"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 38


__ADS_3

..........


Lina terus menangis dalam taksi tersebut, ia sudah berusaha agar air matanya tidak jatuh lagi. Tapi ternyata tangisnya malah semakin pecah didalam taksi itu.


" Mbak mau diantar kemana? " Tanya sang supir taksi tersebut, karena mereka sudah cukup lama berjalan tidak tentu arah.


Lina cukup lama berfikir, karena sejujurnya ia juga tidak ada tempat tujuan lain, selain rumah Riko dan rumah mertuanya. Tapi tidak mungkin bagi Lina datang ke rumah mertuanya karena itu akan mengundang banyak pertanyaan nantinya.


"Kerumah teman saya saja pak, nanti biar saya tunjukkan jalannya". Ucap Lina.


Lina memutuskan untuk datang ke apartemen Mila, karena menurutnya hanya Mila yang dapat menghiburnya.


Sementara Riko, menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Lina.


"Lin,,,, Lina... Sayang kamu dimana". Panggil Riko sesaat ia sampai dirumah.


Bik nun dan bik Marni sangat terkejut melihat Riko yang datang tiba-tiba.


"Maaf tuan, tapi nona belum pulang sejak tadi". Ucap bik Marni memberikan diri.


Riko sangat terkejut mendengar kalau Lina tidak pulang.


"Kalau Lina tidak pulang ke rumah, lalu ia kemana, apa mungkin Lina pulang ke rumah mama, tidak,..tidak, itu tidak mungkin. Tapi aku harus tetap memastikannya". Gumamnya.


Riko akhirnya memutuskan untuk menelpon mamanya, untuk memastikan apakah Lina ada di sana atau tidak.


"Iya Riko, ada apa kau menghubungi mama. Apa terjadi sesuatu". Tanya Rika saat telponnya tersambung.


"Sepertinya Lina tidak ada rumah mama, melihat cara bicara mama". Batin Riko.


"Tidak ma, tidak ada apa-apa, nanti aku hubungi lagi ya ma". Ucap Riko gugup. Namun kemudian ia langsung mematikan sambungan telpon tersebut.


Rika merasa heran dengan dengan sikap Riko yang tiba-tiba mematikan sambungan teleponnya, karena biasanya Riko tidak akan pernah bertingkah seperti itu, apalagi saat mendengar cara bicara Riko yang kelihatan gugup.


Rika sangat yakin kalau Riko pasti telah menyembunyikan sesuatu, ia sangat kenal betul dengan sifat putra semata wayangnya, Riko sama sekali tidak akan bisa berbohong tentang Maslah sekecil apapun pada dirinya.


namun Rika lebih memilih untuk diam saja, ia percaya kalau Riko pasti bisa mengatasi masalahnya sendiri.

__ADS_1


"Kalau Lina tidak di rumah mama, lalu dia dimana. Sayang kau dimana". Ucap Riko frustasi.


Sementara lina sudah sampai didepan apartemen Mila, sesaat kemudian ia langsung memencet bel apartemen Mila.


Mila sangat kaget melihat Lina berada diluar apartemennya.


"Lina kau disini, hey... Apa yang terjadi, kau menangis". Ucap Mila spontan saat melihat linangan air mata Lina.


Lina langsung memeluk Mila, ia menangis dalam dekapan sahabatnya. Ia tidak tau kenapa ia sampai sesedih itu padahal ia tau kalau ini semua hanya salah paham saja.


"Tenanglah dulu, ayo masuk. Baru kau ceritakan apa yang terjadi nanti". Ucap Mila mencoba menenangkan Lina, dan menuntun Lina masuk ke apartemennya dan mendudukkan Lina di sofa kecil miliknya.


Mila memberikan air putih untuk Lina minum agar pikirannya lebih tenang.


"Sekarang ceritakan apa yang terjadi". Tanya Mila.


Lina menceritakan semua kejadian dimana saat ia masuk keruangan Riko dam melihat lidia. Ia menceritakan semua kejadiannya sampai-sampai tidak ada yang terlewat sedikit pun.


Tampak Mila menarik nafasnya panjang dan membuangnya dengan kasar.


