seluruh halaman hingga dalaman rumah dari cela besar maupun kecil semuanya sudah bersih,tinggal beberapa lagi yang mereka kerjakan.
"Huft...akhirnya selesai juga" lega denis yang sudah menyelesaikan semua kamar bawah hingga atas bersama malik itu ini mereka duduk di ruang tengah yang di sana sudah ada san dan si kembar.
"Sudah selesai?" tanya san.
"Sudah teh" ucap denis yang langsung duduk di dekat si kembar.
Sedangkan yang di halaman baru saja selesai dan baru saja bergabung bersama yang lainnya,malik yang melihat fitri seperti melihat sesuatu ke arahnya,fitri yang melihat itu malah memelototi malik yang membuat san berdehem.
"Ahm...tolong ambilkan minum dong" ucap san dan seorang pelayan pun pergi mengambil air.
"Sebenarnya kalian ini kenapa sih" tanya san lagi kepada malik dan fitri.
"Tidak ada" jawab singkat mereka berdua.
"Ayolah jujur sedikit gak papa kan" paksa san.
"Ehm...sebentar aku memelototi om malik itu karena ada..." ucap fitri menggantung ucapanyan membuat semua orang penasaran.
"Ada apa?" tanya nic.
"Itu...seorang wanita terus saja mengikuti dia ter-terus wanita itu seperti nya ingin mencelakainya" jelas fitri yang terus menatap malik yang ternyata wanita hantu yang ada di belakang malik itu menuju dirinya dan...
Ah!!!
Bruk!!!
"Fitri!" teriak semua orang yang membuat si kembar terbangun dari tidurnya.
"Cepat bang pindahkam ke sopa ini" ucap san.
"Pelayan tolong ambilkan minum dan juga minyak angin" ucap ambu.
Dan pelayan itu pun langsung bergegas mencari barang yang diminta.
"San coba oles pake ini" ucap ambu yang sudah di bawakan minyak angin oleh pelayan.
Malik yang melihat itu hanya bisa dia,dan memikirkan siapa wanita yang terus mengikutinya dan kenapa ingin sekali mencelakainya,malik terus berperang dengan pikirannya hingga nic yang berada di sampingnya memanggil pun tidak dia dengar.
"Bang sepertinya kau harus lebih hati hati,dan pikirkan siapa wanita yang ingin mencelakaimu itu bang" ucap nic sambil menepuk pundak malik.
"Ah kau benar" hanya itu yang di ucapakan malik sedangkan yang lagi menunggu kesadaran fitri yang tidak sadarkan diri juga.
"Bang cari cara gimana membangunkan fitri" ucap san.
Malik yang di suruh cari carap itu pun langsung membuka kaos kakinya dan mendekati fitri.
"Pasti bangun" ucap malik.
"Ih bang malik jorok,pantas saja kakek sering marahin abang" ucap san.
Baru beberapa detik fitri pun terbangun dan membuat malik menahan tawanya saat melihat raut wajah fitri yang sangat gemas itu karena mencium bau tak sedap di atas hidungnya.
"Berhasil bukan" ucap malik.
"Bang malik jahat" ucap san dan langsung memberikan Air hagat yang di ambil pelayan.
"Gimana mendingan" tanya ambu,fitri hanya menganggukan kepalanya.
"Kau bisa menjelaskan detailnya apa yang kau liat fit" ucap san dengan ragu.
__ADS_1
"Iya benar apa bisa?" tanya nic yang ikut penasaran dengan apa yang di lihat fitri hingga mengakibatkan dia pingsan.
"Sepertinya wanita itu memiliki dendam kepada om malik,hingga dia ingin sekali mencelakainya,kalau boleh tahu om malik pernah memiliki seorang kekasih atau teman perempuan gitu" ucap fitri.
"Ada ada,namanya selena dia itu mantan tunangannya yang kabur sama selingkuhanya" ucap san yang masih ingat dengan kisah cinta malik yang kandas.
"Kau..." kesal malik sedikit memelototi san.
"Setelah itu apa yang terjadi dengan nama selena itu" tanya fitri lagi.
"Kalau gak salah setelah putus dengan bang malik beberapa bulan dia di beritakan meninggal dunia dengan selingkuhannya" jelas san,malik hanya bisa mendengar itu.
"Sepertinya wanita yang mencelakainya om malik ini ingin membawa om malik pergi dengannya" ucap fitri.
"Mustahil di dunia ini tidak ada yang seperti itu" ucap malik yang langsung pergi meninggal ruang tengah.
"Ya sudah kalau tidak percaya, emang itu jika aku memberitahu apa yang aku liat" ucap fitri.
"Jangan seperti itu fit kami semua percaya kepada mu" ucap san menyakinkan fitri.
