"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 61


__ADS_3

Langkah kaki lina langsung menggema dalam ruangan itu, seketika Angga mengangkat wajahnya dan melihat siapa Yang akan datang.


"Apa kau sudah lama menungguku". Tanya Lina memecahkan keheningan suasana dalam ruangan itu.


Seketika Angga merasa merinding mendengar suara Lina yang sangat tajam seperti menyusuk.


"Lina, mereka menahan kakak, kau datang untuk menolong kakak kan". Lirih Angga.


"Jangan memanggil dirimu sebagai kakak, kau tidak pantas disebut sebagai kakak. Kau telah membunuh suamiku, kau mendorongnya hingga jatuh". Bentak Lina dengan keras, hingga membuat orang yang ada didalam ruangan itu menjadi kaget kerena suara lantang Lina.


Angga terkesiap mendengar bentakan Lina, ia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, tubuhnya membeku seketika saat melihat api kemarahan Lina.


"Maafkan aku Lina..". Sesal Angga.


"Kau tidak pantas untuk dimaafkan, aku akan membunuhmu, aku akan membunuhmu Angga...".


"Tidak Lina, tidak..., Jangan lakukan itu, kau tidak boleh membunuhku, aku sangat mencintaimu". Pinta Angga terus memohon.


"Kau tidak pantas mendapatkan cinta siapapun, termasuk cinta dariku, kau tidak pantas, karena kau hanya pantas mati dan berada di neraka".


Ucapan Lina benar-benar membuat seluruh tubuh Angga menjadi kaku, ia sudah tidak bisa apa-apa lagi, apalagi sekarang ini keadaannya yang sangat memprihatikan, kedua tangannya diikat keras dengan rantai disisi kanan dan kirinya bahkan kedua kakinya juga diikat menggunakan rantai, persis seperti orang yang akan disalib.


Lina melangkah mendekati salah satu meja, dimana disana sudah disediakan berbagai senjata tajam, ada pisau, pistol, dan masih banyak lainnya termasuk juga di sana ada sabit.


Lina mengambil salah satu senjata yang pernah Riko gunakan untuk membunuh orang yang telah membunuh Santo dulu.


Dengan kilatan mata yang tajam Lina menatap nalar pisau yang ia pegang, lalu kemudian ia kembali mendekati angga.


"Aku tidak akan pernah mengampuni mu, kau kan mati...". Teriak Lina..


"Ini adalah balasan karena tanganmu yang sudah mendorong mas Riko hingga jatuh". Ucap Lina, lalu kemudian ia langsung memotong pergelangan tangan Angga yang sebelah kiri hanya dengan satu tebasan.

__ADS_1


Agghhh.....,


Angga meringis menahan rasa sakit sekaligus perih dan panas saat pergelangan tangannya yang sebelah kiri sudah putus.


Rian dan Alex meringis melihat aksi kejam Lina, mereka tidak menyangka kalau Lina benar-benar akan menghabisi Angga dengan tangannya sendiri.


"Dan yang ini balasan karena tangan mu juga yang telah mendorong mas Riko.....". Teriak Lina lagi, dan kemudian pergelangan tangan Angga yang sebelah kanan juga ikut putus.


Angga langsung terduduk saat kedua tangannya sudah putus, ia menahan rasa sakit yang luar bisa, wajahnya memerah saat rasa panas dan perih menghampirinya.


Dengan susah payah Angga mengangkat wajahnya dan menatap mata indah Lina yang kini dipenuhi oleh api kebencian pada dirinya.


Terlihat jelas dalam mata Lina kalau ia belum puas menyiksa Angga.


"Bangunkan dia....". Teriak Lina.


Teriakan Lina benar-benar sangat menakutkan saat menggema dalam ruangan itu, Lina lebih menakutkan saat marah dibandingkan Riko.


"Kau telah berani membunuh ayah dari anak yang aku kandung, kau benar-benar biadab, dan kau tidak pantas disebut sebagai manusia". Ucap lina lagi dengan sangat tajam


Dan pada saat itu satu tusukan langsung mengenai perut Angga dan membuat darah segar langsung keluar dari mulut dan perutnya.


"Aku membencimu, aku sangat membencimu.....". Teriak Lina lagi, dan tusukan kembali Lina tancapkan hingga bertubi-tubi.


Rian, dan Alex meringis melihat aksi Lina begitu juga dengan pasukan dragon mereka tidak menyangka kalau istri tuan mereka lebih menakutkan dibandingkan Riko.


Saat itu nyawa Angga sudah habis, kedua orang yang memegang tangan Angga segera melepaskan pegangannya dan tubuh Angga langsung tersungkur di atas lantai dengan keadaan kedua kaki masih terikat dan kedua pergelangan tangan sudah terputus ditambah lagi darah segar yang terus mengalir.


Saat Lina melihat Angga yang sudah tidak berdaya, ia segera menatap kedua tangan dan bajunya yang sudah dipenuhi oleh darah.


Lina memundurkan langkahnya saat melihat banyaknya darah ditangannya.

__ADS_1


"Da...darah,,.... Darah....,". Teriak Lina


Lina menjadi sangat takut saat melihat banyaknya darah yang ada ditangannya, seketika tubuhnya kembali gemetar wajahnya berubah menjadi sangat pucat, air matanya lolos begitu saja.


Rian dan juga Elex merasa heran melihat Lina yang tiba-tiba menjadi sangat lemah.


Aaaaaaa......


Teriak Lina sangat frustasi, Lina sangat takut saat melihat banyaknya darah ditangannya.


Keberanian Lina tiba-tiba saja menghilang saat ambisinya untuk menghabisi Angga sudah terpenuhi.


"Lina...". Panggil Rian dan Alex bersamaan saat melihat Lina tersungkur di atas lantai.


Lina menangis dengan terus menatap kedua tangannya.


Rian dan Alex dapat melihat dengan jelas tangan dan juga bibir Lina yang bergetar hebat, seperti orang yang benar-benar ketakutan.


Rian dan Alex mencoba mendekati Lina dan menenangkan Lina agar tidak perlu khawatir tapi tetap saja Lina sama sekali tidak bergeming.


Lina seperti seorang yang sudah tidak sadar dengan situasi yang ada, ia hanya menangis dan terus berteriak melihat darah Yang ada di baju dan tangannya.


Rian dan Alex benar-benar sudah tidak tau lagi bagaimana caranya agar Lina dapat tenang.


"Apa yang harus kita lakukan, agar Lina bisa tenang". Tanya Rian pada Alex.


"Hanya Riko yang bisa membuat Lina tenang, kalau saja Riko ada disini". Ucap Alex dengan wajah yang terlihat frustasi.


Saat Alex selesai mengatakan hal tersebut tiba-tiba saja mereka mendengar suara langkah kaki yang sangat menggema berjalan kearah ruangan tempat mereka sekarang.


vote dan like jangan lupa ya...., ingat juga tinggalkan jejak komentar kalian....

__ADS_1


__ADS_2