
San membawa mereka semua ke sebuah rumah yang tidak dia kenal,selama mereka berdua tinggal di Jakarta mereka tidak pernah liat rumah sebesar dan semenggah ini apa lagi begitu banyak patung berjalan di setiap penjuru rumah,
"San ini rumah siapa,dan kenapa banyak banget patung berjalan disini"tanya vani
"Hahaha...dia semua pengawal ku van,dan ini rumah ku yang baru selesai bulan kemarin"ucap san
"Uang dari mana lo"tanya davit
"Cish...ternyata lo masih sama kaya dulu yah"ucap san
"Ya iya gue masih sama,lo dapat duit dari mana"tanya davit lagi
"Kerja lah masa nyopet gue"ucap san dengan santai
"Boong lo,gue cari lo kemana mana di amerika gak ada,kemana lo hah"ucap davit
"Vit udah"ucap vani menghentikan davit
"Gue ada,gue ngilang selama ini untuk membuktikan bahwa gue bisa kerja tanpa minta pacar atau orangtua gue sendiri,dan sekarang gue udah bisa membuktikannya"ucap san dan davit masih saja penasaran apa pekerjaan san sebenarnya,
"Apa sih pekerjaan lo"ucap davit lagi
"Nih"san memberikan kartu namanya dan betapa kagetnya vani dan davit
"Hah!lo-lo beneran dokter kepala rumah sakit di korea yang gajihnya luarbiasa fantasti itu"ucap vani
"Enggak sekarang mah gue pensiun dan Sekarang gue lagi cari rumah sakit disini yang membutuhkan gue"ucap san
"San di sini pasti banyak yang membutuhkan lo,soalnya lo dokter spesialis bedah jantung sama dada loh,apalagi lo ada pangalaman kerja diluar negeri"ucap davit
"Pa ma dani boleh main disana tidak"ucap dani yang melihat taman bermain disana
"Boleh asal jangan telalu jauh dari sana"ucap san dan dia memerintahkan pembantunya untuk menjaga dani,
"Jelasin kegue kapan lo kawin,kenapa gue gak tau yah,padahal setiap hari gue ngecek keadaan disini dari jauh"ucap san
"Gue kawin sama nih anak udah lama malah sekarang nambah satu"ucap vani sambil nunjukin perut buncitnya dengan sedikit malu
"Astaga,lo gak mikir apa sahabat lo ini masih jomblo sampai sekarang"ucap san
"Tapi miss anda pernah membatalkan pernikahan anda"ucap mela
"Mela kau saya kasih hukuman"ucap san karena dia sering kali memberi hukuman yang menurut pegawai atau orang kepercayaan itu sangat lah bahaya karena ada seorang pengawal dihukum harus mengalahkan dia dengan pertandingan silatnya yang berakhir open name dirumah sakit,
"Wah lo mau nikah aja ko dibatalkan sih,lo gak mau apa anak lo peranakan korea,ke lo peranakan amerika"celetuk davit
"Aish...kamu kira san kaya kamu mata keranjang apa"ucap vani memukul kepala davit
"Sayang ko dipukul sih,ya maaf,kali aja san mau,emang siapa dia san,namanya siapa"ucap davit
"Dia yang nolong gue pas masuk kuliah kedokteran pertama masuk,telat gue,terus dia bantu gue dan akhirnya gue bisa masuk karena dia dan lama kelamaan dia makin dekat dan akhirnya gue pacaran sama dia dan pada saat di jenjang pernikahan gue merasa janggal,akhirnya gue mutusin dia,tapi setelah gue putus sama dia tetep aja dia ngejar gue sampai sekarang"jelas san
__ADS_1
"Ih...gue nanya namanya bukan jalan awal mula lo pacaran"ucap davit
"Yah kali aja lo berdua pengen tau kisah percintaan gue berkunjung putus,namanya kim jin-sook dia dokter spesialis kandungan"ucap san
