wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 2


__ADS_3

Alexsan yang sudah tiba dibandung itu merasa aneh,karena sudah empat tahun lebih dia tidak pulang,apa lagi dia merubah penampilan yang membuat semua yang dekat dengan dulu dibandung merasa aneh,san pergi kerumah untuk mengganti pakaian dan juga penampilan nya hanya saja dia tidak pernah membuka kacamata yang menempel pada wajahnya itu.


Drrr...drrr...Drr....


"Halo,assalamu'alaikum"


Wa'alaikumussalam nak kamu udah dibandung?


"Iya bu aku udah ada dirumah ko,sekarang aku mau kerumah sakit,kirim alamatnya bu sekalian nomor kamar abah"


Oh...ya udah ambu tunggu yah,jl.....nomor kamar abah 205 lantai 5,hati hati dijalanya


"Iya bu,kalau gitu aku tutup ya,assalamu'alaikum"


Setelah itu san pun bersiap pergi kerumah sakit pada saat san akan memasuki mobil vani ada seorang tetangga menyapanya


"Ya allah ini sasa yah,wah udah gede sekarang,nambah tinggi yah sekarang"tanya tetangga


"Oh...iya teh makasih"ucap san


"Sekarang mah,udah jadi anak kota yah,pulang kerumah aja udah bawa mobil,kerja apaan kamu disana sasa"ucap tetangga


"Saya masih kuliah teh belum kerja"ucap san sedikit kesal menjawab pertanyaan tetangga nya itu


"Oh...belum kerja,terus itu mobil milik siapa dong"tanya tetangga lagi


"Perlu saya jawab,ini mobil siapa?,gak perlu kalau saya jawab juga anda gak bakal percaya,kalau gitu saya permisi dulu,assalamu'alaikum"ucap san kesal karena pertanyaan tetangga


San pun pergi meninggalkan tetangganya dengan wajah kesal,dari dulu hingga sekarang san selalu saja san tidak pernah ada yang akur dengan tetangganya,walau itu temannya atau pun kakak kelasnya disekolah dulu dibandung,pada saat san smp dulu dan dia memutuskan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah nya,ayah dan ibu nya hanya bisa bilang'iya'saja karena san sangatlah keras kepala kalau keputusan nya dia akan pergi dia pasti pergi walau pun ayah ibunya gak tidak mengizinkannya atau pun mengancam tidak akan kasih ongkos untuk pergi ke Jakarta.


***


Sesampainya dia dirumah sakit dia pun langsung pergi ke dalam lift dan menekan tombol nomor lima,dan setelah pintu lift tanda san sudah sampai di lantai lima maka san pun bergegas mencari kamar inap abahnya itu,


Tok...tok...tok...


"Assalamu'alaikum, ambu aku kangen"ucap san yang langsung memeluk ambunya yang sedikit teriak


"Ih...san malu atuh ada tamu ko kamu manja sih"ucap abahnya dan san mendengar itu pun langsung cemburu


"Ih gak papa udah lama gak peluk ambu,ambu katanya abah kritis tapi ini baik baik aja"ucap san 


"Ya gak papa lah biar kamu mau pulang,udah lama loh sasa kamu gak pulang"ucap abah


"Yah gak gitu juga atuh bah,kan ini itu kesehatan abah,bukan malah dikatakan kritis,baru tau entar kritis"ucap san kesal


"Yeh nih anak malah nyumpahin abahnya kritis"ucap ambu sambil mukul kepala san


"Ih...sakit atuh ambu"rengek san


"Udah ah malu sama tamu kita jadi di anggurin"ucap abah


"Eh iya ma..."ucap san terhenti saat  melihat Nicholas ada di dalam ruang inap abahnya dan mulut menganga


"Sasa kamu ini,tutup mulut mu,kevin kenalin anak aku satu satunya alexsan"ucap abah


"Perkenalkan saya alexsan"ucap san sopan


"Saya Kevin dan yang sebelah saya Nicholas"ucap pak kevin


"Alexsan"ucap san dan mengulurkan tangan kepada Nicholas


"Nicholas"ucap nicholas dan merima uluran tangan san dan sambil memperhatikan apa bener ini si jinieus cupu itu,


"Ehm...Kenya ada Cinta pandangan pertama nih"ucap para orangtua bersamaan dan mendengar itu mereka berdua langsung melepaskan tangan mereka dan san yang terkejut dia pun langsung pergi dan...


