wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 35


__ADS_3

Paginya san pun langsung menghubungi mela untuk mencari identitas windi yang lengkap sebelum mela pulang ke indonesia.


Setelah itu diapun pergi mengantar anak anaknya ke sekolah dan diteruskan pergi ke rumah sakit tempat windi di rawat.


"Zara pagi" ucap jin-sook yang juga baru saja masu ke dalam parkiran.


"Pagi"jawab san dan pergi meninggalkan jin-sook.


" tunggu!!bareng yah"ucap jin-sook mengejar san.


"Terserah" ucap san terus berjalan menuju lift.


Di dalam lift san hanya diam tak bersuara dan pada saat menunggu pintu lift perbuka ponsel san berdering.


"Iya halo" ucap san yang mengangkat panggil video call dari sang suami.


"Sudah sarapan" tanya nic.


"Sudah,bukannya kau sudah di dalam pesawat" tanya san.


"Tidak,davit salah beli tiket harusnya sekarang eh pas liat jam penerbangan entar pas jam makan siang di sini" ucap nic.


"Ya udah gak papa jangan sedih gitu dong nanti juga pulang sih" ucap san.


"Eh kamu lagi dimana ko asing sih tempatnya" tanya nic.


"Lagi di rumah sakit" ucap san


"Lagi ngapai,jadwal periksa kandungankan minggu depan" tanya nic lagi.


"Jenguk teman yang habis lahiran"jawab san melirik jin-sook yang kaget mendengar bahwa yang dikatakan orang dalam ponsel itu sama yang di ucapkan san kemaren bahwa di sudah memiliki anak.


"Teman bukannya dirimu tidak memiliki teman?" tanya nic lagi.


"Ish...kau banyak tanya banget sih,udah sana sholat subuh" ucap san dan keluar dari dalam lift.


"Kau ini ya sudah kalau gitu...bruk"san terjatuh menabrak seseorang dan pada saat orang itu berdiri.


"Dokter zahra ngapai disini" tanya seorang pria.


"Ah dokter rizal aku sedang menjenguk temanku yang lahiran" ucap san mencari ponselnya dan di temukan oleh jin-sook tepat kakinya keluar dari dalam lift.


"Mencari sesuatu" tanya dokter rizal.


"Ponselku" ucap san yang terus mencari di setiap sudut ruangan dia menjatuhkannya.


"Ini ponselmu" ucap jin-sook memberikan ponselnya.


"Terima kasih" ucap san


"Aduh pasti nic marah nih,mematikan secara sepihak seperti ini" ucap san yang berpura pura sedih di hadapan jin-sook karena dia tahu bahwa san sedang video call bersama suaminya itu.


"Biar ku ganti" ucap dokter rizal.

__ADS_1


"Tidak perlu dok,biar malik mengambil ponsel cadanganku di dalam mobil,boleh pinjam ponselnya untuk menghubungi supirku itu" ucap san meminta izin kedapa dokter rizal untuk meminjam ponselnya.


"Oh silakan" ucap dokter rizal memberikan ponselnya jin-sook yang dari tadi di sana hanya diam,dia kira san akan meminjamnya kepada dirinya ternyata dia salah san tidak meminjam ponsel kepada dirinya.


Saat san menunggu malik jin-sook datang lagi dan memberikan sebotol air minum.


"Tidak perlu" ucap san,dokter rizal yang ikut menunggu malik di koridor rumah sakit.


"Dokter zahra kenapa kamu ada di rumah sakit sepagi ini" ucap dokter rizal.


"Menjenguk teman" ucap san.


"Oh...gimana masih terasa mual" tanya dokter rizal.


"Sudah tidak dok tapi yang membuatku heran kenapa ngidamku itu tidak lazim di lakukan" jelas san.


"Oh...begitu yah" ucap dokter rizal.


"Iya dok,eh iya dokter lagi ngapai disini" ucap san.


"Saya lagi mengecek peralatan medis yang baru saja saya beli" ucap dokter rizal.


"Maksud dokter" ucap san tidak mengerti.


"Kalau boleh jujur sih ini rumah sakit saya yang baru di bangun kurang lebih setahun yang lalu" jujur dokter rizal.


"Oh...ternyata ini rumah sakit dokter pantes tidak asing dengan nama rumah sakitnya" ucap san yang baru ngeh dengan nama rumah sakit ini.


"Di sini" ucap san.


"Ms ini ponsel yang anda minta" ucap malik memberikan ponsel yang masih di segel dalam boxnya.


