wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 26


__ADS_3

Meraka pun makan dengan nikmat,tak lupa bi titin juga di ajak oleh sarip untuk makan siang bersama.


"Mih,sarip pengen es krim yang tadi di beli mih" ucap sarip setelah makan.


"Kau ini baru juga selesai makan sarip" ucap nic tiba tiba masuk ke dalam dapur.


"Biarin orang kata mimi boleh kalau sudah makan" ucap sarip yang langsung mengambil es krim itu.


"Ish...anak ini yah" ucap nic.


"Kau ini dasar yah,udah sarip sekarang kau main lagi sana bareng bi titin sana" ucap san dan dia juga pergi ke kamarnya untuk mandi,"kenapa? Sana aku mau mandi!"ucap san ketus dan pergi masuk ke dalam kamar mandi.


"Ish...gak anak gak emaknya sama aja kal..." ucap nic terhenti saat san menyumpelnya dengan handuk kecil.


"Berisik,sana temenin sarip main sana" ucap san dan masuk lagi kedalam.


Nic yang kaget dengan penampilan san yang hanya mengunakan cd dan bra saja itu yang di bawah langsung bangun.


"Oh...tidak san kau..." ucap nic dan pun ikut masuk ke dalam mandi dan...


Mungkin itulah itu yang terjadi di dalam.


*


"Mih ko lama sih mandinya?" tanya sarip.


"Itu di kamar mandinya banyak serangga jadi mimi mengusirnya dulu" jelas san yang menatap nic dengan penuh dendam karena dia harus melakukan itu di kamar mandi, Dan yang di lihatinya hanya nyengir seperti kuda.


"Oh...gitu yah,mih sarip pengen ikut bi titin kerumahnya boleh gak" tanya sarip.


"Boleh jangan nakal ok" ucap san yang mengeluarkan uang,"nih bi buat jajan sarip dan ini buat bibi"lanjut san.


"Ya ampun bu ini apaan?" tanya bi titin.


"Itu gaji untuk bulan ini yah bi" ucap san.


"Ah...makasih bu,padahal gajihannya masih dua minggu lagi" ucap bi titin.


"Gak papa bi,kalau mela ngasih lagi juga terima aja yah,dan jangan kasih tau dia kalau saya ngunjungi rumah yah" jelas san.


"Baik bu,saya pamit pulang" ucap bi titin.


"Dah mimih pipih,sarip main dulu di rumah bi titin yah" pamit sarip.


"Hati hati yah sayang jangan nakal" ucap nic.


"Ish!!lepas!,apa apa sih sana ah,aku mau selesai tugas" ucap san yang mendorong nic yang memeluk san dari belakang.


Sedangkan sarip yang di ajak bi titin itu kini di tatap warga sana,mungkin ini kali pertama sarip di bawa ke bandung oleh san.


"Bi rumah bibi jauh yah?" tanya sarip.


"Enggak ko,itu rumah bibi" tunjuk bi titin ke rumah berwanrna biru tua.


"Oh...kirain jauh,ternyata dekat yah" ucap saril,"bi nanti di rumah bibi sarip numpang ke wc yah,sarip pengen pipis"ucapnya.


"Ok,hah akhirnya sampai juga,kalau gitu ayo bibi anter ke wcnya" ucap bi titin.


"Bu itu teh siapa?" tanya denis.


"Itu anak majikan ibu,yang tadi ambil kunci rumah" jelas bi titin.


"Oh...kirain masih lajang bu" ucap denis ragu.


"Kamu ini yang bening aja langsung ke cantol,oh...iya kamu yakin gak kamu mau sekolah lagi" ucap bi titin.


"Iya yakin,emang kenapa bu?"tanya denis.


" kalau gitu mah,kamu ikut yah sama majikan ibu ke jakarta,nah entar di sana kamu di sekolahin sama majikan ibu,mau gak"jelas bi titin kepada denis.


"Denis mau bu,tapi...denis gak mau ninggalin ibu sendiri disini" ucap denis sedih.


"Gak papa ibu sendiri yang penting anak ibu jadi orang sukses kaya,majikan ibu itu" ucap bi titin.


"Bi udah,bi dia siapa?" tanya sarip yang terus menatap denis.


"Di a denis,anak bi titin" ucap bi titin.


"Oh...jadi ini a denis itu,a perkenalkan aku sarip" ucap sarip yang mengulurkan tangan nya.


"Denis" ucap denis menerima uluran tangan sarip.

__ADS_1


"A denis kita main yuk,mumpung sarip di bandung,kalau gak di bandung gak bisa main bareng sarip lagi" ucap sarip dengan antusias nya.


