wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 19


__ADS_3

Sampainya nic di rumah orangtuanya dia langsung pergi ke ruang kerja papanya itu dan pada saat dia membuka disana sudah ada papanya dan regan kakak iparnya.


Plak!!


"Anak kurang ajar,kenapa kau mempermalukan papa di depan besan papa sendiri nic" teriak papanya"ck...apa rasa malu yang papa rasakan tadi itu tidak cukup bagi ku untuk melanjutkan apa yang akan aku lakukan pah"ucap nic,regan yang melihat itu bingun karena dia tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


"Pah kenapa kau tampar dan pukul nic" tanya regan"tidak papa bang,biar dia puas memukul ku,mungkin suatu hari nanti dia akan menyesal dengan apa yang di perbuat"ucap nic yang langsung pergi begitu saja.


Regan yang mendengar itu tidak mengerti juga,apa yang selamat ini mereka sembunyikan darinya kenapa mereka terus saja bikin teka teki untuknya.


*


San bangun dari tidurnya dan dia langsung menghubungi malik untuk segera memanaskan mobilnya untuk keberangkatan mereka ke rumah sakit.


Sedangkan di bawah tepatnya di dapur sudah di sibukkan dengan apa yang di perintahkan san pada malam hari bahwa dia akan berangkat ke rumah sakit pagi hari,dan itu membuat sang koki langsung melaksanakan perintahnya dan membuat nyonya besar terbangun dari tidurnya yang mendengar kegaduhan di dapur.


"Ada apa ini,ko pagi pagi kalian sudah masak?" tanya ambu"maaf nyonya saya membuat keributan,saya membuat sarapan untuk nona san yang akan pergi kerumah sakit sebentar lagi"ucap hikman ambu hanya mengagukan kepalanya saja dan dia pun ikut membantu karena sekalian buat sarapan untuk petugas keamana dan yang lainnya.


Itu lah kebiasaan ambu yang tidak mau para pekerja di rumah ini kelaparan,jadi setiap harinya dia akan membuat makanan porsi banyak untuk semua para pekerja.


Semua para pekerja juga merasa bahagia bisa bekerja di rumah besar ini,karena sudah gaji besar diperhatikan majikan dan juga setiap pekerja diberi rumah masing masing di halaman belakang yang emang cukup luas itu,selain rumah vani dan davit disana juga sudah san siapkan rumah untuk pekerja dan itu juga tak lupa ada lapang basket,voli hingga kolam renang untuk anak anak hingga dewasa ada,rumah itu sunggu seperti rumah penduduk di sebuah pulau kecil,dan banyak lagi.


Mungkin orang yang datang ke rumah san akan nyasar karena terlalu banyak jalan dan juga ruangan.


"Pagi ambu,gak biasanya ambu udah bangun jam segini" ucap san yang memeluk ambunya dari belakang.


"Ish...anak ini,kau yang mengganggu tidur nyenyak ambu" ucap ambu kesal.


"Maaf...soalnya operasi dilakukan pada jam empat pagi mbu" ucap san sambil menyolek makanan yang telah matang.


Plak!!


"Ih...ambu sakit" keluh san yang kesakitan karena tangannya dipukul dengan sepatula oleh ambunya.


"Jorok,cuci tangan dulu sasa" ucap ambu yang mengambil makanan itu dan menyimpanya di atas meja makan.

__ADS_1


"Dikit doang pelit amat sih" kesal san yang pergi mencuci tangannya dan pergi ke meja makan dan memakan makanan yang tadi dia ambil.


Setelah selesai san pun berpamitan kepada ambu dan meminta tolong untuk memandikan sarip,ambu hanya mengaguk saja dan pergi masuk kekamar lagi.


**


Sedangkan di tempat nic dia sudah bangun dan bersiap siap untuk pergi ke rumah calon istrinya untuk mengantarkan sarip ke sekolah sekaligus menemani sarip dalam lomba yang di adakan di sekolahnya itu.


