wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 48


__ADS_3

Setelah menerima panggilan dari san davit langsung menghubungi pihak entertainment yang merupakan naungan perusahan san,untuk mencabut kontrak sava dari sana dan menghilangkan semua ketenarannya dari luar maupun dalam negerinya sendiri,walau davit merasa kasihan pada adiknya itu tapi harus bagaimana lagi jika di biarkan dia akan terus berontak dengan apa yang dia inginkan jika terus seperti ini.


"Maaf dek abang gak bisa bantu,jika bukan karena nic yang kau ambisikan menjadi suamimu,abang gak bakal berbuat seperti ini" gumam davit setelah selesai berbicara dengan pihak entertainment sava.


"Ada apa dengan mu" tanya vani yang melihat wajah suaminya murung.


"Sava berbuat ulah lagi,dan kali ini tidak bisa di toleransi lagi" jawab davit sambil menuntun vani untuk duduk di pangkuannya.


"Oh yah...adikmu berbuat apa?" tanya vani lagi tak percaya.


"Dia membuat alexsan marah semarah marahnya" ucap davit.


"Wow hebat!!,sava bisa membuat san jadi singa betina siaga yah" canda vani.


"Hahaha...kamu ini tapi gimana nasib adikku sayang" tanya davit.


"Hm...kirim dia pulang" putus vani.


"Dia pasti tidak mau,kau tahu sendiri gimana adikku itu" ucap davit.


"Yah harus mau kalau tidak san bakal berbuat nekat dari yang sekarang dia lakukan" ucap vani.


"Benar apa kau bicarakan,aku akan segera telepon ayah agar sava bawa pulang ke sydney secepatnya" ucap davit.


"Nah gitu dong,ya udah yuk lanjut yang semalam" ucap vani.


"Kau ini yah ayo" ucap davit membawa vani ke dalam kamar.


*


Sava yang baru saja masuk kedalam gedung tempat dia bekerja tiba tiba saja satpam menghalangi dia masuk ke dalam.


"Hai apa yang kalian lakukan hah!!" ucap sava heran dengan satpam yang selama ini sering menyapanya kini kenghalani dia masuk.


"Maaf nona anda tidak diperbolehkan masuk oleh atasan" ucap salah satu satpam yang menahan sava.


"Alasanya" ucap sava.


"Saya tidak tahu,yang saya tahu anda tidak boleh masuk kedalam" ucap satpam itu lagi.


"Erlangga apa yang kau lakukan hah!!!" teriak sava saat melihat atasannya datang menghampirinya.


"Maafkan kami sava kau di keluarkan di entertainment ini oleh pemilik perusahan ini,saya selaku melaksanakan peritahnya saja" jelas erlangga.


"Ck...siapa sih atasaanmu itu,beritahu aku" kesal sava.


"Zahra alexsan wilian dia pemilik perusahan ini dan ceonya kalau gak salah davit mahardhika" jelas erlangga.


"Ck...bang davit,awas kau bang" ucap sava yang langsung pergi meninggalkan gedung tinggi yang bertulisan jk entertainment itu.

__ADS_1


Sesampainya di rumah davit sava memarkirkan mobil asal karena dia tidak sabar lagi dengan apa yang abangnya lakukan padanya dengan karirnya itu.


"Bang davit keluar kau bang!!" teriak sava di ruang tamu.


"Apaan si ganggu aja" ucap davit yang keluar dari kamar anak anaknya.


"Maksud nya apa bang" ucap sava.


"Apaan sih yang jelas dong ngomong nya" tanya davit.


"Abang!!kenapa kau lakukan ini pada karirku!" teriak sava mendekati davit.


"Oh...itu,kau tidak perlu khawatir itu abang sudah menyuruh ayah untuk menjemputmu pulang dan tidak lagi berkarir di sini" ucap davit.


"Abang!!!aku gak mau pulang ke sydney yah,aku sudah betah di sini karena ada bang nic di sini" ucal sava.


"Kau ini keras kepala banget sih,nic itu sudah memiliki istri jadi jauhi dia savana" ucap davit gereget.