"Tunggu dulu" ucap san yang mengeluarkan ponsel yang rusahnya kepada malik"bawa ini,tolong perbaiki yah"lanjut san,dan san pun berpamitan kepada dokter rizal untuk pamit menemui windi.


"Assalamualaikum" ucap san.


"Waalaikumsalam,eh kak zahra" ucap windi yang lagi menyusui anaknya.


"Wah...lagi menyusui yah,eh iya namanya siapa?"tanya san.


"Kendrick s" ucap windi.


"Nama yang bagus,s di belakang pasti marga samuel bukan" tanya san lagi dan di angguki windi.


"Pas banget samuel kemaren kerumah dan saat itu aku memintanya untuk kembali lagi ke rumah,tadi malam dia mengabari bahwa dia akan menemuiku,maka dari itu aku akan mepertemukan dirimu dengan nya,apa kau mau?" ucap san.


"Apa boleh,aku sangat takut padanya karena dia aku jadi trauma terhadap pria" ucap windi.


"Tengan aku di samping mu" ucap san.


Beberapa saat sudah berlalu san dan windi menunggu samuel tiba ke rawat windi sambil berbincang masalah kehamilan yang windi alami kepada san.


Tok...tok...!!

__ADS_1


"Masuk" ucap mereka berdua.


Saat samuel masuk dia di kagetkan dengan perempuan yang selama ini dia cari keberadaanya.


"Kau" ucap samuel yang tiba tiba memeluk windi dan berucap 'maafkan aku'.


"Kau mengenalnya" tanya san.


"Yes" ucap samuel.


"Sejak..." tanya san lagi karena windi tidak bisa berkata lagi karena kaget dengan pelukan samuel yang tiba tiba.


"Sejak kejadian itu" ucap samuel yang mengunakan bahasa indonesia.


"Kenapa kau pergi meninggalkan nya di saat kau telah mengambil hal yang berharga baginya hah!!" ucap san sedikit kencang.


"Maafkan aku windi,aku menyesal telah membiarkan mu hidup menderita karena ku" ucap samuel dengan penuh penyesalan,windi yang melihat itu merasa iba terhadap samuel diapun membangunkan samuel dari bawah.


"Kak zahra terima kasih telah membuatku kuat menghadapi semua masalah yang ada di depanku dengan beraninya,dan kau entah apa yang harus ku panggil pada mu tapi karena kau mengakui ku maka aku akan memaafkan mu demi anakku"jelas windi.


"Terima kasih windi setalah keluar di rumah sakit aku akan secepatnya menikan dengan ku" ucap samuel,sambil beranjak memeluk windi yang dari tadi duduk di samping san.


"Samuel jangan penah kau sia siakan lagi seorang perempuan sebaik windi,jika kau lakukan itu mungkin yang kuasa akan membuatmu menyesal atau membuatkan mu karma yang setimpal dari yang telah di derita windi" ucap san kepada samuel,"dan satu lagi jika kau menyakitinya makan sahamku yang tujuh puluh persen itu akan kutari dan membuatmu tidak akan mendapatkan kerja sama dengan perusahan manapun ingat itu"ucap san lagi sedikit mengancam.


"Aku tidak akan pernah menyia nyiakan dia lagi,aku sudah mendapatkan karma yang sangat besar" ucap samuel.


"Ok kalau gitu,sebelum kau menikahi windi maka kau harus melakukan apa yang kita lakukan,jika kau bersedia berpindah keyakinan demi menikahi windi" ucap san.


San kenal betul samuel sangat tidak percaya adanya tuhan,dia juga sangat anti yang namanya ibadah sedangkan semua keluarga dia sangat taat terhadap ibadah dalam keyakinannya.


"Aku sudah memutuskan untuk tinggal di sini dan membesarkan anakku ini di tempat kelahiran ibunya,oh yah nama anakku siapa?" ucap samuel.


"Dia anak bukan anakmu" ucap windi.


"Iya dia anak kita,siapa nama anak kita yang tampan ini" ucap samuel yang mengambil bayi mungil itu untuk dia gendong.


"Kendrick sl...slavic" ucap windi ragu dengan nama belakang anaknya.


"Kau menambahkan marga keluargaku pada anak kita ini" tanya samuel.


"Ya iyalah orang dia anak mu" ucap san kesal dengan pertanyaan samuel yang tidak masuk akal itu dan membuat windi tertawa pelan.


***


Hai ketemu lagi sama author ini.


Jangan lupa like vote and komennya yah💕😊😊


IG :@zihan631


21:38


2020-08-26

__ADS_1


__ADS_2