
"Ya sudah saya pulang dulu yah win,besok supirku akan menjemputmu pulang dari sini dan kau jangan larang dia untuk tinggal dirumahku" ucap san yang berpamitan sekaligus memberitahu windi besok dia akan tinggal di rumahnya yang sekaligus melarang samuel yang akan menolak ucapan san.
"Tapi..." ucap samuel,"tidak,sebelum kau membenah dirimu terlebih dahulu sebelum kau ingin mengikat windi,mengerti"ucap san yang langsung pergi dari rawat inap windi.
Pada saat san menunggu di lobi rumah sakit tiba tiba jin-sook menariknya untuk duduk.
"Di sini aja nunggu nya biar gak pegel" ucap jin-sook.
"Gak usah sok perhatian" ucap san dingin yang menjauhi jin-sook.
"Aku gak maksud tapi melihat kau berdiri di situ merasa..." ucap jin-sook "jangan pernah kau kasihan pada ku atau apa pun itu karena aku tidak akan pernah kembali lagi bersama mu" potong san.
"Tapi kau kan sedang hamil,tidak baik berdiri terlalu lama untuk ibu hamil zara" ucap jin-sook.
"Aku baik baik saja" ucap san yang melihat mobilnya sudah datang dan akan beranjak pergi dari sana jin-sook menahannya.
"Sebentar saja aku ingin bicara dengan mu" ucap jin-sook.
"Lepas supirku sudah menunggu" ucap san berusaha melepas pengangannya.
"Aku mohon" ucap jin-sook sedikit kencang memegang tangan san.
"Aw...kau menyakitiku" ucap san yang terus berusaha melepas pengangan itu.
Nic yang ada di dalam mobil melihat itu pun langsung pergi mendekati san.
"Lepaskan" ucap nic yang melepas paksan tangan jin-sook dari san.
"Nic!!" teriak san.
"Kau tidak papa" tanya nic melihat tangan san yang sedikit merah.
"Tidak,kau membohongiku" ucap san.
"Kau apapun urusanmu dengan istri ku jangan sekali kali kau sentuh dia,dia milikku dan jangan pernah kau memaksa untuk menuruti kemaumu" ucap nic yang tidak mendengar ucapan san.
"Nic sudah ayo pulang" ucap san.
"Jadi ini suamimu, lelaki yang pernah menghina mu di depan umum waktu itu,kalau dia masih seperti itu dengan senang hati aku menerima mu zara" ucap jin-sook sombong nya.
"Tidak akan pernah saya lepas dia untuk mu ********" ucap nic yang menarik kerah baju jin-sook.
"Nic!!!ayo pulang"teriak san melerai pertengkaran yang akan dimulai itu.
Nic yang mendengar teriakan san itu pun langsung melepas tangannya di kerah baju jin-sook dan pergi meninggalkan nya.
"Nic katanya kau naik pesawat jam makan siang kenapa ini sudah di sini" tanya san.
__ADS_1
"Tidak aku hanya ingin memberi kejutan padamu"jawab nic.
"Ish..." kesal san.
"Kenapa si banci ada di sini bukannya dia udah pulang ke negaranya" tanya nic.
"Niho jangan pernah kau sebut dia banci walau aku sangat tidak ingin membelanya,di pindah negara sekarang" ucap san.
"Oh...si banci pindah negara toh,awas yah kamu jangan pernah ketemu sama dia lagi" ucap nic.
"Niho kau ini susah sekali di bilang yah" ucap san yang langsung keluar dari mobil yang emang sudah sampai di halaman rumahnya.
"Alex jangan marah aku hanya bercanda saja" teriak nic dari belakang san.
"Bodo amat aku gak denger" ucap san.
Bruk...
"Abang nic apa kabar?aku kangen banget tau sama kamu,udah lama kita gak ketemu" ucap seorang wanita yang tadi menabrak san yang hampir jatuh.
"Lepas aku tidak mau seseorang marah karena ini" ucap nic.
"Gak sava masih pengen meluk abang" ucap wanita yang bernama sava itu.
"Emang bener yah lelaki itu sama aja" teriak san yang langsung masuk ke dalam lift.
