wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 28


__ADS_3

Keesokam harinya keluarga kecil itu bangun lebih pagi dari sebelumnya untuk melakukan joging bersama mengelilingi kompleks.


Sudah satu jam lebih san dan nic berjoging tapi tidak satu pun ingin berhenti untuk beristirahat hingga sarip yang mengikuti mereka mengeluh cape di depan rumah yang mempersiapkan acara pernikahan.


"Mih...pih...cape udah istirahat dulu" teriak sarip yang langsung duduk di jalan.


"Kamu ini katanya ingin sehat baru juga jam tujuh sayang" ucap nic.


"Udah cape pih...udah ah larinya" ucap sarip.


"Ya udah jangan berhenti di situ dong kan malu diliatin" ucap san,yang langsung membantu sarip bangun dan pada saat dia akan mengendong sarip nic langsung merebutnya.


"Jangan mengendong sarip kamu lagi hamil" ucap nic.


Dan pada saat mereka akan melangkah pergi seseorang di dalam rumah itu keluar dan memanggil san.


"Miss z ayo masuk" ucapnya,San yang di panggil dengan sebutan itu menolek.


"Fitri kenapa kau panggil aku seperti itu" heran san saat melihat orang yang memanggil nya ternyata fitri teman sebangkunya dulu.


"Karena aku sangat mengagumi mu sekaligus menghormatimu sebagai pemilik perusahaan"ucap fitri dengan antusias.


" mengagumiku?menghormatiku?perusahaan? Maksud?"tanya san heran dengan apa yang di ucapkan fitri.


"Iya aku terinspirasi oleh kerja kerasmu selama empat tahun kau bisa mengembangkan perusahaan yang tadinya kecil hingga mendunia,luarbiasa itu sangat keren dengan membaca semua majalah bisnis yang aku baca selalu terselip nama mu disana dengan berbagai jenis bahasa negara hingga kerja sama dengan perusahaan ternama,dan aku juga sangat menghormatimu karena kau bos ku di perusahaan mu yang ada di bandung" jelas fitri.


"Ah...ternyata seperti, tapi aku tidak pernah lakukan itu kalau bukan yang maha kuasa membantu ku untuk terus berjuang dan mendapatkannya,apa ini rumahmu" ucap san.


"Iya ini rumahku dan sebentar lagi acara pernikahan kakakku akan dimulai dia juga sangat ingin bertemu dengan mu" ucap fitri.


"Wah selamet yah pada kakakmu,masa sih" ucap san.


"Mih...ayo pulang sarip haus tau" rengek sarip yang membuat san menegok ke arah di mana nic berdiri menunggu nya.


"Ya allah mimih lupa anakku ini haus yah,kalau sebentar mimih pamit dulu sana teteh fitri" ucap san.


"Eh kalau gitu masuk aja yuk sekalian nyobain masakan di sini" ucap fitri.


"Tid.." ucap san terpotong saat liat sarip yang langsung lari masuk ke dalam mencari air.


"Aduh niho kenapa dituruni sih,malu maluin aja" ucap san pelan kepada nic.


"Ya gimana gak turun orang dia sendiri loncat dari gendonganku sayang" ucap nic.


"Ish...jangan so imut deh" ucap san yang mengikuti fitri dari belakang.


"Mah! mah!" teriak fitri yang sudah masuk kedalam rumah yang meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu.


"Aku punya kejutan buat kalian dan juga kakak ini pasti hari bahagia kakak yang gak akan pernah lupa deh" ucap fitri yang membuat mereka semua penasaran.


"Apaan sih" ucap kakaknya yang baru selesai make up pengantinnya.


"Ayo ke depan" ajak fitri dan mereka semua kedepan rumah.


"Fitri!!!makasih" ucap kakaknya tiba tiba saat melihat san di depannya yang langsung memeluknya.


"Ih...kak lepas" ucap fitri.


"Fitri makasih sudah mengizikan kami mampir di rumah mu aku pamit pulang yah" ucap san mulai tidak enak dengan perasaannya.


"Iya sama sama tapi miss z kakak ingin berpoto dengan mu boleh,sekaligus minta tanda tanganmu" ucap fitri dan membuat sang kakak tambah girang mendengar adiknya bicara seperi itu karena dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun karena tidak menyangka dia akan ketemu dengan idolanya,eh bukan idola tapi inspirasinya dan motivasinya.

__ADS_1


"Boleh" ucap san dengan senyum ramahnya.


Seluruh keluarga ikut berpoto karena mereka semua juga tahu kalau selama ini ke dua gadisnya itu sangat suka sekali dengan san.


"Boleh aku bertanya mereka siapa yah" tanya kakak fitri ragu menunjuk nic dan sarip.


"Ah...mereka,ini anak saya yang pertama dan ini suami saya" ucap san.


"Bukannya miss z belum menikah" tanyanya lagi.


"Tidak saya menikah tidak mempublikasikan ke layar tv jadi semua orang tidak tahu saya sudah menikah"jelas san.


"Ah iya mungkin kalian semua yang ada di sini mengetahui pernikahan saya selama ini saya tutup" ucap san lagi.


"Jadi kami semua yang pertama mengetahu hal ini" ucap fitri.


"Iya mungkin seperti itu,kurang lebih sembilan tahun kami menikah,mungkin bulan depan kami malakukan resepsi kalian boleh dateng dan ini kartu nama saya" ucap san dan menyodorkam selembar kartu.


"Benarkah terima kasih" ucap kakak fitri.


"Iya udah saya pamit pulang,jadi ganggu acara kalian,dan buat kakak fitri selamat yah atas pernikahan nya semoga samawa yah" ucap san yang langsung mengulurkan tangan dan cipika cipiki dengan kakaknya fitri.