"Wih mantap lo punya mantan dokter kandungan,gue gratis nih kalau lahiran"ucap vani
"Gratis si gratis tapi dia gak ada disini"ucap san
"Ma!mama disana ada kucing gak bisa jalan mah"ucap dani yang melihat kucing di jalan yang tergeletak lemah
"Mana?"ucap san
"Itu tante"ucap dani sambil narik san dan san pun mengikuti dani,
San merasa kasihan melihat kucing itu dan diapun memerintahkan pelayannya untuk membawa kucing itu masuk kerumah dan vani melihat itu merasa aneh karena san sangat tidak suka dengan hewan berbulu apalagi kucing jalanan,
"Mas ini beneran sasa bukan sih,ko dia beda yah,sekarang dia lebih dingin lebih tinggi langsing dan dia juga tidak menggunakan kacamata minusnya lagi"ucap vani
"Iya aku juga,eh ini nama san apa ko zahra sih depannya terus belakang namanya juga bukan nama ayahnya"ucap davit melihat ulang kartu nama san dan vani melihat itu juga langsung,
"Davit!!ini pengusaha yang selama ini Nicholas incar yang mencari tau siapa direkturnya yang berinisial miss z itu"ucap vani dan davit pun langsung mengeluarkan ponselnya dan dia langsung mencari nama san di internet dan dia langsung menemukannya betapa meraka kaget ternyata selama ini san menghilang dan dia menganti nama dan dia juga berubah wujud tubuhnya yang dulu cupu kini menjadi lebih sexy dan elengan dipandang banyak pria diluar sana,
"Kita harus minta penjelasan kepada san"ucap vani dan dia melihat san yang sudah selesai mengobati kucing itu dan dani pun langsung bermain dengan kucing itu
"San jelaskan ini,dan ini"ucap vani dingin
"Hehehe van maaf gue gak kasih tau lo kalau selama ini gue menjalma jadi zara karena gue juga gak mau terluka lagi karena dia,dan gue juga gak mau dihina lagi sebagai cewek matre van"ucap san
"Jadi selama ini lo Cinta mati sama mahkluk es itu"ucap davit walau dia sahabatnya dia tetep saja selalu memaki atau pun membelanya itulah davit
"Terus kenapa sekarang lo disini,entar bos lo itu tau pacaran gimana"ucap san dengan wajah sedikit kesal
"Itu karena dia sudah tau cara mengajukan kerjasama dengan perusahaan mu san"ucap davit santai
"Oh...gitu yah,davit kalau lo kasih tau siapa gue ke si pengecut,mati lo ditangan gue,biar si vani jadi janda"ucap san marah mendengar ucapan davit,
"Ja-jangan sasa entar anak gue tanpa bapak dong"ucap vani
"Entar gue cariin bapaknya yang lebih ganteng dari dia,setok pria ganteng masih ngantri nih di belakang gue"ucap san dan vani pun berbinar-binar mendengar ucapan barusan,
"Gue pengen oppa oppa ganteng itu yah,lo punya kan"tanya vani
"Ada tenang aja"ucap san
"Van ko gitu sih,aku gimana nih masa aku mati sih kasian dani dong,terus siapa yang ngelonin kamu lagi sayang"ucap davit
"Sana pergi aku mau sana oppa oppa aja yang ganteng nya ngelebihin kamu"usir vani
"Oppa oppa,aki aki kali,keriput yang ada bukan ganteng"kesal davit
"Hahaha....Udah udah gue bercanda ko malah berantem lagi,davit ingat jangan kasih tau identitas gue ke si pengecut itu,kalau lo ngasih tau mati lo"ucap san sambil mengacungkan tangan yang sudah mengepal didepan muka davit
__ADS_1
"Ah...gue gak takut sama tonjokan lo,cemen"ucap davit santai tanpa merasa takut akan ancaman san
Buk...buk...