Sesampainya di sana nic tidak melihat malik di depan yang biasanya membersikan mobil san,


"Mbu malik kemana ko gak keliatan sih." tanya nic"oh...malik sudah pergi bersama san tadi jam setengah empat"jelas ambu.


"Pagi amat mbu,mereka pergi ke rumah sakit mbu" ucap nic"iya katanya operasi nya dilakukan jam empat pagi,udah ayo sarapan dulu"jelas ambu.


"Pagi anak pipih" sapa nic yang melihat sarip sedang sarapan dengan roti selai coklatnya bersama dani.


"Ih...pipih aku lagi makan"kesal sarip kepada nic yang tiba tiba mencium pipinya.


" nic gak ngantor lo"tanya vani"gak van gue cuti"ucap nic"wah kenya ada yang mau belah duren nih"ucap davit"udah kali pa,orang udah bunting"celetuk vani dan membuat nic kesal dengan pasangan ini.


Setelah sarapan mereka berdua pu pergi ke sekolah,hanya mereka berdua tidak di temani san.


"Pih...kalau ada mimih pasti tambah seru deh" ucap sarip lesu karena san tidak hadir.


"Gak papa,mimih masih sibuk nak,mening kita cari strategi buat kalahin musuhnya" ucap nic yang memberi semangat kepada sarip.


Di lain tempat san merasa senang akhirnya dia bisa melakukan operasi dengan target yang di usulkan dan berakhir sukses tinggal menunggu pasien terbangun dari pengaruh obat biusnya.


"Malik ayo kita pergi ke sekolah sarip" ucap san dengan semangat telah menyelesaikan tugasnya itu.


"Baik" ucap malik yang langsung membukakan pintu mobil.


Sesampainya disana san melihat begitu banyak orangtua yang acara yng di adakan sekolah itu,dan pada saat san keluar dari mobil langsung di tatap penuh tanya oleh semua orangtua murid.


*Siapa dia...?

__ADS_1


Bukankah itu miss z?


Cantiknya siapa dia*?


Mungkin seperti itu yang di dengar san dan pada saat sampai di depan lapang dia melihat kesekeling lapang yang mencari keberadaan sarip dan nic.


"Mimih..!" teriak sarip dari arah belakang yang dituntun nic.


"Ah...ternyata di sini anak mimih" ucap san yang terus berjongkok untuk mensetarakan tinggi badannya.


"Ternyata ribut ribut yang menyebutkan ada seorang bidadari itu kau" ucap nic"maksud mu"ucap san.


"Semua orang melihat mu datang terlambat lex,jadi tidak mungkin kau tidak diperhatikan" jelas nic"ah itu..."ucap san terpotong dengan suara pengumuman perlombaan yang dilakukan antara anak dan orangtua.


"Ayo mih pih perlombaan akan segera dimulai" ucap sarip senang karena dia bisa ikut lomba yang selama ini ingin dia coba.


Mereka pun mendaftarkan nama mereka disan,selesai pendaftaran sarip yang di gendong nic meminta diturunkan dan menarik san ke hadapan seorang anak yang menyendiri.


"Mih...itu perempuan yang bernama helm itu" bisik sarip sambil menunjuk ke arah gadis kecil yang memperhatikan semua orang yang membaws orangtuanya.


"Ada apa lex" tanya nic,san hanya menunjuk ke arah gadis itu dan nic pun kaget melihat gadis itu terlihat mirip dengan sarip.


"Sarip tunggu sebentar disini ok" ucap san yang menyuruh sarip menunggu di koridor yang tak jauh dari gadis kecil itu.


"Aku punya tugas untuk mu nic,tolong ajak gadis kecil itu bersama kita" ucap san menyuruh nic untuk membawa gadis kecil itu.


"Baiklah" ucapnya percaya diri,san yang mendengar nic itu hanya diam dan melihat aksi nic yang meluluhkan hati anak kecil itu.


***


@zihan631


10:05


2020-05-17

__ADS_1


__ADS_2