
"Halo, ini siapa". Tanya Mila saat yang panggilan masuk dengan nomor baru.
Alex merasa gugup menjawab pertanyaan dari Mila, karena baginya ini adalah pertama kalinya ia menghubungi seorang wanita selain ibunya.
Setiap Alex membutuhkan penghangat ranjang maka ia akan menyuruh orang lain yang menghubungi orang yang bersangkutan.
"Sa....saya Alex. Saya diminta menghubungi nona agar datang kekediaman Riko Sanjaya karena istrinya ingin bertemu dengan nona". Jawab Alex dengan sedikit terbata-bata karena gugup.
Mila menyengitkan keningnya merasa aneh, karena kenapa bukan Lina sendiri yang menghubunginya.
"Tapi kenapa bukan Lina yang menghubungi, apa terjadi sesuatu dengan Lina". Tanya Mila khawatir.
"Tidak, tidak, Lina baik-baik saja, kau cepatlah datang kemari". Ucap Alex langsung karena ia sudah tidak tahan berbicara lama-lama dengan Mila.
"Baiklah aku akan segera datang". Jawab Mila dari sebrang telpon.
Alex langsung bernapas lega saat Mila mengatakan ia akan datang, Alex langsung mematikan teleponnya setalah Mila mengatakan ia akan bersiap-siap sebentar.
Ha-ha-ha
Tawa Rian pecah seketika saat melihat wajah Alex yang menurutnya sangat lucu.
Alex langsung menatap tajam rian, karena ia sangat kesal saat Rian mentertawakan dirinya.
"Ok, ok, maafkan aku Lex. Tapi apa kau tau bagaimana ekspresi kamu saat menelpon Mila tadi, kau seperti bocah yang belajar untuk berbicara". Katanya disela-sela tawanya.
Alex langsung menatap Rian lebih tajam lagi, ia tidak suka kalau ada yang mentertawakan dirinya.
Sementara Riko hanya tersenyum simpul, ia tidak mau mentertawakan Alex karena Alex sudah membantu dirinya.
Rian langsung berhenti tertawa saat melihat tatapan tajam dari Alex, ia yakin kalau ia melanjutkan tawanya, maka lehernya akan putus seketika, ia belum mau kehilangan lehernya karena menurutnya ia belum sempat menikah.
"Alex, Rian sekarang ceritakan info apa yang sudah kalian dapatkan". Tanya Riko langsung to the point.
"Sepertinya kau sudah tidak sabar, tapi baiklah. Namun sebelum mendengar info dariku sebaiknya kau dengarkan dulu info dari Alex". Ucap Rian dengan wajah seriusnya.
Rian memang suka becanda, tapi ketika ia diberi tugas maka ia akan sangat serius untuk menjalankan tugasnya dengan baik.
Alex yang merasa namanya disebut segera mengambil nafas dan membuangnya kasar.
"Seperti yang kalian duga, ternya aku memang memiliki saudara kembar, aku dipisahkan dengan saudara kembar ku saat kami baru lahir. Dan menurut informasi yang aku dapatkan dia tinggal bersama uncle max". Jelas Alex memberikan info kepada Riko.
"Apa uncle max yang kamu maksud adalah max Sanjaya". Tanya Riko memastikan.
"Benar Riko, aku sudah menyelidikinya hingga dua kali, dan nama kembaran Alex tersebut ialah Lucas. Dan seperti yang kamu ketahui juga kalau Lucas tidak mengetahui kalau ia memiliki saudara kembar". Sambung Rian.
"Apalagi yang diinginkan uncle max sekarang". Kata Riko penuh dengan tanda tanya.
"Tidak ada yang tau apa yang diinginkannya, tapi satu yang pasti. Dia pasti memiliki niat buruk, apalagi dia sangat membenci keluargamu. Sepertinya ia masih menaruh dendam terhadap keluargamu". Tambah Rian.
Riko mengusap wajahnya kasar, ia tidak bisa memikirkan apa yang akan terjadi nanti.
__ADS_1
"Lalu kenapa orang tuamu menyembunyikan kenyataan ini Lex". Tanya Riko penasaran.
"Entahlah aku juga tidak tau, tapi menurut informasi yang aku dapatkan kedua dokter dan satu orang perawat yang menangani ibuku waktu melahirkan telah tewas, dan semua informasi tentang mereka juga sudah tidak bisa didapatkan. Seperti ada yang menutupi dan setiap aku bertanya pada ayah atau ibuku tentang kejadian itu, mereka akan menangis. Sepertinya ayah dan ibuku juga tidak tau apa sebenarnya yang terjadi". Jelas Alex lagi.
"Tapi Riko. Apa saudara kembar Alex ada hubungannya dengan Lina". Kata Rian penuh tanda tanya.
"Entahlah, aku juga belum yakin. Tapi mendengar cerita Lina yang sudah dua kali bertemu dengannya, membuat banyak pertanyaan yang banyak dipikiran ku". Ucap Riko.
"Lalu bagaimana tentang kejadian dua tahun yang lalu". Tanya Riko kembali.
Sebelum Rian dan Alex sempat lanjutkan cerita mereka, mereka dikagetkan dengan kehadiran Mila dari arah pintu depan.
"Selam siang tuan Riko dan....". Mila menghentikan ucapannya saat menatap Rian dan Alex.
