
Seminggu setelah kematian abah wily san sekarang lebih berhati hati dengan apapun itu hingga dia ke kuliah pun dengan lebih pagi dari biasanya yang dia lakukan dulu sering telat kini dia lebih pagi dari biasanya,vani yang melihat perubahan san itu kini dia juga merasa sangat bingung karena dia tidak pernah liat san bersikap dingin kepada orang apa lagi lelaki,
Vani memaklumi nya karena kehilangan orang yang dia sayang tapi tidak seperti ini juga hingga dia merasa kesepian akan sikap san yang sering ngelamun dan menjawab pertanyaannya singkat apa lagi selama dia pulang dari Bandung dia merubah penampilan yang hanya mengunakan kacamata saja kekampus itu membuat semua teman kampusnya merasa kagum akan kecantikan san walau tidak sepenuhnya dilihat,
"Nic diluar ada yang manggil lo tuh"ucap davit yang baru saja masuk kelas
"Udah lo aja gue males"ucap Nicholas
"Ya udah kalau gitu"davit pun pergi dan ternyata mahasiswa wartawan yang mencari Nicholas
"Ada apa?"ucap davit dan mahasiswa wartawan itu memberikan koran dan menunjukan sebuah berita yang sangat davit molot milihat itu
"Nic liat ini"ucap davit memberikan koran itu kepada Nicholas
"Maksudnya apa hah,kenapa gue dibilang suami yang tidak perhatian,emang gue udah nikah"ucap Nicholas kaget liat koran yang menunjukkan foto dirinya yang lagi kerja dan san tengah melamun dibelakang kelas,dan davit pun memberikan kepada san koran itu dan san sama terkejutnya,dan san merasa di ubun ubun amarahnya terhadap Nicholas yang selalu membuatnya marah akan kelakuanya yang tidak peduli terhadap orang asing seperti san.
San menggebrak meja dan semua penghuni kelas melihat kearah san yang telah membuat keributan,
"Asal lo tau gue tidak pernah sudi memiliki suami seperti lo yang cueknya minta ampun apa lagi dia orang asing bagi gue,dan satu lagi gue gak pernah terima ajakan lo waktu itu,jangan harap gue terima"ucap san semua orang tidak mengarti akan pembicaraan san itu
"Cish mana sudi juga gue punya istri kaya lo"ucap Nicholas
"Ok kalau lo minta penjelasan ke wartawan atau apa gue gak sudi apa lagi persetujuan papa lo itu,gak bakal terima"ucap san dan akan pergi dari kelas tiba tiba seorang berteriak
"Dasar wanita matre,udah matre sombong lagi"teriak seseorang
"Heh asal kalian tau gue gak matre yang kalian liat,satu lagi gue gak sudi tuh ngabisin duit pak Nicholas zordan yang terhomat ini,gak sudi karena masih banyak pekerjaan di dunia ini yang menerima gue jadi karyawan nya"ucap san kesal
"Ya lo kerja sebagai ******"ucap Nicholas
"Terserah kalian mau bilang apa aja,suatu hari nanti kalian yang ada di sini akan tunduk terhadap gue,dan satu lagi,lo gue gak akan pernah kalah dari lo dan ayah lo gak bakal pernah menjual perusahaan gue sama ayah lo"ucap san dan pergi meninggalkan mereka semua,
Vani yang melihat san berlari dan davit mengejarnya itu pun ikut mengejar karena penasaran apa yang terjadi dan kenapa san menangis,
"Davit apa yang terjadi"tanya vani
"Ini semua gara gara koran sial ini"ucap davit
__ADS_1
"Wah kurangajar ini koran,abis lah kamar gue"ucap vani dia sudah tau kalau san sedang marah atau sedih pasti akan melampiaskannya kebarang barang yang ada dirumah nya atau di apartmen tempat tinggal dia dijakarta
"Udah gak papa entar aku ganti,gimana caranya kita nenangin dia"ucap davit sambil membuka pintu mobil untuk vani
"Aku tidak tahu soalnya hanya ambu dan abah saja yang bisa menenangkan san,dan satu lagi nic juga bisa"ucap vani
"Tapi san marah sama nic sayang,nic telah menghina san di dalam kelas barusan"ucap davit
"Kurangajar tuh anak,cari mati dia sana gue"ucap vani emosi
"Udah mening kita liat apa san ada di dalam apa gak,terus kita cari cara gimana menenangkan san"ucap davit dan dia pun menuntutun vani untuk pergi ke apartemen milik nya
