"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 18


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan 09:30 siang. Lina masih tampak enggan membuka matanya. Riko yang sedari tadi sudah bangun membiarkan Lina tetap tertidur dalam dekapannya.


"Selamat pagi menjelang siang sayang". Kata Riko geli melihat Lina membuka matanya.


Lina tersenyum manis saat Riko mengecup kepalannya.


" Jam berapa sekarang" kata Lina dengan suara khas orang bangun tidur.


Riko tekikik melihat Lina mulai merenggangkan otot-ototnya, ia merasa gemes melihat tingkah Lina seperti kucing, sangat imut menurutnya.


"Sekarang sudah setengah sepuluh sayang". Jawab Riko tersenyum lembut menjawab pertanyaan Lina.


Tampak Lina merasa terkejut dengan perkataan Riko, ia segera bangkit ingin berdiri, tapi belum sempat ia berdiri Lina merintih menahan rasa nyeri diantara kedua pahnya.


Riko sangat panik saat melihat Lina yang merintih menahan rasa sakit.


"Apa masih sangat sakit. Maafkan aku Lina". Lirih Riko merasa sangat bersalah melihat keadaan Lina sekarang.


"Sudahlah, aku tidak kenapa-napa. Aku hanya ingin membersihkan tubuhku". Kata Lina mencoba menghibur Riko agar tidak merasa bersalah.


Tanpa berfikir lagi Riko langsung menggendong Lina masuk kedalam kamar mandi dengan tubuh mereka masih polos.


Lina sangat malu saat tubuh polosnya diangkat oleh Riko, ia membenamkan wajahnya didalam dada Riko karena mencoba menyembunyikan wajahnya yang sudah merona saat ini.

__ADS_1


Riko menurunkan Lina dengan sangat lembut dan membantu Lina membersihkan tubuhnya. Tentu saja bukan hanya proses mandi saja yang mereka lakukan tetapi juga melakukannya sekali lagi di dalam kamar mandi.


Desahan mereka yang saling bersautan memenuhi kamar mandi tersebut, hingga mereka selesai.


...........


Kini Meraka menuju meja makan untuk mengisi perut mereka yang sudah kosong akibat pergulatan Meraka semalam.


"Hari ini teman-temanku akan datang berkunjung kemari, kamu tidak keberatan kan?". Sahut Riko setelah mereka selesai makan dan duduk di ruang keluarga untuk bersantai.


"Tidak masalah mas. Tapi apakah boleh aku juga mengajak temanku lain kali main kerumah". Tanya Lina menatap Riko.


"Tentu saja boleh sayang, mas malah senang kalau kamu ada teman".


"Terima kasih mas....". Senyum Lina langsung mengembang saat Riko mengijinkannya ia sudah tidak sabar ingin mengajak Mila main kerumahnya dan menceritakan banyak hal nantinnya.


Riko tersenyum melihat Lina begitu senang, seakan baru mendapatkan mainan baru saja. Ia sangat bahagian melihat senyum indah istrinya sekarang. Entah mulai kapan tapi Riko kini sangat menyayangi Lina dan rasanya ia sudah jatuh cinta kepada Lina saat ini.


..........


Ting.... Ting....


Sura bel rumah Riko kini berbunyi, bik Marni langsung bergegas menuju ke pintu utama untuk segera membuka pintu bagi tamu yang akan datang, bik Marni sudah tau kalau teman-teman Riko akan datang ke rumah, sebenarnya teman-teman Riko sudah sering main kerumah sebelum Riko menikah, jadi bik marni sudah mengenal mereka.

__ADS_1


"Silahkan masuk tuan, tuan muda Riko sudah menunggu di ruang tamu". Kata bik Marni mempersilahkan tamu Riko untuk langsung menuju ruang tamu.


"Hai bro apa kabar?". Sahut Rian langsung memeluk sahabatnya Riko.


Rian memang tipe laki-laki yang sanagt ceria dan mudah bergaul tidak seperti Riko yang sangat miskin ekspresi, Riko tipe laki-laki yang sangat dingin.


"Cih... Kebiasaan Lo yang suka peluk orang. Minggir sana". Kata Riko kesal pada temannya.


"Dimana istri kamu Riko". Tanya Alex pada Riko karena dia hanya melihat Riko sendiri dari tadi.


Alex adalah teman Riko yang sangat kaku sifatnya hampir sama dengan Riko sangat miskin ekspresi, bedanya Alex sangat pleboy, suka Gonta ganti pasangan.


"Dia ada dikamar. Sebentar lagi juga turun". Sahut Riko memberi tahu.


Tak lama Riko melihat Lina turun dari lantai atas dan menghampirinya, Riko tersenyum saat Lina mulai mendekat.


"Mas. Apa temanmu sudah datang?". kata Lina.


Lina melihat ada dua orang laki-laki yang duduk bersama Riko, Rian langsung tersenyum manis kepadanya, Lina merasa sangat familiar dengan Rian seperti pernah bertemu tapi dia tidak ingat lagi, sementara yang satunya lagi duduk membelakangi lina yang sedang berjalan dari tangga.


" Kemarilah sayang". Panggil Riko...


.......

__ADS_1


Namun tiba-tiba langkah Lina terhenti seketika...


__ADS_2