
*Terlihat luas sekali padang rumput yang di lihat seseorang yang berjalan lurus entah dia akan pergi kemana,dia menolek kanan kiri dia tidak melihat apa apa dan pada saat melihat lagi kedepan dia melihat pohon tinggi nah besar itu di depanny dan dia juga kesamping pohon itu terdapat sebuah kursi taman,dia pun pergi ke sana untuk beristirahat dan pada saat dia duduk di sana dia melihat sesuatu yang tidak dia bayangkan,di sana di pohon itu terdapat ayunan yang sedang di gunakan seorang anak kecil perempuan yang tersenyum lebar ke arahnya entah kenapa dia sangat ingin bertanya pada anak itu tapi dia tidak bisa mengeluarkan suaranya.
"Apa yang terjadi kenapa aku tidak bisa mengeluarkan suaraku" ucap orang itu dalam hati.
Dia terus melihat anak itu dan anak itu melihat lelaki yang duduk di sana itu berhenti memainkam ayunannya itu.
"Apa om ada pertanyaan?" tanya anak kecil itu.
"Ah iya'akhirnya bisa keluar juga suara ku'ini dimana" tanya lelaki itu.
"Apa om tidak tahu?di sini tempatku bermain setelah aku berpamitan bersama ibuku" ucap anak kecil itu.
"Maksudnya apa??om tidak mengerti" ucap lelaki itu.
"Om siapa?kenapa bisa ada di sini,om tidak boleh di sini" ucap anak kecil itu.
"Om nic yah nama om adalah nicholas, om tidak tahu ini di mana saat om bangun dari tidur om sudah ada di sini" ucap lelaki yang ternyata nic.
"Pipih ternyata ini kau,pih lebih baik kau tidak ikut dengan ku di sini" ucap anak kecil itu yang masih membuat nic tidak mengerti maksud nya,yang tadi memanggil om dan saat dia memberitahu nama nya dia langsung memanggilnya pipih.
"Aku masih tidak mengerti maksud mu apa?" tanya nic yang masih tidak mengerti maksud anak kecil perempuan itu.
"Pih,mimih membutuhkan mu untuk membesarkan abang abangku yang sekarang menunggu mu di sana,aku tahu kau ingin sekali tidak ingin menjauh dari mimih bukan,ini saatnya pipih untuk tidak membuat kesalahmu yang ke empat kalinya pih,dan untuk terakhir temani aku sebentar di sini untuk bermain yang terakhir kalinya" ucap anak kecil itu.
"Kau siapa?kenapa kau tahu semua tentang ku" tanya nic heran karena mengetahui semua kesalahan yang dibuatnya kepada san.
"Aku anakmu pih,anak bungsu mu ah bukan yang lebih tepatnya aku anak kelimamu,aku anakmu yang kembar tiga yang sangat kau tunggu kelahirannya" jelas anak kecil itu sambil tersenyum.
"Anak ku,kau anakku" ucap nic masih tidak percaya sambil memeluk anak kecil itu.
"Pih ayo main" ucap anak itu yang melepas pelukan nic dan pergi ke ayunan yang ada di pohon besar itu.
Mereka berdua bermain tertawa lepas hingga anak kecil perempuan itu berhenti dan berjalan ke arah pintu yang ada di kanan kursi taman yang dekat pohon itu.
"Kau mau kemana nak,di sini bersama pipih" ucap nic saat melihat anak kecil itu pergi.
"Sudah saatnya aku pulang pih,maaf pih kau tidak bisa ikut denganku kau harus membesarkan abang abangku yah,dan jangan pernah bertengkar lagi dengan mimih,dada pipih" ucap anak kecil itu sambil melambaikan tangan mungilnya di depan nic.
__ADS_1
"Hai kemana kau pergi,tunggu pipih,pipih ingin ikut dengan mu nak" teriak nic yang terus berlari mengejar anak kecil itu.
Pada saat anak kecil itu sampai di depan pintu itu dia menolek lagi"pipih jangan ikut denganku kau di sini saja"ucap anak kecil itu mendorong nic hingga jatuh.