Setelah sampai mereka berdua tidak melihat san disana dan barang yang ada disana masih utuh,mereka berdua melanjutkan pencarian ke segala penjuru apartemen dan vani melihat san desang memasukan barang barang kedalam koper besar,
"San lo mau kemana?"tanya vani
"Gue mau ambil beasiswa yang diajukan oleh kampus ke luar negeri van"ucapnya
"Apa lo beneran mau pergi,terus ambu gimana terus gue gimana disini"tanya vani lagi
"Emang lo mau keluar negeri belahan mana?"tanya davit
"Lo ko ada disini,sana lo,gue gak sudi liat muka temen si pengecut,cuek disini"ucap san
"Tenang masalah nic,gue gak tau urusannya,gue emang sahabatnya tapi gue lebih berpihak ke lo karena yang di ucapkan nic emang kurang ajar"ucap davit
"Iya san tenang aja davit dukung lo ko,jadi kasih tau kita dimana lo kuliah nanti san"ucap vani
"Gue ke amerika dan setelah gue lulus gue mau pergi ke korea untuk lanjut kuliah gue yang dulu pengen banget abah cita citakan,anaknya menjadi dokter"ucap san
"APA!"ucap meraka berdua kaget mendengar ucapan san
"Sasa jangan deh,lo itu takut sama jarum suntik,masa lo jadi dokter,cita cita lo kan dari dulu pengen jadi seorang pengusaha bukan dokter san"ucap vani
"Bener lo gak mau pulang apa setelah kuliah di amerika terus ke korea,emang otak lo gak capek apa?"tanya davit
"Sudah keputusan gue itu ya itu,gak ada yang boleh ganggu keputusan gue"ucap san,san pun pergi dari kamar dan davit vani mengikuti san di belakang
__ADS_1
"Bener lo mau pergi"ucap vani
"Iya gue pergi dari sini juga karena dia"ucap san,vani mengerti maksud san sedangkan davit dia tidak mengerti apa yang dimaksud san
"Kalau gitu gue antar lo yah ke bandara"ucap davit
"Ok,tapi sebelum kita ke bandara gue mau kekampus dulu ambil berkasnya"ucap san
Mereka berdua pun menganggukan kepala mengerti,mereka bertiga sampai kampus dan san lebih dulu keluar dari mobil dan dia berlari ke tempat para dosen kumpul,sedangkan davit dan vani menunggu san di kantin kampus,
"Hai gadis ****** apa urat saraf malumu putus yah,sehingga kau kembali lagi kesini"ucap seseorang saat san membalikan badannya dia melihat sekelompok wanita yang melihat san dengan jiji dan dibelakang mereka muncullah Nicholas yang baru saja keluar dari kelas,san pun mendekati Nicholas dan...
Plak...
"Asal lo tau gue gak matre yang lo kira,dan satu lagi gue bukan ******,dan lo jangan pernah harap lo dapat maaf dari gue"ucap san,Nicholas yang tidak tahu apa apa itu merasa kaget sekaligus malu dengan apa yang di lakukan san
"Dasar ****** biadab,gue gak pernah mau ngemis maaf dari lo,yang ada gue jiji sama kelakuan lo itu"ucap Nicholas dan menjambak rambut san
"Lepas!,gue gak akan pernah maafin kelakuan lo ini,dan satu lagi gue gak akan pernah hadir lagi disini selama mungkin,dan lo pada bebas berbuat apa pun itu,tanpa ada gue"ucap san,yah san sangatlah dibanggakan oleh semua dosen dan dosen yang san benci pun ikut menyukai kinerja san sebagai mahasiswa tapi mendengar berita bahwa san akan pindah kuliah membuat semua dosen sedih karena mahasiswa terbaiknya pergi mengambil beasiswa kuliah diluar negeri.
"Van,vit ayo"ucap san dan mereka berdua pun ikut pergi
"San bener lo"ucap vani
"Iya,emh...entar kalau gue gak bisa dihubungi atau apa jangan kasih tau ambu yah,dan sekarang juga jangan kasih tau kalau gue ke luar negeri,cuman kalian yang tau,dan satu lagi,lo vit walau lo bareng si pecundang lo jangan kasih tau dia"ucap san panjang lebar ke mereka berdua,Sesampainya di bandara san pun pamit ke merka berdua.
Gue janji suatu saat nanti pulang dengan apa yang gue inginkan,dan orang-orang yang hina gue bakal gue basmi dengan cara apa pun itu batin san
"Maaf van gue gak kasih tau lo kalau gue ke amerika cuman untuk ngebangkitkan perusahaan abah,dan setelah Jaya kembali gue mau wujudkan cita-cita abah,yang pengen banget gue jadi dokter walau gue takut jarum"gumak san yang sudah ada didalam pesawat.
***
****zihan631
14:54
2020-02-26****
__ADS_1