wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 22


__ADS_3

Drt... Drt...


Suara ponsel itu menggangu kenyemanan tidur san yang terus berdering itu.


Pada saat san melihatnya ternyata ponsel nic lah yang berdering sedari tadi dan pada saat dia melihat layarnya di sana tertulis 'my mom' san pun mengangkatnya.


Halo nic apa kau sudah bangun.


"Iya halo mah ini aku san."


Ah alexsan mamah kira nic yang mengakatnya.


"Ada apa mah"


Oh ini mamah cuman ngasih tau saja kalau sekarang peringatan kematian neneknya


"Oh...ya sudah kalau nic bangun akan aku beritahu"


Ya sudah makasih yah,maaf mamah ganggu kamu tidur,pasti kamu cape yah nic gempur kamu yah san.


"Ah gak papa,gak juga mah" ucap san malu karena ucap mamanya nic yang sangat vurgal.


Ah jangan malu gitu,ya sudah mama cuman gasih tau itu aja,kalau gitu assalamualaikum.


"Waalaikumsalam mah" ucap san dan langsung menyimpan ponsel itu di nakas.


Pada saat san akan berdiri dari tepat tidur san dikagetkan dengan tangan kekar yang melingkari perut yang sedikit membuncit itu.


"Kemana?" ucap nic yang memindahkan kepalanya ke paha san.


"Lepas aku mau mandi" ucap san.


"Masih pagi entar saja mandinya" ucap nic terus megusap perut san dan menciumnya.


"Ish...geli nic" ucap san yang menyingkirkan tangan dan juga bibir nic dari perutnya"kalau tidak bangun tidak pernah aku kasih jatah lagi"lanjut san yang langsung mengulung tubuh polosnya dengan selimut yang dari tadi dia pegang untuk menutupi tubuh polosnya itu.


"Jangan dong" ucap nic yang langsung ikut masuk ke dalam kamar mandi.


"Mau apa kau kesini" tanya san"ya...mau mandi lah"ucap nic santai.


"Ish..." kesal san yang langsung masuk ke dalam bath up yang sudah terisi setengah di dalamnya.


Nic yang melihat itu ikut masuk membuat san tambah kesal dengan tikah nic saat ini yang tiba tiba membuka celan di depan matanya.


San yang melihat itu,mengalihkan penglihatanya dan berpura pura tidak peduli yang melanjutkan aktivitasnya membersikhan badannya yang penuh bercak merah bekas perbuatan nic semalam.


"Kau akan ikut ke rumah papa?" tanya nic.


"Ya...harus bagaimana pun sekarang aku sudah menjadi istri mu" ucap san.


"Apa sarip akan di ajak" tanya nic lagi.


"Banyak tanya kau yang pasti dia ikut karena dia anak ku" ucap san kesal yang langsung pergi mengambil handuk dan keluar dari kamar mandi.


"Sarip juga anak ku" ucap nic yang langsung menengelamkan seluruh tubuhnya ke dalam bathtub yang isinya mulai meluap keluar.

__ADS_1


Selesai mandi mereka berdua ke bawah untuk mengisi perut mereka.


"Mih tadi bibi mela bilang kita mau ke rumah opah omah" ucap sarip yang sudah selesai sarapannya,san hanya mengagukkan kepalanya dan menaruh roti yang sudah di oles selai ke piring nic dan memberikan secangkir kopi hitam.


Selesai sarapan mereka pun pergi ke kediaman kakek nic yang ada di bandung yang merupakan tempat lahir san sendiri.


"Sudah lama aku gak kesini" gumam san yang melihat ke sekeliling yang mereka lewati.


Nic yang mendengar gumam itu langsung menolek dan memegang tangan san tersenyum, san yang melihat itu hanya menatap nic aneh.


"Mih... Sarip pengen makan" keluh sarip padahal dari mereka berangkat sarip terus memakan makanan riang.


"Oh...anak mimih lapar yah,malik cari restoran dulu yah,sebelum ke rumah kakek nic" ucap san yang memeritakan malik mencari restoran.


"Gak usah mal kita langsung aja,tinggal lurus tuh" ucap nic sambil menunjuk rumah besar dengan pagar besi berwarna kuning keemasan.


"Oh...ya sudah,makan ini dulu yah" ucap san yang memberikan roti ke sarip.


*


Sampainya di rumah kakeknya nic langsung menyuruh bi nuri membuat makanan buat sarip.


