
Plak!!
"Aw...kau jahat,masa calon suamimu mau kau pukul?" ucap nic sambil mengusap jidatnya yang dipukul oleh san karena kesal"kau membohongi aku,mati saja sana"ucap san menendang nic yang akan berdiri itu kedalam kolam lagi.
"Ah...calon istriku ini ternyata lebih galak yang aku kira" gumaknya yang langsung keluar dari dalam kolam dan mengikuti san masuk kedalam rumah.
*
"Nak nic jangan pulang biarkan keluarmu yang datang langsung kesini" ucap ambu"ko gitu sih mbu"ucap san"ya kasian atuh masa dia harus bulak balik kesini mana jauh lagi"jelas ambu yang kasihan pada calam mantunya itu.
"Ck kasian apanya" ucap san ketus"lo ini harusnya lo bahagia akh..aw"ucapan vani terhenti karena san menginjak kaki vani"awas lo"ucap san yang menatap tajam sambil berisyarat'ku bunuh lo'itu membuat vani diam.
"Mi...tadi sarip liat pipi tiduran dikolam,ko gak aja sarip sih" ucap saril sambil memonyongkan bibirnya seperti bebek"haha...tadi mimi liat pipi terpeleset terus masuk ke dalam kolam,mimi cuman bantuin pipi bangun aja ko"ucap san.
"Oh...kirain sarip pipi main air kaya sarip" ucap sarip"hahaha bener sekali mimi sama pipi kamu itu tadi itu emang main air"ucap ambu."ko gak aja sario sih"ucap sarip sedih"maaf kan tadi sarip main sama dani"ucap nic"eh iya bener pipi"ucap sarip yang langsung duduk di pangkuan nic dan meminta disuapin olehnya.
San yang melihat itu hanya senyum keset melihat nic seperti itu,
sedangkan nic yang melihat san seperti itu hanya teriak dalam hati yang kegirangan akhirnya dia bisa dekat lagi dengan san yang sulit sekali dia dapatkan dan dia cari saat san menghilang sepuluh tahun yang lalu ditambah dua bulan lalu membuatnya frustasi harus mengunakan cara apa untuk mendapatkan san,
nic bersyukur karena ****** supernya itu telah membuahkan hasil di dalam rahim san dan membuatnya lebih mudah mendapatkan dia.
"Apa liat liat!" ucap san sinis melihat nic yang terus menatapnya.
"Eh...kamu ini sama suami ko gitu si" ucap ambu"ih...ambu dia itu masih calon suami"ucap san yang langsung pergi setelah selesai makan.
Sarip yang juga selesai mengikuti san dari belakang, "mimi apa bener kalau di perut mimi ada bayinya" tanya sarip yang ikut duduk di ruang santai di lantai dua bersama san.
"Iya sayang,di sini ada dede bayi" ucap san sambil menunjukkan perut ratanya"tapi ko gak keliatan sih"tanya sarip"tunggu sebentar lagi yah,nanti juga perut mimi seperti ini nih"ucap san yang menyodorkan ponselnya yang disana ada seorang ibu hamil.
"Wih...entar perut mimi seperti ini,seperti mamanya dani"tanya sarip" iya sayang"ucap san sambil mengusap kepala sarip dengan sayang,walau satu hari san bersama sarip sudah membuat tidak mau dia pergi darinya apa lagi di ambil keluarganya.
"Mih,tadi pas di sekolah ada mulid baru perempuan,terus ibu guru bilang kita mirip" ucap sarip bercerita kepada san.
"Kamu tau namanya?" tanya san"tau,nama dia aneh mih,masa helm di jadiin nama"jelas sarip yang merasa aneh dengan nama itu.
__ADS_1
"Helm?,ko helm sih" tanya san"enggak tau mih,kalau mimi pengen lihat besok mimi ke sekolah yah,soalnya di sekola ngadai acara orangtua dan anak mih,sekalian deh pipi ikut yah...yah..."ucap sarip.
"Ko dadak sih sayang kan besok mimi harus kerumah sakit ada jadwal,gimana dong" ucap san"yah...."ucap sarip lesu dengan jawaban san,emang iya besok dia ada jadwal operasi dengan dokter jantung bimbingannya.
