wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 3


__ADS_3

Pagi hari san tidak melihat nicholas diruang tamu yang ada cuman supirnya saja yang sedang membereskan selimut dan bantal yang semalam mereka pake,


"Udah mang biar saya aja yang berekan nya"ucap san


"Gak usah mbak,biar saya saja,mbak duduk aja yah"tolak mang diman


"Oke kalau gitu saya pergi kebelakang dulu yah mang"ucap san dan dia pun pergi kebelakang rumahnya untuk melihat kebun sayur nya yang dirawat oleh keluarga nya dari dulu,


"Wah udah lama gue gak metik sayuran"ucap san bersemangat memetik sayur kangkung bayam wortel bawang dan yang lain nya ada disana yang masih segar,


"Wah!mbak mau buat apa ko banyak banget itu sayurnya,bukannya mbak dari belakang yah ko dapat sayur sih,mbak abis kepasar yah,atau pergi ketukan sayur yang lewat"tanya mang diman


"Enggak mang saya metik dibelakang,tenang saja saya gak bakal maling ko dikebun orang"ucap san sedikit menyengir


"Oh..metik,yah gak gitu juga atuh mbak"ucap mang diman dan Nicholas yang habis lari pagi itu ngos ngosan dan bercucuran keringat


"Mas abis lari yah,ko gak biasanya keringatan banyak kegitu"tanya mang diman


"Di-diluar ba banyak wa wartawan"ucap Nicholas ngos ngosan


"Tuh kata gue juga apa,lo itu membuat gue susah aja ah,gimana ini?"ucap san


"Tenang lo gak usah panik,gue udah telepon davit ko"ucap Nicholas


"Oh..ya udah kalau gitu mah,gue lanjut masak"ucap san


Pada saat san yang asik memotong dan membolak balik nasi goreng yang masih belum matang tiba tiba ponselnya berdering,


"Halo,assalamu'alaikum"


"...."


"Iya bu setelah selesai sarapan aku kesana bawa baju ganti ambu sama abah aja,gak ada lagi bu,mumpung masih dirumah"


"...."


"Iya entar aku mampir ke supermarket untuk membeli barang yang ambu sebutkan tadi,assalamu'alaikum bu..."


Dan san melanjutkan masaknya dan setelah selesai san pun memanggil Nicholas mang diman dan juga davit yang sudah mengusir wartawan diluar rumah tadi dengan membawa pengamanan yang bekerja dikantor Nicholas,


"Wah Kenya enak nih"ucap davit


"Nic cewek ini ternyata bisa masak yah"ucap davit yang tidak mengenali san yang berpenampilan berbeda dari biasanya yang tidak mengunakan kaca mata minusnya itu


"Ok silakan dimakan,gue ganti baju dulu"ucap san dan meninggalkan dapur


"Nic lo ko gak kasih tau gue sih,kalau lo punya cewek secantik dia,eh iya namanya siapa nic?"tanya davit


"Nama,tanya aja sendiri"ucap nicholad singkat


"Dih kebiasan lo kalau nanya gak pernah jawab,jadi penasaran aja,mang amang tau gak"ucap davit dan bertanya mang diman yang asik ngambil makanan yang berbentuk bulat yang dilapisi rumput laut nasi dan sayuran itu,


"Mbak san,masakan ini namanya apa yah ko enak yah"ucap mang diman menunjukan makanan bulat itu

__ADS_1


"Itu namanya kimbab,dan ini namanya sayur bayam mang"ucap davit sambil menunjuk sayur bayam


"Yah itu mah udah tau"ucap mang diman,sedangkan Nicholas makan dengan tenang dan merasakan masakan san sangatlah pas dilidahnya


San yang sudah berganti pakaian dan mengunakan lagi kacamata minus dan tak lupa dikepang tapi sekarang hanya satu,


"Apa kalian sudah makannya"tanya san dan davit menolek,betapa terkejutnya dia melihat si jenius cupu ada dihadapannya


"Heh ko lo ada di rumah mbak san sih pu,kemana mbak san nya"tanya davit


"Cish asal lo tau mbak san yang dimaksud mang diman itu gue"ucap san sedikit teriak


"Masa gak percaya gue"tanya davit lahi yang tidak percaya


"Terserah lah mau percaya tau gak,asal lo tau nama gue alexsan dan pangilan gue san"ucap san dan duduk disebelah mang diman untuk sarapan kimbab yang dia buat tadi,


Mereka makan dengan hening tapi tidak dengan davit yang penasaran kepada san yang tadi tidak menggunakan kacamata minus.


