
Setelah menyimpan surat cerai itu nic pergi mencari keberadaan san dari kamarnya kamar anak anak hingga seluruh ruangan dia cari tapi tidak juga menemukan san di rumahnya.
"Kemana dia pergi??" gumam nic.
"Bu mela, kau pasti tahu san pergi kemana?" tanya nic yang sudah ada di depan mela yang asih nonton tv.
"Saya hanya tahu kalau dia sekarang akan pergi ke hungaria untuk menjalankan bisnis disana" ucap mela.
"Gak mungkin ini pasti karena dia ingin menhidari ku lagi kan" tanya nic lagi.
"Kalau kau tau untuk apa bertanya" jawab mela.
"Bodoh kau nic mau saja kau menerima ajakan sava,dan sekarang akibatnya kau di tinggal untuk sekian kalinya" ucap nic sendiri.
"Taun nic kau pasti menyesal bukan karena apa yang kau perbuat,kenapa mrs z bisa mendapatkan semua bukti untuk bisa bercerai dengan mu itu karena kesalah pahaman yang telah perbuat dan itu berlajut hingga awal hubungan mu di ujung tanduk" ucap mela.
"Tapi kenapa san harus pergi dengan keadaan seperti ini?" tanya nic.
"Coba kau bayangkan betapa sakitnya dia melihat suaminya bermesraan dengan seorang perempuan yang bukan siapa siapa seperti seorang kekasih sedangkan dia di rumah menyaksikan hal itu,satu lagi jika kau benar benar mencintai dia tolong untuk kali ini saja biarkan dia pergi untuk menenangkan dirinya yang sakit hati karena perbuatan mu nic" ucap mela panjang.
Nic hanya diam tak bersuara dengan apa yang di ucapan mela barusan,iya dia memang bodoh mau maunya dia menerima ajakan sava untuk pergi mencari makan siang atau gak menuruti semua kemauan sava yang ingin pergi jalan jalan bersama nic dengan mengancamnya,
"Mrs z sudah memberi dia hukuman setimpal dengan apa yang dia rasakan saat ini dan dia juga sudah tidak akan bisa menganggu mu lagi,saran dariku lebih baik kau tanda tangani saja surat cerai itu dari pada kau akan menyakiti mrs z lagi" ucap mela.
"Tidak,tidak akan pernah" ucap nic yang langsung pergi keluar mencari mobil untuk menjemput san pulang agar dia tidak pergi meninggalkannya.
Pada saat dia sampai di penerbangan internasiol nic langsung mencari keberadaan san yang berlari dari parkiran mobil.
"Semoga dia belum pergi" ucap nic yang terus berlari mencari san.
Dan pada saat dia sedang tergesah gesah dia melihat sosok seorang anak yang sangat dia kenal,dia pun mendekati nya dia melihat sebuah mobil melaju dengan cepatnya ke arah anak itu hingga nic berlari cepat dan...
Bruk!!
"Sarip!!" teriak seseorang dari sebrang penyebarangan.
__ADS_1
Semua orang yang lalulang melihat kejadian itu pun langsung berkumpul untuk melihat kedaan orang yang tertabrak itu.
"Maafkan saya,saya tidak tahu jika mobil yang saya kendari remnya belong" ucap seseorang yang telah menabrak dua roang itu.
"Nic bangun,nic...tolong bantu hubungi ambulan" teriak san yang menyaksikan tabrakan itu sedangkan sarip hanya terlukan saja dan pingsan.
"Ayo cepat bawa ke rumah sakit terdekat" ucap seseorang.
"Iya tolong hubungi ambulan saya akan melakukan pertolangan pertama" ucap san yang melentangkan nic dan menutupi luka dari kepalanya dengan saputangannya.
Sedangkan si kembar hanya bisa menangis melihat sang ayah terluka di mana mana dan tak sadarkan diri.
