wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 67


__ADS_3

Setelah bermain dengan anak anak mereka semua pergi ke meja makan untuk makan siang,ezel yang terus menempel pada sarip membuat pemuda itu susah untuk makan siang nya.


"Ezel...abangkan mau makan jadi ezel duduk dulu yah bareng afan" ucap sarip.


"Tak mau" tolak ezel.


"Sayang kasihan abangnya atuh,ayo sini sama mimih" ucap san.


"Enda mau,ezel sama abang aja" tolak ezel.


"Kau ini ya udah bang makan aja,bisa gak" ucap san pada sarip.


"Bisa sih mih,tapi gak kaya baby koala juga atuh zel,abang bukan mamahnya" canda sarip karena ezel begitu kuat memeluk sarip,helen yang sudah mulai duluan makan dengan yang lain hanya tersenyum liat kelakuan ezel seperti itu.


"Bialin" ucap ezel terus menatap sang aunty dan unclenya itu.


Selesai makan mereka semua berpindah ke ruang tengah untuk bersantai dan mengobrol sedangkan para anak masuk lagi ke kamar bermain.


"Eonni aku iri padamu?"ucap ho rang.


"Iri?apa yang kau irikan ho rang?"tanya san.


"Eonni itu sangat sempurna sekali...kau itu bisa melakukan segala lah yang kau bisa..dan kau juga begitu sabar menghadapi semua yang terjadi baik itu hal baik ataupun buruk aku merasa ingin seperti dirimu eonni"jelas ho rang.


"Jangan lakukan itu yah...kau tidak tau apa apa yang terjadi pada diriku ini,lebih baik kau jadi dirimu yang sekarang ho rang,jadi dirimu sendiri ok"nasihat san,karena dia tidak mau ada dirinya kedua yang egois keras kepala dan pemarah seperti dirinya,dia mengingat kejadian yang terjadi di masa lalunya itu.


"Tapi kenapa?"tanya ho rang.


"Karena diriku lebih buruk dari yang kau ucapkan ho rang jadi jangan pernah kau seperti diriku...jadilah dirimu sendiri ok"ucap san meyakinkan ho rang.


"Baiklah jika tidak boleh tapi...bisakah kau ajarkan aku masak"ucapnya malu.


"Bukannya kau sudah bisa yah?"tanya san.


"Iya sih tapi kan aku ingin belajar yang berbeda dengan mu boleh"ucap ho rang.


San yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya dan pergi dari ruang makan,"bang sarip mimi minta tolong panggil koki vensa ke ruangan mimih yah"ucap san yang balik lagi ke ruangan makan.


Sedangkan ho rang dan juga calon suaminya san tinggal bersama mela.


**


Walau dia di rumah tapi dia tetap memantau semua pekerjaan yang di lakukan kakaknya atau pun nic.

__ADS_1


Tok tok


"Mih boleh masuk?"tanya helen.


"Ya boleh dong...ada apa sayang"ucap san.


"Mih..hm..aku...aku..."ucap helen ragu.


"Ada apa sayang,ayo bilang aja"tanya san.


"Aku...ak...


Tok tok


"Nyonya ada apa anda memanggil saya"ucap koki vensa.


"Ah iya ven tolong ajarkan adikku ho rang bikin desserts...hanya itu yang belum aku ajarkan,tolong ajarkan yah"ucap san.


"Baiklah...ada lagi?"tanya koki vensa.


"Tidak ada,kau boleh keluar"ucap san.


"Oh iya lanjutkan yang tadi ingin kau katakan sayang"ucap san kepada helen yang dari tadi diam saja.


"Oh...okelah,ya udah ayo kita kumpul lagi,mimih enggak enak ninggalin tamu sama mamah mela"ucap san.


Dan mereka pun pergi meninggalkan ruang kerja,sedangkan helen yang emang mengikuti san tapi entah kenapa dari raut wajahnya terlihat gelisah yang membuat san jadi penasaran.


