
Setelah membersihkan dan mengobati luka itu vani menyuruh malik untuk pergi membeli makanan karena san tidak makan siang tadi dan saat bangun dia akan menyuruhnya makan.
"Ah...gue dimana?" tanya san vani yang mendengar san mengaduh dia pun bangun dari sofa dan mendekati san, "apa yang sakit biar gue panggil dokter" ucap vani.
"Van gue kenapa,dan ini tangan gue kenapa" tanya san"lo lupa dengan kejadian tadi"tanya balik vani"lupa apa yang terjadi pada gue"ucap san yang terus mengingat kejadian tadi.
Vani yang melihat itu langsung berbicara bahwa dia terkena pecahan kaca yang ada pada meja kerjanya. "Van bukannya besok kita pergi reunian" tanya san"iya lo jadi ikut kan"ucap vani"jadi tapi gue belum siap dengan penampilan gue yang sekarang"ucap san"tidak papa lo bisa ko,masa belum siap sih kan tadi dibutik ketemu bu mila dan kan niken"ucap vani.
"Iya sih udah ah,gue mau cari makan dulu perutku lapar banget" ucap san,dan pada saat dia akan beranjak di ranjang malik membawa makanan yang dipesan vani tadi"gak usah gue udah beliin ko ini,malik yang beli"ucal vani yang menyodorkan makanan itu."makasih vavaku"ucap san dan mencium pipi vani.
Mela yang melihat itu juga merasa senang akhirnya atasanya itu bisa melupakan apa yang terjadi barusan dan juga bisa tersenyum lagi dengan tulus.
*
Di tempat lain nic yang tiba tiba disuruh pulang oleh kakak dan mamanya itu kini dia sudah berada di ruang tamu ditatap tajam oleh dua orang yang dia sayang,nic yang di tatap tajam seperti itu merasa heran gak biasanya sang mama dan kakaknya menatapnya setajam itu.
"Nic apa yang kamu lakukan sepuluh tahun lalu kepada perempuan ini" ucap kakak nic yanv menyodorkan poto san yang masih cupu. Nic yang melihat poto itu tidak bisa berkata apa apa karena emang dia penyebak san pergi dan meninggalkan dan berubah.
"It...itu maaf mah kak nic selama ini telah berbohong pada kalian dia adalah wanita yang pernah nic hina dan di campakan oleh nic karena..." ucap nic terpotong.
"Apa karena tekanan papa pada kamu hm...aku tau kamu sangat benci karena papa telah bunuh seseorang yang kamu cinta tapi itu tidak akan pernah buat kamu bahagia membenci dan menghina wanita lain diluar sana apa lagi kau telah berbuat kasar padanya,kau tidak mengingat kakak dan mama yang sama perempuan kaya mereka yang sering kamu hina atau kau acukan nic hah!!" ucap kakak nic.
__ADS_1
"Kau lelaki brengsek,tidak punya akal sehat,kau keji nic,kakak tidak mau yah mendengar kau menghina tau mencampakan mereka lagi,sudah banyak korban yang telah kau lakukan nic,apa lagi kau membuat orang itu berubah sikap karena kau" ucap kakaknya lagi yang langsung pergi setelah menceramahi adiknya itu.
"Mama mau kau minta maaf kepada semua wanita yang pernah kau campakan dan dihina oleh mu nic dan mama mau kau juga cepat dapatkan istri agar kau berubah dari sifat mu ini" ucap mama nic dan pergi. Nic yang mendengar ucapan itu merasa bertambah bersalah karena telah menuruti egonya yang ingin balas dendam akan perbuatan papanya kepada kekasihnya dulu.
*
Setelah kejadi tadi dan membuat dia hilang ingatan itu,san hanya mengigat bahwa dia datang untuk mendatangani berkas yang belum sempat dia baca dan dicek olehnya.
