
Angga masih setia duduk di kantin sambil terus tersenyum misterius.
"Dulu kau menolak ku, sekarang kau pasti akan mengejar ku, lina". Gumam Angga.
"Halo, katakan". Ucap Angga saat ada panggilan masuk.
............
"Baiklah, aku akan segera kesana". Ucap Angga.
Setelah mendapat panggilan tersebut Angga dengan segera pergi meninggalkan tempat itu.
........
"Mas kita mau kemana?". Tanya Lina.
Lina merasa heran karena Riko melajukan mobilnya bukan kearah rumah ataupun kantor tapi pergi kearah yang berlawanan.
"Malam ini ada pesta, jadi kita pergi ke butik untuk memilih gaun buat kamu". Jawab Riko dengan sesekali melihat Lina.
"Pesta..., Mmmm, baiklah". Ucap Lina.
Dalam 15 perjalanan kini mereka sudah sampai pada sebuah butik terbesar dikota A.
"Ayo kita turun". Ajak Riko.
Mereka kemudian langsung turun dan memasuki butik tersebut, di sana mereka telah disambut oleh seorang wanita cantik.
"Riko akhirnya kau datang" ucap wanita yang bernama Silvia .
"Tentu saja aku akan datang, seorang Riko Sanjaya tidak akan pernah ingkar janji". Jawab Riko dingin.
"Cih...., Kau sama sekali tidak berubah, bahkan setelah menikah pun kau masih tetap dingin". Tutur Silvia kesal.
Sementara Lina sudah mengecut kan bibirnya karena kesal melihat Riko yang begitu akrab dengan silvia.
Sementara Riko sama sekali tidak peduli dengan tanggapan Silvia.
Silvia adalah teman masa kuliah Riko saat diluar kota, riko, rian, dan juga Alex mereka berempat adalah teman dekat.
Silvia juga seorang desainer terkenal di kota itu dan sudah mendunia, desain yang ia rancang selalu memukau banyak orang dan setiap pelanggannya sangat puas dengan kinerja Silvia.
"Apa wanita cantik ini adalah Lina istrimu?". Tanya Silvia sambil tersenyum melihat Lina.
"Sayang, ini namanya Silvia dia ini adalah teman mas waktu kuliah dulu". Ucap Riko sambil memperkenalkan Silvia pada Lina.
__ADS_1
Lina hanya tersenyum tipis, karena ia masih sangat kesal, ia sangat tidak suka kalau Riko akrab dengan wanita lain.
Lina kemudian mengulurkan tangannya.
"Lina". Ucap Lina sambil berusaha tersenyum manis.
Silvia langsung menyambut uluran tangan Lina dengan bahagia.
"Silvia, baiklah Lina. Ayo kita masuk, aku sudah mempersiapkan gaun yang indah untukmu". Ajak Silvia.
Silvia kemudian langsung menarik tangan Lina dan membawanya masuk, sementara Lina hanya menurut saja dan mengikuti langkah Silvia.
"Lina, cobalah gaun-gaun ini". Ucap Silvia sambil membawa sekitar 5 gaun ditangannya.
"Jangan berikan gaun yang ketat, Lina sedang hamil". Ucap Riko dari arah belakang sambil berjalan dan merangkul pinggang Lina posesif.
"Aku tidak menyangka kalau kau juga bisa perhatian pada wanita". Ucap Silvia mengejek Riko.
Riko sama sekali tidak peduli dengan Silvia, ia malah mencium pipi Lina dengan gemes.
"Mas.." ucap Lina.
Lina sangat malu saat Riko menciumnya dihadapan orang lain, wajahnya seketika berubah menjadi merah.
"Bisakah kalian tidak bermesraan di hadapanku". Ucap Silvia kesal.
"Cih, kau sama saja dengan Rian dan Alex, setiap kali bertemu pasti kalian selalu memintaku menikah". Kesal Silvia.
"mbak Silvia, sini gaunnya biar Lina coba". Ucap Lina mencoba mencairkan suasana.
"Baiklah, ayo biar saya bantu". Tawar Silvia.
Lina hanya mengangguk, lalu mereka kemudian langsung pergi keruang ganti.
