"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 35


__ADS_3

Mata Riko melotot melihat Lidia yang begitu berani untuk menggodanya.


"Cuih..., Kau pikir dirimu siapa, apa kamu menganggap kalau aku akan tertarik pada ja**ng sepertimu. Kau terlalu percaya diri nona". Ucap Riko sambil menatap Lidia dengan tajam.


Lidia menggigit bibir bawahnya mendengar perkataan Riko yang menghinanya.


"Aku bahkan jijik melihatmu. Aku pikir putri Atmaja akan sangat sopan. Tapi nyatanya tidak lebih dari sampah". Ucapnya kembali menghina Lidia.


Lidia merasa geram dengan penghinaan yang di lontarkan riko pada dirinya, ia tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Ia berpikir kalau Riko akan tergoda dengan tubuh cantik dan seksinya.


"Rian, seret wanita ja**ng ini dari ruanganku sekarang". Ucap Riko dari telpon yang ada di atas meja kerjanya.


Mendengar suara Riko yang begitu marah. Rian langsung bergegas masuk keruangan Riko.


Rian sangat terkejut melihat keadaan Lidia yang sedikit kacau, ia tidak tau apa yang terjadi dengan Lidia, tapi bisa ia simpulkan kalau Lidia telah membangunkan singa yang selama ini tertidur.


"Bawa wanita ini keluar dari ruanganku sekarang, aku tidak ingin melihat wajahnya lagi". Perintah Riko disertai dengan api kemarahan.


"Dengarkan aku Riko Sanjaya, kau akan menyesal karena memperlakukan aku seperti ini. Aku bersumpah, aku akan membalas semua yang telah kamu lakukan kepadaku. Hingga nanti kau akan berlutut dan memohon kepadaku"


Suara Lidia penuh dengan amarah dan ambisi yang kuat, membuat Rian menjadi ternganga dengan keberanian Lidia.


"Hahaha, bersiaplah. Kau akan membayar semuanya, aku akan menghancurkan setiap kebahagiaanmu, hingga kau tidak akan sanggup lagi menatap ke depan". Ucapnya kembali dengan kilatan amarah dimatanya.


Riko hanya diam mendengar semua ucapan Lidia. Ia sama sekali tidak takut dengan ancaman yang Lidia lontarkan pada dirinya.


Rian segera menarik tangan Lidia dan menyeretnya keluar hingga di depan pintu kantor Sanjaya.


Semua karyawan merasa terkejut karena mendapati Rian menyeret seorang wanita. Karena menurut mereka ini adalah yang pertama kalinya ada wanita yang diseret dari ruangan direktur.


"Wanita itu pasti sudah melakukan hal bodoh sehingga ia diseret".


Itulah perkataan para karyawan kantor yang melihat kejadian tersebut.


Sementara Riko sudah tidak bisa konsentrasi lagi dalam pekerjaannya, kejadian tadi masih membuatnya dipenuhi dengan amarah.


"Sial". Umpatnya merasa kesal.


Riko lebih memilih untuk segera pulang, agar bisa mengurangi emosinya. Ia segera menyambar kunci mobilnya dan bergegas keluar menuju parkiran. Riko menaiki mobil sport nya dan segera melaju menuju rumahnya.


"Mas kau sudah pulang". Ucap Lina yang melihat suaminya.


Riko yang melihat Lina langsung mendekatinya dan memeluknya dengan erat, ia mencium aroma rambut istrinya yang menurutnya sangat wangi.


Lina sangat terkejut karena Riko memeluknya tiba-tiba, tapi kemudian ia membalas pelukan suaminya.


Riko merasa sangat nyaman dalam pelukan Lina, dengan memeluk Lina amarah Riko yang awalnya hampir meledak, berangsur mulai mereda.


"Aku sangat menyayangimu Lina, aku sangat mencintaimu, tidak ada yang bisa menggantikan posisimu". Ucapnya dalam pelukan Lina.


