wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 59


__ADS_3

Pagi pun tiba malik yang mendengar ucapan fitri kemaren itu membuatnya tidak bisa tidur nyenyak karena merasa takut dengan apa yang di lakukan fitri.


"Hayo!!!"


"Ish..." kesal malik yang di kagetkan san dari belakang yang emang saat ini malik sedang melamun di sisi kolam renang.


"Huwahaha pagi pagi gini mikiri apa sih bang ko sampe gak pokus gitu sih" ucap san yang terus tertawa melihat raut wajah malik yang kesal sekaligus basah karena terjatuh ke dalam kolam.


"Setan" asal malik.


"Tuh ada om di belakang om lagi ngetawain om" ucap fitri tiba tiba muncul di balik pintu menuju kolam.


"Serius kamu fit" tanya san tak percaya.


"Th zahra mau liat" fitri balik bertanya.


"Mau mau,soalnya si abangkan takut banget sama mbak k" ucap san sedikit menyindir malik yang takut hantu indonesia yang satu itu.


"Oh...pantes si om takut semalam ternyata begitu toh" jawab fitri menghiraukan kemauan san yang ingin melihat makhluk halus itu.


"Emang semalam kenapa fit?" tanya san yang melupakan ke inginannya itu.


"Aku sempet ngomong sama salah satu dari mereka yang katanya dia sudah ada di tempat ini pertama di resmikan dan dia minta bantuan untuk mencari keberadaan jasatnya yang entah di kubur dimana" jelas fitri.


"Oh...eh sampe lupa ayo cepet yanv tadi aku pengen liat,sekalian bang malik juga harus mau yah,kalau gak potong gajihmu bulan ini" ucap san yang sedikit mengancam malik.


"Ish punya adik gini amat sih" gumam malik.


"Jangan gitu om gini gini juga adik om tahu" ucap fitri tiba tiba lagi yang membuat san dan malik benggong mendengar ucapan fitri barusan.


"Kamu juga bisa baca pikiran orang lain fit" tanya san dengan semangat.


"Iya bisa di bilang begitu,tapi aku selalu dikucilkan karena kemampuanku yang aneh ini" jelas fitri sedih mengingat dulu yang pernah berteman dengan seseorang tapi setelah jujur fitri kepada memberi tapi mereka tidak percaya dengan ucapan fitri karena menurut mereka itu hanya omong kosong saja hingga dia lebih memilih melakukan sesuatu sendiri,selain keluarganyalah yang membantu dia untuk tidak sering melakukan hal aneh.


"Pas banget buat mu bang" ucap san yang terus mengedipkan matanya memberi kode.


"Gak yah" ucap malik yang langsung pergi dari area kolam dengan baju basahnya.


"Fit kamu mau kan sama abangku yang saru itu" tawar san kepada fitri.


"Hm...maaf th aku kurang suka sama manusia seperti dia apa lagi so dingin seperti itu" ucap fitri sedikit berhati takut mengecewakan san.


"Hm...bener juga kata kamu tapi jangan khawatir bang malik baik ko perhatian dan di mata cewek lain di itu sempurna tapi tidak dengan ku" ucap san sedikit memuji dan menjeleknya,fitri yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya.


Drt...drt...


"Halo"

__ADS_1


"...."


"Apa!!kakek bener mau ke sini,kalau gitu sebentar" ucap san menjauhkan ponselnya terus berteriak.


"Bang malik!!!!" teriak san mengelegar dan membuat semua orang keluar dari aktivitas mereka masing masing.


"Apaan sih" ucap malik dingin.


"Ish...kau ini,nih kakek jhon" ucap san memberikan ponselnya.


"Apa paman jhon udah ada di bandara menuju indonesia" kaget malik saat mendengar ucapan orang dalam telepon itu.


"Sasa paman mau kesini katanya dia ingin melihat semua keluarga mu" ucap malik setelah mematikan sambungan telepon.


"Hai bukannya mela baru datang,kenapa sudah pergi lagi" tanya san.


"Entah lah" ucap malik memberikan ponsel san kepada pemiliknya.


"Ya!!!!tidak ini gawat nicholas!!!" teriak san.


"Ada apa sih" ucap nic yang dari tadi duduk mendengarkan pembicaraan mereka.


"Oh...kau di sini,ikut aku bantu bereskan barang barang dan pulang" panik san.


"Hai ada apa ini" tanya ambu keheranan dengan tingkah san.