"Gak akan pernah aku menjauhi bang nic,dia harus jadi suamiku seutuhnya" ucap sava yang terus keras kepala akan pemikirannya.


"Uss ish...jika kau bukan adik ah..." ucap davit yang begitu kesal dengan kelakuan adiknya itu.


Plak


"Karena suamiku gak tega memukulmu maka aku memukulmu" kesal vani melihat perdebatan kakak beradik itu.


Plak


"Kurang ajar!!kau akan tetap di pulangkan sekarang juga" emosi davit yang mendengar istrinya di sebut ja*lang.


"Tidak mau bang!!" teriak sava menberontak,saat davit mengikatnya tangan sava.


"Sayang cepat pesen tiket pesawat sekarang juga" ucap davit menyuntukan obat penenang pada sava.


"Baik" ucap vani yang langsung mencari ponselnya.


Setelah sava menenang davit langsung memangku sava ke mobil dan pergi ke bandara untuk memulangkan sava ke sydney,dimana di sana kedua orangtuanya tinggal di sana.


"Semua sudah ada ayo kita pergi" ucap vani yang juga ikut pergi yang membawa kedua anaknya untuk ikut serta mengantarkan sava.


"Ok pak malik lebih cepat yah,soalnya reaksi obatnya hanya sebentar" ucap davit.


"Baiklah" ucap malik sedikit heran.


"Tenang saja pak sava tidak papa ko dia hanya saya bius,karena tidak mau pulang" ucap davit,malik yang mendengar itu hanya mengangguk paham.


**


Sedangkan di tempat lain san sedang bersama ke empat anaknya menunggu kesadar nic yang belum juga sadar.

__ADS_1


"Mih...pipih kapan bangunya,aku sudah rindu menjaili dia" tanya sarip.


"Iya aku juga pengen banget nyuruh pipih bantuin buat iket rambutku" helen pun sama dengan sarip yang terus bertanya kepada san,sedangkan san hanya bisa menjawab,


"Pipih masih belum bisa bangun,mungkin dia kecapean jadi harus banyak tidur" ucap san.


"Tapi ini sudah lama sekali"ucap helen.


"Tunggu sebentar lagi okey,lebih baik sekarang kalian makan gih ini udah waktunya makan siang" ucal san.


"Baiklah" ucap mereka berdua pergi ke arah sofa yang sudah disediakan rumah sakit.


"Kau juga makan dek,nanti nic bangun melihatmu kurus aku disalahkan" ucap niken sedikit bercanda karena dia takut san tersinggu dengan ucapannya.


"Ah kakak bisa aja,ya sudah kalau gitu, nic aku makan dulu" ucap san yang berpamitan kepada nic dan setelahnya mengecup kening nic.


"Denger gak nic istrimu sekarang lebih kurus dari sebelumnya loh,apa gak mau liat,ayo bangun nic,anak anakmu menunggu mu di sini" ucap niken yang terus memberi obrolan yang membuat nic akan meresponnya.


Tapi kali ini tidak seperti hari kemaren yang nic mengerakan tangannya atau apa pun dia hanya diam saja.


"Mih nanti kalau dedek rezel sama rafan besar bisa main bareng aku kan mih" tanya sarip saat melihat kedua bayi tampan itu.


"Iya bisa dong" ucap san,yang mengendong kedua bayinya di pangkuannya.


Niken yang mendengar itu mendekat,"wah kenya asih wawa ikutan dong" ucap niken.


"Boleh dong,wawa dedeknya gak di bawa" tanya sarip.


"Enggak sayang dia bareng oma di rumah" ucap niken.


"Yah...padahal sarip pengen main" ucap sarip.


"Ih abang kan ada aku" ucap helen kesal.


"Kamu gak mau maen robot robotan bareng aku" ucap sarip.


"Ih kan boneka juga sama,abang lakinya helen perempuan nya" ucap helen.


"Ya sudah" ucap sarip.


***


Hai hai hai..gue balik lagi,maaf yah baru up hari ini,soalnya kemaren sibuk ngerjain tugas,jangan lupa like vote and komennya yah...


Ig :@zihan631


06:55


2020-11-02

__ADS_1


__ADS_2