
Pertandingan bola berakhir dengan serunya,san dan sarip juga berakhir kenyang akan sosis bakar yang tadi nic dan denis belikan kini tinggal dua sosis bakar saja,membuat nic dan denis bengong tak percaya melihat ibu dan anak itu bisa menghabis sosis bakar ukuran besar sebanyak itu luar biasa.
"Ayo pulang" ucap san.
"Gendong pih sarip gak bisa jalan" ucap sarip dan merentangkan tangannya.
"Kau ini,ayo" ucap nic dan mereka berempat pun pergi pulang.
Pada saat di perjalana mereka bercanda ria dengan kelakuan sarip yang membuat mereka tertawa puas.
Tapi pada saat di pertigaan jalan rumah san di berhenti di tempat itu membuat mereka bertiga menolek kebelakang melihat san di sana.
"Ada apa?" tanya nic,san tidak menjawab hanya saja dia terus saja melihat ke depan,dan melangkah mundur dari tempat dia berhenti tadi.
"Ada apa alex" tanya nic lagi.
"Pih...itu" ucap sarip menunjuk seseorang yang sama menatap san.
"Denis bawa sarip pulang" ucap nic yang langsung menurunkan sarip dari gendong nya,"bawa dia kerumah mu dulu ok"ucap nic lagi.
"Alex berhenti!" ucap nic yang melihat san terus mundur dan akan menabrak tiang listrik.
"Ada apa hm..?" ucap nic yang langsung memeluk san.
"Lepas" ucap san dengan suara dinginnya.
Nic pun melepaskan pelukannya dan pada saat itu san berjalan lagi dengan wajah tidak bisa di tebak.
"Ternyata masih punya nyali yah datang ke sini" ucap seseorang yang dari tadi san tatap.
Nic yang mendengar itu tak mengerti sedangkan dengan santainya san tertawa kencang.
"Apa kamu bilang masih punya nyali,hai!!nyadar gak sih? Kalau tempat ini tempat saya lahir,jadi apa hak mu melarangnya" ucap san.
"Wah...hebat setelah sekian lama gak ketemu,sekalinya ketemu kau sudah berubah,duar!!si itik buruk rupa berubah jadi angsa cantik yah" ucapnya berjalan mengelingkari san yang memperhatikan penampilan san.
"Ah dan lihat lah dirimu,lebih dari itik buruk rupa,cish asal kau tau walau saya pernah melakukan hal bodoh itu,saya tidak akan pernah melakukannya lagi,tapi...dirimu yang akan berlutut di kaki itik buruk rupa ini suatu hari nanti" ucap san sinis.
"Kau...saya tidak akan penah melakukannya" ucapnya penuh emosi dan mencekik leher san.
Nic yang melihat itu langsung memukul lelaki itu hingga dia jatuh ke tanah.
"Wah gak ketemu sekian lama,dan tempat sana kau bertemu dengan pangen kodok dan membawanya kesini" ucapnya yang langsung berdiri.
"Brengsek!!!" ucap nic yang akan memukul nya lagi tapi di tahan san.
"Jangan,ayo pulang" ucap san dan membawa nic pulang.
Nic yang mendengar itu pun langsung menghentikan gerakan tangannya yang akan memukul lelaki songong itu.
*
Sesampainya di rumah san langsung pergi ke dalam kamar,yang menghiraukan nic terus memanggilnya untuk menjemput sarip di rumah bi titin.
"Malik kau tau rumah bi titin" tanya nic.
"Tau mr"ucap malik.
"Antar saya kesana"ucap nic yang langsung pergi untuk menjemput sarip yang tadi nic suruh pulang duluan.
Sesampainya di sana nic di perhatikan oleh tetangga bi titin yang emang kalau sudah mulai sore pasti bi titin mengelar tikar untuk anak anak yang akan mengaji di sana.
" assalamualaikum, bi sarip ada"tanya nic.
"Waalaikumsalam,ada pak,sebentar saya panggil dulu" ucap bi titin yang langsung masuk memanggil sarip yang terus menempel pada denis.
"Pipih,sarip gak mau pulang sarip mau ngaji dulu di sini"teriak sarip dari balik pintu dengan pakaian berbeda yang tadi siang.
"Oh kalau gitu jangan nakal ok,pipih pulang,kalau mau pulang bareng sama pak malik ok" ucap nic yang memeluk sarip dan mencium kening sarip.
"Ok pipih" ucap sarip yang membalas mengecup pipi nic.
"Malik jaga anak ku ok" ucap nic sambil menepuk bahu malik dan dia pun pulang untuk melihat ke adaan istrinya itu.
__ADS_1
"Pak malik masuk aja nunggu nya di dalam aja" ucap bi titin.
"Baik" ucap malik yang langsung masuk.
"Th itu tadi siapa?"tanya salah satu ibu anak ngaji.
"Oh...itu teh suaminya si alexsan anaknya bu sarah th" jelas bi titin.
"Oh...si san kapan nikahnya,ko udah punya anak segede ini"tanyanya lagi.
" udah lama,mereka nikah di luar negeri bu"ucap bi titin.