Setelah selesai meraka pun pergi kerumah sakit untuk memastikan keadaan abah yang masih kritis,yang akan dibawa ke Singapura hari ini juga semua kebutuhan sudah san siapkan,hanya san saja yang belum siap melihat abahnya yang menutup mata dengan lemah yang berjuang hidup karena ke egoisnya itu,


"San kamu mau ikut ambu apa disini saja"ucap ambu


"Enggak bu,aku gak mau abah liat aku yang seperti ini,kalau abah liat dia pasti nangis bu,jadi aku gak mau ikut"ucap san


Setelah san bicara seperti itu tiba-tiba tim dokter berlari ke ruangan yang ditempati abah dan itu membuat semua yang ada disana panik,ada apa sebenarnya yang terjadi didalam,selama kurang lebih setengah jam keluarlah dokter yang menangani abah dari dulu dan mendekati san dan ambu disana,tak lupa Nicholas yang tidak jauh dari samping san yang terus menenangkan san walau san sering mengabaikan yang dia buat disana,


"Keluarga pasien"ucap dokter


"Iya kita keluarga nya"ucap ambu disisa tangisan nya


"Iya saya sendiri"ucap san,san melihat Nicholas yang ada di sampingnya


"Anda boleh masuk,tapi ingat jangan membuat pasien tertekan"ucap san


"Baik dok"ucap mereka berdua,davit melihat sikap Nicholas yang begitu perhatian terhadap san membuat tanda tanya besar kepada Nicholas


Apa yang terjadi ini,seorang nic begitu lembut kepada perempuan yang sangat cupu dan juga cerobah ini telah melelehkan es batu dalam hatinya,wah luar biasa sicupu jenius kau hebat! Batin davit.


Mereka pun masuk kedalam dan san melihat abahnya yang terbujur lemah disana menahan air matanya agar tidak keluar dan tidak diketahui abahnya,Nicholas yang tau akan tingakah san yang menahan airmata itu dia pun meraih tangan san dan menggegamnya dengan erat dan meyakinkan san,


"Assalamu'alaikum bah"ucap san sedikit bergetar karena menahan air mata yang akan keluar


"Wa-wa'alaikumussalam,sa-sasa abah mau minta janji ke kamu yang dulu pernah menjanjikan apapun itu yang abah minta,jadi abah menangih janji kamu sekarang"ucap abah yang seperti berbisik


"Iya abah boleh minta apa aja asal abah sembuh"ucap san


"Abah minta kalau abah sudah tiada kamu tidak boleh nangis dan juga kamu harus bahagia,abah gak mau liat Putri abah satu satunya ini tidak menangis lagi seperti dulu yang selalu mengeluh akan kecerobohan yang kau buat dan abah juga minta kamu jangan pernah membenci orang yang menertawakan mu saat kau membuat kecerobohan itu sasa,abah juga pengen liat kamu bahagia dengan kehidupanmu sekarang"ucap abah


"Iya bah aku janji tidak akan menangis dan akan bahagia bah"ucap san dan abah menganggukan kepalanya setelah san menjanjikan untuk tidak nangis dan untuk bahagia 


"Dan kau nic,walau kau bukan siapa-siapa aku,tapi aku titipkan alexsan dan juga ambu kepada kau jika aku pulang ke rumah allah,dan jaga mereka dengan baik yah,aku boleh minta janji kepadamu kan,kalau boleh tolong jangan sakiti sasa dan jagalah dia"ucap abah dan Nicholas hanya bisa menganggukan kepala karena tidak tahu apa apa yang di janjikan abah karena dia baru mengenal san kemari tidak mudah baginya untuk menepati janji itu


"Sasa,titip salam buat ambu dan yang lain yah,abah mau pulang dan tidur nyenyak dirumah,abah pamit,assalamu'alaikum"ucap abah dengan senyum lebar disana dan monitor pendeteksi jantung pun mulai berbunyi

__ADS_1


Ti.........


"ABAH...!JANGAN TINGGAL AKU DENGAN AMBU DISINI ABAH!BANGUN ABAH BANGUN JANGAN TINGGALKAN AKU DAN AMBU!"teriak san yang begitu kencang dan membuat ambu dan yang lain diluar pun penasaran dengan apa yang terjadi disana dan tim dokter pun masuk kembali untuk memastikan keadaan abah,Nicholas membawa san keluar dari kamar ICU tempat abah berbaring disana


"Ambu abah ambu,abah gak mau bangun dari tidurnya,aku sudah teriak teriak tetep abah gak bangun,ambu bangunkan abah,bangunkan ambu"isak san dipelukan ambu


"Iya ambu bangunkan abah pake air yah,biar dia bangun"ucap ambu menahan tangisannya dihadapan san


