wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 68


__ADS_3

Helen dan sarip kini sudah ada di bawah dan pada saat mereka sampe di perbatasan ruangan helen berhenti,mungkin karena orang yang ingin menemuinnya itu lelaki yang dia cari beberapa hari lalu.


"Bang ucas"ucap helen pelan yang masih terdengar sarip.


"Jadi dia lelaki itu dek"ucap sarip yang membuat emosinya meluap.


"Bang plis jangan"cegah helen.


"Sayang sini nak"ucap san yang melihat kedua anaknya.


Sarip terus menatap lucas dengan insting hingga emosi dia tidak tahan lagi ingin memukulnya.


"Ah!!"


Bruk


Bruk


"Breng*sek kenapa kau lakukan pada adikku hah kenapa kenapa"teriak sarip yang terus memukuli lucas,nic dan san memisahkan mereka berdua,meraka kaget dengan perlakuan sarip terhadap lucas.


"Sayang apa yang kau lakukan"ucap san lembut untuk meredakan emosi anaknya itu.


"Karena dia helen hancur,karena dia hel..."ucap sarip yang terhenti itu membuat semua orang penasaran.


Tiba tiba saja helen berlutut di hadapan semuanya bersama lucas yang masih terduduk di lantai.


"Mih pih....maafkan helen karena helen tidak bisa menjaga diri helen...helen hamil mih pi helen hamil anak bang ucas"ucap helen lemas dengan uraian air matanya.


"Om tante maafkan lucas...karena lucas helen..lucas kesini ingin bertanggung jawab dengan semua yang telah terjadi ini lucas akan menikahi helen om tante maafkan lucas,lucas menyesal telah melakukan ini..."ucap lucas yang sama halnya dengan helen.


"Kau...bilang apa menyesal!heh adikku kena imbasnya karena kelakuan bejadmu itu breng*sek,jika tidak terjadi seperti ini mungkin helen akan mencapai mimpinya"ucap sarip yang masih marah terhadap perucapan lucas.


"Bang sudah...orangtuamu?"tanya nic.


"Meraka sebentar lagi nyampe ke sini"ucap pelan lucas.


"Kapan kau tau kalau helen hamil"tanya san.


"Baru saja saya mengetahuinya...saya ke sini emang bertujuan untuk bertanggung jawab karena telah mengambil harga diri helen setelah apa yang terjadi malam itu"jelas lucas.


"Helen apa waktu itu kau nginep di rumah temen yang di maksud ini"tanya sarip dengan sinis.


"Bu..bukan begitu bang ak..aku tidak tau akan terjadi seperti ini karena yang aku tau mereka memberitahu jika mereka akan membuat pesta ultah temenku saja ternyata mereka tak sengaja memberikan minum yang sudah ada obat terlarang itu dan hingga aku bertemu seorang lelaki yang sama seperti aku,tapi bukan karena obat melainkan mabuk...bukan begitu bang ucas"jelas helen sekaligus minta bantuan kepada lucas.

__ADS_1


"Iya kurang lebih yang di omongkan helen bener...mia juga mengetahui ini di pagi hari setelah kita semua sadar semua...sungguh saya tidak menyangka akan terjadi seperti ini dan tumbuh secepat itu"ucap lucas dan di kalimat terakhir dia memelankan suaranya.


"Sudah jelas bang sekarang kau ambil kotak obat"ucap san.


"Gak mau!!ambil aja sendiri"ucap sarip pergi meninggalkan semua orang di ruang tamu.


"Kau bisa tinju?"ucap nic secara tiba tiba.


"Bisa?"ucap lucas penuh tanya.


"Ikut aku"ucap nic tanpa bicara lagi pergi meninggalkan semua orang yang ada di ruang tamu juga.


"Sini sayang mimi liat keadaanmu"ucap san,helen hanya menurut saja dan mendekat san.


"Sayang jangan banyak pikiran yah...jangan terlalu cape dan satu lagi kau harus lebih terbuka jika terjadi apa apa ok"ucap san penuh kasih sayang...tapi dalam hatinya dia merasa sakit karena dia telah gagal mendidik anaknya dengan baik.


Sedangkan mela yang dari tadi mencari semua data lucas kini merasa heran kepada lelaki yang akan jadi cucu mantunya itu.


"Kenapa mah"bisik fitri yang emang ada di sebelahnya.


"Ternyata dia pernah dijuluki gay dan tak lupa dia juga mendapat banyak pujian karena ketampanannya dan juga keterampilannya memainkan piano"bisik mela pada mantunya.


"Mah...aku tadi malam bermimpi ini dan ternyata ini terjadi kepada helen..tapi tenang saja ini semua akan berjalan lancar dan bahagia karena pria inilah yang akan menjaga helen dengan apa yang terjadi dimasa yang akan datang"bisik fitri menjelaskan mimpinya.