"Bisakan kau membantu berkomunikasi dengannya" tanya san lagi.
"Aku bisa saja tapi karena dia tidak ingin aku mendekati atau menatapnya,dia pasti akan melakukan hal seperti yang tadi aku alami" jelas fitri.
"Terus harus bagaimana bisa bang malik tidak di ganggu lagi" ucap san.
"Hanya om malik yang bisa memutuskan itu,jika dia mau aku bisa membantu dia untuk berinteraksi dengan wanita itu" ucap fitri lagi.
Setelah mengucapkan itu san langsung berpikir mencari cara agar malik mau dengan apa yang di ucapkan fitri hingga tak terasa waktu sudah menujukan waktunya makan malam.
*
akhirnya san pergi menjemput kakek jhon di bandara,dengan nic.
"Sabar dong mungkin lagi mengambil koper" ucap nic.
"Eh itu bu mela" ucap nic melihat mela di pintu keluar bandara yang sedang mengendong seorang anak kecil.
"Ah...kakek di sini" teriak san yang langsung berdiri dengan apa yang ditunjuk nic.
"Aduh duh cucu kakek apa kabar hm..." ucap sang kakek membalas pelukan san.
"Aku baik baik saja,bang al" ucap san sambil pergi sisi kiri kakek jhon ada allard yang minta di peluk juga.
"Alexsan!" tarik nic saat san akan memeluk allard.
"Ih mas kan temu kangen" ucap san.
"Gak yah" ucap nic.
"Kau ini sudah punya suami juga,siapa nama mu nak" ucap kakek.
"Ih..kakek sama saja" cemberut san.
"Saya nicholas zordan kek" ucap nic.
"Kamu cucunya zordan?" tanya kakek jhon.
"Ko kakek bisa tahu" tanya san.
"Ya gimana gak tahu orang posesifnya sama,dan nama belakang nya juga" ucap kakek jhon.
__ADS_1
"Apa bener kek,tapi aki saya tidak pernah tuh cerita" ucap nic.
"Iy..."
"Ih...kenapa ngomong di sini sih bukanya kita pulang ke rumah dulu yah" dengan lancangnya oliv menyela ucapan ayahnya sendiri.
"Tidak sopan" ucap kakek jhon.
"Iya maaf kali kali pah,cape tahu gendong kazuma" ucap oliv.
"Oh iya ayo kalau gitu" ucap san.
Sesampainya di pelataran rumah sang kakek langsung melihat ke sekeliling halaman.
"Bagus halaman rumahnya bersih dan tanaman juga terawat" ucap kakek jhon.
Sedangkan di dalam rumah semua orang sibuk dengan kegiatan mereka masing masing hanya saja dua insa yang tidak mengerti cinta itu kini saling mengejar karena kekonyolan fitri yang membuat Malik geram dan kesal dengan tingkahnya hingga tak sengaja fitri hampir saja menabrak tangga jika tidak menghindar hingga dia akan terjatuh.
"Ko gak jatuh" ucap fitri aneh,dan membuka matanya.
"Wow ini sangat langka dan kak tutup mata anak anak" teriak seseorang di pintu utama.
Bruk!!
Malik menjatuhkan fitri "ah!bokong cantikku,om ini kenapa sih tadi baik sekarang malah menjatuhkan aku sih" ucap fitri yang langsung berdiri sambil mengusap bokongnya yang tercium lantai.
"Salah sendiri kenapa jatuh saat aku ingin lewat tangga" ucap malik dingin.
"Ih...dasar kutub es,awas yah nanti,jangan lupa di belakang om ada seseorang tuh" ucap fitri sedikit menjahili malik lagi dan pergi meninggal tempat itu dengan rasa malu.
"Sasa siapa dia" tanya mela.
"Dia kandidat calon kakak iparku dari bandung" jawab san.
"Kenapa malik begitu kesal dengannya,padahalkan dia tidak memiliki raut wajah seperti itu" ucap lelaki remaja.
"Kau benar bang baru kali ini aku melihat itu" ucap san lagi.
"Mungkin benih benih cinta" ucap asal wanita remaja.
"Wah harus di wawancarai nih" ucap allard.
"Kau bener bang ayo kita wawancarai dia" seru oliv yang pergi mendekati malik.
***
Malik"tor kau membuat gue malu di depan keluarga gue"
San"salah sendiri kenapa india indiaan di dalam rumah coba"
Author "benar tuh"
Malik"Gak author gak adik sama saja(melangkah pergi)"
Mereka"hahaha rasain,dasar jomblo"
Hai hai hai balik lagi sama gue author sebleng ini jangan lupa yah like vote and komennya yah.
Ig:@zihan631
22:49
__ADS_1
2021-01-04