
Setelah pembicaran itu mereka pun pergi entah kemana yang tersisa di sana hanya san nic dan kedua baby kembarnya saja.
Oek..oek..
"Aduh sayang kenapa hm haus yah" tanya san sambil mengangkat baby rafan yang menangis,sedangkan baby rezel masih anteng dengan empengnya.
Nic yang melihat itu tersenyum"aku ingin menggendong baby rezel san"ucap nic.
"Bentar yah aku susui dulu baby rafan dikamar" ucap san yang beranjak dari sofa.
"Gak aku juga ingin ikut ke sana?" ucap nic.
"Ya sudah sebentar yah sayang mimih mau panggil nenek mela dulu" ucap san menyerahkan baby rafan yang lagi nangis ke nic.
"Cup cup cup...bentar sayang mimih lagi panggil nenek mela" ucap nic sambil menimang baby rafan.
San datang dengan mela dan dia memindahkan baby kembarnya ke kereta bayi yang akan dia bawa ke lantai atas oleh mela sedangkan san mengandeng nic untuk berjalan agar dia tidak jatuh.
"Pokoknya kamu harus rajin belajar jalan mas biar gak nyusahin orang" ucap san menunggu pintu lift terbuka di lantai tiga.
"Iya tiap pagi aku jalan santai di depan rumah" ucap nic.
"Kalau gitu aku pamit keluar yah" pamit mela.
"Oh...makasih bu mela" ucap nic yang sudah duduk di pinggir ranjang.
Sedangkan san mengangkat baby rezel ke box baby dan baby rafan di angkat untuk di susui karena terus merengek ingin menyusui.
"Sekarang giliran abangmu yah sayang" ucap san sambil mencium pipi baby rafan.
"Kenapa gak dua duanya tadi di susuinya sayang" ucap nic memberikan baby rezel ke san setelah membaringkan baby rafan ke box baby.
"Susah,aku belum bisa,ini juga masih takut jatuh" ucap san yang mengambil baby rezel dari nic.
*
Di lantai bawah mela terus mengecek semua data yang akan dia tinggalkan beberapa hari ini jadi dia harus memastikan semua data dan dokumen semua benar dan tak lagi salah.
Tok tok tok
"Masuk"
"Mama benar mau pulang sendiri,untuk liat om mah" ucap seorang lelaki kepada mela.
"Anak mama,iya sayang mamah pergi sendiri ke sana kau di sini jaga adikmu yah sayang" ucap mela.
"Tapi mah,aku juga ingin pulang melihat om" ucapnya.
__ADS_1
"Malik sayang,gak biasanya kau merengek seperti ini,inget umur kau" canda mela.
"Mah!aku khawatir mama gimana gimana di sana" cemas malik,yang ternyata anak mela yang selama ini jadi asisten kakek jhon dan sekaligus yang di selamatkan san saat tertembak sembilan tahun lalu.
"Sayang mamah hanya sebentar di sana ok setelahnya mamah pulang lagi ke sini ok,jangan seperti anak kecil,ingat umurmu sudah tua tau,cepat cari istri" canda mela lagi.
"Ish...baiklah aku ngalah kalau sudah urusan itu,oh iya mamah ambil tiket pesawat kapan?" malik menyerah dengan ucapan mamahnya itu.
"Nanti malah,antar mamah ok" ucap mela memeluk anaknya.
"Aku juga ingin ikutan mela" ucap san yang sudah ada di dalam kamar mela.
"Ouh...adikku ini iri ternyata pada ku" canda malik.
"Kau diam malik aku juga anaknya" ucap san.
Kenapa san terus menyebut nama di atara mereka berdua,itu karena mereka sendiri yang mau walau malik dan san beda dua tahun tetap saja malik tidak mau di panggil abang karena menurutnya itu sangat tua,apa lagi mamanya saja di panggil nama oleh san masa sih dia di panggil abang gak adil katanya jadi mereka bertiga memutuskan untuk memanggil apa pun yang mereka suka.