"Mas Riko, bagaimana penampilanku". Ucap Lina saat ia keluar.
Lina keluar dengan memakai gaun warna maron dengan panjang sampai ke mata kaki dan bagian punggung Lina yang ter ekspos.
Riko yang melihat Lina memakai gaun tersebut mematung karena Lina terlihat sangat cantik dengan gaun tersebut, namun kemudian Riko langsung berubah masam saat melihat bagian punggung Lina yang terbuka.
"Aku tidak suka gaun itu". Ucap Riko dingin.
"Tapi kenapa mas, gaunnya sangat cantik". Ucap lina sambil melihat-lihat gaun yang ia pakai.
"Benar Riko, gaunnya sangat cantik, dan sangat pas saat Lina pakai". Sambung Silvia.
__ADS_1
"Aku tidak suka jika ada orang yang memandang punggung Lina nanti". Jawab Riko dingin.
"Baiklah biar Lina coba yang lain".
Lina kemudian masuk legi kedalam dan keluar dengan gaun yang kedua, namun tetap saja Riko tidak suka karena menurut Riko gaunnya terlalu seksi, dan gaun yang ketiga Riko juga tidak menyetujuinya karena menurutnya terlalu ketat dan alasannya kali ini takut kalau perut Lina sakit, padahal menurut Lina gaunnya sangat nyaman.
Setelah mencoba banyak gaun pilihan Riko jatuh pada gaun yang keempat, yaitu gaun yang sangat indah yang dirancang khusus oleh desainer ternama dan hanya ada dua di dunia.
"Gaun yang ini sangat cocok, Lina akan memakai gaun ini". Ucap Riko pada Silvia.
"Akhirnya, ada juga yang sesuai dengan selera mu". Ucap Silvia.
Setelah memilih gaun Riko mengajak Lina ke salon untuk melakukan perawatan, sebelum ke salon terlebih dahulu Riko mengajak Lina untuk pergi makan.
Setelah cukup lama Lina akhirnya siap, Riko sampai terpaku melihat penampilan Lina yang begitu sangat cantik dan terlihat sangat elegan.
"Sayang kau sangat cantik, dan sekarang aku jadi tidak rela kalau kau akan dilihat banyak orang". Ucap Riko dengan senyum yang mengembang.
Lina tersipu saat mendengar pujian Riko wajahnya menjadi mereka seketika.
Riko semakin gemes saat melihat Lina tersipu malu, ingin rasanya Riko langsung mencium dan ******* bibir mungil lina, namun itu semua Riko urungkan dan tahan agar tidak merusak riasan istrinya.
"Mas, pesta seperti apa yang akan kita hadiri". Tanya Lina penasaran.
"Pesta pertunangan salah seorang rekan bisnis mas, yang datang ke pesta itu harus membawa pasangan". Jawab Riko.
Riko kemudian langsung mengajak Lina masuk kedalam mobil agar mereka bisa langsung jalan.
Membutuhkan waktu yang cukup lama agar sampai ketempat lokasi pesta, karena jarak yang cukup jauh untuk ditempuh dari kediaman Riko.
Setelah menempuh waktu sekitar 60 menit kini mereka sudah sampai disebuah hotel mewah, tempat acara akan dilaksanakan.
Mereka menaiki lift hingga sampai kelantai tempat yang dituju, saat Riko dan Lina memasuki ruangan tersebut tampak semua mata memandang kerah mereka, bagaimana tidak, Lina terlihat sangat cantik saat memakai gaun mewah tersebut begitu juga dengan Riko yang sangat tampan.
Mereka berjalan bagaikan seorang putri dan pangeran.
"Mas, kenapa semua orang memandang kita?". Tanya Lina polos.
Lina sangat gugup saat memasuki gedung itu ditambah lagi dengan semua mata yang memandang mereka.
"Karena kau sangat cantik sayang".
Lina semakin mengeratkan pegangannya ditangan Riko.
Riko yang menyadari kalau Lina gugup segera merangkul pinggang Lina, agar Lina tidak merasa gugup lagi.
__ADS_1
Banyak mata yang merasa takjub dengan melihat Lina dan Riko, dan banyak juga yang merasa iri melihat mereka.