
"Apa sudah kau temukan ?". Tanya Riko pada Rian.
"Belum, mobilnya hilang dipinggir kota. Dan kita tidak bisa melacak keberadaannya lagi". Jawab Rian.
Setelah memeriksa cctv yang ada di kampus mereka dapat melihat pada saat itu Lidia datang menemui Lina, tapi sayangnya mereka tidak bisa mendengar percakapan Lidia dan Lina karena cctv itu hanya merekam pergerakan saja tidak dengan suara.
Setelah itu mereka mengikuti pergerakan mobil Lidia namun hasilnya nihil karena mereka kehilangan jejak Lidia saat mobilnya memasuki pinggiran kota.
Riko mengacak rambutnya frustasi, ia diselimuti rasa takut dak khawatir. Ia bahkan sudah menggerakkan semua pasukan dragon untuk mencari Lina ke seluruh penjuru kota.
"Lacak keberadaan Lidia sekarang juga, aku tidak mau tau. Lina harus ketemu". Perintah Riko dengan sedikit berteriak.
"Rian dan Alex bergegas untuk segera mencari keberadaan Lina, segala upaya mereka lakukan agar Lina bisa ketemu.
Sementara Riko semakin frustasi saat ia sama sekali tidak mendengar kabar dari Lina, ia mengacak semua isi kamarnya karena Lina belum juga ditemukan, dirinya sangat kacau, bahkan seharian ia tidak makan hanya kerena sibuk mencari Lina.
Rika dan Yuda yang mendengar kabar Lina hilang, juga ikut mencari keberadaan Lina, Yuda langsung meminta bantuan pada salah seorang rekannya untuk melacak keberadaan Lidia.
Sudah tiga hari Riko mencari keberadaan Lina, namun masih belum ada tanda-tanda dimana Lina berada.
Keadaan Riko juga semakin buruk, ia bahkan tidak makan seharian, Rika sudah mengajak Riko untuk kembali ke rumah utama namun Riko menolaknya dengan alasan kalau Lina nanti akan pulang ke rumah.
Rian dan Alex juga sudah kehabisan akal, mereka juga sudah tidak tau harus mencari Lina kemana lagi.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?". Tanya Rian pada Alex.
__ADS_1
"Kita tidak bisa melakukan apa-apa sekarang, kita hanya bisa menunggu saat ini". Jelas Alex.
"Maksudnya?". Tanya Rian bingung.
Rian tidak tau jalan pikiran Alex sementara dirinya cemas melihat keadaan temannya Riko yang semakin memprihatinkan.
Riko berubah menjadi orang yang sangat dingin, ia bahkan bisa marah kepada siapapun. Pasukan dragon semakin takut saat ingin berhadapan dengan Riko karena Riko bisa mengamuk dan marah besar hanya karena kesalahan kecil.
"Maksudku adalah, aku yakin kalau sebentar lagi akan ada pergerakan dari pihak lawan, dan pada saat itu kita akan mengambil kesempatan untuk melacak keberadaan Lina". Jelas Alex lagi.
"Aku masih tidak mengerti, tapi yang aku takutkan sekarang adalah keadaan Riko". Sahut Rian.
Alex mendesah kasar saat Rian menyebutkan Riko.
"Aku juga, tapi kita tidak bisa melakukan apa-apa, hanya Lina yang bisa mengubah Riko kembali. Kau bisa lihat sendiri ayah dan ibunya saja tidak bisa mengendalikan Riko".
..........
"Kenapa kalian tidak ada yang becus dalam bekerja....". Teriak Riko marah.
Riko yang memerintahkan anak buah dragon untuk mencari Lina hanya kembali dengan tangan kosong, karena itu Riko menjadi sangat marah.
"Maafkan kami tuan". Ucap salah seorang yang Riko bentak.
mereka telah melakukan segala upaya agar dapat menemukan istri tuan mereka, mereka bahkan bekerja siang dan malam agar Lina bisa segera ditemukan. tapi tetap saja mereka sama sekali tidak menemukan jejak keberadaan Lina.
__ADS_1
Lina menghilang bagai ditelan bumi, tidak ada uang tau keberadaan selain Lidia dan juga anak buah max, namun pada saat ini Riko sama sekali belum mengetahui kalau Lidia telah bekerjasama dengan max untuk menghancurkannya.
"Kalian membuatku sangat muak....". Bentak Riko lagi.
"Aku membayar kalian untuk bekerja, bukan seperti ini".
Pasukan dragon yang Riko bentak hanya bisa tertunduk, mereka sama sekali tidak berani menatap Riko mereka terlalu takut untuk berhadapan dengan Riko langsung.
Rian yang mendengar Riko mengamuk segera berlari menyusul Riko.
Riko saat ini berada di markas dragon, ia ke sana untuk melihat perkembangan pencarian dari anak buahnya, karena ia sudah sangat menderita karena keberadaan Lina yang belum ditemukan.
"Tenangkan dirimu Riko. Kau tidak bisa seperti ini terus". Ucap Rian sedikit berteriak.
"Bagaimana aku bisa tenang...". Teriak Riko memarahi Rian.
"Sampai sekarang Lina masih belum ketemu". Ucapannya sendu.
Rian dapat merasakan kesedihan yang Riko alami saat ini, keadaan Riko sekarang benar-benar bertolak belakang dengan Riko yang biasanya.
Rian kemudian langsung memberi isyarat pada anak buah yang Riko marahi tadi untuk meninggalkan mereka.
Mendapat perintah dari Rian mereka langsung undur diri.
"Aku tau bagaimana perasaanmu, tapi kau harus kuat. Kau tak dak boleh seperti ini". Jelas Rian.
__ADS_1
Riko hanya diam, ia memang menyadari perubahan sikapnya yang dapat membuat orang takut padanya, tapi ia tidak berdaya.