
Akhirnya semua orang mengalah akan keras kepalanya san yang terus ingin bertanding dengan sava yang pernah juara nasional waktu sekolah dasar.
"Sebelum bertanding beri saya waktu sepuluh menit untuk penamasan" ucap san yang langsung pergi ke dalam rumah entah kemana membuat semua orang di sana merasa heran.
"Kemana dia pergi" tanya ambu pada vani.
"Entahlah,mungkin ke kamar kali" jawab vani asal.
"Ya udah tunggu aja" ucap mela karena mela tahu apa yang akan san lakukan jika dia akan berenang seperti sekarang karena yang mengajarkan san berenang dia sendiri yang tidak di ketahui semua orang rumah termasuk sang ibunya juga tidak tahu anaknya sekarang sudah bisa berenang dengan baik.
Sepuluh menit sudah berlalu san keluar dengan penampilan berbeda dari sebelumnya yang mengunakan bikin kini mengunakan baju renang yang super ketat sekali...
"Wah kau sungguh berbeda sasa" ucap vani kagum melihat san seperti itu.
"Ayo mulai" ucap san menghiraukan ucapan vani.
Pertadingan pun di mulai yang di wasiti oleh mela yang di sepakati semua orang saat mendengar penjelasan dari malik kalau mela seorang atlet renang internasiol waktu muda dulu itu kenapa san bisa berenang yah karena itu mela mantan perengan hebat.
"Bersedia...siap...prittt!!!"
"Ayo mimih kau pasti bisa" teriak sarip.
Semua orang dewasa memelototkan matanya tidak percaya san yang dulu takut berenang kini begitu handal dan cepet sekali di dalam air seperti perenang yang handal sang ibu juga yang tadi melarang anaknya itu kini merasa kagum dengan apa yang dia lihat.
"Sungguh seperti dirimu abah anak kita sekarang benar benar tidak takut air lagi,apa kau di sana bahagia bersama si kembar kita,bah aku akan menjaga anak nakal kita ini sampai tuhan menjemputku untuk bertemu di sana" gumam ambu yang melihat anaknya begitu bahagia bersama keluarga kecilnya,tak di sadari airmatanya jatuh dari pelupuk matanya.
"Ambu kau tidak papa" tanya davit.
"Ah tidak...ini hanya terkena debu jadi keluar air matanya" ucapnya sambil mengusap air matanya.
"Kirain kenapa?,ayo mbu kesana sasa menang dalam tandingnya" ucap davit mengajak ambu.
"Sudah ku bilang jangan meremehkan" bisik san kepada sava dan setelahnya di pergi meninggalkan pelataran kolam.
"Ck ya ya yah terserah tapi masih bagusan gue ko" ucap sava.
Semua orang yang di sana akhirnya meninggalkan kolam,hanya tersisa sava vani davit dan juga nic yang emang davit dan nic ada yang di bahas tentang pembangunan resto yang ada di bali yang di awasi vani untuk menghidari perang dunia ke dua antara san dan nic yang vani melihat sava terus saja menempeli nic seperti benalu.
Sedangkan san yang ada di kamar kini melihat layar laptop yang sudah terhubung dengan cctv di kolam.
"Baiklah jika itu mau mu sava maka akan ku lakukan hal yang sangat mengejutkan bagi mu" ucap san sendiri dan terus memperhatikan layar laptop.
"Mela ke kamar ku sekarang" ucap san.
Mela yang baru saja selesai mengerjakan dokumen yang di berikan davir kini harus pergi ke kamar san yang emang jarak kamarnya dengan san tidak jauh tapi masalahnya dia baru juga selesai mengerjakan dokumen yang sangat sulit di mengerti.
Tok...tok...
"Ada yang bisa saya bantu mrs..." ucap mela setelah membuka pintu kamar san.
"Oh kau...masuk dan tutup pintu jangan lupa kunci juga" ucap san tanpa mengalihkan penglihatnya ke arah mela.
"Baik" ucap mela.
"Mela aku akan pergi seperti waktu kita di korea,tapi berbeda dengan yang dulu, kita pergi diam diam dengan cara yang sudah aku rencanakan tapi kau tidak ikut denganku untuk kali ini" ucap san.
__ADS_1
"Kau akan pergi kemana sasa" tanya mela.
"Ke suatu tempat yang belum pernah nic dan juga keluarga ku pergi" ucap san membuat mela berpikir dengan jawaban san seperti teka teki yang harus dia pecahkan.
"Baiklah kalau itu mau mu,tapi ingat satu hal,kau saat ini sedang mengadung jadi jaga diri mu baik baik ok,satu lagi kau jangan buat ambumu khawatir lagi" nasihat mela.