Setelah san pulang seluruh keluarga heboh dengan apa yang mereka temui tadi hingga lupa jam acara akad nikah nya.


"Pokoknya kita buat poto ini di pajang diruang tamu ini segede mungkin dan juga jangan ada yang mencuci ketiga gelas itu biar kita pajang juga di lemari" ucap sang papa kepada keluarga nya,yang emang dia juga sama sepeti dua gadisnya yang sangat suka kepada kebijaksanaan dan kerja keras san selama mereka tau,semua keluarga bersorak bahagia dengan keputusan sang ketua rumah tangga.


*


Di perjalanan pulang san dan nic merasa senang dengan ke antusias mereka semua.


"Baru kali ini melihat seseorang begitu bahagia melihatku" ucap san tiba tiba.


"Maksudmu apa" tanya nic heran.


"Kenapa seperti itu?"tanya nic.


" kau masih ingat sepuluh tahun kebelakang apa yang terjadi pada diriku dengan mu"ucap san.


Nic yang berpikir tentang apa yang di ucapkan san barusan pun baru menyadari bahwa dulu dia juga pernah melukai hati san dan itu sampe dia tidak pulang selama itu dari orang yang dia sayang hingga dia rela berjuang sendiri di negeri orang.


"Maaf aku pernah buat mu terluka olehku alex maaf aku telah mengingkari janji abah waktu itu" ucap nic di depan san.


Sarip yang tidak mengerti pembicaran orangtua nya itu hanya dia saja.


"Niho tau gak selama sepuluh tahun aku pergi dari sini bukan hanya karena mu,tapi aku ingin membuktikan jika aku bisa tanpa orang meremehkan ku karena kegeniusan yang aku miliki yang membuat semua orang memanfaatkan ku,apa lagi semua orang tidak pernah mau mengakui jika aku telah melakukan apa yang aku kerjakan karena kecerobohanku" jelas san dan pergi masuk ke dalam rumah.


Nic yang mendengar pejelasan san itu termenung dengan apa yang dibicarakan san.


"Jadi selama ini kau sangat ingin memiliki banyak teman tanpa ada memanfaatkan dan menghina mu dengan kegeniusan dan juga cerobohmu" gumam nic yang langsung masuk dan pergi ke kamar mandi.


"Niho mandikan sarip" teriak san di dapur yang melihat sarip kotor.


"Kamu habis ngapai nak?" tanya nic heran.


"Aku jatuh pih hiks...di kebun terus masuk got"tangis sarip.


"Ih kamu ada ada aja"ucap nic yang langsung membawa sarip ke kamar mandi.


"Dah sekarang tunggu di sini sama pipih mimih lagi masak sarapan buat kita" ucap nic.


"Ok pih" ucap sarip yang jari tangannya membentuk huruf o.

__ADS_1


Setengah jam berlalu akhirnya san menyelesaikan masakannya dan mereka sarapan yang agak kesiangan karena joging terlalu,dengan nikmatnya yang pagi menjelang siang ini sarapan dengan roti bakar dengan toping keju mozarela diatasnya dan jus bayam untuk sarip yang dicampur dengan susu,sedangkan nic di kasih secangkir kopi hitam saja oleh san.


"Kau sarapan dengan apa yang" ucap nic.


"Sama ini" ucap san yang mengeluarkan sarapannya yang tadi masih di dapur.


"Wah mih pengen" ucap sarip saat melihat nasi goreng dengan berbagai toping.


"Gak kamu sarapan sama roti saja,kalau kamu ambil ini nanti dede bayi makan apa?" ucap san dengan muka sedih.


"Yah...gak papa deh buat dede bayi aja" ucap sarip.


Drt...dr...


"Halo"


"....."


"Apa?,iya aku akan segera pulang"


"...."


"Ok kalau gitu mah,iya waalaikumsalam" ucap san mengakhiri sambungan telponmya.


"Siapa?" tanya nic.


"Kepo nih pipih,emang siapa mih?" ucap sarip dan ikut nanya siapa yang telpon.


"Ih katanya kepo ko sendirinya nanya" ledek nic.


"Biarin" ucap sarip.


"Itu mela ngasih tau kalau vani melahirkan,dan ada sesuatu yang harus segera di selesaikan oleh ku nanti dirumah" jelas san.


"Oh..." ucap mereka berdua dan melanjutkan sarapannya.


"Dih ko'oh'doang sih" ucap san.


"Ya terus harus jawab apa atuh mih" ucap sarip.


"Gak ada" ucap san yang langsung pergi ke dapur untuk mencuci piring bekas makannya dan setelahnya di masuk ke kamar dan membereskan barangnya.


Saat mereka akam pergi pulang bi titin dan denis datang dan lebih kaget lagi denis membawa dua koper besar entah apa itu isinya.


"A denis jadi ikut dengan sarip" tanya saril girang.


"Iya sarip,hm...th alexsan denis izin ikut ke jakarta yah,kat..." ucap denis terpotong.


"Ok malik masukin ke bagasi kita pulang sekarang,bi jaga diri baik baik di sini yah bi" ucap san dan masuk ke dalam mobil.


***


*Huah...maaf yah up nya bikin kalian nunggu lama,soalnya urusan di dunia nyatanya belum kelar juga apa lagi aku nulisnya cuman bisa saat waktu luang saja,sekali lagi maaf yah...πŸ™πŸ™πŸ™


Insa allah kalau urusanku selesai bakal up seperti biasa yah,seminggu dua kali atau gak seminggu tiga kaliπŸ™βœŒβœŒ


Jangan lupa yah vote like and komennya yahπŸ™πŸ’•πŸ’•*


IG : @zihan631


20:13

__ADS_1


2020-07-16


__ADS_2