
"Riko, aku...aku takut". Kata Lina berlinang air mata menatap Riko.
Hiks....hiks...
"Tenanglah Lina, ada aku disini. Aku akan menjagamu , tidak ada yang bisa menyakitimu. Ada aku disini tenanglah". Sahut Riko menenangkan Lina yang masih menangis dengan tubuh yang masih bergetar ketakutan.
Lina menatap mata Riko dengan matanya yang penuh dengan linangan air mata, entah kenapa Lina merasa tenang setelah mendengar perkataan Riko.
"Sekarang berbaringlah. Aku akan menemanimu". Sambung Riko membujuk Lina agar berbaring.
Drettt.drettt....
Suara ponsel Riko bergetar. Riko segera mengambilnya dan melihat siap yang menelponnya.
"ayah mertua". Gumam Riko dalam hati
" buat apa ayah meneleponku". Tanya Riko dalam hatinya.
"Lina berbaringlah dulu, tunggu sebentar aku akan mengangkat telpon dulu". Bujuk Riko pada Lina.
__ADS_1
Lina merasa enggan melepaskan Riko, ia masih merasa sangat takut. Lina menatap Riko dengan wajah pucatnya.
"Hanya sebentar. Aku janji". Kata Riko melihat wajah Lina yang enggan melepaskannya, Riko tau kalau Lina masih ketakutan. Dengan berat hati Lina melepaskan diri dari dekapan Riko.
Riko berjalan ke arah balkon kamar mereka dan menghubungi ayah mertuanya kembali.
"Halo ayah, ada apa ayah menghubungiku ?". Tanya Riko pada ayah mertuanya setelah panggilan tersambung.
"Ayah lupa mengatakan kepada kamu keadaan Lina". Kata Santo dari sebrang telepon.
"Ada apa dengan Lina ayah". Tanya Riko dengan wajah yang sudah khawatir.
"Baiklah ayah terimakasih telah memberitahukan kepada Riko". Tutur Riko kepada ayah mertuanya.
"Ayah percaya kepadamu nak. Sudah ayah akan matikan dulu telponnya". Jawab Santo.
..........
Baru saja Riko mematikan sambungan telponnya terdengar suara teriakan Lina
__ADS_1
Aaaaaaa........
"Menjauhlah......". Jerit Lina histeris.
Riko segera berlari menemui Lina. Dia langsung mendekap tubuh mungil Lina dengan pelukan hangatnya.
"Lina aku disini. Tenanglah sayang". Kata Riko mencoba menenangkan Lina.
"Riko. Aku...hiks...aku...sangat takut...hiks...hiks...jangan pergi aku sangat takut, aku sangat takut, jangan pergi". Rancu Lina dengan tangis yang begitu memilukan.
tubuh Lina begitu bergetar menandakan ia benar-benar ketakutan.
"Aku tidak akan pergi, aku akan tetap disini menemanimu". Sambung Riko sambil mengecup lembut kening Lina dan melihat mata Lina yang indah kini dipenuhi rasa takut, membuat Riko begitu sakit karena baru tadi siang mereka menikah sekarang Riko harus melihat ketakutan dalam diri istrinya.
Riko meraba kening Lina, dan merasa sangat khawatir karena badan Lina begitu sangat panas. Riko mencoba mengompres Lina berharap agar suhu badannya turun.
"Sekarang tidurlah aku akan tetap disini" . kata Riko sambil menarik Lina lembut kedalam dekapannya.
Perlahan-lahan Lina mulai terpejam entah mengapa Lina merasa sangat nyaman berada dalam dekapan Riko, sehingga ketakutannya tidak datang ketika matanya terpejam. Lina menghirup aroma tubuh Riko hingga membuat ia merasa sangat tenang dan berangsur-angsur terlelap dalam dekapan Riko.
__ADS_1
Riko tidak pernah melepas dekapannya kepada istrinya karena khawatir kalau ia melepasnya maka Lina akan histeris lagi, dan akan sangat susah menenangkannya. Ia terus membelai rambut istrinya hingga ia terlelap baru jam 3 pagi hari.