San memukul davit dua kali hingga dia terduduk dilantai akan tonjokan san yang begitu kencan dan sakit diperut nya
"Anjirrr...sakit bener,itu tangan terbuat dari besi yah"keluh davit yang merasakan sakit di perutnya akibat tojokan san barusan
"San lo benar-benar tega yah laki gue san,mati ini mah"ucap vani sambil membantu davit berdiri
"Ingat omongan gue barusan,jangan sampai tau tentang gue,sebelum gue sendiri yang memberi tahu mereka"ucap san dan dia pergi meninggalkan mereka berdua,davit mendengar ancaman san jelas dia akan tutup mulut kalau tidak dia akan mati ditangan mungil yang super keras dan sangat sakit jika terkena sesuatu yang membuatnya open name di rumah sakit nanti.
"Mah,papa kenapa ko pengang pelut sih,yang hamil kan mama bukan papa"tanya dani yang sambil mengendong kucing yang dibawa san dijalan tadi
"Ini semua perbuatan tante kamu tuh"ucap davit
"Ah gak mungkin,tante kan baik,pasti papa godain tante yah,udah punya mama juga masih aja pengen tante,lasain tuh"ucap dani dan di pergi mendekati san yang lagi menelepon seseorang,
"Mela tolong kamu urus semua kepindahan saya di sini dan satu lagi kamu siapakan dokumen yang akan saya bawa ke kampus yang dulu saya tempati"ucap san selesai telepon dengan bahasa yang menurut dani tidak dimengerti,
"Tante tadi teleponan sama siapa,ko bahasanya kaya alien sih"tanya dani
"Dani itu bahasa korea,bukan bahasa alien"ucap san dia merasa senang melihat anak kecil seperti dani yang ingin tau semua hal
"Kalau dani udah besal boleh gak dani belajal bahasa alien itu"ucap dani
"Boleh,ya udah sekarang dani mandi gih,udah sore tuh"ucap san
"Dani pulang dulu yuk,entar kesini lagi sama oma"ucap vani
"Yah...pulang,ya udah deh,ayo"ucap dani
"Ya udah san gue pulang dulu yah,entar gue kesini lagi bawa ambu"ucap vani san hanya menganggukkan kepalanya saja
"Kalian bawa mobil gak?"ucap san
"Yeh kan lo sendiri yang bawa gue kesini,berarti kita gak bawa mobil lah ibu direktur"ucap davit
"Biasa aja kali,ya udah mela tolong beritahu sandi siapkan mobil"ucap san kepada mela,
Setelah kepergian vani dan davit,san pergi kekamar dan dia pun melihat ke sekeliling ruangan yang akan dia tempati itu,san gak menyangka akan seperti ini akhirnya yang dulu tidak bisa dia capai sekarang dia bisa mencapainya,dia melihat dirinya di depan cermin yang ada di lemarinya dan dia juga merasa aneh dengan penampilannya sekarang yang sangat berbeda dengan yang dulu.
"Abah aku sudah mewujudkan impian abah,dan aku juga sudah membangkitkan lagi perusahaan bah,bah...aku kangen abah,kangen pelukan hangat abah,kangen omelan abah,kangen nasehat abah,kangen curhatan abah masalah karyawan,pokoknya aku kangen segalanya yang ada pada abah,bah..."tangis san yang mengingat kembali pertama dan terakhir dia bertemu dengan abahnya setelah dia pergi dari kampung halaman itu,hingga sekarang san merasa menyesal telah pergi dari sana,
Yang selalu melarikan diri dari semua masalah yang dia buat seperti sekarang juga dia kembali karena san tidak mau membuat jin-sook lebih gila lagi mengajaknya menikah hingga dia kembali lagi ke masa lalunya yang telah dia kubur dalam-dalam dihatinya kini terbuka lagi akan masa lalu itu yang terus saja terbayang bayang di otaknya itu.
***
@zihan631
23:19
__ADS_1
2020-03-16