"Selamat siang nona cantik, aku Rian hendriani Aditama". Kata Rian memperkenalkan nama lengkapnya pada Mila sambil mengulurkan tangan.
Mila menyabut uluran tangan Rian sambil tersenyum manis.
"Mila Ningsih". Jawab Mila sopan.
"Nama yang indah, cantik". Kata Rian dengan gombalannya yang sudah biasa ia gunakan untuk menaklukkan hati wanita.
"Terimakasih atas pujiannya. Dan siapa pria tampan yang ada disebelahmu". Kata Mila penasaran sambil melirik ke arah Alex.
Alex langsung mengulurkan tangannya tanpa ia sadari.
"Alex fanderix". Ucap Alex seketika.
Riko dan Rian dibuat heran dengan tingkah Alex yang menurutnya aneh. Ini adalah pertama kalinya mereka mendengarkan Alex memperkenalkan nama asli dirinya dihadapan seorang wanita.
"Oh iya, aku hampir melupakannya, dimana Lina tuan Riko". Kata Mila sambil melihat kesegala arah.
"Dia ada diruang tv, kau pergilah kesana". Jawab Riko dingin memberi tahu keberadaan Lina.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu, dah.. tampan". Kata Mila sambil melambaikan tangan kearah Alex.
Alex tersenyum simpul melihat tingkah Mila yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Wah, wah, ada angin apa ini. Apa kau lihat Riko, barusan Alex tersenyum kearah Mila". Ucap Rian sambil menggoda Alex.
Alex dibuat salah tingkah atas tindakannya sendiri, ia tiba-tiba menjadi gugup melihat Riko dan Rian.
Sementara Riko terkekeh melihat tingkah langka dari temannya itu, ini adalah yang pertama kalinya ada seorang wanita yang dapat menarik perhatian Alex selain ibunya.
"Sudahlah, hentikan menggoda Alex terus, apa kau tidak lihat kalau wajahnya sudah memerah seperti gadis yang sedang malu saja". Tambah Riko semakin menggoda Alex.
Rian dan Riko tertawa melihat Alex yang kesal karena ulah mereka.
"Sudah cukup, kalian mengejekku dari tadi. Lebih baik kita lanjutkan pembicaraan kita". Ucap Alex mencoba mengalihkan pembicaraan.
Rian dan Riko setuju dengan saran Alex, mereka kini telah melanjutkan pembicaraan mereka kembali. Hingga tidak terasa hari sudah gelap.
__ADS_1
Setelah mereka semua makan malam dirumah Riko termasuk Mila juga, kini mereka berpamitan untuk pulang.
"Mila, apa kau pakai motor kemari". Tanya Lina pada sahabatnya.
"Tidak Lin, aku tadi naik taksi. Kebiasaan penyakit motorku kambuh". Jawab Mila sambil tersenyum menunjukkan gigi ratanya.
Alex dibuat terpaku melihat senyum Mila yang begitu menawan merutnya.
"Apa motor juga mempunyai riwayat penyakit". Tanya Rian merasa bingung dan memikirkan sesuatu.
Lina dan Mila tepok jidat melihat kepolosan Rian yang bertanya.
Sebenarnya bukan cuma Rian yang penasaran Riko dan juga Alex juga dibuat bingung penyakit yang dimaksud oleh Mila.
"Ya ampun Rian, maksud Mila itu penyakit mogok, motonya sering mogok soalnya, makanya kami selalu menyebutkan kalau penyakitnya kambuh". Jelas Lina mencoba menerangkan.
Ooohhhh.
Jawab Riko, Alex dan juga Rian bersamaan.
"Jangan bilang mas dan Alex juga tidak tau". Kata Lina tiba-tiba memojokkan Alex dan Riko.
Sementara Riko dan Alex hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Lina.
Lina dan Mila geleng-geleng kepala melihat tingkah orang kaya yang menurutnya sangat kudet atau kurang abdet.
"Lalu mil,.apa kau naik taksi pulang". Tanya Lina memastikan.
"Tentu saja Lin, menurutmu aku bisa terbang apa". Jawab Mila sambil bercanda.
"Ih, aku kan tanya serius". Ucap Lina cemberut.
"Iya maf, maaf, aku pulang naik taksi lina biar gampang juga". Jawab mila.
Mila mengerti dengan keadaan Lina yang sekarang ini lebih sensitif, jadi harus ekstra sabar untuk menghadapinya.
"Tidak, tidak. Ini sudah sangat malam, kau pulang diantar sama Alex saja. Biar lebih aman".
"Apa".
Ucap riko, Rian dan Alex bersamaan.
"Kenapa, apa kalian tidak setuju". Tanya Lina mulai kesal kembali.
"Tidak sayang, bukan begitu, Kami setuju kok. Iya kan Alex". Ucap Riko sambil menatap tajam Alex.
Alex hanya pasrah karena percuma menurutnya melawan seorang wanita hamil, karena ia akan kalah.
"Baiklah, aku akan mengantar Mila sampai kerumah". Pasrah Alex.
Lina merasa senang dengan jawaban Alex.
__ADS_1
Mereka akhirnya pulang dengan Mila yang diantar Alex dan Rian pulang sendiri.
hari ini ummi kagak bisa up banyak maaf ya, tapi tetap kasih jompol ya, biar aku tetap semangat buat up.