"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 60


__ADS_3

Lina menatap Angga dengan tajam, ia kemudian bangkit berdiri dan berjalan kearah Angga dengan tatapan tajamnya.


Angga melihat Lina yang berjalan kearahnya langsung merasa gugup.


"Lin, dengarkan kakak. kakak sangat sayang padamu". Ucap Angga menatap mata Lina dengan lembut.


"Kau bilang apa?, Kau bilang kau adalah kakakku?, Kau bukan kakakku, kakakku tidak akan pernah menyakitiku, kakakku tidak akan membunuh orang". Bentak Lina dengan keras.


"Kau tidak lain adalah iblis, kau jahat, kau pembunuh".


Angga sangat kaget melihat kemarahan Lina padanya, ia tidak menyangka Lina yang selama ini ia kenal dengan kelembutan dan kebaikannya berubah menjadi sangat menakutkan.


"Dengarkan aku, aku melakukan ini untukmu, agar kita bisa bersama".


"Kita tidak akan pernah bersama, sampai matipun aku tidak akan pernah Sudi untuk bersama denganmu". Tekan Lina dengan ucapan yang tajam.


"Tidak Lina, jangan katakan itu, aku mencintaimu, dan hanya akan mencintaimu, aku hanya bisa jatuh cinta padamu". Tutur Angga.


"Kau tidak mencintaiku, kau juga tidak menyayangiku, kau hanya terobsesi padaku, dan itu bukan cinta....". Tegas Lina.


"Tidak Lina..., Tidak, aku sangat sayang padamu, percayalah, aku mencintaimu, sangat mencintaimu".


Lina samasekali tidak terpengaruh dengan perkataan Angga yang ia rasakan saat ini hanyalah kemarahan atas sikap dan perlakuan Angga.


"Aku tidak akan pernah memaafkan mu, kau akan mati ditangan ku, camkan itu, kau akan mati, mati.......". Teriak Lina penuh dengan emosi.


Saat ini Lina benar-benar dikuasai oleh emosi dan amarah ia bahkan tidak bisa membedakan mana yang akan membahayakan dirinya lagi.


Ambisinya untuk menghabisi Angga sudah sangat besar, Rian dan juga Alex yang melihat Lina merasa ngeri sendiri.

__ADS_1


Rian dan Alex tidak menyangka jika Lina akan berubah sangat menakutkan, seakan-akan sisi iblis Lina sedang bangkit saat ini.


"Alex, bawa dia, dan jangan biarkan dia kabur, aku sendiri yang akan membunuhnya nanti". Ucap Lina dengan ucapan yang penuh penekanan.


Alex sama sekali tidak bisa membantah, ia seperti sedang melihat Lina yang tiba-tiba berubah menjadi iblis yang sangat mengerikan saat Lina marah, bahkan untuk mengatakan sesuatu pun ia sudah tidak berani, karena terlalu takut melihat Lina.


Sementara Lina terus mengunci tatapan Angga denah tatapan yang tajam, ia seperti memberi isyarat pada Angga agar siap-siap menemui ajalnya.


Angga yang ditatap oleh Lina dengan tajam, merasa nyalinya tidak ada apa-apanya dibandingkan oleh Lina, tatapan Lina benar-benar mengintimidasi lawannya, amarah Lina yang memuncak seakan-akan siap membunuh siapapun yang berani melawannya.


Sementara Rian hanya mematung melihat amarah Lina, ia samasekali tidak ingin ikut campur karena ia terlalu takut melihat lina.


Alex kemudian langsung membawa Angga dengan beberapa anak buahnya, dan sebagian lagi ditugaskan untuk mengamankan anak buah Angga yang sudah terkapar, dan ada juga yang ditugaskan untuk mencari Riko kedasar jurang.


Saat Alex sudah membawa Angga , Lina kembali menatap kedasar jurang yang sangat dalam itu, ia mulai kembali menangis.


"Kau tidak boleh mati, kau tidak boleh pergi, jangan tinggalkan aku..hiks..hiks..., Kau tidak boleh pergi...., Hiks...., Tidak boleh..., Tidak..." Isak Lina dengan tubuhnya yang sudah bergetar.


"Ayah sudah pergi, dan sekarang apa?, Kenapa kau juga ingin pergi....hiks.., kau sudah berjanji akan selalu menemaniku, dan sekarang kau ingin mengingkari janjimu?, tidak boleh..., Kau tidak boleh pergi, hiks...".


Rian hanya diam dibelakang lina, ia juga sangat terpukul karena telah kehilangan Riko, karena Riko adalah sahabatnya sejak kecil.


"Jangan pergi....., Jangan....." Isak Lina terus menerus.


"Ini semua gara-gara Angga, aku tidak akan pernah mengampuninya, aku tidak akan membiarkan dia bernafas lagi, aku akan menghabisinya". Ucap Lina dengan kilatan kemarahan yang benar-benar membakar siapapun yang menentangnya.


"Kau akan mati ditangan ku Angga, kau akan mati......, Aku tidak akan memaafkan mu, kau akan mati....".


"Angga...... kau akan mati.......". Teriak Lina dengan kencang.

__ADS_1


Rian yang mendengar perkataan Lina merasa merinding.


"Kau harus membayar apa yang telah kau lakukan kepada mas Riko, kau harus membayarnya". Lirih Lina tapi masih dengan api kemarahannya.


"Nyawa harus dibayar dengan nyawa". Ucap Lina dengan mengeratkan giginya menandakan ia benar-benar sangat amarah dan juga emosi.


"Rian, bawa aku ketempat dimana Angga disekap". Ucap Lina dengan menatap Rian tajam.


Rian yang ditatap tajam oleh Lina samasekali tak dak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa menurut.


Rian kemudian langsung membawa Lina ke markas dragon, dimana markas dragon adalah markas Yang sangat rahasia, tidak sembarangan orang yang bisa masuk ke sana, bahkan wanita yang ada di sana juga hanya sedikit.


Selama didalam mobil Rian hanya diam saja, ia tidak berani untuk membuka mulutnya karena terlalu takut menghadapi Lina saat ini.


Saat mereka sudah sampai di markas dragon, dengan segera Rian mengajak Lina untuk masuk.


Banyak pertanyaan yang muncul di kepala anak buah dragon saat melihat Rian membawa seorang wanita ke sana.


Melihat tatapan anak buah dragon Rian langsung mengerti.


"Dia adalah istri atasan kalian". Ucap Rian seketika.


Mereka semua langsung mengerti dan segera menunduk memberi hormat pada Lina.


Lina yang merasa heran hanya diam saja, ia tidak peduli apa maksud dari Rian, yang ia pedulikan saat ini hanyalah Angga, ia sudah sangat berambisi untuk menghabisi Angga.


***apa yang akan dilakukan Lina pada Angga ya.....


jangan lupa like dan vote terus ya***....

__ADS_1


__ADS_2