"Maaf kami tidak bisa menyelamatkan pak wily"ucap dokter yang baru saja keluar


"TIDAK,TIDAK MUNGKIN SUAMI SAYA TIDAK MUNGKIN MATI,TIDAK"teriak ambu dan san mendengar ucapan dokter tersebut ambruk ke kursi sedangkan ambu setelah berteriak histeris dia pun tak sadarkan diri,


setelah selang beberapa jam dan setelah selesai memandikan,disolatkan mayat abah akan dibawa kepemakaman untuk dikebumikan,Nicholas terus  menenangkan san yang terus saja mengamuk disana sedangkan ambu terus saja pingsan,


"Alexsan apa kau mau seperti ini  terus,abah mau dimakamkan,kau mau ikut apa disini saja"ucap Nicholas yang memberanikan bicara dan mendekati san yang tangan bercucuran darah karena serpihan kaca yang san pukul


"Aku ikut"ucapnya datar sambil pergi mencari kerudung dan tidak mengetahui tangan yang sudah bercucuran darah yang menurut Nicholas pasti itu sakit dan dia memberanikan diri meraih tangan san dan menuntutun san ke sisi ranjang untuk membersihkan tangan san yang terkena kaca itu,


Setelah selesai membersihkan darah dan memberi salep untuk tangan san Nicholas membawa san keluar dan ambu melihat itu sedikit tersenyum karena anaknya itu kalau sudah sedih,ngambek,atau marah pasti akan dikamar tanpa makan tanpa bicara selama satu hari penuh dan pada saat keluar keadaan kamar Pasti berantakan,ambu bersyukur Nicholas bisa membuat seorang san yang pedendan dan penyembunyi kesedihan itu bisa luluh oleh Nicholas,


Ambu mendekat dan memeluk san setelah Nicholas menyerahkan san kepadanya dan Nicholas menuntutun mereka berdua masuk mobil dan pergi ke pemakaman untuk memakamkan abah.


***


Setelah selesai satu per satu warga berpamitan pulang dari pemakaman dan tersisa hanya Nicholas,ambu,davit,dan tak lupa vani juga ikut serta yang dihubungi davit akan kepergian ayah san sahabatnya itu,


"Bah aku janji tidak akan menagis lagi dan akan bahagia,aku akan mencoba untuk tidak ceroboh lagi dalam melakukan apapun itu,aku janji bah"ucap san di depan kuburan abahnya


Vani memberitahu san agar segera pulang karena hari mulai gelap"sanku ayo pulang,matahari sudah mulai menutup tuh"


San pun melihat vani dan tiba-tiba saja dia memeluk vani dengan erat,vani yang mendapatkan pelukan itu pun membalasnya dengan sayang karena dia juga merasakan apa yang dirasakan san,karena dia sudah merasa gimana ditinggal orang yang dia sayang,san pun berjalan dengan mata yang masih meneteskan airmata nya walau dia sudah berjanji di depan kuburan abahnya untuk tidak menangis,


Sedangkan Nicholas tidak bisa berbuat apa apa karena san menurut nya orang asing yang tiba-tiba saja dipeluk,memeluknya dan menaklukan rasa takut akan terhadap darah itu tapi masih saja dia tebayang bayang akan darah yang membuatnya trauma waktu dimasa lalu akan kecelakaan yang menimpah dirinya itu,


Setibanya dirumah mereka semua berkumpul dan Kevin ayah Nicholas yang baru tiba itu ikut kumpul dan mengaji di tengah rumah bersama orang orang yang ada disana,Nicholas yang melihat ayahnya datang diapun menyeret Kevin ke dapur untuk membicarakan kerja sama dengan perusahaan abah wily yang belum disetujui oleh san karena hanya dia yang belum di kasih tahu oleh wily dan Sarah setelah apanya terjadi hari ini membuat mereka harus bersabar menunggu,


"Pa ini bagaimana?kita gak mungkin minta persetujuan dari alexsan"ucap Nicholas


"Kita harus minta persetujuan dia,karena kalau kita minta kerja sama dengan perusahaan itu,kita tidak akan mendapatkan untung besar maka kita harus bisa membeli perusahaan itu dengan cara apapun itu"ucap Kevin dan tak mereka ketahui san mendengarkan apa yang mereka bicarakan barusan dan dia pun merasa bahwa Nicholas memanfaatkan sinpatinya agar dia menyetujui rencana mereka itu,


Tidak akan pernah gue menyetujui penjualan belian perusahaan yang selama ini abah bangun,walau akan bangkerut itu batin san dan pergi dari sana,


"Untuk apa coba mendapatkan perusahaan yang hampir bangkrut dipertahankan"tanya Nicholas


"Papa akan buat perusahaan itu jadi pabrik kita disinih dan kita bisa gampang mencari karyawan yang bodah untuk kita kasih gaji minimal dari biasanya kita kasih gaji karyawan kita dijakarta nic"jelas Kevin


"Maaf kalau itu urusannya aku gak ikutan"ucap Nicholas dan pergi dari sana.


***


**zihan631


05.30

__ADS_1


2020-02-14


__ADS_2