wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 8


__ADS_3

Nicholas yang baru pulang dikampus dia pun pergi kekantor untuk memastikan apakah benar san sudah menyetujui kerja samanya itu dan dia pun langsung keruangan yang selama ini dia tempati,


"Sari tolong sekretaris lama saya menghedel semua jadwal saya lagi"ucap nic yang menelepon seorang hrd perusahaannya


"Baik pak"ucap hrdnya


"Pah kalau masuk itu ketuk pintu"ucap nic yang melihat papa nya yang sudah duduk manis di depan mejanya


"Maaf,papa cuman lagi seneng aja ternyata perusahaan kita  akhirnya diterima juga diperusahaan miss z itu"ucap Kevin ayah nic yang terihat begitu bahagia,


"Benarkah,siapa yang menyetujuinya,dan siapa nama asli miss z"ucap nic


"Pemiliknya langsung yang menyetujui itu,masa kau yang selalu mencari informasi tentang dia ko gak tau sih namanya"ucap Kevin


"Aku kurang percaya"ucap nic


"Dia itu seumuran dengan mu nic,nama dia itu kalau gak salah zahra alexsan wiliam"ucap Kevin sambil menunjukan poto san yang sangat sexy dan dingin itu


"Gak,gak mungkin dia,gak cewek murahan seperti dia gak mungkin jadi seorang pengusaha"ucap nic tidak percaya,


" kamu kenapa nic,ko panik bener liat muka dia,terus kenapa kamu bicara kalau dia wanita murahan"ucap Kevin


"Gak pah gak ada,aku cuman aneh aja ko bisa mirip yah,sama wanita murahan sih mukanya"ucap nic


"Masa sih"ucap Kevin


"Iya pah,udah aku mau kerja lagi,jadi...."


"Iya,iya papah pergi"


Setelah kepergian Kevin,nic menutup semua ruangan dan mengaktifkan dinding kedap suara,dan dia pun langsung melampiaskan semua kemarahannya dengan membanting semua barang dan berteriak sekeras mungkin,


"AH...!!!!!SIAL SIAL SIAL!!!!,kenapa harus lo sih lex?kenapa!!!"teriak nic


Mungkin seperti itulah yang di lontarkan nic saat marah dan tangan pun sudah dipenuhin dengan darah segar yang terkena goresan dari gelas yang dia remukkan dengan tanganya yang tidak dia rasakan sama sekali,


Kesal,marah,sekaligus bahagia pun ada pada diri nic saat ini karena baru pertama kali di bisa semarah dan sekesal ini oleh seorang wanita selain ibu dan adiknya itu,


Tok...tok...tok...


"Masuk!"ucap nic yang masih sedikit kesal dan dia membereskan semua kekacauan hanya dengan waktu singkat saja,dan semua tidak akan tahu kalau dia sedang marah besar,


"Ada apa lo kesini hah!!"ucap nic


"Ck gue kesini mau kasih dokumen yang sudah ditandatangani direktur baru gue"ucap davit sambil ngelempar dokumen itu

__ADS_1


"Ok makasih"ucap nic datar


"Ck,jangan so datarlah di depan gue,gue tahu lo pasti buat keributan disini kan"ucap davit sambil melihatkan tetesan darah yang ada di kursi,


"Nic gue bilang apa,jangan pernah lo membuat diri lo sendiri tersakiti,lo tidak bisa menipu gue walau sedikit pun,satu lagi walau lo benci papa lo,jangan pernah lo liatkan kebencian itu pada dia"ucap davit dan dia pun pergi meninggalkan ruangan nic,


Sedangkan nic mendengar ucapan davit menyadari apa yang dia buat itu tidak berguna bagi papanya untuk mengasihaninya sedikit pun karena yang dipikirkan papanya hanyalah uang dan uang saja.


***


San yang baru saja pulang dari kampus dia pun langsung pergi ke rumahnya untuk bertemu dengan mantan kekasih nya itu


"Mela jangan lupa kasih semua dokumen ini ke davit"ucap san


"Baik miss"ucap mela


San pun memasuki rumah itu dan terlihat seorang lelaki yang masih saja mondar mandir diruang tamu,


"Siapa lelaki itu,kenapa dia bisa seenaknya bicara seperti itu pada mu"ucap jin-sook


"Bukan siapa siapa"ucap san datar


"Terus kenapa dia dengan seekannya menampar dan menghina mu didepan umum seperti itu"tanya jin-sook


"Zara ada apa sebenarnya kenapa kau begitu kesal saat aku menanyakan lelaki itu"


"Karena dia bukan urusan mu,dan jangan ikut campur dalam hidupku lagi,apa pun itu"


"Tapi aku nika..."ucapan jin-sook terpotong"Jangan bawa masa lalu kesini jin-sook,aku tidak suka,kalau kau ingin menagih janji aku tidak akan pernah memberikan nya"


"Ya udah kalau gitu kita ma..."lagi lagi san memotong pembicaraan jin-sook"sudah ku katakan aku tidak akan pernah kembali lagi dengan mu,kalau kau masih membahas itu aku akan pesankan tiket pesawat sekarang"ucap san dengan amarah yang hampir meluap itu pun akhirnya mela memberi tahu ada seseorang yang datang ingin menemuinya


"Mrs z,ada tuan davit dan keluarganya di luar"ucap mela


"Ok,mela tolong belikan tiket pesawat paling awal besok ke korea,kalau kau masih ingin disini jangan mengungkit masa lalu atau pun tentang masalah rumah sakit disana!"ancan san dan dia pun pergi ke ruang tamu depan untuk menyambut kedatangan mereka,


"Tante!!dani kangen tante"ucap dani yang langsung minta digendong,mela juga yang melihat sikap san yang tadi marah kini dia berubah menjadi lebih lembut dan ramah kembali setelah pertengkaran tadi,