Papa mama kakak dan juga abang iparnya sudah ada di sana lebih dulu dari mereka membuat san ikut dengan kakak iparnya niken kebelakang yang lagi membuat sesuatu untuk di suguhkan pada tamu yang akan ikut pengajian peringatan kematian neneknya itu.


Sedangkan sarip dan nic yang pergi ke dapur mengikuti bi nuri yang akan memasak makanan untuk sarip itu.


"Pih aku pengen ke mimih" ucap sarip yang sudah menyelesaikan makannya.


"Anak pipih sudah kenyang," tanya nic"iya pih sekarang sarip pengen ke mimi"ucap sarip yang merentangkan tangannya yang pengen di gendong oleh nic.


"Mimi!!" teriak sarip yang masih digendongan nic,yang meminta diturunkan.


"Eh sayang mimi sini nak" ucap san yang menyuruh sarip duduk di pangkuannya.


Nic mendekat dan berbisik"apa kau nyaman di sini dengan ibu ibu"tanya nic di dekat telinga san,san hanya mengangguk san dan melanjutkan kegiatan melihat para ibu ibu yang memasukan makanan kedalam plastik untuk dibuat hantaran yang akam dibagikan kepada orang yang mengaji.


"Aku ke atas dulu kalau kamu cari aku tanya mamah aja di mana kamarku" ucap nic sambil mencium kening san dan pergi.


Tingkah nic barusan membuat para ibu ibu terus mengoda san.


"Aduh ternyata nic bisa romantis juga yah" ucap ibu satu.


"Iya saya kira teh nic gak bisa,soalnya sejak kecil teh kalau main sama cewek teh,sok ngajauh" ucap ibu yang berada di sebelah si ibu satu.


"Nak apa ini anak kalian" tanya ibu yang ada di sebelah san.


"Iya bu ini anak pertama kami" ucap san.


"Emang anak kalianĀ  udah berapa nak" ucap ibu di sebelah kanan san.


"Dua dan mau tiga kak" ucap mama nic yang menjawab bertanya itu.


"Oh...terus yang satu lagi mana gak di bawa" tanya lagi si ibu.


"Yang satu lagi gak mau ikut,di bersama nininya di jakarta" ucap san.

__ADS_1


"Eh...kamu teh urang sudah" tanya ibu ibu.


"Iya saya asli sini" ucap san.


"Oh...pantes dari tadi kita bicara bahasa sunda kamu menjawab" ucap si ibu satu.


"Bandung mana nak" ucap ibu sebelah kanan.


"Di bandung desa bu" ucap san.


"Walah tenyata orang desa tapi kenapa wajah kamu beda banget dengan orang bandung" ucap si ibu.


"Iya gimana gak beda orang peranakan bandung amerika" ucap mama nic.


"Oh...pantes saja turunan bule toh" ucap para semua si ibu.


"Mah aku ke atas dulu yah"bisik san pada mamah mertuanya.


" ada apa nak ko muka mu pucat"ucap mamah nic.


"Gak papa mah tiba tiba saj..."


Bruk...


San pingsan dan membuat semua orang di sana langsung mendekatinya dan berteriak minta tolong.


Nic yang baru turun di kagetkan sarip yang menangis.


"Ada apa nak" tanya nic.


"Pih...mimih..." isak sarip yang tidak bisa menjelaskan ucapannya karena tangisannya.


Nic langsung mengendong sarip dan pergi ke halaman belakang,ternyata san pingsan yang akan di bawa oleh papah nic itu langsung menurunkan sarip dan menghalanginya.


"Biar aku yang bawa" ucap nic dan mengambil san dan pergi meninggalkan para ibu ibu yang mengkhawatirkan san.


Sarip yang mengikuti nic itu berhenti dan dipangku regan.


"Om lepas aku pengem liat mimi"ucap sarip.


"Iya ini om mau bawa kamu keatas" ucap regan yang mengikuti nic dari belakang.


"Hiks...hiks....ini salah sarip hiks...yang bikin mimi cape" isak sarip yang menyalahkan dirinya.


"Enggak ko ini bukan salah sarip,mungkin mimi cape karena perjalanan tadi,kan mimi sedang mengadung dedek bayi" jelas regan.


Sesampainya di lantai atas nic menyuruh pelayan memangil dokter.


"Alex bangun" ucap nic yang terus mengoleskan minyak angin ke perut dan juga mendekatkannya ke dekat hidung san.


***


@zihan631


06:14

__ADS_1


2020-06-05


__ADS_2