
teriak teriakan selesai kini san kembali lagi masuk ke dalam ruangannya yang sekarang sudah ditemani mela nic dan juga davit,kenapa nic bisa di sana.
"Bu bos kenapa kutu kupet ada di sini?" tanya davit.
"Tutup mulut lo sebelum gue tendang deh" ucap nic sinis.
"Ih...nih anak berani yah sama gue"ucap davit yang langsung berdiri mendekati nic.
"Ish...berisik,heh kalian bisa diem gak!" ucap san yang mengambil pistol di dalam laci meja kerjanya.
"Ampun ampun iya gue diem" ucap davit yang balik lagi ke tempatnya"dari pada gue mati,anak gue siapa yang gurus terus istri gue gak ada yang gelonin dong"gumam davit yang masih terdengar oleh mela yang emang ada di sebelahnya.
"Ok sekarang jelaskan lagi mel apa yang terjadi" ucap san.
"Jadi devit sudah mengalihkan semua saham yang ada di paris ke indonesia,dan sekarang dia harus pergi ke sana untuk mengecek keadaan perusahan yang pengawainya ada yang minta berhenti dan juga ada yang demo minta gaji selam dua bulan belum keluar juga" jelas mela.
"Benar begitu vit" tanya san pada davit.
"Iya kurang lebih seperti itu dan mungkin gue di sana cuman sepuluh hari setelah vani keluar dari rumah sakit" jelasnya.
"Sepuluh hari yah,niho gak papa kan,aku pergi kesana?" tanya san.
"Gak!mening aku yang pergi dari pada kamu,lebih baik kamu diam di sini dan aku yang pergi" ucap nic yang larang san.
"Baiklah,bagaiman vit kamu pergi bareng nic aja yah,tenang nic kan pernah jadi atasan kamu jadi tau hal semacam itu kah,sekarang giliran kamu jadi atasan ok" ucap san yang melihat davit begitu kaget dengan keputusan san.
"Ta..tapi,oklah"ucap davit pasrah.
"Gak usah khawatir kalian berangkat kuarang lebis seminggu lagi,niho akan sedikit bimbingan dari mela sama jadi gak usah khawatir apa lagi dia juga penguhaan kan" ucap san.
"Tau nih lo gak percaya banget sih sama gue" ucap nic.
"Gue bukan gak percaya sama lo tapi masalahnya lo kan belum pernah perjalanan bisnis sejauh itu paling juga sampe singapura udah ini paris cuy" ucap davit sedikit khawatir.
"Apa yang ditakuti sih?" tanya mela.
"Dia itu..." ucap davit terpotong "iya iyah gue tau lo takut gue gak bisa bahasa inggris dengan lancarkan,tenang gue udah belajar setelah lo di ambil alex ko" ucap nic.
"Apa mr belum lancar gak miss mening miss saja yang pergi" kaget mela.
"Gak mel aku gak mau dengan ke adaan anak aku dan juga dia kenapa kenapa apalagi ini baru dua bulan" ucap nic.
"Tapi..."ucap mela terpotong," berhenti!,udah debatnya?,biarkan dia pergi kan aku udah bilang kepada kalian semua waktu itu kalau aku sudah pensiun dari pengusaha apa kalian tuli waktu itu"ucap san"keputusan ku sudah bulat nic yang akan pergi,masih ada waktu seminggu buat berlajar kalau dia gak lancar bahasanya"ucap san dan pergi begitu saja di hadapan mereka semua.
"Tuh dengerin,kalau kalian masih kekeh seperti itu lebih baik perusahaan itu bangkrut daripada kehilangan mereka" ucap nic yang ikut pergi meninggalkan mereka berdua yang masih terdiam.
*
"Malik siapkan mobil" ucap san.
"Baik" ucap malik yang sedang duduk di depan tv dengan ambu sarip denis dan juga dengan pelayan lainya yang emang sudah waktunya istirahat.
"Mau kenama kamu malam malam begini?" tanya ambu.
"Mau cek kandungan" ucap san yang langsung duduk bersama sarip.
"Sendiri?" tanya ambu lagi.
__ADS_1
"Ya enggak lah" ucap san.
"Oh...ko malam sih bukannya tadi siang yah harusnya" ucap ambu.
"Kan dari siang aku sibuk bicarain kepergian davit ke paris bareng siapa,soalnya perusahaan disana mau bangkrut karena banyak yang korupsi,dan lagi dokter nya juga mau ko di ajak konsul jam segini soalnya dia lagi piket mbu" ucap san.
"Oh...pantesan,terus siapa yang pergi kamu?gak ambu gak izini kamu pergi" ucap ambu.
"Enggak bu,alex di rumah, aku yang pergi ko" ucap nic yang baru turun dari tangga.
"Lama banget sih mandinya, ayo pergi,sayang mimih ke rumah sakit dulu yah,kamu di sini bareng nini ko" pamit san.