"Siapa kakek yang kau maksud sasa" tanya ambu.


"Nanti saja aku cerita sekarang lebih baik kita cepet pulang dan bereskan semua ruangan ataupun halaman rumah" ucap san.


"Malik sebenarnya ada apa?" tanya davit yang juga melihat tingkah san saat ini.


"Ini karena paman kan mengunjungi rumahnya" ucap malik.


"Ish..kau ini tadi san menyebut kakek sekarang kau menyebutnya paman yang benar mana sih" kesal davit mendengar ucapan malik.


"Hurf...paman yang aku maksud adalah kakek san" ucap malik yang membuat davit tambah tidak mengerti dengan ucapan nya.


"Susah ngomong sama orang pintar" ucap davit kesal dengan jawaban malik yang selalu singkat itu.


Malik yang mendengar ucapan itupun pergi ke kamarnya untuk mengemasi barang barangnya.


Setelah selesai membereskan semua barang mereka pun pulang dengan tugas yang sudah san berikan dari fitri,davit dan keluarga kecilnya harus membersihkan halaman rumah bareng pelayan pelayan kebunnya,fitri dan malik di suruh membersihkan semua kamar yang ada di rumahnya dengan para pelayan yang sering membereskan kamar,sedangkan nic dan keluarganya itu memutuskan membersihkan semua ruangan yang ada di rumahnya bersama sisa pelayan yang sering memberekan ruangan itu.


Yang baru saja datang itu langsung bergegas kekamar mereka masing masing untuk menganti pakaian dan melakukan apa sudah di perintahkan oleh san,sedangkan fitri yang melihat semua orang masuk ke ruangan mereka masing masing dia sendiri hanya bengong dengan apa yang dia lihat.


"Apa yang harus aku lakukan" ucap fitri saat di tinggal semua orang,dia melihat kesekeliling ruangan yang menganggumi dalaman rumah san yang tidak pernah terlihat dimajalah atau pun tv yang sering menyiarkan kehidupan baru seorang perempuan trillionaire di dunia ini selain kehidupan bisnisnya.

__ADS_1


"Kau!!" ucap malik saat melihat fitri yang hanya bengong dan memantung di tengah ruang utama.


"Saya?" tanya fitri.


"Ish...ikut saya" ucap malik.


"Kemana?" tanya fitri lagi.


"Ke neraka" jawab malik kesal.


"Enggak saya gak mau itu" ucap fitri sedikit ketakutan.


"Kau ini kan temanan sama setan kenapa saat ngomongi neraka langsung takut" ucap malik kesal ditambah sedikit mengingat kemampuan yang di miliki fitri.


"Itu beda urusannya" jawab fitri sedikit meninggikan suaranya.


Tanpa menjawab ucapan fitri malik terus berjalan yang juga di ikuti fitri hingga mereka sampai di semua pintu di lantai dua.


"Masuk" ucap malik.


"I-ini..." ucap fitri terpotong dengan anggukan malik.


"Sana!cepat mereka sudah menunggu mu" dorong malik dan memperlihatkan halaman rumah yang terdapat kumpulan orang yang menunggu seseorang di dalam ponsel yang dilihatkan oleh malik.


Fitri yang melihat itu langsung bergegas berganti baju yang sudah di belikan san saat pulang tadi.


***


Malik"tor pokoknya gue gak mau dia"


Author "berisik lo gak tahu apa gue udah lama gak up"


Malik "salah sendiri gak up kalau pengemar gue  pada kabur karena lo gak up gue bunuh lo tor"


Author "sebelum bunuh gue gue bunuh lo mau(sambil ngangkat pisau)"


"Ampun tor,mening gue pergi,author lagi sensi nih nanti saja dah urusana ganti pasangan(gumamnya)tor tapi sebelum itu selamat tahun baru yah tor"


Hai hai maaf yah untuk kali ini gue gak up lebih dari dua minggu maaf semua nya soalnya gue gak ada waktu buat nulis beberapa hari ini,ini juga sempwt sempeti buat nulis disela kesibukan gue ngurus usaha sama nguru ponakan yang nakalnya luarbiasa pengen tengelam ke laut,mungkin di tahun yang baru ini gue lebih sering luangin waktu buat nulis yah sekali lagi maaf dan selamat tahun baru 2021 buat kalian semua.


Jangan lupa yah like vote and komennya yah.


Ig:@zihan631


21:37


2021-01-01

__ADS_1


__ADS_2