wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 33


__ADS_3

"Anak anak ayo kita pergi ke kebun binatang mimi pengen banget naik kuda" teriak san yang baru saja masuk setelah mengantar samuel pulang di depan pintu rumahnya itu.


"Ayo aku ikut!!sekalian kita liat temen abang disana" ucap helen senang yang langsung pergi ke atas mengambil tasnya.


"Ko abang sih, bukannya itu temen abang gak ada di kebun binatang yah..."teriak sarip yang tidak terima dengan ucapan helen.


"Ada ko monyet kan temen abang iya gak a denis"ucap helen yang sudah ada lagi di bawa dengan tas selempangnya yang meminta pebelaan kepada denis yang dari tadi memperhatikan mereka berdua yang asik debat dari mainan hingga temen di kebun binatang.


"Ya udah sana gih siap siap kita pergi kesana oke" ucap san,"kamu juga ikut ya denis biar mereka berdua ada wasitnya jika bertengkar seperti apapun itu"ucap san dan dia pun pergi kekamarnya untuk siap siap pergi.


"Dani pengen ikut mah..." ucap dani yang meminta izin pada namanya vani.


"Boleh ikut tapi jangan nakal oke" ucap vani.


"Yeh...vivi ikut gak mah" tanya dani seneng.


"Ikut dong iya gak ni" ucap vani.


"Iya dong harus ikut kitakan mau liat binatang disana" ucap ambunya juga ikut serta.


"Yuk udah pada siap" tanya san.


"Udah!!!" ucap anak anaknya.


"Yuk kita pergi,pak malik ayo kita pergi" ucap san dan mereka pun pergi meninggalkan halaman rumah ke kebun binatang yang tidak terlalu jauh dari rumahnya itu.


Sesampainya di sana mereka langsung mengantri membeli tiket masuk"mimih lihat itu..."teriak sarip melihat sekelompok anak tk yang sedang berbari dengan rapi yang mengunakan serangan yang sama.


"Ah...lucunya" ucap san yang mendekati anak tk yang berbari di pintu masuk kebun binatang.


Vani yang ikut lihat mengerutkam keningnya saat melihat guru yang memandu baris mereka,


"Sifa apa kabar..." ucap vani yang membuat san bingung.


"Van siapa" tanya san.


"Ya allah sasa sama temen sendiri ko lupa sih" ucap vani.


"Kan temen aku cuman kamu" ucap san.


"Tau ah...sifa kamu udah lama di jakarta"tanya vani.


"Baru dua bulan van,ini juga ikut suami kesini yang pidah dinas" jelas sifa.


"Oh...gitu ya" ucap vani.


"Van dia emang siapa?ko kamu nyebut dia temen kita" tanya sifa.


"Dia alexsan sif masa kamu lupa sih,sama aja ke tuh orang" ucap vani sambil nunjuk san yang membayar tiket setelah perdebatan dia dengan vani tentang sifa.

__ADS_1


"Ah...alexsan si kepang dua itu" ucap sifa yang baru ingat masa smanya dulu.


"Iya...yang sering aku kintili dia kemana mana kamu tau kan aku sering di sindir atau apapun itu sama teman kelas karena bareng terus sama dia,kamu juga pernah kan dulu" ucap vani mengingatkan sifa.


"Ah...iya sebelumnya maaf atas kesalahanku di masa lalu,tapi ko bisa yah dia jadi gak aku kenal" ucap sifa meminta maaf dengan perbuatanyan di masa lalu yanv pernah dia buat karena iri dengan san yang sering menangkan perlomba apapun itu yang dia ikuti.


"Tidak papa yang penting sekarang tidak bukan,oh iya kalian sudah dapet tiket masuk" tanya vani.


"Udah kami tinggal masuk,kalau gitu ketemu di dalam aja ok sekalian kita cerita masalalu kita dulu" ucap vani.


"Van ayo masuk" ucap san yang datang memberitahu vani yang akan masuk.


"Iya ayo,dah sif" ucap vani dan melambaikan tanganya.


"Van dia itu sifa yang pernah buly kamu kan" tanya san yang sudah masuk ke kebun binatang.


"Iya tapi sekarang dia gak gitu ko bener" ucap vani menyakinkan san karena pembulian vani dulu saat dia lulus sekolah,dan itu membuat san tidak ingin lagi bertemu teman teman smanya,itu kenapa san tidak mau ikut reunian waktu itu karena dia tidak mau terjadi lagi kejadian itu.


"Oh...ya sudah lah,ayo van pokoknya kamu harus berani peluk monyet yah,ini perintah debaybaybay" ucap san sambil ngelus perutnya yang terlihat buncit itu.