"Ayo ikut aa ke lapangan bola yah,kita liat pertandingan bola disana"ajak denis.


"Eh tunggu dulu,ini bawa dan ini jangan sampe lecet den ini anak orang"ucap bi titin,yang memberikan minum dibotol,uang yanh dikasih san,dan juga kotak obat.


"Bi titin jaat masa anak orang,aku kan anak mimih sasa sama pipih niho" ucap sarip.


"Iya maaf nak bibi lupa" ucap bi titin berpura pura.


"Ya udah,ayo a kita pergi" ucap sarip.


**


"A denis sarip pengen nonton paling depan" ucap sarip girang.


"Ok siap,eh di sana yuk" ucap denis.


"Eh den *mnh bawa saha?"ucap teman denis.*(eh den kamu bawa siapa?)


"Oh ini sarip anak majikan ibuku" ucap denis.


"Halo a aku sarip" ucap sarip memperkenalkan dirinya.


"Hai...sarip kamu orang mana ko muka mu bule sih" ucap teman denis disebelah temannya yang nanya tadi.


"Aku tinggal di jakarta,kata mimi sih aku emang udah bule dari kecil" ucap sarip dengan sombongnya.


"Ilih ini anak sombong juga yah" ucap teman denis yang bertanya sarip tadi.


"Biari yang penting ganteng" ucap sarip lagi dan tersenyum lebar.


Sedangkan denis dan teman temannya itu tertawa ngakak karena ke pedean sarip itu.


"Denis kamu teh bawa apa sih itu"tanya temannya.


"Ini keperluan sarip semua,ibu yang gasih kalau tidak lecet dikit bisa abis aku" ucap denis.


"Ah ternyata emak lo lebih sayang anak majikan yah nis" ucap nya lagi.


"Enggak ko dia emang seperti itu ko,iya gak" ucap deni kepada sarip.


"Iya bi titin gak gitu ko,tadi pas sarip mau ke rumah a denis aja di bilang kalau a denis ini baik,suka bantu bibi,jangan ngomong gitu lagi sama a denis!"jelas sarip sedikit berteriak.


"A denis sarip pengen jajan" ucap sarip yang melihat sosis bakar.


"Ya udah yuk,pengen apa?" tanya denis.


"Pengen itu" ucap sarip menunjuk sosis bakar itu.


"Yuk jangan lari sarip" teriak denis mengejar sarip yang sudah mendahuluinya ke tukang sosis bakar itu.


Bruk..!


"Aw...sakit" ringis sarip yang menatap lututnya berdarah.


"Tuh kan kata a denis juga apa jangan lari jadi jatuh kan" ucap denis yang langsung membuka kotak obat yang dia bawa tadi.


"Sarip kamu kenapa nak?" ucap san yang melihat dan denis sedang mengobati luka sarip.


"Itu mih aku jatuh tadi, gak liat jalan,a denis juga udah bilang jangan lari tapi sarip tetep lari jadi jatuh"cerita sarip.


"Ih...kitain kenapa,udah den biar teteh aja yang obatinya" ucap san.


"Udah mau selesai ini teh,udah biar denis aja teh" ucap denis yang masih fokus pada luka sarip.


San yang melihat itu tersenyum tenyata anak bi titin ini sangat tahu tentang obat obatan.


"Alex kamu ini malah ninggalin aku,yang kerepotan ngadepin ibu ibu cabe sih" kesel nic yang di tinggal bersama ibu ibu yang minta poto sama dirinya sast dia dan san sedang jalan jalan sore dan berakhir di lapangan bola yang emang dengan mengadakam pertandingan bola disana.


"Eh anak pipih kenapa?" ucap nic yang melihat anaknya sedang di obati oleh denis.


"Aku jatuh pih,masa itu batu gak bilang kalau dia ada disana sih" ucap sarip yang sedikit kesal karena jatuh tadi.


"Ko batu yang disalahi sih"tanya denis.


"Ya iyalah orang batu itu gak bilang kalau dia ada disana" ucap sarip.


San dan nic mendengar itu tertawa, "kau ini ada ada aja,eh kamu siapa?" ucap nic dan melihat denis.


"Aku denis pak aku anak bi titin" ucap denis.

__ADS_1


"Oh..." ucap nic dan dia ikut duduk di rerumputan bareng san yang sedang melihat pertandingan bola.


"Alex,aku liat anak bi titin sangat ahli obat obatan aku liat" ucap nic.


