
"Maafkan aku sasa karena aku kau jadi..." potong nic di bungkam san dengan bibirnya.
"Tidak itu bukan salah mu,semua itu terjadi kehendaknya,jadi jangan menyalahkan dirimu oke" ucap san kepada nic.
"Baiklah, tapi boleh aku tahu kau dan dia pernah berhungan serius" ucap nic hati hati.
"Hahaha...kau ini bang allard itu walau duda anak satu dia tidak akan tertarik denganku mas..." tawa san mendengar ucapan nic.
"Hah duda kau..."
"Tidak kami tinggal bersama semua keluarganya ada di sana" potong san.
"Hm...aku-"
"Ish...sudah ku bilang jangan terlalu cemburu dalam menyakutku dengan lelaki,aku tinggal dengan bang allard bang malik kak oliv,mamah mela,abang ipar,tiga anak kecil,dan pokoknya banyak orang deh" ucap san.
"Oh...tunggu ada yang menganjal yang kau sebut" pikir nic.
Ah mampus aku nyebuti nama bang malik dan mamah mela gumam san dalam hati.
"Masa sih siapa?" tanya san pura pura tidak tahu.
"Bang malik sama mamah mela,sebentar bang malik kan nama tengahnya ada wiliam nya juga apa...."
"Iya iya mereka berdua adalah abang angkat aku dan mamah angkatku saat di sana" jujur san.
"Terus kenapa kau sembunyikan itu pada kami semua" tanya nic.
"Itu karena aku tidak mau ambu sedih dengan apa yang aku lakukan di sana mas,kau tahu aku di sana bukannya kuliah ini malah koma dan hilang ingatan bukan,kalau aku mengucapkam itu semua ambu pasti akan melakukan hal yang tidak terduga mas" ucap san.
"Maafkan aku,karena aku kau menderita di sana"ucap nic.
" tidak mas ini bukan salah mau,ini sudah di rencana olehnya jadi jangan menyalahkan dirimu oke, kalau kau tetap menyalahkan dirimu maka aku pergi tanpa bilang lagi"ancam san.
"Ish...baiklah"
*
Sedangkan di luar malik yang sedang asik memainkan ponselnya itu pergi ke dapur untuk mengambil minum itu terkagetkan dengan adanya fitri yang sedang minum tanpa kelihatan wajahnya.
"Setan!" kaget malik.
"Ah!" fitri juga yang melihat malik di belakang juga ikut kaget dan menjatuhkan gelas di tangannya.
Pray...
"Awu..." ringis fitri karena terkena pecahan gelas.
"Ish...ayo"ucap malik menarik tangan fitri.
Fitri yang di tarik itu malah jatuh karena kakinya yang terkena pecahan kaca itu parah.
" menyusahkan"ucap malik sambil mengendong fitri.
__ADS_1
Sesampainya di ruang tamu malik pun pergi lagi mengambil kotak p3k,vani yang melihat tetesan darah di lantai itu terus mengikuti arahnya pergi dan pada saaat melihat sumbernya dia melihat fitri yang sedang di obati malik dengan muka datarnya itu.
"Ada benih benih cinta di puncak nih" gumam vani melihat ke arah fitri yang begitu memperhatikan malik dengan lekat.
"Teh vani lagi apa?" tanya denis.
"Oh denis ini mau ke belakang mau nyuruh anak anak tidur" ucap vani.
"Oh...mereka sudah saya suruh tidur teh baru aja mereka masuk kamar" ucap denis.
"Walah udah toh,ya sudah kalau gitu,eh yang di belakang siapa emang?" ucap vani lagi.
"Di belakang semuanya pengawai teh sasa,tadi teh a malik di suruh ambil minuman tapi sampe sekarang belum dateng juga" jawab denis.
"Tuh liat" tunjuk vani.
"Eh eh itu teh kan teh fitri kenapa ada di sini th" ucap denis melihat fitri.
"Entah yang pastinya dia hampir dilecehkan seseorang" ucap vani.