Bruk...!


"Sasa kamu tidak papa nak"tanya ambu


"Tidak papa bu"ucap san dan pergi meninggalkan ruangan inap itu


"Bodoh...bodoh...bodoh...kenapa sih harus kepentok pintu segala sih,nambah malu aja"ucap san sambil memukul kepala ke tembok di toilet


***


Sedangkan dikamar inap Nicholas hanya bisa tertawa dalam hati dengan apa yang terjadi tadi dia juga sedikit lebih tertarik kepada san yang berpenampilan berbeda dari bisanya yang selalu di kepang kini rambutnya itu dibiarkan tergerai dan pakaian nya juga tidak mengunakan baju seperti di Jakarta yang selalu mengenakan pakaian anak-anak,


"Bukan kah itu,gadis yang sering kali davit omongin yah nic,si jenius cupu"tanya Kevin


"Entah lah"ucap Nicholas


"Maksudmu apa kevin"tanya abah


"Yah gini ceritanya,davit itu temen nic,dia berkuliah bareng terus dia juga sering menceritakan tentang seorang gadis yang berpenampilan seperti anak kecil itu sangat lah jenius,karena penampilan nya seperti itu dia dijuluki oleh davit jenius cupu dan akhirnya teman teman kampusnya juga ikut memanggil itu"jelas Kevin dan menunjukkan foto san berpenampilan ke anak kecil itu


"Bah ternyata anak kita sangat lah menderita disana,entah kenapa dia masih aja bisa tersenyum saat kita menelpon dia,dia juga tidak memberi tahu kita dengan penampilan nya itu"ucap ambu Sarah yang sangatlah  menyesal telah mengizinkan anaknya merantau ke Jakarta untuk mencari ilmu


"Apa benar itu anak kalian"tanya Kevin


"Iya dia anak kami,dia anak yang selalu di ejek dilukai oleh semua orang yang tahu akan kecerobohan yang dia buat,itu kenapa dia pergi ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan nya"ucap ambu


Sedangkan san yang sudah keluar dari toilet itu pun langsung pergi lagi kekamar inap abahnya dan tak diduga akan terbongkar sudah rahasia yang selama ini dia sembunyi kan ke orangtuanya,


Apa yang harus gue lakukan sekarang, ambu sudah tahu semuanya batin san yang memikirkan jalan keluar agar orangtuanya percaya


"Assalamu'alaikum, ambu aku akan pulang"ucap san dari ambang pintu


"Sasa ini masih sore loh ko pulang,temen nih dulu nic keliling Bandung yah san"ucap abah


"Maaf bah bukanya nolak tapi aku mau pulang ke Jakarta hari ini juga"ucap san dan itulah yang terbaik untuknya karena hanya melarikan diri saja yang dia bisa dari masalah

__ADS_1


"Gak san kamu jangan dulu pulang ke Jakarta nak,abah masih kangen kamu"ucap abah


"Emh...wil aku permisi yah soalnya masih ada yang aku urus disini,ayo nic,nanti kita bahas lagi tentang perusahaan mu itu setelah kamu sembuh"ucap Kevin


Nicholas yang mendengar itupun langsung ikut dengan ayahnya itu keluar dari kamar inap abah san,


"Pokoknya aku akan pulang ke Jakarta hari ini"ucap san


"Gak san kalau kamu masih ngotot ingin pulang ke jakarta,maka ambu gak akan kasih pintu masuk kerumah alexsan"ucap ambu


"Ok kalau gitu aku per..."ucap san terpotong dengan tiba tiba abahnya kejang kejang dan detak jantung yang ada dimonitor tak setabil


"Abah!!"teriak san dan terus menenangkan abahnya yang kejang kejang


"San panggil dokter!cepat!"teriak ambu


San pun langsung berlari mencari doktor"dokter!kalian dimana!tolong!dokter tolong!!"teriak san begitu kencang di lorong rumah sakit


Nicholas yang balik lagi untuk ngambil ponselnya ketinggal kini dia pun pergi mengikuti san yang tak hentinya berlari dan berteriak memanggil dokter


"Alexsan ada apa?"tanya Nicholas


"Abah,abah gue butuh dokter sekarang"isak san yang sudah Nicholas dapat kan yang tadi lari