"Aku akan mengingatnya,masalah ambu aku sudah memberitahu jadi gak usah khawatir" ucap san.
"Ah iya tolong kau kemasi barang si kembar yah dan jangan sampe nic tahu" lanjut san yang terus memperhatikan layar laptop.
"Baiklah, ada lagi" tanya mela.
"Mungkin setelah apa yang telah terjadi lagi kepada nic dan sava tolong kau langsung keluarkan dia sebagai seponsor perusahan ku"ucap san.
"Baik" ucap mela.
Setelah usai perbincangan dan rencana san pergi mela pun langsung membereskan barang si kembar diam diam tanpa di ketahui orang rumah.
"Semoga kau bisa jaga diri disana sasa" ucap mela yang selesai membereskan barang barang si kembar.
"Nenek mela lagi apa?" tanya helen memasuki kamarnya.
"Ah ini nenek mau memberikan boneka kamu yang ada di ruang tv tadi" ucap mela berbohong.
"Oh iya aku lupa membereskanya makasih nenek sudah memberekannya" ucap helen.
"Iya sama sama,kalau gitu nenek pergi ke bawah yah,jangan lupa kerjakan tugas sekolahmu nak" ucap mela.
"Iya nek,ini mau dikerjakan" ucap helen yang sudah duduk di meja belajarnya.
"Iya abang kesana" ucap sarip.
"Baiklah cepet" ucap helen menutup telepon.
Helen yang sudah pokus mengerjakan tugas sekolah tiba tiba saja sarip ingin mengerjain adiknya.
Dor!!
"Abang!!!kan jadi kecoret,ih jahat nih si abang masa ngagetin helen sih" ucap helen kesal.
"Ya kamu abang panggil gak nyaut sih ya udah sekalian aja abang kerjain,udah lama gak ngejailin kamu tau" ucap sarip yang masih tertawa.
"Ih...berhenti tertawa" ucap helen cemberut karena tawanya sarip tidak hentinya.
"Ih....lucu banget sih adik abang ini"ucap sarip sambil mencubit pipinya.
"Aish....sakit abang" judes helen yang langsung berbalik arah dan melanjutkan mengerjakan tugasnya.
"Udah dong ngambeknya kan,abang bantu deh beresih boneka kamu tuh" bujuk sarip sambil melihat boneka helen yang berantakan.
"Bener nih bang" ucap helen.
"Hm iya" ucap sarip.
"Ok kalau gitu aku gak ngambek lagi" ucal helen sambil mengecup pipi kanan sarip.
__ADS_1
"Satu lagi dong" ucap sarip sambil menunjuk pipi kirinya.
"Ih...dikasih hati malah minta jantung dasar si sarip PA" ucap helen sambil mukul pipi kiri sarip.
"Hai gak baik bilang gitu sama abang" ucap nic yang baru saja masuk ke kamar anaknya.
"Yah gimana gak bilang gitu pih masa udah aku kasih malah minta nambah lagi gak asih ah" ucap helen.
"Emang apa yang kamu kasih sama si abang"tanya nic.
"Itu pih aku cium pipi kanan abang karena mau bantu beresih boneka aku,eh ini malah minta cium pipi kiri" jelas helen.
"Oh...gitu sini bang" ucap nic.
Cup...
"Dah yang sekarang beresih boneka helennya" ucap nic.
"Ih...pipih gak aci ko malah abang doang sih yang di cium...aku juga mau doang" ucap helen.
"Gak boleh pih helen mah biari aja" ucap sarip sambil beresih boneka helen.
"Iya gak bakal pipih kasih" canda nic.
"Mimih....pipih jahat abang juga jahat masa aku minta di cium gak boleh hiks..." teriak helen pergi keluar kamar mencari san.
"Gawat pih helen pasti ngadu sama mimih,kita bakal di hukum nih" panik sarip.
"Gak bakalan" ucap nic.
"Mas..." ucap sarip terhenti.
"Sarip!!nicholas!!kau yah akan ku hukum kalian yang telah membuat putriku menangis" ucap san di ambang pintu kamar.
"Ampun mih...ampun...aku ngaku salah deh" mohon sarip.
"Kalian berdua mimih hukum bersihkan kolam sekarang juga" teriak san dan mereka berjuga langsung ngacir pergi meninggalkan kamar,kalau tidak bisa bertambah hukumannya.
"Hahahaha...makasih mih"ucap helen.
"Mana hadiahnya" minta san.
Cup cup cup
"Udah" ucap helen mencium pipi kanan kiri san dan juga hadi san.
"Makasih,cup" ucap san sambil ngecup dahi helen.
***
Hai hai balik lagi sama gue...jangan lupa like vote and komennya yah...
Ig:@zihan631
18:18
__ADS_1
2020-10-14