Lina merasa terharu dengan perkataan Riko. Namun ia sadar kalau dari nada bicara Riko pasti ia sedang mengalami masalah.


"Aku juga mas, aku sangat mencintai dan menyayangimu". Jawabnya.


Setelah Riko merasa tenang, ia kemudian melepas pelukannya dan beralih mengecup singkat bibir Lina.

__ADS_1


Lina tersenyum menanggapi perlakuan romantis Riko pada dirinya.


"Maukah kau berjanji satu hal padaku sayang". Tanya Riko pada Lina.


Lina mengangguk menjawab pertanyaan Riko.


Riko kemudian memegang wajah Lina dengan kedua telapak tangannya, agar Lina bisa langsung melihat wajah dan matanya.


"Maukah kau berjanji, apapun yang terjadi suatu saat nanti, kau akan tetap percaya padaku dan akan tetap berada di sampingku". Ucapnya sambil memandang manik mata indah istrinya.


"Aku berjanji, akan selalu percaya padamu dan akan selalu ada di sampingmu ". Jawab Lina dengan penuh keyakinan.


Lina tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya, tapi ia yakin kalau ada sesuatu yang mengusik ketenangan suaminya itu.


Riko tersenyum mendengar jawaban Lina, ia langsung memeluk dan mencium Lina dengan penuh kasih sayang, sekarang ia jauh lebih tenang setelah mendengar jawaban Lina.


...........


Sementara disisi lain Lidia sangat marah mengingat kejadian tadi, ia membanting semua barang-barang Yang ada di kamarnya. Ia melampiaskan semua kemarahannya pada setiap benda yang ada didekatnya.


Ayah Lidia yang mendengar keributan di dalam kamar putrinya, segera menuju kamar Lidia.


Ayahnya sangat terkejut melihat kamar putrinya yang menurutnya seperti kapal pecah, ia tidak atau apa yang terjadi.


"Lidia, ada apa denganmu". Tanya ayahnya.


Lidia yang mendengar suara papanya segera melihat ke arah pintu, ia kemudian berlari dan langsung memeluk Bram Atmaja ayahnya.


"Pa ini semua karena Riko, papa harus membalas semua perbuatan Riko padaku pa". Ucapnya dengan air mata yang sudah mengalir deras.


Lina menceritakan kejadian dimana Riko menghinanya dan mengatainya wanita murahan, tapi ia tidak mencerminkan bagian dimana dirinya yang menggoda Riko.


Mendengar cerita Lidia Bram sangat marah, wajahnya langsung memerah.


"Sayang kau tenang saja, papa akan membalas semua penghinaannya pada dirimu".


Lidia tersenyum puas dengan reaksi Bram, ia yakin kalau sekarang Riko pasti akan hancur dan ia akan bisa memiliki Riko seutuhnya nanti.


..........


Lina terus mondar-mandir dari lantai atas ke bawah dan dari lantai bawah keatas, ia merasa bosan berada seharian dirumah, karena hari ini jadwal kuliahnya memang kosong.


Sesat kemudian ia tersenyum melihat Alex dan juga Rian yang ada diruang tamu sedang mengobrol dengan Riko.


Lina segera menghampiri Riko dan langsung duduk dipangkuan Riko.


Riko sangat terkejut dengan istrinya yang tiba-tiba duduk dipangkuannya. Begitu juga Rian dan Alex.


Entah keberanian dari mana yang Lina dapatkan, tapi Lina tidak ingin duduk di sofa ia ingin duduk dipangkuan Riko. Ia sudah tidak memperdulikan tatapan dari Rian dan Alex pada dirinya.


"Mas, aku ingin Mila main kerumah". Kata Lina sambil menatap mata Riko.


"Baiklah sayang, kau telpon lah Mila, suruh dia datang kemari". Ucap Riko lembut sambil membelai rambut Lina.


"Aku tidak mau, aku ingin Alex yang menelpon Mila dan menyuruhnya datang kemari". Jawabnya penuh harap.