"San sekarang mening kita pulang yah" ucap vani yang ngebujuk san agar dia pulang karena ini sudah malam dan dia dari tadi dia ngamuk sampai dia lupa dengan amukan itu kini malah melanjutkan kegiatanya itu hingga malam hari dan itu membuat semua orang menunggunya davit yang terus bujuk vani pulang sedang vani mela dan malik terus saja membujuk san pulang tapi dia hiraukan.
San yang melihat semua orang membujuknya itu kini merasa kasihan apa lagi vani yang lagi hamil pasti sangat bosan disini dan pasti butuh udara segar yang di hirup olehnya"ok gue pulang,tapi vani saat sampai rumah lo langsung besihkan diri terus tidur yah,davit bantu vani berdiri,mela kamu juga jangan lupa minum obat kamu,malik kamu juga setelah ini jangan begadang langsung tidur,dan menyetirlah dengan baik malik"ucap san panjang lebar.
Ambu yang melihat tingkah san seperti itu pasti ada sesuatu yang menimpahnya,"vava san kenapa ko mukanya lecet pasti ngamuk lagi yah"ucap ambu"iya bu san ngamuk lagi tapi dia langsung pingsan dan pada saat bangun tidak ingat kejadian amukan dia"jelas vani,"oh...ya udah biarkan saja"ucap ambu langsung pergi setelah penjelasan vani.
Di dalam kamar san hanya melamun akan perbuatanya tadi,yah dia tidak lupa hanya saja dia berpura pura lupa agar tidak mengkhawatirkan mereka,dia merasa kesal dengan melihatnya di cafe saat bernyanyi tadi dan itu membutnya merasa kenangan yang dulu pernah dia suka terhadapnya muncul dan juga penghinaan itu tiba tiba muncul begitu saja dengan akhirnya dia harus meninggalkan vani yang masih ada di cafe itu.
"Maaf van gue ngerepoti lo yang kesikian kalinya" gumak san yang melihat vani yang dituntun masuk kedalam kamarnya,setelah melihat vani masuk san pun masuk kedalam kamar dan menangis sekencang mungkin disana melampiaskan apa yang dia lakukan tadi siang.
**
Besok pagi nya pada saat san turun dari lantai atas dan pergi ke ruang makan dia melihat jin-sook tengan duduk disana dan ngobrol dengan vani.
__ADS_1
"Van jam makan siang lo ke kampus yah,kita ke salon" ucap san sambil mengambil roti dan pergi"ambu aku pergi ke kampus!"teriak san yang melihat ambunya yang sedang sibuk di dapur.
"Eh sasa makan dulu nak,ini jin-sook juga nunggu kamu!" balas ambu yang sama teriak juga,kalau ada abahnya pasti mereka berdua dimarahi tapi kali ini san merasa sedih karena abahnya lebih dulu dipanggil sang pencipta.
"Gak ah...entar saja san pamit" ucapnya"maaf yah nak jin-sook anak saya buat kamu kaya gini"ucap ambu kepada jin-sook vani juga heran kenapa san begitu menghindari jin-sook padahal kan dia ada niat untuk mengantar dia."gak papa bu"ucap jin-sook.
San yang sudah sampai dan saat ini dia bersiap untuk mengajar kelas pertama nya di kampusnya itu karena kemaren kemaren dia masih sibuk dengan suatu hal dan baru kali ini dia bisa mengajar di pakultas kedokteran.
"Pagi anak anak" ucap san yang datang dengan penampilan seperti kemaren tapi beda dengan warna pakaian saja dan membuat mahasiswa disana kaget dengan penampilan san.
"pagi miss"ucap semua mahasiswa."ok karena kemaren saya tidak hadir dan belum memperkenalkan diri saya secara langsung pada kalian maka perkenalkan nama saya zahra alexsan wiliam,saya akan mengantikan pak sali yang pensiun diusianya"ucap san.
San telah memperkenalkan diri dan dia menguruh para mahasiswa untuk membuat absen dan memberikan kepadanya,setelahnya san memberikan tugas pada mereka dan pergi dari kelas.
***
@zihan631
02:50
2020-03-30
__ADS_1