"Tenang dulu,ruangan dokter itu,kenapa lo kesini hm...ayo kita kesana"ucap Nicholas menenangkan san di pelukannya


"Dokter tolong,dok abah dok abah"teriak san yang sudah ada diruangan dokter dan dokter yang mendengar suara teriakan itu pun langsung memeriksa apa yang terjadi


"Apa yang terjadi?"tanya dokter


"Abah tiba tiba kejang kejang dok"ucap san dan dokter yang mendengar itu langsung lari ke kamar inap abah,karena dokter yang merawat abahnya adalah kakak kelasnya dulu yang sudah mengenal keluarga san dengan baik,


Nicholas yang dari tadi hanya bisa diam saja pun kini mengeluarkan suara,


"Ayo kita temui tante di sana"ajak Nicholas


San yang mendengar itu hanya bisa menurut saja.


Nicholas pun pergi untuk menhubungi papanya dengan meminjam telepon rumah sakit untuk tidak pergi dulu


"Halo pah ini aku"


Nic ko nomor ponselnya beda sih,ada apa nic,ayo kita pulang


"Pah jangan dulu pulang,sekarang pak wily kritis pah"


Apa ko bisa,bukannya tadi udah sehat yah,saat kita jenguk


"Udah yah pah,aku tunggu disini"


Tapi nic...tu...tu.."Dasar anak itu maen tutup aja"


Andai lo tidak berpenampilan seperti anak kecil  gue pasti suka sama lo batin Nicholas sambil mengusap air mata san dibalik kacamata


Setelah satu jam berlalu akhirnya dokter keluar dan menjelaskan kepada san bahwa abahnya harus mengambil tindakan untuk cepat mengoperasi pasien,akan penyakit yang diderita abah san,


"Dok apa penyakit abah saya"tanya san penasaran karena dia dari kecil tidak lah pernah mendengar abahnya memiliki penyakit


"Beliau mempunyai penyakit bocor jantung,dan itu sangat lah berisiko akan keselamatan nya,dan lebih baik lagi anda bawa pak wily ke Singapura saja,yang memiliki alat lengkap disana"jelas dokter


"Tidak mungkin abah memiliki penyakit itu,tidak mungkin"teriak san dan ambu pun menenangkan anaknya yang sangat histeris mendengar penjelasan dokter akan penyakit abahnya itu,


"Ambu kenapa tidak memberi sasa kalau abah memiliki penyakit itu bu,kenapa?"teriak san sambil menguncang guncang tubuh ambunya Nicholas dan kevin yang menyaksikan itu juga merasa sedih akan penjelasan dokter barusan,


" nak nicholas tolong bawa sasa pulang yah,ambu disini akan mengurus rujukan ke Singapura biar abah cepat ditangani"ucap ambu


"Baik bu saya akan bawa alexsan pulang"ucap Nicholas


"Aku akan membantumu Sarah"ucap Kevin


"Baiklah"ucap ambu


Nicholas pun membawa san pergi dari rumah sakit dan dia juga membatu san berjalan karena mendengar penjelasan dari dokter barusan membuat kaki nya merasa melayang diudara,


"Pak kita kemana?"ucap supir


"San alamat rumah mu,gue gak tahu"tanya Nicholas dan san hanya memberikan ponselnya dan tertunjuklah sebuah gps yang ada disana yang menuju rumah san,Nicholas pun memberikan ponsel itu kesupir,


Tidak ada pembicaraan disana karena san larut akan kecerobohan nya yang dia buat tadi dan dia merasa menyesal telah membuat penyebab kekritisan abahnya adalah dirinya,sedangkan Nicholas dia membaca email yang masuk ke ponselnya yang harus dia kerjakan dan selesaikan sekarang juga.


Tak terasa akhirnya mereka sampai juga dirumah san turun dengan muka yang melamun sedangkan Nicholas hanya bisa mengikut san dibelakang,tetangga yang melihat san datang dengan laki laki dan mobel berbeda merasa penasaran tapi pada saat mereka akan bertanya mereka berdua sudah memasuki rumah dan didalam rumah san hanya bengong tidak memikirkan jika Nicholas ada di sana,


"Alexsan lebih baik lo mandi dan istirahat dulu biar tubuh lo seger"ucap Nicholas