"Sarip tolong hubungi pak malik sekarang juga" ucap san yang terus menekan dada nic untuk menyadarkannya.
"Baik mih" isak sarip yang mengambil ponsel san dari tasnya.
Semua orang yang melihat itu merasa kagum dan juga cemas akan ke adaan lelaki yang tertabrak untuk menolang seorang anak kecil.
"Ambulan sudah datang" ucap seorang yang menabrak nic dan juga sarip.
"Ini semua salah sarip yang tidak liat kiri kanan jalan" ucap sarip tiba tiba yang saat ini memasuki mobil ambulan.
"Tidak mih ini semua salah sarip yang sangat ceroboh dalam segala hal,dulu papa mama juga meninggal karena sarip ceroboh,dan sekarang juga sama sarip membuat kecerobahan itu membuat pipi tertabrak mobil itu"isak sarip yang mengingat kejadian kecelakan yang menimpahnya.
"Tidak sayang kau tidak salah,iya gak helen abang gak salah ya" ucap san menyakinkan sarip.
Padahal dalam hatinya dia menangis dengan apa yang dia liat dengan mata kepalanya sendiri nic berlari dari arah kanan untuk menyelamatkan sarip yang tidak melihat ada mobil melaju begitu cepat di sisi kiri jalan yang akan dia sebrangi.
Kenapa kau lakukan ini nic setelah apa yang telah kau lakukan padaku dan juga anakku gumam san dalam hati dan tak lupa mengahapus air matanya agar anak anaknya tidak melihat bahwa dia juga sangat khawatir dengan keadaan nic saat ini.
Saat sampai di rumah sakit perawat pun berhaburan keluar untuk membantu mendorang brankar untuk mempercepat penolongannya.
San sarip dan juga helen menunggu di luar ruangan karena tidak diperbolehkam masuk oleh sang perawat itu hanya duduk menunggu hasil dari dokter yang menangani nic di dalam.
"Permisi bu boleh saya bawa anak ini untuk di obati" ucap seorang perawat melihat nic yang juga terluka.
__ADS_1
"Ah iya silakan" ucap san telah sadar dari lamunannya.
"Apa kalian beruda terluka" tanya lagi seorang perawat melihat ke arahnya dan juga helen.
"Tidak hanya anak lelakiku saja yang terluka" jawab san yang masih menatap pintu ruang nic masuki.
"Selesai,cepet sembuh yah dek" ucap perawat itu dan pergi meninggalkan meraka di sana.
Ceklek
Dokter yang menangani nic keluar ruangan yang ditunggu san dan ke dua anaknya itu mendekati mereka bertiga.
"Apa kalian keliarganya?" tanya dokter itu.
"Iya saya istrinya" ucap san.
"Maaf sebelumnya bisa ikut saya keruangan saya sebentar" ucap dokter itu saat melihat ke dua anaknya dan juga perut besar san.
"Baiklah, anak anak jangan kemana mana ok tunggu pak malik kesini" ucap san kepada anak anaknya.
Dan san pun mengikuti dokter itu untuk menjelaskan keadaan nic saat ini.
"Silakan duduk" ucap dokternya mempersilakan duduk.
"Apa yang terjadi dok" tanya san.
"Suamimu itu terkena benturan yang sangat kuat hingga tidak sadarkan diri saat orang membantu memberi napas buatan,kemungkinan suami anda akan terkena amnesia atau tidak dia akan komo" jelas dokter.
San hanya pasrah saja dengan apa yang dijelaskan dokter karena apa yang dia lihat dari hasil rongsen nic juga sudah jelas disana sudah banyak sekali yang surak atau juga patah tulang tangan hingga kakinya,saat keluar dari ruangan itu semua keluarga sudah kumpul disana untuk mengetahui keadaan nic saat ini.
**
Hai hai hai balik lagi sama gue si author sebleng ini...jangan lupa like vote and komennya yah...
Ig:@zihan631
__ADS_1
01:41
2020-10-26