
"Kak vani ko ada di sini?" tanya seorang wanita.
"Oh...Windi aku sedang menunggu penerbanganku" ucap vani.
"Kakak mau pergi kemana?" tanya Windi lagi.
"Aku mau nganteri adik ipar aku ke sydney" ucap vani menunjuk sava yang tertidur di sebelah davit.
"Oh...bang davit juga ada ternyata, tapi ko dia.." ucap windi melihat ekspresi sava yang tertidur itu.
"Tenang saja dia tidak papa" ucap davit.
"Ah...kirain kenapa tapi...aku liat dia seperti terkena gangguan yah" ucap Windi melihat wajah sava yang sedikit tertekan.
"Oh ini tidak papa dia kalau mau naik pesawat harus kaya gini dulu" bohong vani.
"Ada apa yang" tanya samuel yang barus saja muncul dengan anaknya.
"Ah ini ada saudaranya kak san di sini" ucap Windi.
"Oh yah,siapa?" tanya samuel.
"Ini mas gak tau mereka" ucap Windi menunjuk sepasang suami istri yang lagi duduk di samping mereka.
"Ah kalian ternyata, senang bertemu dengan kalian" ucap samuel melihat davit dan keluarga nya.
"Iya saya juga senang bertemu dengan kalian" ucap davit.
Terdengar suara pengumuman penerbangan mereka yang akan terbang,mendengar itu akhirnya merekapun berpamitan kepada samuel dan Windi yang akan pergi pulang kampung.
*
"Nicholas kapan kau akan bangun hm...anak anakmu sudah menunggu di sini,setiap hari dia meminta aku untuk membangunkan,ayo bangun aku menunggu mu,apa kau marah samaku,apa kau tidak mau liat wajah anak kita ini,nic bangun aku membutuhkan bantuanmu untuk mengasuh anak kita" ucap san sendiri,yah saat ini san di sana sendirian,ah bukan sendiri tapi ditemani kedua anak kembarnya rezel dan rafan yang ada di samping san.
Ceklek
Pintu ruang inap terbuka muncul dokter yang menangani nic untuk pemeriksaan keadaan nic saat ini.
"Seperti nya pak nic mendengar apa yang ibu ucapan, saat ini detak jantungnya begitu cepat,berbeda dari sebelumnya saya periksa" ucap dokter.
"Oh yah" ucap san tak percaya,dia juga ikut memeriksa nic setelah dokter itu keluar,yah san tidak menunjukan jika dia pemilik rumah sakit ini,dia di sana selayaknya seorang keluarga pasien saja.
"Nic kau dengar aku,jika begitu tolong cepatlah bangun dari tidurmu ini" ucap san sambil mengusap air matanya keluar.
Tok tok tok
__ADS_1
"Boleh aku masuk" ucap seseorang dari balik pintu.
"Hm" ucap san melihat siapa yang datang.
"Kau baik baik saja" ucap mela.
"Yah aku baik baik saja" ucap san yang seperti bebisik.
"Jika kau masih ingin menangis,menangis lah di sini" ucap mela sambil menepuk bahunya.
"Mela kau mengerti apa yang aku rasakan" ucap san langsung memeluk tubuh mela.
"Kau tidak perlu kuat di depanku ok,aku tau apa yang kau rasakan saat ini" ucap mela.
"Hiks...kenapa hidupku selalu saja seperti ini,apa salah yang telah akukan" isak san di pelukan mela.
"Kau tidak salah sayang,hanya saja yang maha kuasa memberi mu sebuah tantangan yang kau harus lawan dengan kesabaran dan menjalani semua tantangan itu,janganlah kau putus asa ok,kau pasti bisa melewati semua tantangan itu"
"Kau ingat waktu kau di luar negeri mendapat masalah yang bertubi tubi saat ingin membesarkan perusahan ayahmu,kau selalu kuat dan berusaha keras agar bisa mendapatkan posisi itu,maka saat ini juga kau harus lebih keras lagi melawan tantangan kali ini ok" nasihat mela tangannya yang terus mengelus pungggung san.
"Kau benar,aku akan lebih kuat lagi melawan tantangan kali ini,terima kasih sudah membuatku tenang" ucap san melepas pelukannya.
"Nah ini baru alexsan yang aku kenal bukan alexsan yang putus asa seperti tadi" canda mela.
