
Setelah obrolan seorang ibu dan anak selesai,kini di belakang rumah lebih tepatnya taman belakang rumah yang saat ini di buat seperti kebun binatang itu menghebohkan semua orang karena salah satu hewan kesayangan sarip hilang.
"Pokoknya banana harus ketemu" teriak sarip yang terus mencari hewan peliharaannya yang hilang.
"Baik kami semua akan berusaha mencarinya" ucap para pelayan.
"Ada apa ini ko banyak orang di sini" tanya vani.
"Tante banana ku hilang,padahal kan cuman aku tinggal beberapa hari" rengek sarip sedangkan helen yang melihat itu hanya geleng kelapa,karena baru kali ini saudara kembarnya menangis karena kehilangan binatang nya.
"Si landak yang sering makan pisang" ucap vani.
"Iya tante" ucap helen.
"Dia ada ko di rumah tante,lagi main sama viviyan" ucap vani.
"Ya!!tante apa yang kau lakukan banana tidak boleh ada yang pegang sama orang lain selain aku" teriak sarip sedikit emosi.
"Ah maaf tante tadi liat lucu banget saat kipernya memberi makan" ucap vani.
"Ya sudah sini mana banananya" ucap sarip.
"Udah dong marah nya bang kan udah ketemu" bujuk helen.
Akhirnya permasalah di belakang rumah terpecahkan juga,sarip dan helen saat ini asik bermain dengan monyet di ruang tengah.
"Sayang mimih di mana?" tanya nic yang baru saja pulang dari kantornya.
"Di ruang kerja pih" ucap sarip tanpa melihat pipihnya itu.
"Ok makasih" ucap nic tak lupa sebelum dia naik ke atas mengecup pipi si kembarĀ gemes.
Tok tok
"Masuk" ucap san yang masih saja berkutat di depan laptopnya tanpa mengingat makan siang sudah lewat.
"Sayang maaf atas kejadian kemaren kemaren di kantor aku yah" ucap nic.
"Udah ngenjelasin nya" tanya san.
__ADS_1
"Belum,aku tidak tahu sava akan berbuat itu,sumpah aku gak tahu akan terjadi seperti itu...apa lagi video yang viral aku gak tahu malah aku di kasih tahu sama abangnya" jelas nie panjang kali lebar san yang mendengar hanya menganggukan kepalanya saja.
"Ya sudah kalau gitu mah tapi ingat jika terjadi sesuatu lagi maka tidak segan segan aku berbuat sesuatu yang membuat mu menyesal,sudah sana pergi aku masih banyak kerjaan,satu lagi hukuman mu karena telah buat aku salah paham selama satu minggu kau tidur di kamar tamu" ucap san tanpa bicara lagi yang langsung pokus lagi ke laptopnya.
"Tapi..." ucap nic terpotong karena tangan san melambai lambai untuk mengusir nic dari ruangan itu.
Setelah nic pergi kini san pun menutup laptop dan pergi mgengikuti nic yang udah pergi keluar lebih dulu.
Dor!!
"Ais..ngagetin aja sih" ucap san sambil mukul davit.
"Maaf...lo ke maling aja jalannya" ucap davit.
"Ada apa sih lo" tanya san kesal.
"Oh iya...gue mau minta tanda tangan lo buat laporan masalah ke uangan tahun ini,dari kemaren kemaren gue minta itu tapi lo nya gak ada kemana sih lo,jangan sampe ke dulu lagi lo pergi tanpa ngasih kabar terus nyusahin orang buat cari yah" ucap davit pajang lebar.
San dan akhirnya masuk ke dalam ruangan kerja untuk membahas masalah keuangan yang meningkat atau pun menurun dalam segala hal dalam perusahan nya.
"Kalau gitu sisa uang yang di perlukan pembangunan rumah sakit baru itu kamu bagikan ke setiap panti asuhan atau panti jompo yang ada di lingkungan ini dan kalau masih ada juga kasih pada karyawan kita sebagai bonus" jelas san saat setelah membaca anggaran keuangan tahun ini.