"Sedikit gambaran jika akan terjadi lagi perpisahan antara san dan nic mah"ucap fitri dan didengar san.


"Maksudmu teh gimana?"tanya san.


"Itu yang aku tahu kau akan pergi dari rumah ini dengan membawa keempat anak mu setelah lahirnya cucumu san"ucap fitri


"Apa masa itu bisa berubah"ucap san.


"Tidak bisa itu kehendaknya"ucap fitri.


San yang mendengar penjelasan itu hanya bisa diam...menatap anaknya yang telah tertidur dari pangkuannya karena lelah menangis.


"Ini kabar baik apa buruk teh"tanya san.


"Entahlah yang pasti itu mungkin terjadi atau pun tidak terjadi san,itu hanya bunga mimpi saja"ucap fitri.


"Hm...apa teteh sudah menghubungi semua orang untuk pulang secepatnya"ucap san untuk mengalihkan pembicaraan itu.


"Sudah davit dan mas malik sudah dalam perjalanan pulang"ucap fitri.

__ADS_1


"Sayang ikut mimi ke atas"ucap san membawa anak perempuannya naik ke atas.


"Sayang jangan menangis lagi ok...mimi gak marah ko mimi cuman sedikit marah karena kamu tidak jujur sebelumnya pada mimi...mimi merasakan apa yang kau rasakan waktu itu sayang,jika suatu saat nanti anakmu perempuan mimi minta tolong jaga dia baik baik yah sayang,mimi enggak mau mengulang kejadian ini terjadi lagi,sudah cukup kita berdua saja yang merasakan jangan untuk cucuku ini yah sayang"ucap san sambil mengelus perut rata helen yang balam terlihat jelas itu.


"Helen berjanji akan mengingat perkataan mimi yang ini"ucap helen yang langsung memeluk san.


"Abang juga pengen ikut berpelukan"ucap sarip yang sudah ada didepan pintu kamar.


"Gak boleh mimi cuman buat aku untuk saat ini"ucap helen tak ingin memberikan ruang untuk sarip bisa memeluk sang ibu itu.


"Ah...helen Kau pelit"kesel sarip yang tak diberi kesempatan untuk memeluk san.


"Sudah sudah jangan berantem...lebih baik bang kau liat pipih mu gih di ruang boxing ko perasaan lama banget yah ngobrolnya"ucap san baru inget dengan nic yang mengajak lucas ngobrol di ruang boxing.


"Ck...biarin aja sih pipih puas puasan mukul dia mah...di udah breng*sak terhadap adikku ini"ucap sarip dengan santainya.


"Abang...gak boleh gitu,nanti bang ucas babak belur lagi dong"kesel helen karena ucapan sarip seperti itu dia berdiri dari duduknya dan akan pergi.


"Hei sini kau,diam kau sama mimi biar aku liat"ucap sarip yang akhirnya mau.


"Ck apa spesialnya sih tuh laki sampe adek gue mau sama dia"gumam sarip yang masih terdengar san dan helen.


"Abang!!"geram helen.


"Iya ya maaf,udah puas...dah Ah abang liat ini"ucap sarip pergi meninggalkan dua cewek beda generasi itu.


Itulah sarip jika di rumah dia memiliki sifat yang berbeda dengan dia di luar rumah yang membuat sang mimi heran 'ko bisa gitu yah'itu yang sering miminya ucapkan saat melihat tingkah anaknya itu.


"Pih suruh mimi ke rumah tuh,udahan main tinjunya nanti lagi...anak kesayang pipi ngomel mulu tuh jadinya sama abang"ucap sarip yang sudah ada di dalam ruang boxing.


"Oh...ok Kau mandi di ruangan itu dan baju udah di siapkan di sana jangan menolak"ucap nic dingin sebelum lucas bicara.


"Baik"ucap lucas yang tidak bisa membantah lagi karena hari ini dia dua kali di gebukin dua orang yang akan jadi mertua dan kakak iparnya itu.


Sedangkan nic dan sarip pergi masuk ke dalam rumah,"pi gimana jago gak dia...jadi penasaran dah pengen ikut gebugin dia lagi"kesel sarip.


"Kamu ini bang...dia bisa ko lindungi adik mu yang bar bar itu walau dia sedikit aneh sih menurut pipi"ucap nic yang mengerti apa yang di ucapkan sarip,emang setelah kejadian waktu kecil yang dialami helen membuat sarip begitu protektif terhadap adiknya itu.


***


temen temen aku minta maaf karena selama ini jarang sekali upload cerita ini...beberapa bulan ini aku lagi sibuk menyelesaikan tugas ku...apa lagi sekarang kerja ku di shif jadi susah buat nulis....maaf aku baru bisa upload hari ini semoga aja aku bisa selesaikan cerita ini sampe tamat yah..


Ig:@zihan631

__ADS_1


__ADS_2