
"Mih kenapa kita ada di sini,kenapa pipih gak di ajak" tanya helen.
"Gak mimih pengen liburan bareng kalian aja tanpa pipih" ucap san.
"Oh...ya sudah,hm...mih helen rasa mimi saat ini berbeda deh,muka mimih ko agak pucet yah..." ucap helen melihat keadaan san saat ini,mungkin kebanyakan nangis dan juga dia kurang makan karena memikirkan masalah yang sedang dia hadapi saat ini.
"Ah...ini mungkin karena mimih gak pake lipstik jadi pucet" ucap san.
"Oh...gitu yah" ucap helen.
"Ya sudah sekarang kita makan yah ini udah waktunya makan malam bukan" ucap san mengajak anaknya untuk makan malam.
Saat makan malam san terus saja melamun membuat si Kembar merasa heran kepada miminya itu yang terus melamun dari mereka datang hingga saat ini mereka makan malam bersama.
"Mih...apa makanan yang di hadapan mimih tidak enak?" tanya sarip yang masih tidak di dengar san.
"Mih...bang sarip bilang makanan yang di makan mimih tidak enak" ucap helen sambil memegang tangan san untuk menyadarkan san dari lamunannya.
"Oh...enak ko cuman mimi merasa ada yang aneh aja pada diri mimi kenapa hari ini rasanya pengen banget makan puding yang di buat nini" ucap san bohong.
"Ya udah kalau gitu gimana kalau kita pulang aja yuk mih,aku kangen pipih" ucap helen.
"Gak sayang mimih tetep pengen liburan bareng kalian tanpa pipih jadi jangan pulang ok,gak papa deh nanti biar bu mela yang membawakan puding buatan nini ke sini yah" jelas san melarang anaknya untuk tidak pulang dulu sebelum dia bener bener yakin dengan apa yang dia putuskan.
"Ya sudah lah kalau itu mau mimih" ucap sarip yang melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan san pun menceritakan sebuah dongen kepada dua anaknya untuk tidur setelah tidur san mengecek berkas yang mela tadi pada saat mengantarkan anak anaknya.
"Mela emang teliti melakukan segala hal yang aku inginkan" gumam san saat membaca surat cerai palsu yang telah di buat mela.
Esok harinya di jakarta nic terus menanyakan keberadaan san kepada mela yang selalu menjawab di butuh waktu untuk menemui mu itu membuat nic tambah kesal menunggu san.
"Bu mela kasih tahu aku san di mana aku sunggu ingin memjelaskan kesalah pahaman yang telah dia liat di kantor" rengek nic.
"Mr ini masih pagi tapi kau,ck baik lah sebentar" ucap mela yang langsung menghubungi san.
__ADS_1
"Halo mrs apa anda sudah bisa bicara dengan mr nic" tanya mela to the poins.
"Baiklah berikan ponselmu" ucap san.
"Sasaku kau dimana sekarang,kenapa kau tidak mau mengangkat telpon dariku" tanya nic beruntun.
"Sudah,kalau gitu nanti siang aku pulang jelaskan semua yang aku liat di kantormu" ucap san yang langsung mematikan sambungan nya.
Nic mendengar itu langsung senang dan memberikan ponsel mela kepada pemiliknya dan pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya,mela melihat tingkah nic seperti itu hanya mengelengkan kepalanya,dia tahu betul san saat ini membuat rencana yang membuat nic bisa tanda tangan surat cerai palsu yang telah dia buat sendiri,entah apa yang di dipikirkan san mela tidak tahu tapi dia tahu betul kalau majikan yang satu ini jika sudah merusak kepercayaan san.
Nic yang tadinya loyo kini dia pergi ke kantor dengan senyum di wajahnya membuat karyawan merasa aneh terhadap bosnya itu.
Sedangkan san yang kini dalam perjalanan pulang di terus merasa kesal dengan apa yang dia lihat di kantor nic,walau dia sudah tahu kebenaran yang terjadi di sana.
"Mih sudah nyampe,ayo turun" ucap sarip membuyarkan lamunan san.
"Oh..iya" ucap sedikit kaget.
Saat mereka masuk semua pelayan sudah berjejer rapih di belakang pintu masuk untuk menyambut kepulangan san yang emang tidak memberi kabar ke pada semua orang di rumahnya khawatir kepadanya.
"Iya makasih kalau gitu silakan lanjutkan pekerjaan kalian" ucap san yang langsung pergi menuju lift.
"Mih aku kebelakang dulu yah..." ucap sarip.
"Aku ikut bang" ucap helen mengikuti sarip ke belakang rumahnya,sedangkan san hanya menganggukan kepalanya.
Sesampainya di lantai atas san pun masuk ke ruang kerjanya untuk melihat perkembangan projek yang dia investasikan ke perusahan asing yang sekian kalinya dan kali ini dia melakukan kerja sama ini tidak memberi tahu siapa pun termasuk mela yang merukan asisten pribadinya sendiri.
Tok tok...
"Masuk" ucap san yang masih pokus membaca dokumen dalam laptopnya.
"Sasa kau kemana saja hah" ucap ambu.
"Aku?ada ko" ucap san tanpa memalingkan wajahnya dari laptop.
__ADS_1
Buk..
"Ini anak di tanya malah jawab gitu,iya ambu tau kamu,tapi mana kamu pergi" ucap ambu setelah memukul bahu san.
"Ish...ambu sakit tau,nanti cucunya marah tau rasa" ucap san sambil mengusap bahunya yang di pukul ambunya.
"Oh...maaf maaf..ambu lupa" ucap ambu sambil mengelus perut buncit san.
"Mbu...boleh gak aku pergi,sebentar ko cuman lima tahun,inu kebaikan aku dan debaybaybay" ucap san.
"Apa lima tahun kamu ini kenapa sih selalu saja menghindari masalah,kenapa san??" ucap ambu yang emang sudah tahu kalau dia pergi pasti ada masalah dengan seseorang.
"Aku mohon mbu...ini terakhir kalinya aku pergi untuk memberi pelajaran sama seseorang,ya...walau pun masih bisa di maafkan kali ini mah tapi aku masih berpikir untuk perginya ko bu" jelas san.
"Apa karena suamimu selingkuh?" tanya ambu lagi.
"Iya...begitu lah mbu...tapi masalah itu ada yang merencanakannya agar aku dan suamiku cerai jadi aku ikuti permainan dia" ucap san.
"Jadi maksud kamu,kamu akan buktikan ke perebut suamimu bahwa kamu bisa pergi darinya gitu" ucap ambu.
"Aduh ambu bukan...gini aja deh ambu sekarang jadi penonton saja yah tapi izin kan aku pergi dengan sarip helen yah,dan jangan memberi tahu siapa pun aku akan pergi oke..." jelas san.
"Terserah kamu deh ambu pusing sama pemikiran otak kamu sasa,tapi ingat jangan lupa hubungi ambu oke" ucap ambu mengusap lembut kepala san.
Ok rencana ini tidak boleh gagal sebelum seseorang tahu aku harus segera menyiapkan segala hal yang di butuhkan disana gumam san dalam hatinya.
***
Hai hai hai kembali lagi sama gue si author sebleng ini...gimana kabar kalian??
Jangan lupa like vote and komennya yah...
Ig :@zihan631
07:00
__ADS_1
2020-10-05