"Alex...sava saya bilang juga apa" ucap nic yang melepas paksa pelukan sava.
"Aish...tanya sana pada kakakmu" ucap nic yang juga pergi meninggalkan sava yang bingung dengan tinggal nic seperti itu.
"Bang dav abang nic kenapa yah" ucap sava yang sekarang sudah ada di rumah davit dan vani.
"Maksudmu apa?" tanya davit balik.
"Tadi kan aku masuk rumah bang nic dan pas banget baru juga aku mau duduk bang nic pulang yah karena seneng jadi aku peluk dia apa salahnya coba aku meluk dia yang kangen padanya tapi dia malah marah dulu kan gak gitu" jelas sava.
"Apa dia pulang dengan wanita" tanya davit lagi.
"Iya sih dia pulang sama wanita pendek" ucap sava lagi yang mengingat seorang wanita yang tertabrak dan berteriak tadi.
"Astaga sava...yah kau salah harusnya jangan seperti itu lagi karena sekarang berbeda dengan dulu sayangnya abang,nic sekarang sudah menikah dengan wanita yang kau katai pendek itu" ucap davit sambil tepuk jidat.
"Ah mana mungkin bang nic menikah dengan wanita pendek seperti itu,sava tau ko wanita yang bang nic suka itu seperti aku" ucap sava yang tidak percaya dengan ucapan davit.
"Dibilangin ngeyel,terserah deh kalau kena imbasnya jangan pernah minta bantuan pada abang yah" ucap davit.
"Tidak akan pernah,aku akan mengambil hati bang nic lagi ah" ucap sava yang langsung pergi meninggalkan rumah davit.
__ADS_1
"Aduh pasti kedepanya bakal ada masalah besar nih kalau sava ada disini" gumam davit.
Sedangkan di dalam kamar nic terus mebujuk san yang sedang merajuk itu.
"Sasaku maaf aku tidak bermaksud memeluk sava aku kaget ko bisa sava ada disini,maaf yah" mohon nic.
"Gak"
"Ayo lah...aku akan turuti semua yang kau mau deh,asal kamu jangan marah" mohon nic lagi.
"Ok kalau itu mau mu ambil koper itu dan buka kopernya terus tata yang rapi di sini terus kau juga pakai baju nya" ucap san yang menunjuk koper di atas lemarinya.
"Isinya apa yang" tanya nic.
"Liat aja sendiri" ucap san yang pergi duduk di sopa kamarnya itu.
Nic pun mengambil koper itu dan pada sast dibuka nic sangat kaget dengan isi koper itu,benda yang ada di dalam koper itu sangat nic benci apa lagi warnanya.
"Kenapa bengong cepet pake" ucap san menyadarkan nic yang dari tadi bergelut dengan pikirannya sendiri.
"Gak ada yang lain gitu selain warna norak ini" ucap nic yang mengacung baju karakter berwarna pink itu.
"Cepet pake" ucap san.
Dengan terpaksan nic memakai baju itu dan menganti seprai tempat tidurnya dengan seprai karakter itu dan juga menata bonekanya.
"Yang bener dong menata bonekanya" ucap san yang ikut membantu menata boneka di atas kasurnya itu.
"Sasaku gak ada yang lain gitu selain boneka kucing ini" ucap nic.
"Gak sekarang cepet ambil posisi ditengah dan pengang ini" ucap san memberikan boneka kepada nic.
Dan san pun mengambil ponsel yang ada di atas meja untukย memoto nic.
"Senyum dong" ucap san yang melihat hasil potonya jelek,karena nic yang tidak senyum.
(aduh lucunya pipih nic di pakein baju itu,senyum dikit napa pih kasihan mimih san gak dapet poto bagus tuh...๐๐)
***
Hai ketemu lagi sama author sebleng ini,maaf minggu kemaren up cuman satu bab aja,soalnya author nya lagi banyak kerjaan,maafkan author sebeleng ini yah.
Jangan lupa like vote and komennya yah...๐๐๐๐
IG :@zihan631
__ADS_1
09:31
2020-09-03