"Aduh gusti kasihan banget th fitri" ucap denis.
"Yang ko di sini bukannya tadi kamu bilang mau jemput anak anak" ucal davit mendekati mereka berdua yang tak jauh dari ruang tamu yang terlihat di sana ada fitri dan malik yang sedang adu mulut.
"Udah pada tidur" jawab vani"yuk ah kita juga tidur"lanjut vani mengandeng davit.
"Denis kita duluan" ucap davit.
"Ish...pelan pelan dong pak inikan sakit" ringis fitri.
"Lemah sedikit juga" jawab ketus malik.
"Ih...udah biar aku aja sendiri" ucap fitri sambil menarik kaki yang terlukanya dari pangkuan malik.
"Dari tadi ke" ucap malik yang langsung membersikan tanganya dengan tisu basah.
"Siapa suruh ngagetin orang minum" jutek fitri.
"Kamu yang ngagetin saya" jawab malik balik.
"Kamu kali orang aku dari tadi di sana" ucap fitri.
"Terserah cewek emang selalu benar" ucap malik menyerah dan pergi meninggal fitri sendiri.
"Aish mengapa di sini banyak sekali makhluk halus" gumam fitri seperti melihat sesuatu.
"Th fitri ngapain di sini?" tanya denis.
"Ah...ih kamu ngagetin aja denis"
"Hehe maaf teteh ko bisa di sini" tanya denis lagi.
"Teteh di bawa mang perdi ke sini,eh tahunya mang perdi gak ada malah teteh hampir aja dilecehkan sama anak buahnya di jalanan" ucap fitri.
__ADS_1
"Oh...gitu yah, terus sekarang teteh gak papa kan" tanya denis.
"Enggak ko nis teteh baik baik aja" ucap fitri.
"Terus itu kaki kenapa" tanya denis lagi.
"Banyak nanya kamu,ini tadi gak sengaja ngejatuhi gelas terus kena kaki" ucap fitri.
"Hehe teteh mah bisa aja,udah di obatin belum th"
"Udah tadi sama lelaki muka datar" jawab fitri kesal setelah mengingat malik.
"Maksud teteh a malik" ucap denis.
"Iya kali"
Obrolan itu pun berakhir hingga tengah malam dan mereka berdua berpamitan untuk pergi ke kamar mereka masing masing sedangkan malik yang baru selesai ngobrol juga kini pergi menuju kamarnya tiba tiba berhenti saat melihat seseorang di ruang tengah vila.
Di sana ada fitri yang sedang duduk membelakangi malik dan entah kenapa malik sangat penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh fitri di sana,diapun mendekat dan dia mendengar fitri mengobrol dengan seseorang.
"Tidak ada orang pun" gumam malik.
"Om lagi ngapai di situ" tanya fitri yang mengetahui ada malik si sana karena hantu yang mengobrol dengannya.
"En enggak saya cuman lewat" ucap malik gugup ko bisa tahu sih aku ada di sini gumam malik dalam hati.
"Ada seseorang memberitahu fitri om di sana" jawab fitri.
"Kamu..."
"Iya bisa di bilang aku ini indigo dan bisa baca apa yang om katakan dalam hati" jawab fitri.
"Ah sudah lah" ucap malik dan pergi meninggal fitri yang tertawa melihat raut wajah malik yang datar itu.
***
Malik"tor pokoknya cari yang lain."
Author "gak gue maunya dia titik gak ada koma yah"
Malik"sebleng emang author ini,awas aja kalau nanti kenapa kenapa sama gue"
Author "biarin aja dah nanti juga lo cinto sama dia"
Malik "bodo amat(pergi meninggal rumah author)."
Hai hai maaf yah gue jarang up,soalnya gue minggu minggu ini sibuk kerja apa lagi tiap harinya lembur mulu jadi gak sempet buat ngetik cerita, sekali lagi maaf yah jangan lupa like vote and komennya yah.
Ig:@zihan631
08:25
2020-12-19
__ADS_1