
.........
Lina semakin marah saat Tara mengatainya wanita ja***g. Ia semakin mengencangkan pegangan tangannya hingga membuat Tara menjerit menahan rasa sakit dipergelangannya.
Riko dan rian yang baru saja turun kebawah bermaksud untuk pergi mencari makan segera menghentikan langkah mereka karena melihat banyak karyawan yang berkerumun.
"Ada apa ini". Tanya Riko tegas dengan disertai aura dinginnya.
Karyawan yang mendengar perkataan Riko segera menyingkir dari tempat kejadian karena merasa takut dengan aura yang ditunjukkan Riko.
Riko yang melihat karyawan yang lain mundur, merasa sangat terkejut melihat Lina memegang pergelangan resepsionisnya dengan sangat emosi dan amarah.
Ia segera menghampiri Lina kedekatannya.
"Sayang ada apa ini". Tanya Riko lembut pada Lina.
Tara yang mendengar panggilan Riko pada Lina merasa sangat terkejut begitu juga karyawan lain, mereka menjadi penasaran siapa sebenarnya Lina.
"Tanyakan pada karyawan bodoh kamu ini". kata Lina dengan dirinya yang masih dipenuhi kemarahan sambil menghempaskan tangan Tara dengan sangat kuat, membuat Tara mundur selangkah kebelakang.
Tara langsung memegang pergelangan tangannya yang sakit akibat Lina.
"Katakan apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa kamu bertengkar dengan istri saya". Tanya Riko kepada Tara sambil menatap Tara dengan tajam. membuat tara gemetar ketakutan.
__ADS_1
mendengar Riko mengatakan istri membuat Tara pucat seketika, tapi egonya masih mengalahkan ketakutannya.
"Dia...dia ingin membunuh saya pak". Kata Tara terbata-bata mencoba meyakinkan Riko.
"Maksud kamu apa?, bukankah Anda sendiri yang sudah menghina saya dan mengatai saya. Atau kamu belum puas dengan tamparan dan pergelangan tangan kamu yang sakit, ataukah kamu ingin pergelangan tangan kamu saya patahkan sekarang juga". Teriak Lina dengan penuh amarah, karena Tara dengan beraninya membalikkan fakta sebenarnya.
Tara benar-benar tidak menyangka kalau perkataannya membuat Lina semakin marah dan emosi, ia menjadi semakin takut menatap lina dan juga riko.
"Sudahlah sayang, tenangkan dirimu". Tutur Riko mencoba menenangkan istrinya yang sedang emosi.
"Rian selesaikan masalah ini dan bawa rekaman cctv segera keruangan saya". Sambung Riko sambil menatap tajam Tara.
Rian segera mengangguk mengerti dengan perintah Riko, ia segera melakukan tugasnya.
Sampai diruangan Riko Lina langsung memeluk Riko dengan sangat erat.
Riko sangat kaget dengan perlakuan Lina yang langsung memeluknya.
" Apa mas akan membenciku". Lirih Lina dalam pelukan Riko.
Mendengar pernyataan Lina membuat kening Riko berkerut dengan alis terangkat sebelah, ia merasa bingung dengan pertanyaan istrinya.
"Untuk apa aku membencimu, aku tidak punya alasan untuk membencimu sayang". Sahut Riko sambil mencium pucuk kepala istrinya.
__ADS_1
" Aku tadi sudah sangat menakutkan, aku bertengkar dengan resepsionis kamu tadi dibawah". Tutur Lina sambil menatap wajah tampan Riko.
"Tidak sama sekali sayang, aku tau kamu tidak salah, aku percaya sama kamu. Aku akan tetap sayang sama kamu meskipun kamu telah berlaku jahat sama orang lain". Jawab Riko dengan lembut pada Lina.
Mendengar jawaban Riko Lina sangat terharu, lalu ia kembali membenamkan wajahnya di dada bidang suami tampannya.
.......
Tok...tok..tok...
"Masuklah". Sahut Riko dari dalam mempersilahkan Rian masuk kedalam ruangannya.
Rian masuk kedalam ruang Riko sambil melirik Lina yang duduk di sofa.
"Tuan saya ingin menyerahkan apa yang anda minta". Kata Rian sopan pada Riko sambil memberikan sebuah benda kecil yang berisi rekaman kejadian tadi.
Riko hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Rian dan Riko memang berteman dekat tapi saat dikantor mereka akan bersifat profesional dalam pekerjaan mereka.
berikan author dukunagn ya...
vote dan like terus...
__ADS_1