"Ya sudah sini kalian biar akj peluk kalian sebelum aku pergi" ucap mela sambil meretangkan tangannya,mereka berdua pun mendekat dan memeluk mela dengan begitu erat.
Malam tiba kini mela san nic dan juga malik kini sudah ada di bandara untuk mengantarkan mela untuk pergi ke amerika.
"Bye aku pergi dulu,jangan gebut kamu nyetir malik" peritah mela.
"Baik" ucap malik bersikap seperti biasanya karena di sana ada nic.
**
Di rumah besar nah mewah itu kini di dalam kamar terbaring seorang kakek yang menunggu kedatangan adik tercintanya pulang.
"Aku pulang!!" teriak seorang wanita.
"Hai kau jangan teriak teriak kakakmu bisa bangun"canda anak pertama kakek jhon.
"Hehehe...maaf kak aku terlalu semangat bisa pulang ke rumah ini lagi"cengir mela.
"Oh iya tan gimana ke adaan di sana?" ucapnya.
"Baik baik saja,oh yah alexsan sudah melahirkan anak kembar,tapi dari tigak bayina ada yang meninggal" sedih mela.
"Oh yah,ah aku ingin ke sana tan" ucapnya tak percaya.
"Kau ini emang dari dulu tidak percaya padaku walau terbukti kalau aku ini detektif handal" sombang mela.
"Hai jangan mimpi kau,ini siang bolong tahu,sudah sana temuilah papah di kamar yang tak sabar menunggu mu pulang tante" ucapnya lagi sedikit meledek.
"Kau ini dari kecil emang tidak sopan allard" ucap mela sambil memukul bahu ponakanny itu.
__ADS_1
"Kau,tante aku minta no ponsel sasa yang sekarang dong,aku ingin melihat anak anaknya" minta allard.
"Ponselku di dalam tas ambil saja" ucap mela melempar tasnya ke depan wajah allard.
"Sungguh punya tante seperti mu ingin ku buang saja" gumam allard sambil merogok tas itu untuk mengambil ponsel tantenya itu.
"Ck emang detektif gadungan,masa kemana mana bawa ginian sih,udah berhenti dari propesi juga" gumamnya lagi yang mendapatkan sebuah pistol dan borgol dalam tas mela.
Sedangkan di dalam kamar mela langsung masuk melihat kakek jhon sedang di suapi oleh anak keduanya.
"Tante mela!" teriaknya dan berlari memeluk tantenya itu.
"Hai aku belum selesai makan" ucap kakek jhon.
"Hehe maaf refleks pah,soalnya udah kangen sama tante mela" ucapnya.
"Dasar kamu liv" geleng mela yang mendekati kakaknya itu.
"Kak anak anakmu bener bener aneh yang satu bikin telingaku sakit,dan sekarang yang satu lagi bikin geleng kepala" ucap mela melanjutkan memyuapi kakek jhon.
"Tan gimana ke adaan suami sasa,apa dia baik baik saja?" tanya olivia.
"Yah dia baik baik saja,hanya saja dia sekarang ini belajar berjalan karena kecelakan itu membuat kakinya tak bisa di gerakan setelah bangun dari koma" jelsa mela.
"Oh...terus katanya juga sudah melahirkan?" tanya kakek jhon.
"Iya san melahirkan anak kembar tiga tapi sayang anak bungsuny meninggal dunia saat di lahirkan,karena tidak kuat,san melahirkan mereka dengan prematur" ucap mela sedih.
"Ah kasihan sekali,pah pokoknya papah sembuh kita semua harus ketemu sasa ke sana aku ingin melihatnya" ucap oliv tak sabar.
***
**Malik"tor kenapa harus bahas istri sih sama mamah mela"
Author "biarin biar tahu rasa,sibuk mulu sih,gak mikirin pasangan"
Malik"yah lo gak pernah bikin dialog gue panjang"
Author "kan gue udah bilang lo itu si muka tembok yang susah cari pacar atau calon istri"
Malik"dasar author sebleng emang"meninggalkan tempat.
Author "dasar pria tua gak peka"
Ig :@zihan631
19:11
__ADS_1
2020-11-23**