
"Pagi sayang" ucap san melihat sarip membuka matanya"mimi sarip pengen pipis"ucapnya serak khas bangun tidur,san pun membawa sarip pergi kekamar mandi untuk buang air kecil"mau langung mandi apa entar"ucap san,
"sarip mandi saja mi,gerah"jawab nya"ko gerah bukannya baru bangun tidur,bukan abis olahraga"tanya san"sarip sering mandi pagi ko mi,mama sering omelin sarip kalau tidak mandi pagi"jelas sarip.
San pun langsung paham bahwa anak ini masih mengingat ibu kandungan nya yang sudah tiada,dia akhirnya memandikan sarip setelahnya dia memakaikam baju sekolah dan mereka pun pergi ke bawah untuk sarapan.
"Sarip mau sarapan sama apa,nasi goreng apa roti pake selai?" tanya san"aku pengen roti saja mi"ucap sarip sambil menunjuk roti tawar di depannya,san pun mengoleskan roti itu dengan selai coklat sarip juga menunjuk selainya sendiri.
Sehabis sarapan san mengantarkan sarip ke sekolah,
dan ini baru pertama kali dia diantarkan dengan orang dewasa biasanya dia akan pergi sekolah mengunakan sepeda karena rumah dengan sekolah sangat dekat tetapi setelah ayah dan ibunya meninggal sarip tidak bisa pergi ke sekolah sendiri karena begitu jauh dengan rumahnya yang sekarang dia tempati bersama san.
"Jangan nakal yah,dan saat pulang tunggu di dekat pos satpam mimi entar menjemputmu lagi" jelas san dan diangguki sarip.
Sarip yang berlari ke arah gerbang itu kini berhenti melihat san yang masih setia melihatnya masuk dan diapun melambaikan tangan agar san cepat pergi,
san yang membalas lambaian sarip dan pergi masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan sekolah.
Sarip yang di perhatikan oleh teman sebayanya itu hanya tersemyum kikuk"sarip apa itu ibu mu,sudah dua tahun kau sekolah di sini tapi kau tidak pernah melihat ibu atau ayahmu datang ke sekolah"tanya temannya
"iya itu ibu,kenapa ada salah"jawab sarip"ah tidak ibu sungguh cantik,kenapa kau sering naik sepeda padahal kau orang yang berada"ucapnya"tidak papa hanya saja sekarang aku tidak lagi tinggal disekitar sini jadi kalau aku mengunakan sepeda pasti jauh"ucap sarip beralasan karena dia tidak mau ayah dan ibunya dihina karena mereka.
"Ya sudah ayo kita masuk" ucalnya dan pergi memasuki kelasnya.
*
"Mela apa kau sudah dapatkan apa yang saya minta" ucap san yang saat ini berada di ruang kerjanya
"sudah miss,ternyata sarip memiliki kehidupan yang pahit bersama kedua orang tuanya,kedua orang tuanya selalu dihina oleh keluarga nya sendiri,karena mereka menikah tanpa restu,sang ibu anak dari seorang pengusaha yang bekerja sama dengan perusahan kita tiga tahun lalu,dan sang ayah dia seorang bodyguard yang menjaga sang ibu,karena cinta terlarang antara sang majikan dan bawahan membuat sang ayah dari ibu sarip tidak mengijinkan mereka untuk menikah,dan pada akhirnya mereka kawin lari dan pergi dari kota ke pedesaan,sekitar satu tahun mereka menikah melahirkan baik kembar dengan prematur karena sang ibu terlalu banyak pikiran dan juga beban yang dikerjakan,da..."ucap mela terhenti.
__ADS_1
"Tardulu mela,maksud mu sarip memiliki saudara kembar" tanya san
"iya miss sarip memiliki saudara kembar karena mereka lahir dengan prematur sang ayah meminta tolong kepada ayahnya sang ibu untuk membantu mereka membayar biaya operasi dan juga untuk membawa bayi mereka kerumah sakit yang lebih besar yang membutukan pertolongan,tapi sang ayah dari ibunya tidak mau mambatu kalau dia tidak memberikan bayi mereka untuk anak keduanya yang tidak bisa memiliki anak,itu yang baru saya tau miss,ah kembaran sarip itu perempuan yang bernama Helen "jelas mela.
