
Setelah nic pergi kini san merasa bebas karena tidak ada mengganggu ketenanganya yang sempat dia lakukan selama dia menginjakan kakinya di indonesia.
"Hah ternyata gak ada nic lega juga,bisa lakukan apa yang aku mau" ucap san sendirian di dalam kamarnya.
"Sasa ada tamu" ucap ambu dalam telepon rumah yang emang sudah ada di penjuru ruangan jika perlu apa bisa langsung menelponya.
"Siapa?" tanya san.
"Seorang lelaki bernama samuel"jawab ambu.
"Ok"ucap san yang langsung pergi ke lantai bawa.
Di sana sudah ada samuel dan juga asisten pribadinya yang selalu ikut ke mana pun samuel pergi.
"Hai" ucap san.
"Ah..long time no see?how are you?" ucap samuel yang langsung berdiri saat san datang.
"Yes,i'm fine...you?" jawab san.
"I am good" ucap samuel.
"What is the need for you here"tanya san.
"Hm...i just stopped by while in indonesia "ucap samuel.
"Oh...i see,then welcome to my house" ucap san sambil tersenyum kepada pria di hadapanyan.
Tak lama setelah pembicaraan san dan samuel datanglah sarip dan helen,fyi helen sudah ada di tangan san saat ini yang sangat susah sekali dia dapatkan apa lagi ibu angkatnya yang gila itu hampir saja membunuh helen saat dia akan membawa pulang kerumahnya tiga hari yang lalu dan setelah insiden itu san langsung memberi tahu semua keluarganya dan juga sarip bahwa dia memiliki kembaran dan membuat sarip senang bukan main karena dia memiliki adik,sebelum san memberitahu sarip bahwa helen adiknya juga dia sangat sayang pada adik yang belum lahir dari perut miminya itu dan sampai sekarang masih sama walau ada helen.
"Assalamualaikum,mimi oh mimi nini oh nini kalian dimana" teriak sarip mengelegar di sudut ruangan tamu.
"Ups...ada tamu ternyata,maaf ganggu,mimi" ucap sarip lagi yang langsung menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan san yang di ikuti helen dari belakang.
"Mih itu siapa?" tanya helen yang sudah duduk di samping sarip.
"Oh mereka temen mimi" ucap san.
"Oh...ayo bang ganti baju" ajak helen yang dari tadi melihat dua lelaki berperawakan tinggi putih itu.
"Ok ayo,eh iya mih nanti makan siang sarip pengen di buatkan rendang yah" ucap sarip sebelum pergi.
__ADS_1
"Ok nanti mimi buatkan,kakak mau apa?" tanya san pada helen.
"Hm...kakak mah pengen sop ayam aja deh mih" ucap helen.
"Ok kalau gitu,gih ganti baju" ucap san mengecup kening mereka satu persatu,dua lelaki yang melihat itu merasa heran dengan perlakuan san pada dua anak kecil itu.
"Zahra, who are they?" tanya samuel yang belum percaya dengan apa yang dia denger dan juga interaksi anak dan ibunya itu.
"They are my children" ucap san dengan santai nya.
"What!!! isn't that you still..." ucap samuel kaget dengan pengakuan san.
"No...look at the twins named sarip and helen" jelas san.
"Your husband?" tanya samuel lagi.
"He's on a business trip with my secretary" ucap san dan datanglah seorang pelayan yang membawa mimuman.
Setelah sam mempersilakan mereka memimum mimuman itu san melihat jam yang sudah menunjukan pukul setengah sebelas siang yang sebentar lagi makan siang dan di pun meminta izin pada tamu untuk ditinggal memasak ke dapur.
"It's okay if I just cook in the kitchen" tanya san.
"yes do it, then we say goodbye" ucap samuel yang langsung berdiri yang akam melangkahkan kakinya untuk pergi dari rumah san.
"Okay thank you" ucap samuel sambil tersenyum.
San pun meninggalkan mereka dan menyuruh ambu atau vani menemani mereka untuk mengobrol.
Makan siang pun saat dia akan memanggil anak anaknya ponselnya berdering dan munculnya nama yang sangat dia hidari.
"Iya" ucap san yang melihat lelaki di balik layar ponselnya dengan malas.
"Kau tidak kangen dengan ku" ucap lelaki di balik layar.
"Hm...entah lah,ada apa bukannya di sana masih pagi,sana sarapan bapak nicholas!!"ucap san.
"Yah...ko gitu sih,gak enak makanan disini mening makanan buatan mu"ucap nic,ternyata nic lah yang vc san.
"Iya nanti sudah sana makan sarapan" ucap san yang akan mematikan panggilanya.
"Eh...eh..jangan dulu kamu udah makan siang,terus si abang sama si kakak mana terus si kembar kembarku bagaimana" tanya nic beruntun.
__ADS_1
"Heh nanya tuh satu aja cukup,ini ko kaya ketereta gerbong sih" ucap san.
"Gak papa mana si abang sama si kakak" ucap nic.
"Iya ini mau panggil mereka makan siang,sudah puas" ucap san kesal.
"Ya udah panggil gih aku mau gobrol sama anakku itu" ucap nic.
"Bentar" ucap san yang memanggil pelayan untuk memanggil anak anaknya.
Ambu yang melihat san teleponan di dekan tangga yang emang di sedikan kursi itu pun jadi tontonan gratis oleh tamunya sendiri yang sedikit mengerti apa yang dibicarakan mereka.
"Mih..."teriak helen dibelakang san.
"Ih...ngagetin aja,nih pipih"ucap san memeberikan ponselnya kepada anaknya itu.
"Ayo mbu kita makan,ayo" ucap san yang juga mengajak samuel dan asisten pribadinya itu.
Mereka pun makan dengan nikmat dan setelahnya mereka semua kembali lagi ke ruang tamu dan anak anak pun ikut pergi ke sana.
Samuel kaget dengan perlakuan yang di lakukan ambu kepada pengawainya apa lagi semua pegawai ada makan siang kali ini benar benar kaget luar biasa dia biasanya makan sendiri di mana pun itu kini setelah makan dengan banyak orang dia merasakan kenyamana di dalam hatinya,pada saat akan mengungkapkan perasaanya itu di baru sadar kalau orang yang di sukanya sudah memiliki keluarga apa lagi san sangat menyayangi putra putrinya itu,dan di lihat saat san telepon hingga selesai makan siang pun membuat samuel mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan perasaannya yang sudah lama dia pendam kepada wanita dihadapnya yang di lihat olehnya yang tidak tertarik padanya.
"Hm...thanks for the lunch" ucap samuel yang menghentikan gelak tawa san bersama anak anaknya itu.
"Yes..." ucap san.
"then I say goodbye home, see you in the next project with your husband Zahra" ucap samuel berpamitan.
San hanya menganggukan kepalanya dan pergi mengantar tamunya keluar dari rumahnya.
"see you next day" ucap san.
"See you" balas samuel dan masuk ke dalam mobilnya.
***
Hai teman teman kakak kakak, apa kabar? Maaf telat upnya kemarin itu mau upnya malam eh malam ketiduran sekali lagi maaf yah...🙏🙏
Jangan lupa like vote and komennya yah😊💕💕
IG :@zihan631
__ADS_1
06:27
2020-08-15