"Kau ini" ucap san kembali memeluk mela.
"Oh yah..." ucap mela.
"Hm...kau temani aku di sini yah" ucap san.
"Iya aku di sini menemanimu" ucap mela memangku baby rafan yang terbangun dari tidurnya.
"Baiklah" ucap san senang.
"Aduh...cucuku ternyata tampan juga yah" canda mela lagi.
"Kau, ya pastilah orang emak bapaknya pada cakep" balas san,sambil menaik turunkan alisnya.
"Hahaha..kau ini bisa aja,gimana perkembangan nic apa di sudah ada perubahan dari tidurnya" ucap mela.
"Kemaren dia mengerakan tangannya setelah mendengar baby kembar nya di beri nama"ucap san.
"Wah ada kemajuan dong,teru ada lagi" tanya mela lagi.
"Ada tadi sebelum kau datang dokter memeriksa dia lagi katanya sekarang detak jantungnya lebih kencang dari biasanya dan itu setelah aku bicara padanya" ucap san lagi.
__ADS_1
"Pasti dia akan sadar san,kamu tenang saja ok jangan terlalu sedih,mungkin tiga atau satu tahun lagi pasti bangun iya gak" ucap mela sambil tertawa.
"Kau ini jangan buat aku jadi janda tanpa surat ok" umpat san.
"Hahaha kau berpikir kesana" tanya mela yang menahan tawanya.
"Ya!!!kau...maaf aku terlalu kencang berteriak" ucap san memelankan suaranya.
"Kau ini untung saja tidak bangun mereka" ucap mela menenangkan si baby kembar.
"Maaf..." ucap san menyesal telah berteriak.
"Eh iya bayi perempuan mu apa kau sudah kasih nama?" tanya mela yang mengingat bahwa san melahirkan tiga bayi.
"Ah..yah baby girlku" ucap san yang baru ingat dengan bayi perempuannya.
"Apa kau memberi namanya juga" tanya mela lagi.
"Aku tidak tahu dia dikubukan dimana,aku hanya tahu bayi perempuan ku meninggalkan saat persalinan waktu itu,dan tidak tahu dimana dia sekarang" ucap san.
"Apa ku tidak menanyakan kepada yang lain" tanya mela lagi.
"Sudah tapi mereka semua tidak memberi tahuku,karena mereka semua tahu aku terpuruk lagi seperti yang telah terjadi saat nic koma" ucap san.
"Ah...maafkan aku sasa aku telah membuatmu sedih lagi,maaf" sesal mela,fyi mela tidak tahu san saat nic dinyatakan koma oleh dokter san pergi ke lantai atas entah untuk apa pada saat itu dan waktu itu vani melihat keadaan san di sana ternyata san sudah tergeletak dengan lumuran darah di badannya dan membuat vani panik melihat dia pun langsung menghubungi davit yang saat itu ada di ruang inap nic untuk memanggil dokter ke atas rumah sakit melihat keadaan san disana, dan untungnya san hanya menyayat pergelangan tangannya saja saat itu mela di luar kota untuk bertemu dengan rekam kerja san di sana.
"Apa tanganmu sudah sembuh" tanya mela hati hati.
"Yah kurang lebih seperti ini,ah iya baby girlku akan aku tanyakan pada ambu" ucap san sambil menunjukan tangannya setelah nya mengambil ponsel untuk menanyakan nama bayi perempuan nya.
"Mela baby girlku diberi nama sama ambu nasima sanari zordan,hm nama yang indah bukan" ucap san yang juga ikut senang saat melihat pesan dari ambunya itu.
"Yah benar katamu nama yang indah,pasti dia sangat cantik jika..." ucap mela tergantung karena dia keceplosan lagi.
"Mungkin" jawab san singkat membayangkam apa yang di ucapkan mela.
Aish ini mulut gak bisa ngerem apa,kenapa harus bilang itu sih ucap mela dalam hati sambil memukul bibirnya yang tidak di sari san bahwa dia sedang mengumpat kebodohannya.
***
Hai hai hai balik lagi sama gue author ini, maaf yah baru up baru inget jadwalnya kelewat jadi sekarang upnya deh,jangan lupa like vote and komennya yah....
Ig:@zihan631
13:55
__ADS_1
2020-11-07