"Hai tidak...ja..jangan!!!" teriak nic dan pada saat pintu tertutup dia pun terjatuh ke sebuah jurang yang sangat gelap yang membuatnya tidak bisa melihat apa apa*.
*
Ti............
"Tidak!tidak mungkin,tidak nic tidak mati,gak boleh gak boleh mati nic bangun,kau tidak mau melihat anakmu ini" teriak san sambil mengguncangkan tubuh nic yang sudan kau tidak bergerak lagi.
"Maafkan kami tidak bisa menyelamatkan pak nic bu" ucap salah satu dokter yang menangani nic.
"Tidak dok dia dia pasti bangun,nic bangun kau!!ayo bangun aku membutuhkan mu untuk mengurus anak kita" ucap san yang terus mengguncang tubuh nic.
"Alexsan ikhlaskan nic yah mungkin ini sudah takdirnya untuk dia" ucap mela yang menahan tangisanya agar san tidak terlalu terpuruk atas kepergian nic.
Semua keluarga yang di beritahu mela pagi itu langsung pergi melihat keadaan nic yang kritis dan pada saat mereka sampai di sana mereka diberitahu bahwa nic dinyatakan meninggal dunia,mamah nic pingsan begitu kabar itu terdengar olehnya hingga kakaknya juga terduduk di lantai mendengar itu dan papanya meneteskan airmatanya dan semua hingga davit dan vani yang baru sampai sydney itu langsung pulang lagi karena mendengar kabar yang sangat mengejutkan itu.
"Ikhlas san mungkin allah lebih sayang nic" ucap ambu.
"Tidak nic hanya tidur dia tidak mati,nci bangun nic!!" teriak san yang terus memeluk dan mengguncangkan tubuh nic.
Dan pada saat perawat akan mencabut semua alat bantu hidup di tubuh nic tiba tiba.
Ti...ti...ti...
"Dokter, cepat panggil dokter" ucap salah satu perawat saat melihat alat monitor pendeteksi jantunya merubah lagi.
Dokter datang dan memerikasa keadaan nic"syukurlah ini berkat doa ibu,pak nic hanya mati suri,kita tunggu pak...apa anda bisa liat saya"ucap dokter itu terus menyenter mata nic dengan senternya.
"Apa kau tahu saya" tanya dokter lagi pada nic,nic hanya mengangguk.
"Apa kau kenal dia"tanya dokter lagi,nic hanya menganggukan kepalanya bahwa dia mengenal san.
"Sejauh ini pak nic baik baik saja,dan dia tidak hilang ingatan" ucap dokter.
__ADS_1
"Makasih dok" ucap san.
"Ya allah makasih kau mengabulkam doa ku" ucap mamah mila yang melihat keadaan nic yang baik baik saja.
"Apa" ucap san tidak mendengar suara nic.
"A..aku..ha..haus" ucap nic pelan.
"Ah minum" ucap san mengambil air.
"K..kau ba..baik ba..baik sa..saja al..alexsan"ucap nic terbata bata.
"Iya aku baik baik saja ada apa hm" ucap san.
"A...anak ki...kita ma..mana?" tanya nic sambil melihat perut san yang sudah rata.
"Ah mereka di sana,maaf aku hanya bisa melahirkan dua bayi saja,bayi ketiga kita meninggalkan dunia" ucap san sedih mengingat bayi perempuan nya meninggal.
"A...aku i..ingin me...melihatnya" ucap nic,dan san pun mengendong bayi kembar itu di bantu mela untuk di lihatkam pada nic.
Nic melihat bayi itu hanya tersenyum lebar walau dalam hatinya dia merasa kasihan pada anaknya yang dia tinggal kan di tempat yang dia waktu dia tidak sadarkan diri.
Nak pipih berjanji akan menjaga dan membesarkan abang abangmu ini dan juga abang dan kakakmu sayang ucap nic dalam hati.
San melihat nic meneteskan air mata itu langsung mencari tisu untuk mengelapnya.
"Ada apa dengan mu nic" tanya san dan di jawab nic dengan gelengan kepala.
***
Hai hai hai....balik lagi sama gue author ini... Jangan lupa yah like vote and komennya yah....
Ig :@zihan631
22:55
2020-11-08
__ADS_1