
Hari hari terus berlalu keluarga kecil nic kini telah lengkap kembali walau san masih mengingat anak perempuan nya yang tidak bisa diliat lagi selain helen anak perempuan satu satunya dari keluarga kecilnya itu.
"Kau pasti bisa ok" ucap san menyemangati nic saat dia sedang terapi berjalan di rumah sakit.
Nic yang mendapat semangat dari san tersenyum, dan dia menyuruh suster yang memegangnya itu untuk melepas pegangan itu,suster pun langsung melepasnya dan nic berdiri dengan tegak dan berjalan perlahan kepada san.
"Kau sudah bisa berjalan" tanya san yang melihat nic yang sudah ada di hadapannya itu.
"Berkat mu aku bisa berjalan lagi" ucap nic sambil memegang bahu san untuk menahan agar dia tidak jatuh.
San mendengar itu langsung memeluk nic secara tiba tiba membuat mereka jatuh terduduk ke lantai karena nic tidak bisa menahan pelukan san yang tiba tiba.
"Kau!! ini jangan so yah,cuman jalan seperti itu,belajar lebih rajin" ucap san sambil bangun dari pangkuan nic.
"Maaf...aku lapar kau bawa apa hari ini" ucap nic tertawa pelan.
"Rendang telur sama pangsit isi sayuran" ucap san mengandeng nic pergi dari ruangan terapinya.
"Wah makan kesukaan ku" ucap nic semangat.
"Hm begitulah,karena sekarang sudah bisa jalan walau masih jatuh,aku buatkan makanan itu spesial buatmu" ucap san.
"Makasih,kau tidak bawa si kembar?" tanya nic.
"Tidak,mereka sedang tidur kasihan jika dibawa" ucap san sambil mengeluarkan makanannya setelah sampai di ruang inap nic.
"Baiklah,sebelum makan aku pengen cerita dulu sama kamu" ucap nic menepuk tempat tidurnya menyuruh san duduk di sampingnya.
"Apa?" tanya san.
"Kau tahu,saat aku bangun dari koma kenapa aku bertanya keadaan kau dan juga bayi kita?" tanya nic,san hanya menggelengkan kepalanya.
"Waktu aku tidak sadarkan diri aku bertemu dengan seorang anak kecil yang dengan main ayunan sendiri di tempat entah itu di mana?,kau tahu anak kecil itu mengetahui semua tentang aku dan juga dirimu san...hm sungguh aku tidak menyangka akan bertemu putriku di sana,dia sangat mirip dengan mu matanya hidung hingga tubuhnya pun mirip denganmu san,tapi aku bertemu dengan hanya sebentar dia berkata tidak bisa bersama kita tapi pada saat aku ingin ikut denganya dia mendorongku dan tak di sangka aku bisa jatuh ke sebuah jurang yang entah dari mana jurang itu berada di dalam sana terlihat gelap sekali hingga aku terdengar suara tangisanmu dan juga teriakanmu yang terus terdengar olehku dan membuatku terbangun dari sana dan melihat langit langit rumah sakit ini" jelas nic.
"Sungguh kau bertemu dengannya,apa dia berkata sesuatu pada mu" tanya san.
"Iya dia berkata aku untuk menjaga abang abang nya dan juga kau alexsan" ucap nic menghapus air mata san yang mendengar ucapan nic.
"Sungguh aku minta maaf karena keterpurukanku akan komanya kau aku tidak mengingat jika aku memiliki mereka di dalam perutku ini" sesal san.
__ADS_1
"Kau tidak perlu meminta maaf,ini sudah kehendak allah sasa,dia lebih sayang nari,ikhlaskan dia kita masih bisa(berbisik)" kekeh nic.
"Kau!!!dasar lelaki mesum" ucap san menjauh dari ini setelah memukul nic.
Nic hanya tertawa lepas melihat rona merah di pipi san.
"Jangan tertawa,cepat makan" rajuk san.
"Iya,istriku" canda nic.
San yang mendengar itu langsung pergi keluar kamar inap nic meninggalkan nic yang sedang makan.