"Sasa,apa bener kamu sasa anak ambu"tanya seorang wanita paruh baya


San yang asik bermain dengan dani pun menyadari ada yang memanggilnya dengan menyebut pangilan waktu kecilnya itu pun menolek dan dia melihat wanita paruh baya itu dan betapah dia terkejutnya ternyata yang memanggil itu ambu yang selama ini dia rindukan,san pun menurunkan dani dan diapun langsung berlari kearah wanita paruh baya itu dan memeluknya"Ambu"ucapnya


"Sasa apa kabar na,ambu yakin kamu masih hidup"isak ambu yang memeluk san begitu erat


"Iya ambu aku masih ada disamping mu walau aku tidak bisa bertemu waktu itu,karena keegoisan ku yang ingin membuktikan bahwa diriku bisa hidup tanpa kalian di negeri orang"ucap san yang melerai pelukannya

__ADS_1


"Tidak papa yang penting sekarang kamu sehat walafiat,oh iya kenapa kau begitu cantik sekarang"ucap ambu,"ambu jangan buat ku malu"ucap san dengan pipi yang sudah merona karena pujian ambunya itu,jin-sook keluar dari ruang tv dan membuat ambunya bertanya"siapa dia nak"tanya ambunya,"dia rekan kerja ku bu"ucap san dengan santai mela yang mendengar itu merasa iba terhadap jin-sook karena dia sudah hampir tiga tahun berhubungan dengan san tapi san dengan santainya dia rekan kerjanya saja,ini yang mela tidak suka dari san yang selalu berbuat egois,walau sering ia nasihatinya.


"Oh iya bu kenalin ini mela,dialah yang merawatku dan sekaligus sekretaris ku"ucap san mengenal mela


"Mela"


"Sarah,sepertinya kita seusia"tanya ambu"Mungkin"ucap mela"umurku 53 tahun kamu"tanya ambu lagi"umurku ngengijak 49 tahun"ucap mela"wah ternyata lebih muda kamu,terima kasih telah menjaga  dan menasihati dia mela"ucap ambu,"tidak seharusnya aku berteimakasih kepada mrs z yang telah menyelamatkan aku dan anakku dari ancaman bahaya menimpah kami"ucap mela,


"Mrs z siapa dia?"tanya ambu,san yang mendengar itu langsung menjelaskan bahwa mrs z itu atasanya"oh mrs z itu atasan ku bu,dialah yang membantuku jadi pemberani dan berhati hati dengan kecerobohan yang ku lakukan"jelas san"oh...terus kenapa kamu panggil mela hanya namanya saja sasa,padahal dia lebih tua darimu"ucap ambu"itu karena mela sendiri yang menyuruh memanggil namanya saja"ucap san


" iya bu saya lah yang menyuruh non san untuk ambu


nggil nama saya"ucap mela


"Oh...gitu yah,ya udah kamu juga pangil aku ambu saja jangan ibu" ucap ambu


*


Keesokan pagi nya san hanya bermalas malas saja di tempat tidur empuknya dan tidak mau pergi dari sana karena sekarang perusahannya sudah ada yang menghendelnya apa lagi dia sekarang hanya jadi seorang dosen saja dikampunya sendiri pula, Sekarang ambunya sudah tinggal bersamanya dan dia juga sekaligus membawa keluarga davit kerumahnya,


"San!bangun diluar ada yang nyari tuh" ucap ambunya yang terus mengguncang tubuhnya


"Ih...ambu aku ini masih ngantuk,semalam aku begadang" keluh san


"Siapa suruh begadang,cepat bangun...bangun san bangun,kalau gak bangun juga ambu sembor sama air medidih yah" ucap ambunya geram


"Iya iya aku bangun,ini aku bangun" ucapnya tapi tidak pergi juga kedalam kamar mandi


"San sekali lagi kamu gak bangun dan gak mandi ambu..." ucap ambunya terpotong dengan san yang langsung ngacir masuk kedalam kamar mandi.


Kebiasa yang dulu kini dia terapkan lagi yang dulu bangun telat,malas mandi,dan juga cerobohnya,"nyonya ada yang ingin bertemu dengan mu"ucap pelayan kepala yang dia bawa dari rumahnya yang dulu dia tinggali di amerika maupin korea,"siapa dia key?"ucap san"itu nya dokter jin-sook"ucap key,"oke saya sebentar lagi turun"ucap san,


"Ada apa kau kesini" ucap san,dan ibunya yang melihat itupun"san kamu itu sama tamu ko gitu sih"ucap ambu sambil memberikan teh hangat kepada jin-sook, "karena aku tidak mau" ucap san dan dia pergi begitu saja.


Ambu yang melihat anak satu satunya itu bersikap datar dan dingin terhadap lelaki itu merasa khawatir akan tidak ada lagi lelaki yang mau sama dia karena sikapnya itu,"ambu tenang saja san seperti itu mungkin sudah biasa karena emang dari dulu seperti itu kepada lelaki"ucap davit"benarkan"tanya ambu tak percaya"iya bu saya zara emang seperti itu dari dulu datang ke korea"ucap jin-sook,dan lelaki itu ngamong gitu san pun mengambil roti dan,


"bu aku pergi ke kampus dulu"ucap san yang langsung pergi begitu saja dengan membawa motor spot dengan kecepan maksimal dan membuat seorang pengendara mobil itu berhenti seketika melihat motor yang melewatinya cukup kencang,"siapa sih,gak tau aturan amat si tuh orang"ucap nic yang kesel karena motor itu hampir saja dia menabrak orang yang menyebrang.


***


@zihan631


13:37


2020-03-29

__ADS_1


__ADS_2