wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 56


__ADS_3

Sedangkan di negara lain terlihat semua orang tengah melakukan kegiatan yang mereka rencanakan kemarin kini mereka sedang lelakukan BBQan di belakan halaman vila yang sudah san beli kemari di puncak.


"Mimih biar a denis yang pangang dagingnya,baby rezel sama baby rafan nangis tuh" teriak sarip yang asik berenang.


"Ok mimih kesana" ucap san yang memberikan daging yang akan di pangang kepada denis,dan san pun pergi membawa baby kembarnya masuk ke dalam kamar yang di bantu vani.


"Pak malik antar aku beli es krim yuk" ajak helen.


"Ayo" ucap malik menuntun helen pergi ke depan vila.


"Pak,aku bosen panggil pak malik pake'pak'gimama kalau aku panggil pak malik dengan sebutan om?boleh tidak" tutur helen.


"Boleh" jawab malik singkat.


"Om malik sebenarnya,om ini orang apa boneka sih?" tanya helen.


"Maksud kamu?" tanya balik malik.


"Ck...om tahu gak om ini kalau di ajak ngomong singkat banget sih,terus yah kalau aku liat om ini jarang ngomong" ucap helen.


"Oh yah" ucap malik tak percaya.


"Tuhkan kata aku juga apa,ck om malik bener bener bukan manusia" ucap helen kesal.


"Ko gitu."


"Ck ben...om stop" helen memberhentikan laju mobilnya dan memuat malik kaget hingga membuat mengem dengan secara mendadak.


"Kau tidak papa" khawatir malik.


"Tidak papa,liat om" ucap helen sambil menunjuk seseorang yang sedang di ganggu.


"Terus" tanya malik.


"Ish...selain kurang ngomong om juga gak peka" ucap helen yang tiba tiba keluar dari dalam mobil.


"Hai jangan keluar" teriak malik kesal dengan tingkah helen.


"Stop,jangan ganggu kakak itu om bewok" teriak helen dengan beraninya.


"Wah bos ada anak kecil,tapi lumayan lah buat cuci mulut kita" ucap pria gendut.


"Iya benar tangkap dia" ucap pria bewok yang menahan seorang wanita.


"Ck sudah lama aku tak olahraga" gumam malik yang meregangkan tangan dan kakinya.


"Om cepet bantuin aku" teriak helen.


"Hahaha, siap yang mau nolongi kalian sih,orang di sini sepi" ucap pria bewok.


"Sebelum kau ambil ponokanku langkahi dulu mayat ku" ucap malik kesal dengan ucapan pria bewok itu,kata siapa ini sepi orang jalan sini sangat ramai.


"Wah ada pahlawan ke malam nih"ucap pria gendut.


Malik hanya tersenyum mengejek dua pria itu.


"Ck"


"Ish om ini,plak!" kesal helen melihat senyum malik seperti itu,dan tak lupa helen juga memukul wajah pria bewok dengan tangan kecilnya.

__ADS_1


"Kau!!kurang ajar berani beraninya kau memukul ku!!" teriak pria bewok.


"Ops...sory gak sengaja" ucap helen bersikap seperti orang bersalah.


Si bewok yang akan memukul di tahan oleh tangan malik dengan begitu keras membuat empunya tangan meringis ke sakitan.


"Jika kau ingin memukul dia lawan saya" geretak malik terus mengencangkan genggaman tangannya.


"Lawan dia bodoh" ucap pria bewok menahan sakit.


***Bruk....


Bruk....


Plak....


Pray...


Bruk***...


"Ck cuman segitu saja" tanya malik sambil menepuk bajunya yang kotor.


"Awas kau,ayo kabur" ucap pria bewok.


"Kau tidak papa?"tanya malik pada helen.


"Ish...helen tidak apa apa om,tapi tante itu" ucap helen melihat baju seorang wanita yang koyak.


Malik membuka jas dan memberikannya kepada wanita itu,"kau bisa jalan"tanya malik.


Wanita itu hanya menganggukan kepalanya.


"Om kita langsung pulang aja yuk kasihan tantenya" ucap helen melihat wanita itu terduduk lemah.


Sesampainya di vila helen mengandeng tangan wanita itu agar tdak jatuh sedangkan malik hanya mengekori mereka berdua.