"Ok mih" ucap sarip tanpa mengalihkan perhatiannya dari denis yang sedang asik membangun rumah dari lego mainannya.
"Mbu kami pamit,Assalamualaikum"pamit san.
"Waalaikumsalam"ucap ambu.
**
Sesampainya di rumah sakit mereka terlebih dahulu memeriksa kandunga sebelum mengengok vani.
"Silakan masuk bu,pak"ucap suster.
"Wih udah hari gak liat kamu di rumah sakit sepi juga yah" canda dokter rizal.
"Bisa aja dokter rizal mah" ucap san.
"Bisa lah,mau periksan kandungan kan,kalau gitu baringan gih disana, kita dengeri detak jantung si debaynya" ucap dokter rizal.
Pada saat monitor itu memperlihatkan ternyata ada tiga bulatan kecil disana yang membuat san dan juga yang lain kaget.
"Wah ternyata kembar tiga toh ini,detak jantungnya juga bagus semua,mereka pada sehat"jelasnya.
" panter makannya banyak ini yang bikin aku gemuk mendadak"ucap san.
Nic yang mendengar itu hanya tersenyum yang tadinya ingin mengucapkan itu di dahului san hanya bisa bicara dalam hati saja.
"Gak papa yang penting mereka dan kamunya sehat sayang" ucap nic.
"Ehm..."gumam san.
" ini mau di cetak satu"tanya dokter rizal.
"Dok tolong cetak tiga yah biar jadi kenangan di masa anak anak kita lahir" ucap nic.
"Ah romantis juga suami dokter zahra yah"canda dokter rizal.
"Apaan dok ah"ucap san malu.
" ini poto nya, dan ini resep obatnya,jangan terlalu cape dan banyak pikiran yah,sehag sehat yah buat kalian berempat"ucap dokter rizal dan mereka pun pergi ke ruangan VVIP tempat vani di melahirkan.
"Assalamualaikum" ucap san yang duluan masuk.
"Ah sasa kenapa baru sekarang kesini nya sih,jam besuk sebentar lagi di tutup loh" ucap vani.
"Maaf ini semua karena dia" ucap san yang menunjuk davit.
__ADS_1
"Ko gue sih" tanya davit.
"Iya kan tadi sore di suruh kerumah gak juga dateng kan jadi kesininya malem" ucap san.
"Ya gimana gak lama orang yang nunggu dianya pergi pulang jadi nunggu dia balik dulu kesini jadi lama deh" jelas davit.
"Mih liat deh adek aku ko mirip papa sih kenapa gak mirip pipih nic aja" ucap dani.
"Heh kamu ini dia kan adik kamu anak papa,masa harus mirip dia sih"tegur davit.
"Ya kan muka papa udah sama kaya dani masa adek bayinya juga harus mirip papa sih gak suka dani mah" ucap dani.
"Liat sini coba,nih ini mirip mamah ini mamah juga ini juga" ucap davit yang menunjuk hidung halis sama bibir babynya yang lagi dia gendong olehnya kepada dani.
"Hahaha kamu mau adeknya mirip pipih?"tanya nic.
"Iya dani pengen adek dani mirip pipih nic" ucap dani yang masih kekeh adeknya ingin mirip nic.
"Nanti yah nunggu tujuh bulan lagi yah,di sini ada dedek bayi yang akan mirip pipih nic,bukan cuman satu loh tapi tiga ini" ucap nic kesenengan.
"Wah bener pih" ucap dani bahagia"iya ini liat"ucap nic menunjuk poto usgnya
(maaf gak sesuai usia kandungan nyarinya susah ternyata yah😅🙏)
"Sasa anak kamu kembar tiga?" kaget vani.
"Iya van aku tiga" ucap san yng langsung mengambil alih mengendong si bayi mungil itu.
"Ah lucunya kasih nama siapa anak mu ini vava" ucap san yang terus menimang bayi mungil itu.
"Viviyan aurel mahardhika" ucap davit.
"Cantik sekali namanyac seperti yang punya namanya" ucap san yang mengalihkan gendongannya kepada nic.
"Belajar biar nanti kalau udah keluar kamu dah bisa" ucap san lagi yang langsung duduk di sofa untuk meluruskan kakinya yang mulai terasa kesemutan.
"Kesemutan lagi yah" ucap nic yang ikut duduk.
"Iya" ucap san yang terus mengusap kaki nya yang kesemutan itu.
***
Yeh...akhirnya bisa up lagi buat nepatin janji kemaren buat up lagi.
Ini debaynya davit vani nya yah,yang dikatanya gak mirip sama pipih nic nih sama abang dani,lucu gak.
Jangan lupa vote like and komennya yah🙏💕
IG :@zihan631
21:47
2020-07-23
__ADS_1