"Ah iya satu lagi kalau minta tanda tangan kamu langsung kirim email aja yah" ucap san yang langsung pergi dari ruangan kerjanya.
Di tempat lain sarip dan helen sedang berenang bersama nic dan juga seorang wanita yang tidak bisa san lihat dengan jelas wajahnya.
"Mih ayo ikutan berenang" teriak sarip melihat san yang ada di ambang pintu menuju kolam.
Semua orang yang ada di sana melihat kearah pintu keberadaan san di sana.
"Mih cepet ganti baju kita berenang" ucap helen yang sudah ada di hadapan san yang masih menatap wanita yang ada di dekat nic.
"Oh...yuk" ucap san tersadar dia pun langsung mengikuti helen ke dalam ruang ganti baju khusus baju renang dan alat renang lainnya.
Nic yang melihat tatapan san itu pun menyadari jika sava dari tadi terus saja mendekatinya seperti ingin memanas manasi san.
"Cih mungkin seksian gue dari pada lo" gumam sava.
Nic yang mendengar itu hanya berdecak seperti meledek sava yang melihat tubuhnya tidak ada bagusnya di matanya yang dia lihat hanya tipis seperti kertas dia remas saja langsung kusut dan berbekas.
__ADS_1
"Bang nic...." teriak sava saat jatuh ke dalam kolam.
"Apaan sih sana lo" ucap nic jutek.
San yang melihat itu hanya tersenyum dingin saat melihat tingkah sava terhadap nic.
"Wah...mimih bener bener cantik" seru sarip melihat san mengunakan bikini yang membuat birani nic bangkit melihat tubuh san yang sangat bagus apa lagi di bagian perut yang membuncit membuatnya tidak tahan ingin menerkamnya.
"Wah sasa sejak kapan kau memiliki tubuh seperti itu"tanya vani.
"Sudah lama ko dan ini baru pertama kalinya aku mengunakan baju ke gini untuk melempar kertas kusut pergi dari suamiku" ucap san sedikit menyindir sava yang melihat tubuh san yang sangat bagus walau sedang mengadung tetap cantik dan seksi.
"Oh tidak gue salah talak ternyata dia lebih ungul tapi tidak papa dia kan baru pertama kali pake baju giti pasti dia juga gak bisa berenang" gumam sava meremehkan san.
"Hm...boleh tidak saya menantang ada berenang" tanya sava.
"Dengan senang hati" terima san tanpa menolak lagi.
"Sasa bukanya kau tidak bisa berengan,jangan deh nak nanti cucu ambu kenapa kenapa lagi" ucap ambu cemas.
"Gak usah khawatir mbu aku bisa ko,terus untuk apa aku pake baju ini cuman diam di pinggir kolam saja" ucap san yang langsung menceburkam diri ke kolam.
"Ya allah sasa yang bener aja bukannya kamu dari dulu anti sama kolam renang apa lagi ini balap renang sasaku..." ucap ambu yang masih tidak percaya jika san bisa berenang, yah emang semua orang tahu dari dulu san jarang banget ikut segala hal tentang renang,nic saja tahu dari davit jika san emanh sangat lemah jika berada di kolam renang.
"Jangan sayang nanti kamu kenapa kenapa lagi" larang nic yang mendekati san di pinggir kolam.
"Gak pokoknya aku akan coba menerima tantangan itu" ucap san.
"Ck malah drama lagi,jadi gak nih" ucap sava malas karena perdebatan yang menurutnya tidak anak bobotnya itu.
***
Hai hai hai kembali lagi sama gue author sebleng,maaf baru up soalnya kemaren kemaren gue sibuk bantuin emak gue maaf yah...
Jangan lupa like vote and komennya yah...
Ig :@zihan631
03:15
__ADS_1
2020-10-12