"Sayang lebih baik kamu istirahat saja...keliatannya kau sangan cape"ucap san.


Pada saat san dan helen akan memasuki lift san menyuruh helen untuk beristirahat saja karena di lihat dari wajahnya saja keliatan sangan capek dan juga gelisah.


"Aku harus menyuruh nic pulang sekarang sepertinya ada hal tidak beres nih terhadap helen"gumam san di dalam lift.


Sedangkan di dalam kamar helen terus saja menangis meratapi nasibnya yang entah harus bagaimana.


"Aku harus bagaimana?mimih pasti marah dengar berita ini apa lagi pipih dia mungkin sangat kecewa terhadapku karena ini"ucap helen sendiri.


Tok tok


"Abang boleh masuk?"ucap sarip yang saat ini sudah bebas dari si baby koalanya yang takut omnya itu.


"Hai...kenapa kau nangis?"tanya sarip pada helen.

__ADS_1


"Abang hik...maafkan aku abang aku..."ucap helen tak dilanjutkan dia malah memeberikan semua benda panjang seperti alat tulis.


"Helen kau...apa mimih tau hal ini!kenapa kau lakukan itu dek!kenapa?apa yang membuatmu bisa seperti ini"ucap sarip tidak percaya bahwa sang adik telah melakukan hal yang sangat di benci sang mimi dan pipinya.


"Aku tidak sadar bang...aku sungguh tidak tau ini akan terjadi"isak helen. "Bang aku mohon sebelum pipih pulang abang jangan kasih tau dulu mimih...yah bang aku akan bicara dengan mereka semua saat mereka semua ada yah bang...aku tidak mau membuat pikiran pipi pulang dengan hal seperti ini...aku tidak mau pipi celaka karena perbuatanku sendiri bang"mohon helen.


"Baiklah abang akan jaga rahasia...jika mereka sudah kumpul semua kau harus cepat cepat bicara sama mereka"ucap sarip,"siapa?lelaki yang telah melakukan ini pada mu dek?"ucap sarip dingin.


"Ba...bang apa abang akan melakukan sesuata terhadap dia"ucap helen ragu.


"Dek abang berhak marah sama lelaki breng*sek itu...karena kau jadi seperti ini"kesal sarip kepada adiknya yang tidak mau memberitahu siapa lelaki itu.


"Di...dia...


Tok tok


Ketukan pintu itu memotong ucapan helen."Nona di depan ada yang ingin bertemu dengan mu...dan juga tuan telah kembali"ucap key.


"Ah yah mbak nanti kami ke bawah"ucap sarip menghalangi wajah helen yang memerah karena terlalu lama menangis.


"Kau cepat bersihakan muka mu"ucap sarip.


Helen pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka,dan tak lupa dia menganti bajunya.


"Ayo bang"ucap helen yang mengajak sarip pergi ke bawah.


Sedangkan di ruang tamu san dan nic yang baru pulang itu mengantar tamu san pulang pada saat mereka masuk ada sesorang mencari helen,tapi meraka berdua merasa heran,kenapa seorang pianis terkenal bisa kenal dengan anaknya,karena apa dia bisa kenal dengan anaknya,mereka bertanya pun hanya jawab bahwa dia kenal karena adiknya adalah sahabat helen.


"Kau abang mia...terus kau ada urusan apa dengan helen anak kami?"tanya nic.


"Hm...begini om sa...saya akan menjelaskannya setelah helen ada saja,maaf membuat kalian penasaran"ucap pria itu.


"Nama lengkapmu siapa?"tanya san.


"Saya lucas danuarta,saya anak kedua dari keluarga danuarta"ucap pria itu yang bernama lucas.


"Oke kalau gitu mah seperti biasa"ucap san kepada mela yang emang dari tadi ada di sampingnya.


***


Jangan lupa like vote and komennya yah...


Ig:@zihan631

__ADS_1


__ADS_2