"Bukanlah kau sudah tau kalau Riko tidak bersalah, dan kamu juga hanya salah paham, lalu kenapa kau menangis dan kabur kesini". Ucap Mila saat ia sudah mendengar cerita dari sahabatnya itu.


"Dasar bumil". Ucap Mila spontan.


"Kau bilang apa tadi, kamu mengatai aku. Kamu jahat, sekarang kamu sama saja dengan mas Riko".


Mila memijat pelipisnya melihat Lina yang semakin menangis akibat ulahnya sendiri.


"Memang sangat susah menghadapi ibu hamil yang satu ini". Batin Mila.


"Ti....tidak Lina, aku tidak bilang apa-apa, kau tenang lah dulu, sudah, sudah jangan menangis lagi. Cup..cup...cup...".Mila terus mencoba menenangkan Lina yang menangis.


"Sudahlah, sekarang aku sangat lelah, aku ingin tidur saja". Ucap Lina dan langsung berdiri masuk ke kamar sahabatnya untuk beristirahat.


Sementara Mila hanya melongo melihat tingkah sahabatnya yang semakin aneh, ia tidak habis pikir melihat Lina yang tadinya menangis dan sekarang ia malah pergi tidur, itupun di apartemennya sendiri.


namun Mila tidak dapat membantah perkataan Lina, karena apabila itu terjadi maka Lina akan semakin menangis, semenjak kehamilan Lina sifatnya menjadi sangat mudah untuk menangis.

__ADS_1


Mila hanya membiarkan Lina begitu saja, ia lebih memilih untuk mengabari Riko saja dari pada nanti urusannya semakin rumit. batinnya.


..............


Di sisi lain.


Seseorang telah merencanakan sesuatu yang jahat bersama rekan-rekannya, sepertinya mereka akan melakukan tindakan besar kali ini.


"Kau harus bisa menangkap pak tua itu sekarang juga, dan pastikan orang itu memberitahukan dimana putrinya menyembunyikan benda itu". Ucap seseorang dari sebrang telpon.


"Baik tuan, saya mengerti". Jawab orang yang diperintahkan.


"Kalau dia tidak mau buka mulut, habisi saja, kita akan masuk ke rencana selanjutnya". Sambungannya lagi dan setelah itu dia langsung mematikan sambungan telpon tersebut.


Iya langsung tersenyum misterius membayangkan tindakan yang akan ia lakukan nanti, sepertinya ia sudah tidak sabar untuk bermain-main dengan mainan barunya.


"Jika anak bodoh itu tidak bisa melakukannya, maka aku sendiri yang akan menangkap gadis itu. Dia tidak akan bisa lolos lagi dari genggamanku". Ucapnya sambil tersenyum menyeringai.


Tak lama setelah itu seseorang telah masuk kedalam dan duduk dihadapannya.


"Katakan apa yang kau dapatkan". Tanyanya pada orang yang baru masuk.


"Uncle, aku sudah mencari tahu tentang gadis itu, ternyata gadis kecil itu sudah menikah dengan putra Sanjaya". Jawabnya.


"Apa yang kau maksud adalah Riko Sanjaya". Tanya orang yang dipanggil uncle tersebut.


Dia hanya mengangguk mengiyakan pernyataan yang uncle nya ucapkan.


"Wah,,,.... Sepertinya permainan ini semakin menarik, satu perangkap langsung mengenai dua sasaran sekali Gus". Ucapnya kembali.


"Apa maksud uncle". Tanyanya penasaran.


"Apa kau bodoh, sekarang kita hanya perlu menembak satu burung, maka burung yang satunya akan datang sendiri". Ucapnya misterius.


Mereka berdua tampak tersenyum misterius membayangkan apa yang akan terjadi nantinya, sepertinya perang yang tertunda akan dilanjutkan kembali sekarang.


Entah apa yang mereka rencanakan tapi sepertinya rencana yang mereka buat bukanlah rencana sembarangan melainkan rencana yang sangat besar yang dapat melumpuhkan lawannya dalam sekali serangan.

__ADS_1


tinggalkan jejak komentar kalian ya, dan jangan bisa buat like dan juga vote, agar ummi lebih semangat buat up tiap hari.


__ADS_2