"Jangan sedih,kan ada pipih disini,biarkan mimi pergi yah" ucap nic yang masuk tanpa permisi"ish..."san berdesik dan pergi ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi dia melihat dirinya dalam cermin yang kini tubuhnya bertambah gendut,apa lagi perutnya yang terlihat buncit.
"Hah...baik baik yah diperut mimih...semoga aja pipih kamu gak ngelakuin hal buruk pada mu di masa yang akan datang" ucap san sambil ngelus perutnya.
Sedangkan di dalam kamar sarip dan nic yang sedang bermain mobil mobilan di atas karpet halus yang ada di sana tidak menyadari ternyata mereka bermain sudah hampir satu jam bermain.
"Pih...besok itu kita harus menang kan perlombaan yang belum sarip ikutan yah,karena mama sama papa dulu tak pernah ikut,belum juga sarip mengajak nya sudah menolak" jelas sarip sedih karena dulu papa mamanya tidak pernah ikut dalam acara apapun itu termasuk mengambil rapot sarip.
"Baiklah,kita harus memenangkan perlobaan itu" ucap nic dan menyadari san yang sudah keluar dari kamar mandi sejak sarip berbicara tadi.
Aku harus bagaimana,besok ada jadwal pembelajaran operasi dengan dokter mail ucap san dal hati yang binggung.
"Sarip kamu mandi sama pipih yah mimih ada yang mau mimih selesaikan" ucap san"ok mih"ucap sarip sambil mengacungkan jari yang membentuk o.
" tadi di ruang tv bareng ambu"ucap davit tanpa ngegalihkan penglihatannya dari ponsel.
San tidak menjawab lagi dia langsung mencari keberadaan di mana mela berada sekarang.
"Mbu,mela mana" tanya san yang sudah sampai di ruang tv"tuh..."tunjuk ambu,san pun langsung membalikan badan dan melihat mela sedang memberi arahan kepada bodyguard yang baru saja malik seleksi kemari untuk memperketat kemana.
"Mela ikut aku keruangan sekarang, dan malik lanjut kan perkataan mela,beri pengarhan yang baik buat mereka" ucap san yang langsung pergi naik ke atas.
**
Mela yang sudah duduk di depan san itu kini menanti perintah yang akan san berikan"ehm...mela tolong atuh pernikahan ku besok yah,aku mau pernikahannya malam biar semua urusan ku dirumah sakit selesai dan satu lagi tolong juga kamu perintahkan malik untuk awasi sarip yah besok di sekolah sama nic"ucap san.
"Baik miss,ada lagi" ucap mela"sudah itu saja"ucap san.
Mela pun pergi dari urangan kerja san dan pergi memberi tahu malik untuk tugasnya besok.
__ADS_1
Drrt...drrt...
Deringan ponsel itu membuyarkan lamunan san yang ingin ikut juga ke sekilah sarip dan ingin melihat siapa yang dimaksud sarip tadi.
"Iya hallo"
"..."
"Oh...yah baik saya akan melakukannya besok"
"..."
"Yah makasih atas informasinya pak,saya akan lakukan yang terbaik"
"..."
"Iya sampai jumpa besok"
Setelah mengangkat pangilan itu san memanggil mela dengan telpon rumah yang sudah siapkan.
"Mela keruanganku lagi" suruh san,dan mengakhiri panggilannya.
Tok...tok...
"Masuk mel" ucap san"ada yang kurang miss?"tanya mela"malik gak usah mengawasi sarip tapi dia ikut dengan ku kerumah sakit saja besok yah,dan kamu lakukan apa yang tadi aku bicarakan ok"ucap san dan mela hanya menganguk saja.
Setelahnya san pun pergi ke kamar lagi untuk melihat sarip dan nic di sana.
Pada saat dia masuk melihat nic dan sarip tertidur pulas di ranjangnya itu,san tersenyum dan menyelimuti mereka berdua dan pergi ke bawah membuat makan malam untuk mereka,dan juga tamu yang akan datang ke rumahanya.
***
@zihan631
16:28
__ADS_1
2020-05-12