"Mimih!!!bantu aku" teriak helen setelah sampai di ruang tamu dan menyuruh wanita itu duduk.


"Ada apa sih" ucap vani yang keluar dari dapur.


"Oh...mamah vani,mimih mana,ini darurat sekali" ucap helen heboh.


"Ada ap...fitri kamu kenapa?" ucap sansaat melihat wanita itu.


"Mimih kenal tante ini?" tanya helen.


"Iya mimi kenal,kamu kenapa fit ko bisa ada di sini" tanya san.


"Aku di bawa sama omku th,ditengah perjalan si om ngasih minum dan setelah minum air itu aku tidak tahu apa apa dan etah kenapa aku bisa di sini,pas bangun aku tidak melihat omku melainkan pria yang akan melecekanku" jelas fitri.


San yang mendengar itu merasa ada rasa ingin tahu lebih lanjut dan dia pun mengode malik segera mencari keberadaan om fitri dan dengan maksud apa dia melakukan hal itu,malik yang melihat mata san seperti memberi kode dia langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Fit lebih baik sekarang kau ikut aku ke kamar yuk" ucap san.


Helen yang mendengar itu ikut pergi ke dalam kamar,sarip yang dari tadi manggil di halaman belakang vila,itu dia hiraukan oleh helen dan membuat kesal sarip.


"Ih...tuh anak kenapa sih di panggil gak nyahut" gumam sarip yang terdengar dani yang juga lagi berenang.


"Bang sarip kenapa?" tanya dani.

__ADS_1


"Itu dan kak helen di panggil gak nyahut" kesal sarip.


"Mungkin ada sesuatu yang penting kali jadi gak dengar" ucap dani.


"Mungkin yah,kalau gitu aku udahan ah berenang nya" ucap sarip yang beranjak dari dalam kolam renang.


Sedangkan di dalam kamar malik yang lagi sibuk nyari info tentang fitri yang terlalu fokus itu tidak mendengar pintu terbukan dan tertutup lagi setelah orang itu duduk di samping malik.


"Bang gimana udah selesai cari infonya" ucap san di samping malik.


"As...sasa ko kamu bisa masuk sih" ucap malik sedikit kaget melihat san di samping nya.


"Ya bisalah kan ada pintunya" jawab san.


"Maksud ku kapan masuknya ko aku gak denger" ucap malik.


"Tadi,orang bang malik di ketuk pintunya gak dengar terus di panggil gak dengar juga ya aku masuk" jelas san.


"Oh.." ucap malik dan fokus lagi pada kegiatannya.


"Ih ko gak di jawab sih" ucap san.


"Yang mana?" tanya malik.


"Dasar gak peka banget sih"ledek san.


"Ko gitu sih" ucap malik.


"Ya apa lagi kalau aku jawab itu,orang aku kesini kan pasti buat denger info kejadian fitri" ucap san kesal.


"Oh itu toh" ucap malik setelah mendapatkan jawaban dari san.


"Abang ini gimana sih tadi aku kasih kode mata langsung ngarti,ko ini di tanya pake mulut malah gak peka yah" ucap san heran.


"Mana aku tahu" jawab malik.


"Dasar gak peka,gimana nanti pasangam abangku ini ya allah" ledek san lagi.


"Apa kamu nyumpahin abang gak dapet jodoh" ucap malik.


"Dih siapa yang bilang itu,dirinya sendiri yang bilang tuh,dasar jomblo karatan" ucap san mengambil laptop malik dan pergi meninggalkan kamar yang di tempati malik di vila.


***


*Malik "tor buru napa tor cariin gue bini,adek gue bilang gue jomblo karatan nih"


Author"Lo bisa diem gak,gue lagi pusing nyari info masalah orang nih"


Malik"lo benar benar yah tor gak kasihan apa pemain cerita lo ini lagi sedih"


Author "bodo ah"pergi dari tempat.


" dasar jomblo karatan gak peka lo"teriak author dari luar rumah.


Malik"author edan gue sumpahin lo kesedek nyamuk"


Hai hai hai jangan lupa like vote and komennya yah....


Ig :@zihan631

__ADS_1


17:49


2020-11-30**


__ADS_2