"Nasib mu sunggu tidak beruntung sarip,tapi kali ini aku tidak akan membuatmu sedih lagi,ah iya mela kenapa semua teman dia tidak mengetahui ibu atau pun ayahnya" tanya san
"itu karena sang ibu mendidiknya dengan tegas dan sedikit keras saat usia sarip empat tahun di desa,dan pada saat sarip usia enam tahun mereka memutuskan tinggal di kota,dan para tetangga menggap mereka berdua sebagai napi yang baru keluar dari penjara yang membawa anaknya,di sana akhirnya mereka memutuskam untuk pergi keluar seperlunya saja"jelas mela lagi,
"ok mela makasih atas penyelidikan mu kali ini,oh iya tolong cari tau tentang kembaran sarip yah,saya ingin tahu"ucap san dan pergi keluar ruangan dan melihat nic sedang duduk santay di ruang tamu bersama ambunya.
"Kau bukankah sudah ku bilang datang saat jam makan siang" ucap san
"ini sudah akan menjelang makan siang lex liat jam sudah menunjukan jam setengah dua belas"ucap nic yang menunjuk ke jam dinding dibelakang san
"oh tidak anak ku"ucap san yang berlari keluar"ah kunci mobil"ucap san yang balik lagi nic yang melihat itu langsung menghentikan aksi san.
"mimi kau jahat,katanya kau akan menjemputku tapi aku menunggu satu jam di sana untung saja pipi datang"ucap sarip sambil pergi ke nic meminta di gendong"pipi maksud mu"ucap san yang binggu dengan ucapan sarip"iya pipi nic yang jemput aku"ucapnya.
San menghelap napas dengan kasar dia pun menyuruh nic menurunkan sarip dari gendongannya,
"ikut aku"ucap san dan nic menurunkan sarip dan meminta tolong kepada pelayan untuk menjaga sarip.
"Maksud mu apa,kenapa sarip menyebut mu pipi" tanya san"bukankah sebentar lagi sarip anakku,jadi apa salahnya dia memanggilku pipi kalau sebentar lagi miminya akan menikah dengan ku"ucap nic,
"kau...ya sudah lah,apa ambu sudah mengetahui bahwa kau.." ucap san yang tidak melanjutkan ucapannya"iya sudah,malah dia sudah merestui hubungan ini"ucap nic yang mendekati san yang membelakanginya.
"Oh.." ucap san singkat dan akan berbalik badan dia sudah berhadapan dengan nic,ini kesempatan ku teriak nic dalam hati.
Nic pun mengecup bibir manis san dan setelahnya dia pergi dari sana"nic kurang aja kau!!"teriak san kesal dan ikut berlari mengejar nic.
__ADS_1
"Nic sini kau!!" teriak san lagi yang terus mengejar nic,ambu mela yang sedang ngobrol di teras dekat kolam itu hanya mengelengkan kepala,
sedang pada saat nic berhenti di pinggir kolam itupun menghindar dan san yang masih lari itu tidak bisa mengeremnya itu langsung nic menarik tangan san dan memeluknya seperti yang ada di sinetron sinetron kalau jatuh selalu di tangkap sama lawan pemainnya itu dan...
Bruy...
Mereka berdua jatuh kedalam kolam"nic rasakan ini"ucap san yang langsung metengelamkan nic,setelah puas san pun mengangkat kepala nic dan pada saat melihat nic tidak membuka mata apalagi merespon seperti itu san pun panik,
"oh...tidak jangan pergi dulu,anak lo belum lahir brengsek"ucap san yang langsung mengangkat nic dari dalam kolam ambu dan mela ikut melihatnya.
"Nic bangun,brengsek bangun kau" teriak san yang melakukan pertolongan pertama tapi masih saja tidak juga membuka matanya,
rasain!terus aja tekan dada aku,aku kerjain biar tahu teriak nic dalam hati.
"Beri nafas buatan miss" ucap mela"iya benar cepat"ucap ambu yang sedikit panik,san dengan ragu memonyongkan bibirnya dan menyentuh bibir nic.
Cup...
Menang lagi nih teriak nic dalam hati,tiupan yang ketiga langsung nic ***** bibir san dengan rakus,membuat yang mengkhawatirkan dia itu paham dan langsung pergi dari sana.
"Mi..." teriak sarip terhenti saat ambu menyuruhnya masuk lagi"nini aku kan pengen beritahu mimi kalau aku pengen makan"ucap sarip"oh...ayo kita ke dapur cari makan buat kamu"ucap ambu yang langsung mengendong sarip ke dapur memberi makanan yang sudah di siapkan oleh koki.
***
@zihan631
20:59
2020-04-20
__ADS_1