
"Apa yang terjadi suster sofi" tanya san"sebuah kecelakaan beruntun terjadi di tol dok dan ini sebagian dari korban kecelakan itu"jelas suster sofi"saya bukan dokter bagian UGD suster"ucap san"iya tapi disana ada anak kecil yang harus di tangani oleh dokter"ucap suster sofi san yang menyadari itu langsung berlari ke tempat yang ditinjuk suster sofi.
"Ehm...coba tante liat,kenapa tangan kamu nak" ucap san yang langsung menangani anak itu yang terus menangis dan memberontak"hiks...tante ini siapa"tanya anak kecil itu"ok kalau gitu kita kenalan,kenalin tante zahra kamu siapa "ucap san" aku sarip tante aku ditinggali papa mama disini tante"isak anak itu.
"Suster apa yang terjadi dengan anak ini" tanya san"dia adalah salah satu yang selamat dari kecelakaan beruntun itu dok,orang tua dia meninggal dok,semua keluarga sudah saya hubungi tapi tidak ada yang mau mengambil dia di sini,saya juga sudah menelpon pihak panti asuhan"jelas suster sofi "kalau gitu saya akan bawa dia pulang kerumah,kamu bilang kepada pihak panti jangan datang kesini,ucapkan saja kalau anak ini sudah ada wali yang datang kesini" ucap san yang tidak tega melihat anak kecil seperti sarip sudah ditinggal orangtuanya.
Nic yang mengikuti san dari belakang itu kini merasa sedikit senang akhirnya dia bisa menemukan dia disini,tapi nic merasa sedih karena san tidak mengenali dia walau tadi san melihat dia di samping kakak iparnya itu.
Alex kau berubah lagi,ini yang kedua kalinya aku membuatmu berubah batin nic yang terus memperhatikan san yang sedang membantu UGD yang lagi sibuk akan kecelakaan beruntun itu.
"Tekanan darahnya tidak stabil,Panggil dokter rizal sekarang" teriak san yang melihat seorang ibu hamil yang kesakitan itu"baik dok"ucap salah satu suster.
"Ada apa ini" tanya seorang dokter "ibu ini takanan darahnya tidak stabil,dia sedang mengandung" ucap san"sus tolong cepat siapkan larutan garam dan juga suplai darah"ucap dokter itu"dokter zia kita tidak butuh waktu lama,bayi ini harus segera di keluarkan"ucap san.
"Kenapa,tunggu kenapa dia begitu banyak kehilangan darah" ucap dokter rizal yang baru saja datang.
"Kita harus lakukan operasi,jika terus begini dia dan bayinya bisa dalam bahaya" ucap san"ah sebentar paru parunya pecah"ucap san lagi yang baru saja memeriksanya.
"Benarkah,jika ini adalah *pneumotoraks kita tak memiliki banyak waktu" ucap zia.(*pneumotoraks adalah pengumpalan udara paru paru dan toraks)
"Ok,kalau gitu,jika tekanannya terus menurun maka bayi dalam kandungan akan kekurangan darah,mungkin dia akan keguguran,atau otak bayi juga akan rusak dan bisa cacat permanen" jelas san membuat yang ada disana bengon karena tidak ada sesorang yang memprediksi secepat itu hanya memeriksa.
"Kau cepat cari dokter ahli anestesi,kita lakukan operasi di UGD saja" ucap rizal"dan kau bukankah kau dokter spesialis jantung-dada juga kan"ucap rizal"ta...tapi saya masih belajar"ucap san"kita butuh kau,jadi ayo kita bawa dia,cepat"ucap rizal pada suster.
Mereka melakukan operasi di dalam ruang UGD dan di tonton banyak orang di sana membuat san sedikit takut melayangkan nyawa orang tapi keyakinan dia ingin menyelamatkan bayi dan juga ibunya itu besar jadi dia memutuskan melakukannya dan apa yang akan terjadi kedepan itu urasan belakannya yang penting dia bisa menyelamatkan mereka.
__ADS_1
Nic ikut melihat aksi san di dalam ruangan UGD yang sedang melakukan operasi itu"om aku ingin melihat"ucap anak kecil yang mengagetkan nic yang terus memperhatikan san di dalam sana"kau mau liat"tanya nic"iya om ada mimih didalam"ucap anak itu"mimih mu dokter"ucap nic lagi"iya om mimi dokter"ucap anak itu dan nic pun mengankat anak itu dan mengendongnya.