"Ampun jauh juga yah,pantes anaknya agak bule,eh iya udah lama gak ketemu si san dia masih sama kaya dulu" ucap ibu lainnya.
"Gak ko th malah sekarang lebih isi dan dia juga gak pake kaca mata tebalnya lagi,sekarang mah cantik pisan,aku juga gak ngeh saat pertama kali liat dia tadi pagi" jelas bi titin.
"Masa sih?" ucap ibu itu yang penasaran.
"Ih si ibu malah ngerupi lagi ayo bu di mulai,entar keburu mangrib lagi" ucap denis yang emang di panggil malik untuk menghentikan obrolan itu.
Setelah selesai mengaji sarip akhirnya mau pulang juga dengan syarat denis harus ikut dengan dirinya.
"Pokok a denis harus ikut sarip pulang ke jakarta biar di sana a denis bisa kenalan sama dani dan helen" ucap sarip yang tidak mau melepaskan genggaman tangan denis.
"Iya a denis ikut sarip ko" ucap denis.
Malik yang melihat itu hanya bisa tersenyum karena baru kali ini dia melihat anak angkat majikan nya jika udah kenal dengan orang itu paati gak bakal di lepas,padahal mereka ketemu baru setengah hari,apa lagi dengan ibunya lebih lengket dari yang di lihat saat ini.
Sesampainya di rumah, sarip langsung berlari mencari ibunya itu.
"Mimih..." teriak sarip.
"Aduh!!"nic kaget karena sarip tiba tiba berlari dan menabraknya," kamu ini kata pipih apa sayang,jangan lari lari nanti jatuh gimana?"tegur nic.
"Ya maaf pipih aku udah kangen sama dede bayi jadi gak sabar pengen ketemu mimih" ucap sarip.
"Oh...gitu yuk mumpung mimih lagi ngemil buah buahan tuh di dalem" ucap nic yang mengajak sarip ke dalam kamar dan menghiraukan mereka berdua yang dari tadi memperhatikan nya.
"Dasar gak anak gak bapak kalau udah bareng lupa semuanya apalagi sama emaknya" gumam malik yang masih terdengar oleh denis,denis yang mendengar itu hanya tersenyum dan lebih baik duduk menunggu di ruang tengah untuk membicarakan yang tadi ibunya suruh untuk ikut pergi ke jakarta.
**
"*Malik jaga anak ku ok" ucap nic sambil menepuk bahu malik dan dia pun pulang untuk melihat ke adaan istrinya itu.
Dan pada saat nic masuk ke dalam rumah nic pun langsung mengecek san di dalam kamar,dan nic masuk melihat sanย mencoba melukai tangannya.
"Jangan!!alex kalau kau mati maka anak kita juga ikut mati,jangan coba coba kau bunuh diri ok!" teriak nic yang mendekati dengan perlahan lahan.
"Aku cape nicholas,aku cape setiap kali aku pergi ke bandung selalu saja ada yang buat kesal dan ingin membunuhnya..." isak san yang menjatuhkan pisau buah itu ke lantai.
"Jika itu beban di hatimu keluarkanlah biar aku membantu menyelesaikan masalah itu ok,jangan buat kepetusan sepihak seperti ini,ini berbahaya bagi dirimu dan juga anak kita,kalau pun kau tidak hamil pun apa kau tidak sayang nyawa gitu" nasihat nic setelah san menjatukan pisau itu dan memeluknya.
San hanya menganggukkan kepalanya dan membalas pelukan nic dengan eratnya.
"Apa kau akan menceritakannya pada ku?" tanya nic,san melepas pelukan itu dan pergi ke kasur dan duduk di pingirannya.
"Ok mungkin kau masih tidak ingin cerita,tidak papa aku akan selalu ada jika kau butuh" ucap nic yang ikut duduk di sana.
"Ambilkan aku buah buahan niho,jangan lupa kupas dulu" ucap san tiba tiba.
"Ok tunggu yah,setelah membersihkan ini baru aku ambilkan" ucap nic yang membersihkan vas bunga yang di pecahkan san dan juga barang barang lainnya.
Setelahnya nic pun mengupas buah buahan yang emang harus dikupas lebih kecil untuk dimakan,"mau di makan di luar apa di dalam?"tanya nic yang sudah menyelesaikan kupasannya itu.
"Sini saja sakalian nonton tv dan nunggu sarip" ucap san yang beranjak duduk ke tengah kasur.
"Niho ambilkan lagi aku apel tapi kupas seperti ini lagi yah" ucap san yang menikmati buah kupas nic di tengah kasur sambil melihat ke layar tv.
"Ok,udah itu aja?" tanya nic lagi.
"Hm...sama yang lainnya juga deh biar lebih banyak" ucap san dengan santainya.
Nic yang mendengar itu hanya mengelengkan kepalanya yang melihat sikap istrinya itu dan pada saat keluar kamar.
__ADS_1
"Aduh!!"nic kaget karena sarip tiba tiba berlari dan menabraknya," kamu ini kata pipih apa sayang,jangan lari lari nanti jatuh gimana?"tegur nic*.
