wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 45


__ADS_3

Sesampainya di rumah san langsung pergi ke ruang kerja nya untuk memriksa dokumen yang di berikan dokter rizal di cafe tadi pagi.


"Sepertinya lebih baik aku beli apertemen saja lah biar gak terlalu banyak urusan yang akan aku lakukan di sana gitu" gumam san melihat berbagai gedung apertemen di budapest yang harganya dari yang murah hingga ada yang berinvestasi di apertemen itu.


Tok..tok...


San yang fokus ke dokumen itu tidak mendengar ketukan pintu itu hingga saat pintu terbuka baru menyadarinya.


"Ada apa?" tanya san yang langsung memasukan dokumen itu ke dalam laci.


"Waktunya makan siang,aku kira kau belum pulang" ucap nic mendekati san.


"Hm...anak anak?" tanya san.


"Sudah ada di meja makan semua mereka menunggumu" ucap nic.


"Oh...yah,kalau gitu ayo" ucap san sedikit kaget.


"Sayang nya pipih sehat sehat yah di dalam perut mimih" ucap nic sambil mengusap perut san dari samping kiri san.


"Kami baik baik saja pipih jika pipih tidak lakukan hal konyol yang buat mimih banyak pikiran" ucap san dengan menirukan suara anak kecil.


"Aih...cup aku sayang kalian" ucap nic gemas sambil menyubit pipi san.


"Ish...tangan jangan yah,sakit tahu" marah san.


"Ouh...sory" ucap nic sambil mengeser kursi untuk duduk san.


Setelah makan siang san kembali lagi ke dalam ruang kerja yang ditemeni nic di meja lainnya yang san buat empat hari lalu untuk nic agar tidak menyimpan dokumen atau hal penting tentang perusahan di simpan di kamar karena san tidak mau kamarnya ada kertas kertas perusahan yang akan mengganggu waktu istirahatnya.


Mereka berdua di satu ruangan tanpa bicara yang mereka di sana fokus terhadap kerjaannya apa lagi perusahan nic yang mulai naik daun setelah bekerja sama dengan perusahan san yang membuatnya sibuk.


Sedangkan san dia terus mencari apertemen dan juga rumah yang bagus di negara yang dia akan pergi jika tidak ada yang jika dia pergi ke tempat itu.


*

__ADS_1


Hari hari terus berlalu keluarga kecilĀ  nicholas yang dia bina sudah memasuki bulan kedua ini masih sama saja tidak ada perubahan,san yang cuek terhadap keberadaan nic itu membuat nic frustasi harus bagaimana dia bisa mendapatkan perhatian dari san.


"Huh...vit kenapa cinta itu sulit dikejar yah" ucap nic yang bertemu davit di semua cafe miliknya.


"Ya elah kenapa harus dikejar sih cinta,biarkan aja kali nanti juga dia datang sendirinya" ucap davit dengan percaya.


"Maksud lo?" ucap nic tak mengerti.


"Ck nic...lo ganteng,lo kaya,lo juga penyayang,apa susah nya sih cari lagi tinggalkan dia jika lo udah putus asa dengan kelakuannya" jelas davit.


plak!!


"Lo pikir segampang itu ngelepas dia,tidak gue gak bakal lepas dia walau sedikit pun" ucap nic.


"Lo!!sakit tahu,emang bener kata orang bucin yah,cinta itu buta! hingga orang waras seperti tuan muda zordan saja bisa terkena virusnya" sindir davit.


"Lo kenapa bilang begituan sih,gue ngajak lo nongkrong itu buat cari solusi gimana caranya gue bisa dapet perhatian si alexsan" gereget nic.


"Oh...itu yah lo ngomong itu langsung to the poin aja napa sih kan gue gak ngerti" ucap davit yang baru memyadari ucapam nic barusan.


"Ck lo ini pinter kenapa mendadak be*go sih" ucap nic sambil memukul kepala davit.