"Iya aku juga liat,mungkin kalau dia mau ikut kita ke jakarta akan aku tes dan berhasil maka aku masukan sekolah kesehatan aja" jelas san.


"Mih pih aku beli ini" ucap sarip yang menujukan sosis bakar gula gula dan tak lupa jajanan lainnya.


"Ya allah sarip banyak banget ini, bakal habis tidak" ucap nic.


"Ih...pipih sarip kan jajan banyak juga buat a denis buat pipih buat mimih dan dede bayi ko bukan buat sarip sendiri" jelas sarip sedikit cemberut karena omelan nic.


"Oh...ini itu buat mimih sama dede bayi,wih kenya enak nih" ucap san mengambil beberapa jajanan itu.


Nic yang melihat itu hanya bengong melihat san memakan itu,padahal tadi sebelum berangkat jalan jalan dia makan dulu dan sekarang makan lagi.


"Ampun dah itu perut apa karung sih" gumam nic.


"Apa kamu bilang" ucap san.


"Enggak,aku cuman bilang kamu apa lagi,biar aku sama denis yang beli" ucap nic.


"Itu pih aku pengen sosis bakar lagi,mih mimih pengen apa?" tanya sarip kepada san mengacungkan sosis bakar tinggal setengah itu.


"Sama in aja deh kaya sarip,tapi agak banyak yah" ucap san yang terus memakan jajanan yang di beli sarip tadi.


"Ok,ayo den anter saya beli sosis bakar" ajak nic,denis hanya mrngangguk dan pergi mengikuti nic.


San dan sarip menikmati jajanan dengan tenang sedangkan nic dan denis pergi mencari tukang sosis bakar.


"A itu sosis bakar nya"tunjuk denis,dan mereka pun pergi ke sana.


" mang sosis bakar nya"ucap denis.


"Berapa de?" tanya tukang sosis.


"Tinggal berapa bungkus lagi mang?" tanya nic.


"Oh ini tinggal dua bungkus sosis lagi pak" ucap tukang sosis yang menunjukan dua bungkus sosis yang masih utuh.


"Beli semua mang" ucap nic tanpa nanya lagi.


"A bener di beli semua?" tanya denis.


"Iya biarin dari pada entar kau beli lagi kesini mening beli semua" ucap nic.


"Nanti gak habis gimana?" tanya denis.


"Yah terpaksa saya makan semua" ucap nic.


"Oh...gitu,tenang a entar denis bantu ngabisin deh kalau gak abis" ucap denis.


"Nah gitu kan jadi ada temennya" ucap nic.


Lima menit menunggu akhirnya sosis bakar selesai juga.


"Yuk udah" ucap nic.


Sesampainya di tempat,"kamu ini lama banget sih udah laper tau"ucap san yang langsung mengambil sosis bakar itu.


Sedangkan mereka berdua yang baru datang bengong melihat makanan yang tadi di beli segitu banyak nya habis tak tersisa.


"Sarip kamu makan itu semua" tanya nic yang melihat plastik bekas makanya.


"Enggak pih sarip cuman makan gula gula sama sosis aja,sisanya mimih dan dede bayi yang makan" jelas sarip sambil mengambil bagian sosis yang dia pesan tadi.


"Astaga bener bener ini mah,anak siapa sih,ko makannya banyak banget sih" gumam nic yang masih terdengar denis.


Denis yang mendengar gumaman itu hanya tersenyum dengan kelakuan mereka,dia baru kali ini melihat keluarga sekonyol mereka,yang satu anaknya suka sekali jatuh jika dia berlari,yang satu lagi ibunya suka sekali makan akan pengaruh bayi di dalam perutnya,sedangkan yang satu lagi tidak berhenti menepuk jidatnya karena kelakuan anak dan emaknya ekstrim itu.


***


Teman teman semua maaf yah author jarang up,sekalinya up cuman satu bab aja,maaf...πŸ™πŸ™,author di dunia nyata masih banyak kerjaan yang harus segera selesaikan jadi jarang up deh,sekali lagi maafπŸ™πŸ™


Jadi untuk kedepannya author akan up seminggu sekali yah,maaf buat kalian menunggu, bonusnya author bakal buat babnya yang lebih panjang dari sebelum nya yah,khusus buat kalianπŸ™πŸ™


Salam buat kalian semua dari AuthorπŸ’•πŸ’•πŸ˜‰


Jangan lupa tinggalin tanda like vote and komennya yahπŸ˜…πŸ™πŸ™


IG : @zihan631

__ADS_1


12:09


2020-07-03


__ADS_2