"Gak kamu tahu aku gak suka monyet apa lagi ini peluk,kamu kan kesini niatnya pengen naik kuda" tolak vani.


"Gak ada pokoknya kamu harus mau cuman peluk doang apa susahnya sih,ya itu juga harus jadi sebelum naik kuda kamu peluk monyet dulu" ucap san.


"Tapikan kamu ta..." ucap vani terpotong.


"Ada apa sih?" tanya ambu yang menyudahi memberi makan jerapah.


"Itu mbu masa aku harus peluk monyet sih,kam tau aku itu takut sama monyet" jelas vani.


"Iya udah turuti aja daripada anak sasa ileran gimana hayo" ucap ambu.


"Nah bener kata ambu van kamu harus mau meluk monyet kalau gak debaybaybay aku ileran gimana gak yah" ucap san dengan senang nya,ambu membela dia daripada vani.


Vani yang mendengar ucapan ambu pun kini hanya bisa pasrah dan mengikuti san ke kandang monyet untuk vani peluk.


"Mih kita mau liat monyet" ucap helen yang digandeng sarip.


"Yuk bareng mimi juga mau liat sekalian kita liat tante vani meluk monyet yah" ucap san.


"Bener tante" ucap sarip tak percaya ucapan mimih nya karena dia tahu bahwa vani takut sama monyet karena waktu itu dikejar monyet sarip yang lepas dikandangnya.


"Hm..."gumam vani yang masih cemberut karena permintaan san yang aneh.


"Emang kenapa bang" tanya helen.


"Tau gak tante vani itu takut monyet karena dia pernah dikejar monyet aku kak yang sering kita aja main" jelas sarip sambil berjalan mengikuti san dan vani dari belakang.


"Masa sih kenya seru kalau kita jailin"seringai helen.

__ADS_1


"Ah...ide bagus"ucap sarip.


"Ayo"ajak helen.


Sesampainya di kandang monyet san pun meminta izin kepada pawang monyetnya untuk mengeluarkan salaj satu monyetnya yanh jinak untuk vani peluk.


Setelah pawang itu mengeluarkan monyet yang hampir sama dengan milik sarip itu membuat vani mundur teratur.


"Eh...mau kemana tante ayo sana monyetnya nunggu tuh" ucap helen di belakang vani yang membuat vani kaget.


"Ish...kamu ini ngagetin aja sih,iya ini juga mau kesana" ucap vani yang maju kedepan dengan ragu.


"Ya udah sana" ucap helen dan vani pun mendekati pawang dan monyet nya yang siap vani peluk.


"Nah gitu kan aku seneng liatnya,senyum dong van aku mau poto nih" ucap san yang tersenyum melihat sahabatnya ketakutan memeluk monyet itu.


"Ih...kurang senyum nya" ucap san.


"Iya nih tante masa mesem gitu sih" ucap sarip.


"Mah senyum!!!" teriak dani.


"Iya iya nih,igi..." ucap vani dan tersenyum paksa.


"Nah kan bagus cocok banget deh yang kangen sama lakinya" celetuk san yang selesai mengambil poto vani dengan monyet.


"Huh...gak anak gak emak sama aja nyeselin,ini lagi anak sendiri malah sama nyeselin nya mirip siapa sih"gumam vani yang masih terdengar ambu yang ada di samping nya setelah sesi poto barusan dengan monyet.


*


Seharian asik main dengan binatang mereka akhirnya pulang juga dan pada saat di perjalan san melihat seseorang wanita hamil duduk di pinggir jalan.


"Berhenti!!" teriak san dan malik pun langsung menginjak rem mendadak.


"Ih...sasa ada apa sih nih anak aku jadi nagiskan" kesal vani yang baru saja menidurkan viviyan yang dari pulang di kebun binatang itu sangat rewel.


"Liat tuh ada ibu hamil yang kesakitan" ucap san yang langsung keluar dari mobil dan melihat ibu hamil itu dan saat mau bertanya ternyata dia melihat darah di kaki ibu hamil itu san pun memanggil malik untuk membawa masuk kedalam mobil dan membawa nya ke rumah sakit terdekat.


***


Hai apa kabar?ketemu lagi dengan author sebleng yang upnya gak nentu bikin orang pusing aja,maafkan aku yang sering up di waktu yang tidak tepat๐Ÿ™๐Ÿ™author sebleng sayang kalian ko jangan lupa๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


Jangan lupa like vote and komennya yah....๐Ÿ˜…๐Ÿ’•๐Ÿ’•


IG :@zihan631


19:41


2020-08-19

__ADS_1


__ADS_2