
Saat Lina terbangun dari tidurnya pandangannya langsung tertuju pada seorang laki-laki yang kini adalah suaminya yang masih terlelap dalam mimpinya.
"Mas riko, kenapa kamu sangat tampan sih". Batin Lina.
Lina kemudian memusatkan pandangannya pada wajah dan bibir Riko yang menurutnya sangat menggoda.
"Kalau aku pegang bentar, sepertinya mas Riko nggak bakal kebangun deh". Batin Lina lagi.
Lina kemudian meraba lembut wajah Riko dengan tangannya, lalu berhenti tepat pada bibir Riko.
"Aaah, ingin rasanya aku mencium mu". Gumam Lina sambil tersenyum.
Lina menelan ludahnya kasar saat melihat bibir Riko yang sangat menggoda menurutnya.
Kemudian mata Lina beralih pada dada bidang Riko yang sangat seksi menurut Lina karena terdapat roti sobek disana.
Lina memainkan jari telunjuknya di dada Riko dengan senyum yang mengembang.
Saat Lina sudah puas Lina segera menarik tangannya kembali.
"Sayang, apa kau sedang menggodaku sekarang". Ucap Riko sambil menahan tangan Lina di dadanya.
deg...deg..
"Mas Riko, kau su...sudah bangun". Ucap Lina terbata-bata dengan wajah yang merona.
"Aku sudah bangun semenjak kamu memegang wajahku".
Lina sangat malu karena aksinya ketahuan oleh riko.
Cup...
Riko langsung mengecup bibir mungil Lina dan melumatnya dengan sangat lembut tapi penuh gairah.
Lina langsung memejamkan matanya saat Riko mulai bermain di bibirnya, ia juga mulai menikmati permainan Riko.
Tangan Riko sudah menjelajah tubuh Lina dengan sangat liar.
"Sayang sekarang kamu harus bertanggung jawab karena telah berani menggodaku". Ucap Riko dengan suara serak dan berat.
Wajah Lina semakin merah saat riko mengatakan hal tersebut, tidak bisa dipungkiri kalau Lina juga menginginkan sentuhan dari Riko.
__ADS_1
Riko kembali mencium Lina kali ini dengan penuh nafsu, ia menjelajahi leher jenjang Lina dengan bibirnya, hingga membuat Lina mendesah dengan permainan Riko.
Riko segera memasukkan juniornya, dengan sangat lembut Riko mulai menggerak-gerakkan tubuhnya dengan gerakan maju-mundur.
Gerakan yang awalannya sangat pelan berubah menjadi liar.
Lina terus mendesah memanggil nama Riko saat ia merasakan sensasi nikmat dari permainan Riko.
Lina benar-benar dibuat terbuai setiap permainan Riko.
Mendengar desahan Lina membuat Riko semakin bergairah, ia merasa sangat puas atas permainannya saat Lina mendesah nikmat dibawahnya.
Ahhhh....ahhh.....
"Lebih cepat lagi mas". Ucap Lina disela-sela desahannya.
"Sesuai permintaan mu sayang". Ucapar Riko serak.
Riko semakin mempercepat gerakannya hingga membuat Lina semakin mendesah kuat.
Sekarang yang terdengar hanyalah erangan dari keduanya yang saling menjalin cinta asmara.
Erang mereka bersamaan saat keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama-sama, hingga membuat keduanya merasakan kelegaan yang sangat memuaskan.
Riko mengecup kening dan bibir Lina singkat saat permainan mereka selesai.
Lina kembali tertidur karena mersa sangat lelah.
Sementara Riko memilih untuk membersihkan dirinya dikamar mandi, sebelum Riko berdiri terlebih dahulu Riko menyelimuti tubuh polos istrinya dengan selimut.
.............
Hari ini Lina akan pergi jalan-jalan bersama dengan Mila, karena Lina sangat bosan saat dirumah tidak ada siapa-siapa.
Sementara Riko yang terus semakin sibuk di kantor membuat ia harus bisa membagi waktunya agar bisa menemani Lina dan bisa bekerja.
Setalah 4 hari di kota C, akhirnya mereka kembali ke kota A, selain karena pekerjaan tetapi juga karena kuliah Lina yang tertinggal.
"Mila kita ke mall sebentar ya, aku ingin jalan-jalan". Ucap Lina pada sahabatnya.
"Ok, "ucap Mila sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
Kini kedua sahabat itu berkeliling mall dengan sangat bahagia, sesekali mereka akan berhenti karena Lina yang mudah kelelahan. Oleh sebab itu Mila akan membiarkan Lina untuk istirahat sebentar.
Tidak lupa juga 4 orang pengawal yang selalu mengikuti kemana mereka pergi, ini adalah permintaan Riko, karena ia takut terjadi sesuatu pada Lina nantinya.
ketika mereka keluar dari mall tersebut, Lina melihat seekor anak kucing yang terlihat sedang mondar-mandir saat kerumuman orang-orang disekitarnya.
tanpa Mila dan ke 4 pengawal itu sadari, Lina pergi mengejar kucing itu karena takut jika kucing kecil tersebut terinjak-injak oleh orang lain.
Lina bermaksud untuk menyelamatkan kucing tersebut dari bahaya. tapi ia tidak menyadari kalau ternya bahaya untuk dirinya sekarang ada didepan mata.
sementara Mila menyadari kalau Lina tidak ada bersama mereka segera bertanya pada salah seorang pengawal yang memang bertugas untuk menjaga Lina.
"hy, apa kau melihat Lina". ucap Mila pada seorang pria bertubuh besar dan kekar yang memakai kacamata hitam serta jas hitam yang melekat pada tubuhnya.
"tidak non, bukankah tadi nona muda ada bersama non Mila". jawabannya.
"iya, tadi dia ada di sebelahku. tapi sekarang tidak ada". ucap Mila khawatir.
ke empat pengawal tersebut sangat kaget mendengar ucapan Mila, dengan segera mereka memusatkan pandangan mereka ke segala arah, untuk mencari Lina.
"semuanya berpencar, jangan sampai terjadinya sesuatu terhadap nona muda, atau kita akan dalam masalah besar". ucap salah seorang pengawal tersebut.
mereka semua kini mulai mencari kembali Lina Hinga masuk kedalam mall tersebut, termasuk dengan Mila juga.
setelah mencari hampir satu jam di sekeliling mall tersebut, tapi hasilnya nihil, Lina tetap tidak ketemu.
"bagaimana, apa kalian mendapat petunjuk". tanya salah seorang pengawal tersebut.
mereka hanya menggeleng, karena memang benar mereka sama sekali tidak menemukan jejak Lina.
sementara Mila sudah menangis karena tidak berhasil menemukan Lina, tanpa ia sadari ia telah menelpon Alex.
"halo Mila, ada apa". tanya Alex.
sementara Alex hanya mendengar suara tangis Mila dari sebrang sana.
"hey, ada apa denganmu. kenapa kau menangis". tanya Alex bingung.
Alex merasa bingung karena tiba-tiba Mila menghubunginya dan menangis.
sementara pengawal yang lain sekarang ini tengah memberi kabar kepada bos mereka tentang hilangnya Lina dari pengawasan mereka.
__ADS_1