"Iya gue mandi"ucap san dan berjalan kekamar untuk mandi dia juga


Nicholas dia menunggu san diruang tamu dan dia membuka ponselnya yang sudah dia ambil tadi diruang inap abah wily dan Nicholas mengecek email yang masuk ke akunnya setelah dia fokus dengan ponselnya dia tidak menyadari ternyata hari mulai gelap dan san belum juga keluar dari kamarnya dan Nicholas pun mengetuk pintu kamar san,


"Alexsan lo ada didalam kan!"ucap nicholas sedikit teriak dan mengetuk peitu kencang


"Yah gue didalam sebentar lagi gue keluar"ucap san dan Nicholas mendegar suara san didalam sana terdengar dia merasa lega karena dia telah di beri amah untuk menjaga san Oleh ambu


Suara pintu terbuka dan nampak lah san dengan wajah sedikit segar dengan mata bengkak karena tangisnya,


"Lo udah makan?"tanya Nicholas,san hanya menjawab pertanyaan dengan  gelengan kepala saja


"Kalau gitu kita cari makan"ajak Nicholas


"Lo gak usah peduli sama gue,gue bisa sendiri,pergi"ucap san


"Tidak gue gak akan pergi"ucap Nicholas yang tidak ingin pergi dari rumah san

__ADS_1


"Pergi,gue bilang pergi pergi!"teriak san


"Gak gue gak mau"ucap Nicholas karena sudah menepati janji dari ambu san untuk menjaga san


"Ok kalau itu mau mu"ucap san dan pergi meninggalkan Nicholas di ruang tamu


San hanya bisa nangis dengan apa yang dia liat tadi dirumah sakit dan mendengar penjelasan dokter akan penyakit abahnya itu dengan hati yang sangat sakit dia melampiaskan amarahnya dengan membanting semua barang yang ada dikamarnya akan kebodohan nya itu dia sangat marah pada dirinya sendiri yang egois itu,


Nicholas yang berada di luar kamar san mendengar pecahan kaca dan barang lainnya merasa cemas akan keadaan san didalam dengan perasaan panik Nicholas pun mendobrak pintu kamar san dan Nicholas melihat semua barang sudah berserakan dimana mana dan dia melihat san dengan bercucuran darah di kening dan tangannya itu menambah panik,karena dia sangatlah takut dengan cairan merah itu dia pun berlari keluar untuk mencari bantuan,


"Oh tidak kenapa harus ada darah disana,gue harus gimana!"ucap Nicholas yang sudah ada diluar dengan wajah takut dan panik menjadi satu dan dia pun memerintahkan supirnya untuk mencari obat dan membantu membersihkan darah di kening dan tangan san,


"Mang cari obat dan perban untuk menyebutkan luka"ucap Nicholas 


"Baik pak"ucap supir dia pun langsung pergi ke apotek terdekat


Sedangkan Nicholas tidak bisa masuk karena akan ketakutan nya terhadap darah yang dia liat didalam, ada seorang yang melewati rumah san dan merasa penasaran dengan sosok Nicholas yang dari tadi bolak balik ke licinan berjalan itu pun mendekati nya


"Assalamualaikum"ucap seorang


"Iya wa'alaikumsalam"ucap Nicholas


"Kamu teh saha ko aya dibumina abah wily?"tanya seorang


"Sa-saya tamu abah wily"ucap Nicholas


"Oh...tamu terus kenapa gak masuk atuh,oh iya bukanya abah wily dirumah sakit yah"tanyanya lagi


"Ah iya saya disini ngaterin alexsan pulang untuk ngambil pakai untuk ambu"ucap Nicholas bohong dan disaat itu mabilny datang dan sopirnya mendekatinya dan,


"Pak ini yang bapak butuhkan"ucap supir sambil memberikan kantong plastik yang berisi perban dan obat itu ke Nicholas


"Kamu saja yang masuk saya disini,saya takut darah"ucap Nicholas,seorang yang nanya tadi pun menambah penasaran dengan nicholas


"Kamu ini saha sih,ko bisa aya dibumi abah wily sih"ucap nya


Aduh gue harus gimana ini batin Nicholas,"saha maneh?"ucap nya


"Sa-saya menantunya abah wily'aduh nic kenapa lo ngomong gitu,gimana kalau nih orang ngebari berita yang tidak pasti ini'iya saya mantunya"ucap Nicholas


"Oh...mantunya yah,ko baru tahunya saya,kapan nikannya"tanya nya lagi


Ini orang bener bener kepo yah kelas kakap,gue harus apa lagi ini teriak Nicholas dalam hati


