
Angga menarik tangan Lina dengan sangat kasar keluar dari dalam mobil.
Lina meringis saat pergelangannya ditarik dengan sangat kencang oleh Angga.
"Lepaskan tanganku". Ucap Lina
"Tidak akan, apa kau lihat tebing yang ada di sana?". Tanya Angga.
Angga tersenyum menyeringai saat melihat adanya tebing didepan mereka.
Lina langsung melihat arah yang dikatakan oleh Angga, ia dapat melihat jurang yang sangat mengerikan didepannya.
"Saat ada orang yang tepat jatuh ke tebing itu maka permainan akan berakhir". Lanjut Angga lagi dengan senyum liciknya.
Lina sangat bingung maksud dari perkataan Angga, namun ia bisa merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.
"apa yang akan dilakukan oleh Angga, mas Riko selamatkan Lina". batin Lina.
"Apa yang ingin kau lakukan". Tanya lina dengan suara bergetar.
"Kau akan tau nanti". Jawab Angga dengan senyum misterius.
Angga kemudian menarik tangan Lina agar lebih dekat dengan jurang yang ada didepan mereka.
"Lepaskan aku, apa yang kau lakukan, lepaskan". Rancu Lina.
Angga tetap tidak bergeming, ia tidak peduli dengan Lina saat ini.
"Angga..., Lepaskan Lina". Teriak Riko.
Riko yang baru saja sampai langsung dikagetkan oleh tindakan Angga yang sangat membahayakan keselamatan Lina, Angga dengan sangat kasar menarik-narik Lina menuju sebuah tebing yang sangat curam.
Riko sangat kaget saat melihat Angga menarik Lina ke arah jurang.
"Akhirnya kau datang juga, aku sudah menunggumu sejak tadi". Ucap Angga.
Riko menautkan kedua alisnya mendengar ucapan Angga, ia bingung maksud dari perusahaan Angga yang mengatakan menunggunya sejak tadi.
"Apa yang kau inginkan ?".
"Aku menginginkan Lina". Jawab Angga dengan penuh keyakinan.
"Tidak akan, Lina tidak akan pernah menjadi milikmu". Tegas Riko.
__ADS_1
"Inilah yang aku benci darimu, kau sudah tidak berdaya tapi masih tetap keras kepala. Sebentar lagi kau akan mati dan Lina akan menjadi milikku untuk selamanya". Ucap Angga dengan emosi.
Riko sama sekali tidak bergetar dengan ancaman yang dikatakan oleh Angga, ia tetap berusaha tenang agar Angga tidak memiliki celah untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan Lina.
"Lakukan apapun yang kau mau, tapi jangan menyakiti Lina". ucap riko
Hahahaha.........
"Aku tidak menyangka kalau kau akan mengorbankan nyawamu hanya untuk Lina".
Riko hanya diam, ia terus mencari celah agar bisa menyelamatkan Lina.
"Sebentar lagi kau akan menjadi milikku seutuhnya". Ucap Angga pada Lina.
"Tidak, aku tidak mau, lepaskan aku..., Hiks...hiks...".
"Diam...., Kau tidak pantas menangis". Bentak Angga.
Mendengar bentakan Angga seketika Lina langsung diam tapi masih dengan air mata yang mengalir tanpa henti.
Angga melanjutkan langkahnya ke depan.
"Apa yang ingin kau lakukan?". Panik Lina.
Angga sedang bersiap-siap untuk mendorong Lina dari atas tebing, ia berniat akan menjatuhkan Lina dari sana.
"Tidak Angga, tidak...jangan lakukan ini, aku mohon". Pinta lina.
Riko sangat kaget saat melihat Angga ingin mendorong Lina.
"Angga, apa yang ingin kau lakukan?". Teriak Riko.
"Kau bertanya, tentu saja aku ingin mendorongnya". Jawab Angga .
"Riko........" Teriak Lina saat tubuhnya didorong oleh Angga.
Brukk...
Dengan sigap Riko langsung menarik tangan Lina sebelum terjatuh hingga Lina jatuh kedalam pelukan Riko.
Riko langsung mendorong pelan tubuh Lina agar menjauh dari sana, sementara Rian langsung menghampiri Lina dan membawanya menjauh dari Angga dan Riko.
"Kau gila, kau bisa membunuhnya". Bentak Riko pada Angga.
__ADS_1
"Aku tidak akan membunuhnya, Lina hanya sebagai pancingan untukku". Jawab Angga.
"Apa maksudmu?". Tanya Riko.
Riko sama sekali tidak mengerti maksud dari perkataan Angga, karena Angga benar-benar sangat licik dan susah untuk dimengerti.
"Maksudku adalah....".
Belum selesai Angga mengucapkan kalimatnya ia langsung mendorong Riko agar jatuh ke dasar jurang yang dalam.
"Riko....". Teriak Rian.
Lina yang membelakangi Riko tadi segera berbalik, dan ia sangat kaget saat melihat Riko terjatuh.
"Tidak.....". Teriak Lina.
Hahahaha....., suara tawa Angga menggema saat melihat Riko yang terjatuh.
"Kau bertanya maksudku?, maksudku adalah,... Aku ingin mendorongmu bukan Lina". Ucap Angga sambil tertawa penuh kemenangan.
Lina segera berlari kerah jurang tempat Riko terjatuh.
Rian segera mengejar Lina.
"Mas Riko....., " Teriak Lina dari tepi jurang.
Rian dengan sigap memegangi tangan Lina agar tidak ikut jatuh ke dasar jurang yang sangat dalam itu.
Tangis Lina pecah seketika, ia berteriak histeris melihat jurang tempat Riko jatuh, tubuhnya bergetar hebat.
"Tidak,,,...mas Riko..., Tidak...,tidak....hiks...., Mas...".
Hanya itu yang bisa Lina ucapkan, lidahnya tiba-tiba menjadi kaku, karena kejadian tadi, ia benar-benar tidak berdaya saat ini.
Sementara anak buah Riko yang baru datang segera mengamankan Angga.
"Lepaskan aku,,... Apa yang ingin kalian lakukan, lepaskan". Ucap Angga.
Angga tidak bisa menggerakkan tubuhnya lagi saat anak buah Riko memegangi tangan dan tubuhnya.
Dengan segera mereka mengikat kedua tangan Angga agar tidak bisa kabur.
**apa yang akan terjadi selanjutnya.......
__ADS_1
buruan vote yang banyak**.....