Flashback off
"Mimih!" teriak sarip yang masuk tanpa nic,karena nic masih harus mengambil buah buahan itu kalau tidak bisa abis dia dimarahin san,apa lagi singanya baru jinak tadi.
"Ih anak mimih ganteng banget sih pake baju koko siapa nak?" tanya san.
"Ini baju a denis mih,tadi pas pulang cari baju kaya gini gak ada jadi penjem baju a denis" ucap sarip.
"Oh...sekarang a denisnya di mana,kamu pulang sama siapa?" tanya san.
"Sama pak malik dan juga a denis,pokoknya a denis harus ikut ke jakarta yah mah,kalau sarip main sama a denis seru mih,tadi aja pas di suruh pulang dulua a denis sama sarip main kuis seru deh mih" jelas sarip.
"Wah benerkah?mimih mau tau dong apa isi kuisnya?"tanya san lagi.
" banyak dari perkalian sampe nama binatang dalam bahasa inggris"jelas sarip dengan antusias nya.
"Ok kalau gitu a denis ikut kalau dia mau yah" ucap san.
"Pokoknya harus mau!" teriak sarip.
"Apa yang harus mau sih?" tanya nic yang membawa buah buahan yang di minta san tadi.
"Itu pih a denis pokoknya harus ikut sama kita ke jakarta" ucap sarip.
"Ya gak gitu sayang kalau a denis mau sih iya gak papa kalau gak mau gimana?,mening kamu tanya dulu deh sebelum bikin keputusan kaya gini" jelas nic kepada sarip yang terus kekeh denis harus ikut.
"Ok makasih pih" ucap sarip yang langsung pergi meninggalkan kamar.
"Mau keluar?" tanya nic.
"Ya udah yuk sekalian ngomongin denis mau ikut kita untuk sekolah di jakarta tidak" ucap san yang beranjak dari rebahannya.
Saat sudah diluar sarip terus saja membujuk denis untuk ikut ke jakarta dengan bujukan anehnya yang akan di kasih baso sama dia lah di kasih mobil renot lah dan mungkin apa yang di pikirkan sarip.
"Kau ini masa di kasih gituan sih a denisnya mana mau orang udah gede sarip" ucap nic.
"Ih...pipih kan lagi usahan namanya juga yang penting a denis mau itu,yah a mau yah ikut sarip ke jakarta nanti main bareng sama dani dan helen deh seru tau mereka"ucap sarip yang terus membujuk denis.
"Denis teteh mau nanya kamh mau lanjut sekolah tidak?" tanya san.
"Mau teh,tapi..." ucap denis yang tidak melanjutkan perkataannya.
"Jangan tapi tapian ibu kamu udah setuju kamu tinggal di jakarta untuk melanjutkan sekolah,kalau kau mau teteh sekalian deh selain sma teteh juga mau lanjutkan ke jenjang perguruan tinggi deh" ucap san.
"Iya teh aku sudah setuju dengan keputusan ibu tapi...yang membuatku berpikir lagi,nanti ibu di sini sama siapa dan siapa yang membantu ibu beres beres rumah dan segalanya" jelas denis.
"Oh...gitu yah,teteh mau tanya cita cita kamu apa sih" tanya san.
"Cita cita ku dari dulu hingga sekarang sih...pengen jadi seorang dokter bedah" ucap denis.
"Benar dugaan kita yang ternyata" ucap nic pelan di samping san,dan diangguki san.
"Ok,kalau gitu pikirkan sampe besok siang yah,teteh tunggu sampe kau mau,jika kau mau maka ibu aman di sini tanpa kau mengkhawatirkannya" ucap san,yang langsung pergi meninggalkan mereka di ruang tamu.
Sarip yang melihat mimih pergi begitu saja merasa heran,baru kali ini mamah angkatnya itu bersikap dingin di hadapannya walau berbicara banyak.
"Pih...emang mimih seperti itu yah kalau bicara serius?" tanya sarip penasaran.
"Iya seperti itu,kalau gak salah pipih juga pernah gitu saat mimih lagi marah,kamu inget tidak pas mimih pingsan di rumah sakit setelah operasi" jelas nic.
"Iya ingat waktu itu mimih marah sama pipih gegara apa yah" ucap sarip yang berpikir tentang kejadian saat dia di angkat jadi anaknya.
Malik yang melihat itu tersenyum hampir tertawa sih liat sarip yang berpikir hingga dia mengetuk jarinya di dagu dan mondar mandir seperti setrika,sedangkan denis dia terus berpikir dengan apa yang apa yang di bicarakan san dan juga penjelasan nic tentang sikap san yang dingin pada anaknya itu.
***
Hai teman teman...apa kabar? Semoga sehat semua yah kalian semua...aku balik lagi nih maaf yah jadi nunggu deh๐๐ dan makasih yang udah nunggu kelanjutan bang nic sama teteh sannya๐๐.
Jangan lupa yah like,vote and komennya yah...๐๐
IG : @zihan631
__ADS_1
07:45
2020-07-10