"Yah maaf...gue lagi kesel nih,masa gue suaminya gak boleh ikut pemeriksaan kandungannya sih kan bikin emosi" emosi nic sedikit menaik.


"Huh emang susah yang ngomong sama orang IQnya tinggi,su...eh malah pergi,lo pikir gue apa hah" ucap davit melihat nic pergi dari tempat duduknya keluar cafe.


"Heh lo sendiri yang ngajak gue pergi ke sini kenapa lo!ninggali gue!!" emosi davit.


"Maaf,si alexsan tiba tiba minta jemput jadi gue lupa sama lo,naik taksi aja lah" suara nic dari ponsel davit.


"Ck emang...ah!!!!kenapa punya temen seperti it...sory sory..." davit melihat ke sekeliling cafe yang di lihati banyak orang akan kelakuanya dalam cafe.


**


"Cepat sedikit niho aku ada hal penting di rumah yang harus di selesaikan" ucap san yang tidak sabar.

__ADS_1


"Baiklah"


"Hm..."


"Ehm...sasa kenapa kau begitu tak acuh pada ku" tanya nic.


"Apa aku melakukan itu padamu" san balik bertanya.


"Sedikit" ucap nic.


"Maaf mungkin karena bayi kita salah satunya tidak suka kamu jadi seperti ini" ucap san.


"Ah...begitu aku kira aku membuat kesalah lagi" nic lega dengan jawaban san.


"Iya...tapi setelah sampai kau langsung keruanganku" ucap san yang langsung diam tanpa menjawab ucapan nic lagi,dan memilih melihat jalanan daripada melihat nic.


Pada saat nic akan memengang tangan san tapi san menepisnya,ada perasaan sedih dari hati nic akan tolakan yang dilakukan san beberapa minggu ini setelah pertengkaran salah paham waktu itu.


Ada apa sebenernya dengan mu sasaku guman nic dalam hati.


"Ini yang harus kamu tanda tangan dan juga ini bukti kenapa aku nyuruh kamu untuk tanda tangan" san melempar surat bertulisan dari pengadilan itu asli dari sana bukan yang di buat mela yang harus san berikan pada nic.


"Kenapa?" tanya nic setelah melihat surat itu.


"Nic aku sudah tidak tahan dengan kelaluanmu yang tidak pernah mau melepas sava,kau lihat dari semua hasil yang aku dapat kau tidak pernah menolak ajakan sava,apa ini yang namanya menjauhinya?,dan lihat kalian seperti oranh pacaran ah bukan tapi seorang suami istri,apa kau tidak merasakan jika selama ini kenapa aku begitu cuek pada mu itu karena ini,kau menghianati ucapan mu sendiri nic,kau bilang tidak ada orang selain aku mana kau bohong ini buktinya dan kau juga bilang'aku tak memiliki kekasih'lalu sava siapa kamu hah,yah aku tahu sava adalah adik sahabat kamu tapi gak seharusnya kau seperti itu,jadi aku minta kau tanda tangan itu dan izinkan aku pergi dari mu" ucap san pajang dan pergi meninggalkan nic yang masih bengong dengan apa yang san berikan dan juga apa yang telah dia lakukan selama ini yang menuruti semua kemauan sava,


san tahu tanpa dia jelaskan kenapa dia pergi bersama sava,dia juga tidak banyak bicara karena apa yang dia lihat dari hasil mengikutinya semua jelas jika dia menerima sava tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di lain hari.


Maafkan aku alexsan aku telah membuat mu sakit hati yang ketiga kali,maka dari itu aku memutuskan untuk kali ini tidak akan melakukan hal itu lagi dan akan tetap memperjuang memdapatkan mu gumam nic,yang menyimpan surat itu dan juga bukti yang san berikan di dalam laci mejanya.


**


Hai hai hai balik lagi sama gue author sebleng ini.... Jangan lupa yah like vote and komennya yah....


Ig:@zihan631

__ADS_1


03:34


2020-10-22


__ADS_2