Satu jam sudah berlalu dan akhirnya san bisa mengeluarkan bayi itu dan sang ibupun selamat.
San begitu bahagia akhirnya ibu dan bayi itu selamat walaupun sang bayi harus di bawa ke ruang NICU"kau hebat walau kau masih belajar tapi kau bisa mengatasi semuanya"puji rizal"tidak itu masih ada kesalahan"ucap san dan dia merasa ada yang aneh kenapa tiba tiba semua yang ada disekitarnya menjadi dua dan menjadi...
Bruk...
San pingsan di tempat itu dan membuat semua orang panik untung saja ada dokter rizal yang membawa san keruangannya,nic dan anak kecil itu mengikutinya karena anak kecil yang digendong nic itu ternyata sarip,yang merupakan salah satu pasien san yang akan dia adopsi.
"Apa yang terjadi" tanya nic khawatir"dia baik baik saja,di hanya kecapean dan kau siapanya dokter san"tanya rizal"sa...saya su..."ucap nic terbata bata dan juga terpotong akan tangisan sarip yang menyebut san mami.
"Ah...kau suaminya,selamat istri kau hamil,jaga dia baik baik yah" ucap rizal"tapi dok"ucap nic"kau baru tau,dia hamil dan usia kadungannya sudah tujuh minggu"ucap dokter rizal dan pergi meninggalkam mereka.
"Ah...aku dimana" tanya san"mimi kau tidak papa"ucap sarip di samping san"sarip kenapa kau bisa disini bukan kau masi..."ucapan san terhenti saat melihat nic yang terus menatapnya.
"Alex aku mohon pada mu kau mau yah aku bertanggung jawab dengan apa yang telah aku lakukan" ucap nic"maksud mu"tanya san tidak mengerti"ka...kau hamil san,dan usia kandungan mu sudah tujuh minggu itu artinya kau..."ucap nic yang tidak dilanjutkan"tidak aku tidak akan pernah minta kau tanggung jawab,lebih baik anak ini tidak memiliki ayah dari pada aku harus menikah dengan ayahnya"ucap san dan pergi meninggalkan nic disana dan membawa sarip.
"Alex aku mohon maafkan aku,aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi,aku mohon maafkan aku" ucap nic yang terus memohon dan itu membuat semua orang memperhatikan mereka dan ada yang berkata
*Dokter cantik sudah menikah?,
Apa dokter zahra sudah menikah?,
Kasihan suaminya
__ADS_1
Ganteng sekali suaminya!
Mereka ada masalah*?.
Sepintas itu yang terdengar san dan dia pun berbalik"ikut dengan ku"ucap san dan mengerahkan sarip pada nic.
Nic megikuti san dari belakang yang pergi ke suatu tempat,dan ternyata tempat itu adalah ruangan peraktinya.
"Apa mau nic kenapa kau membuatku terus terjerat dengan mu,sekarang kau..." ucap san tidak dia lanjutkan"sarip tutup mata dan telinga mu sebentar yah"ucap nic dan mendudukan sarip di sofa.
"Alex aku mohon maafkan aku,aku ingin bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan,aku mohon lex" ucap nic memohon dan berlutut dihadapan san,san yang melihat itu hanya memalingkan wajahnya.
"Ok aku mau tapi ini hanya demi anak kau bukan untukku,jadi kita menikah hanya akan didasari dengan rasa bersalah dan kau ingin bertanggung jawab dengan anak ini,setelah melahirkan anak ini kita bercerai,dua hari lagi kita nikah" ucap san dan pergi meniggalkan nic dan membawa sarip pergi dari hadapan nic.
Nic amberuk dengan apa yang dibicarakan san,dia langsung memberi tahu kakak dan juga ibunya bahwa dia akan melakukan pernikahan dua hari lagi,dan itu membuat semua orang kaget akan omongan nic itu sang mamah pun menyuruhnya pulang kerumah.
***
Jangan lupa tinggalin tanda yah...😘😘
@zihan631
08:04
2020-04-08
__ADS_1