wanita kaya itu, istriku

wanita kaya itu, istriku
bab 29


__ADS_3

Sesampainya mereka di jakarta langsung di sambut oleh para pelayan sekaligus mela yang emang sangat menantikan san untuk mengurus sesuatu yang harus di lapor padanya.


"Miss ada yang harus di selesai kan saat ini juga" ucap mela.


"Tar dulu,kau makan dulu dari tadi kau di mobil cuman gemil san" ucap nic.


"Apanya yang ngemil" gumam sarip,"orang itu makan"gumam sarip lagi yang langsung membawa denis ke kamarnya.


"Iya aku makan dulu,mela aku makan dulu" ucap san yang langsung menuruti perintah nic.


"Nah gitu,ayo ke dapur" ajak nic.


*


Setelah makan san pun langsung pergi keruang kerjanya dengan membawa buah buahan yang sudah di potong sebanyak dua piring penuh.


"Ayo mel" ajak san kepada mela yang emang sudah nunggu di lantai dua.


"Miss ternyata helen sangat ingin keluar dari rumah kakeknya karena mamah angkat nya sering datang kesana dan membuat helen bertekad ingin kabur di rumahnya saat saya memeriksa keadaanya" jelas mela.


"Ko bisa serumit ini yah,emang kakeknya gak tau apa?" tanya san.


"Dia emang tau,tapi masalah adalah suaminya mengancamnya" ucap mela.


"Mengancam?,ok kalau gitu kau hubungi kakek helen sekarang juga dan tolong cepat urus dokumen pengadopsiannya agar cepat membawa helen kesini" ucap san.


"Dan satu lagi jangan libatkan orang lain,kau saja yang melakukam ini,satu lagi kau butuh sesuatu pergilah dengan malik jangan siapa pun tau tentang ini selain aku dan keluargaku ok" ucap san lagi dan diangguki mela.


"Baik" ucap mela.

__ADS_1


"Sudah tidak ada lagi?"tanya san.


" miss...perusahaan yang ada paris mengalami penurunan yang sangat derastis,apa lagi dua pegawai di sana korupsi begitu banyak dan membuat perusahaan hampir bangkrut jika davit tidak secepatnya dia bertindak"jelas mela.


"Apa?ko bisa sih,bukannya di sana tidak mengalami hal itu lagi,kenapa bisa terjadi lagi?" tanya san yang begitu kaget dengan yang di jelaskan mela karena perusahaan yang ada di paris lebih unggul dari perusahaan lain yang dia kelolah selama ini.


"Saya juga kurang pasti yang pasti selengkapnya devit lah yang tau,mungkin dia akan berangkat besok setelah vani pulang dari rumah sakit" jelas mela yang melihat ipadnya yang mengatur ulang jadwal kerja davit saat ini.


"Ok kalau gitu lebih baik kau panggil davit sekarang ke sini juga" putus san yang terus mengunyah buah itu saat mendengar kan penjelasan mela.


"Baik" ucap mela yang langsung menghubungi davit.


Sambil menunggu davit san keluar dari ruangan dan mengambil beberapa cemilan untuk di makan lagi,ambu yang baru saja pulang di rumah sakit yang melihat san bawa begitu banyak cemilan itu pun langsung...


"Alexsan wibel...kau mau bunuh anakmu" teriak ambu.


"Ya kamu itu teh bahaya baik kesehatan anak mu sasa walau itu cemilan sehat juga,eh kamu kapan pulang" ucap ambu yang mengambil semua cemilan itu dan sekaligus baru nyadar kalau san udah pulang.


"Ih...udah satu jam yang la...astaga ambu aku baru ingat" ucap san yang langsung berlari menaiki tangga.


"Ya allah sasa hati hati nak,aduh cucu ku mudah mudah kau masih ada di dalam perut mimih mu"teriak ambu yang mengundang semua orang keluar dari berbagai tempat.


Nic yang melihat itu juga kaget dan ikut lari mengejar san dan menambah ke hebohan di dalam rumah itu.


"Sayang kau ini apa apa sih,kalau jatuh gimana?" cemas nic.


"Ih...gak bakal,niho denis sudah kau kasih kamar kan terus...sayang a denis nya mana?" ucap san yang melihat sarip keluar dari kamanya dan dia langsung bertanya.


"Ada ko lagi bantui sarip ngegambar di dalam,kenapa emang mih" tanya sarip.

__ADS_1


"Denis siapa sasa?" tanya ambu yang juga ikut naik untuk memastikan setelah membaritahu koki untuk siap siap buat makan malam.


"A denis itu aa aku ni,anaknya bibi titin yah kan mih" ucap sarip.


"Iya mbu,denis anak bi titin yang akan sekolah di sini,jadi sekalian aja tinggal di sini nemenin sarip sama dani main gitu mbu" jelas san.


"Yeh kamu mah,gak papa lah biar rame di sini daripada sepi kan garing jadinya" ucap ambu dengan santuynya yang membuat pelayan yang sedang membersihkan lantai dua itu melotos kaget karena ambu bilang rumah ini sepi padahalkan rumah ini itu begitu banyak orang,


Dari bagian saja dapur yang memasak mungkin sekitar sepuluh orang apalagi yang membereskan dalam rumah saja kurang lebih tiga puluh orang,


Belum lagi yang di luar rumah seperti tukang kebun satpam supir dan juga bodyguard mungkin kurang lebih enam puluh orang apakah itu yang dinamakan sepi,wah ini keluarga bener bikin orang membuka mulutnya selebar mungkin dengan kelakuan aneh semua majikannya itu.


"Ih...nini di sini itu banyak orang masa di sebut sepi sih gak liat apa itu orang tuh itu tu tuh" ucap sarip sambil semua orang pelayan yang berkeliaran di sekitar rumah.


"Yah...beda sayangku,mereka gak bisa di aja main atau ngobrol dong kan mereka kerja" ucal ambu.


"Ya sama aja atuh..." ucap sarip yang langsung mengeluarkan logat sundanya yang sering mendengar san atau siapapun yang ada di rumah ini yang orang sunda.


***


Halo temen temen,kakak kakak semua hari ini aku lagi gak ada kerjaan jadi up deh,semoga besok juga up lagi yah.


Dan jangan lupa vote like and komennya yah🙏💕


IG :@zihan631


13:53


2020-07-23

__ADS_1


__ADS_2