__ADS_1


Riko melotot mendengar permintaan istrinya yang menurutnya sangat aneh. Karena menurutnya tidak akan ada bedanya siapa yang menelepon dan menyuruh Mila datang kemari.


Begitu juga dengan Alex ia sangat terkejut mendengar permintaan Lina.


Sementara Rian menahan tawanya agar Lina tidak menyadari kalau ia sedang mentertawakan mereka.


Rian dan Alex memang sudah tau tentang kehamilan Lina karena Riko sudah menceritakan kepada mereka.


"Sayang kenapa bukan kamu saja yang menelpon, atau tidak biar mas saja yang menyuruh Mila untuk datang". Saran Riko berharap Lina akan setuju, karena Riko merasa tidak enak kalau meminta Alex untuk melakukannya.


"Aku tidak mau, pokoknya harus Alex yang melakukannya". Ucapnya sambil menangis.


"Hiks..hiks..., Aku ingin Alex yang melakukannya". Kata Lina kembali dengan tangisnya yang masih terus berlanjut.


Riko tida tau harus bagaimana menghadapi istrinya yang semakin mudah menangis apabila keinginannya tidak dipenuhi, ia sadar kalau sifat Lina yang sekarang pengaruh dari hormon kehamilannya.


Seketika Riko langsung menatap Alex berharap Alex mengerti maksud dari tatapannya.


"Baiklah aku akan menelpon temanmu dan menyuruhnya datang kemari". Ucap Alex pasrah, karena ia sudah ditatap tajam oleh Riko sejak tadi.


"Benarkah,kalau begitu aku akan menunggunya di ruang tv saja". Jawab Lina dengan penuh semangat.


Dan seketika wajah Lina yang mulanya sedih langsung berbinar, ia langsung tersenyum ceria seperti tidak pernah menangis.


Rian dan Alex ternganga melihat perubahan Lina yang begitu cepat, Mera tidak menyangka kalau hormon kehamilan akan dapat berpengaruh begitu kuat.


Sementara Riko sudah mulai terbiasa dengan perubahan sikap Lina, jadi ia tidak terkejut lagi saat Lina berubah sikap dalam sekejap.


Lina langsung berdiri dan menaiki anak tangga dengan bahagia, ia sudah tidak sabar menunggu kedatangan temannya Mila.


Setelah kepergian Lina, Riko langsung memberikan nomor Mila pada Alex.


"Kau saja yang menghubunginya, Lina sudah tidak disini lagi, dia nggak akan tau". Kata Alex dingin pada Riko.


"Lina akan tau, dia akan langsung mengetahui kalau bukan kamu yang menghubungi temannya".


"Maksudnya". Tanya Alex bingung.


Lalu kemudian Riko menarik nafasnya dalam dan kemudian membuangnya kasar.


"aku juga pernah diminta untuk memesan makanan dari ponselku, lalu kemudian aku menyuruh bik nun yang memesannya, karena aku sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantor waktu itu, dan hasilnya Lina tau saat mencoba makanannya. Ia bilang rasanya tidak enak karena dia yakin kalau bukan aku yang mesan". Jelas Riko pada kedua temannya.


"Lalu apa yang terjadi". Tanya Rian dengan penuh rasa penasaran.


"Saat itu Lina langsung menangis dan mengurung diri dalam kamar, ia bahkan tidak mau makan seharian".


"Apa semengerikan itu saat seseorang tengah hamil muda". Jawab Rian bergidik ngeri mendengar cerita Riko.


"Tidak juga, sifat orang yang sedang hamil akan berbeda-beda pada setiap orang". Jelas Riko.


Rian dan Alex hanya mendengar dan sesekali mereka mengangguk kan kepala mereka.


"Sudahlah sekarang telpon Mila secepatnya dan suruh dia tadatang kemari". Ucapnya dengan sedikit menatap tajam Alex.


Alex hanya pasrah lalu kemudian ia mengambil no Mila dari ponsel Riko dan mengetiknya di ponselnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2