Sedang kan didalam san tengah diobati supir Nicholas,setelah selesai supir itu pun membantu membereskan kamar san yang berantakan itu dan san mendengar obrolan diluar pun langsung pergi siapa yang mengobrol diluar dan san merasa terkejut dengan apa yang di lontarkan Nicholas dengan pertanyaan tetangga nya itu dia mengaku sebagai suaminya


"Niho apa yang lo lakukan,kenapa lo ngomong gitu ke si tukang kepo urusan orang sih"gerutuk san di belakang pintu dan dia juga merasa kasihan melihat Nicholas yang tersiksa akan pertanyaan tetangganya itu


"Nicholas kenapa masih diluar sih,ayo masuk makanan sudah matang tuh"ucap san memecahkan pembicaran mereka berdua


"Oh...iya kalau gitu saya permisi"ucap Nicholas pamit dan pada saat Nicholas akan masuk san menarik kembali Nicholas keluar


"Oh iya kita nikah di Jakarta dan kita juga tidak mengundang anda karena anda tidak penting bagi saya"ucap san sedikit dingin


"Oh pantes,kalau gitu selamat atas pernikahan nya,dan kau waspadalah dengan dia,jangan terlalu bodoh sama wanita ini,karena dia matre"ucapnya


"Cih...matre gak salah apa?,tina saya gak pernah ambil uang suami sendiri tanpa izinnya,dan satu lagi saya gak kaya anda yang selalu pengen tau urusan orang"ucap san dan dia pergi meninggalkan tetangga nya itu dengan wajah merah yang masih memegang tangan Nicholas


"Emh..."


"Ah...maaf"ucap san dan dia langsung melepaskan tangan Nicholas


"Mana katanya udah siap makanannya"tanya Nicholas


"Gak ada,oh..i-iya soal tadi maaf,dan gue juga kesel sama lo kenapa lo ngaku gue istri lo Nicholas....!"teriak san'tapi gue seneng ko,lo ngomong gue ini istri lo,akh gak nyaka niho ku ini bisa ngomong dengan gue...'teriak san dalam hati


"Entahlah"ucap Nicholas


"Aish...terus kalau ada wartawan atau gak si tukang kepo itu pergi ke pusat berita gimana,kan bahaya"ucap san


"Lo tenang aja gak akan ada yang tahu,dan satu lagi kalau misal ada yang tahu lo harus mau bantui gue"ucap Nicholas santai


"Cish enak aja lo emang gue ini apa hah!"tolak san'ini mulut ko gak sama yah sama ati lo sendiri sih alexsan...'batin san


"Entahlah,tapi kalau gue kena awak media lo harus ikut juga"ucap Nicholas sedikit ketus


"Oke...terserah lah mau lo apa yang penting gue gak tau apa apa masalah yang lo omongin sama tuh manusia kepo"ucap san dan pergi meninggalkan Nicholas


"Hai makanannya mana gue laper nih"teriak Nicholas dan tidak didengarkan san


San keluar lagi memberikan selimut dan bantal untuk Nicholas dan supirnya,


"Nih...kalau lo laper tinggal buka lemari es,disana ada makanan,tinggi diangetin"ucap san yang masuk lagi ke dalam kamar dan pada saat dia menuju kamar dan...,


Bruk!!


"Aduh!kebiasa ini kaki kalau lagi jalan pasti aja bikin gue jatuh"gumak san dan masih bisa terdengar Nicholas yang sedang menahan tawanya akan terjatuhnya san yang sangat ekstrim itu,


"Lo gak papa?"tanya Nicholas mendekat ke san


"Gak!gue gak papa"ucap san dan lari dari hadapan Nicholas'dasar ceroboh cuman pake sendal rumah aja sampai  ke seleo sih' batin san sambil memukul kepalanya ke tembok kamarnya.


Sedang kan Nicholas dia pergi kedapur dan mencari apa yang diberi tahu san kalau didalam lemari es ada makanan dan bener saja disana ada beberapa menu makanan yang sangat Nicholas sukai yaitu semur jengkol,opor ayam,dan juga nasi jagung dan Nicholas pun memanaskan kembali makanan itu dan dibantu supirnya.


***


@**zihan631


12:07


2020-02-09**

__ADS_1


__ADS_2