"Oklah lebih baik aku telepon davit untuk menemaniku di sini" ucap nic sendiri sambil mengambil ponsel nya di bawah bantal tempat tidurnya.
*
"Kau ini kenapa san pulang dari rumah sakit ko marah marah sih" ucap ambu melihat san yang baru saja pulang dari rumah sakit uring uringan tak jelas.
"Gak papa mbu" ucap san yang langsung diam.
"Anak anakmu nyariin kamu tuh katanya ada sesuatu hal yang harus kamu tahu" ucap ambu.
"Mana ambu tahu,orang ambu minta kasih tahu apa yang mau di katakan padamu tapi mereka mintanya kamu bukan ambu" ucap ambu sambil mengendong rezel.
"Ya udah aku ke atas dulu,much...much...mimih liat abang sama kakak dulu yah" ucap san sambil mencium kedua putranya itu.
Tok tok tok
"Mimih boleh masuk?" tanya san di balik pintu.
"Masuk aja mih kita juga lagi nunggu mimih pulang" teriak sarip yang lagi asik main lego.
"Kalian nyari mimih mau ngapain sih" tanya san yang langsung duduk di kursi belajar helen.
"Itu mih..." ucap helen menggantung.
"Apaan??"
"Bang ayo kita beritahu mimih yang tadi kita ketemu" ucap helen pada sarip yang asik buat rumah dari legi.
__ADS_1
"Ih...kamu kan bisa sendiri ngomong ke mimih,aku masih asik nih buat rumah rumahannya" kesal sarip.
"Ih bang sarip...ayo dong"rengek helen.
"Kau ini ayo" kesal sarip.
"Ada apa sih,ayo dong mimih jadi perasaan nih" ucap san.
"Gini mih tadi tuh yah pulang sekolahkan paman malik belum datang terus kita main dulu di taman,nah di sana kita di samperin sama om om mih,om itu bilang kalau sarip sama helen itu anak pungut mih,terus om itu bilang kalau pipih gak bakal lama hidup bareng mimih" jelas sarip.
"Apa bener yang di bicarakan om itu kalau kita anak pungut mih" tanya helen.
"Apa kau tahu wajahnya seperti apa?dan Sayang kenapa kalian bisa berpikir kalian anak pungut hm...emang kalian tidak dilahirkan dari rahim mimih tapi kalian tetep anak kesayangan mimih ko,mimih tidak pernah menganggal kalian anak pungut,tidak pernah walau kalian tahu kenapa mimih mengadopsi kalian" ucap san kepada dua anaknya.
"Mimih aku sayang kamu" ucap helen pergi memeluk san.
"Aku juga gak akan pernah bilang lagi seperti itu walau orang lain menganggap kami anak pungut kalian mimih" ucap sarip yang ikutan memeluk san.
"Kalian ini,jadi siapa yang tahu om itu dan mengingat apa lagi yang dia ucapkan" ucap san.
"Hm...kalau gak sala dia tinggi memiliki hidung mancung matanya juga sipit terus terus apalagi yah bang" helen memiliki wajah om yang dia liat di taman sekolahnya itu.
"Itu dek dia pake baju apa jas sih yang warna putih,terus dia juga bilang lagi jika dia akan melakukan hal buruk jika kita memberitahu nam..ups!!" ucap sarip terhenti saat dia mengingat ucapan terakhir orang yang bertemu dengannya.
"Ok mimih paham sekarang,jangan khawatir mimih akan buat orang itu pergi dari sini" ucap san yang sudah tahu ciri ciri orang yang membuat anaknya berpikir jika dia anak pungut nya.
"Kalau gitu lanjut mainnya yah mimih ada urusan diluar" lanjut san yang menyuruh anaknya untuk main lagi dan pergi meninggalkan kamar anaknya menuju ruang kerjanya.
"Malik mela keruang kerja ku sekarang juga" ucap san dalam telepon nya.
***
Ya....maaf sekarang sering upnya telat,soalnya gue lagi banyak pikiran nih susah buat nulis kalau pikirannya gak tertuju pada nulis,maafkan author ini yah yang suka telat upnya....jangan lupa juga like vote and komennya yah...
Ig:@zihan631
22:01
2020-11-14
__ADS_1