"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"

"Aku Juga Bisa Jatuh Cinta"
episode 71


__ADS_3

kediaman Alex panderix.


"pa, ma. kenapa kalian baru bilang sekarang pada Alex". ucap Alex dengan emosi.


"papa sama Mama juga baru tau nak, aunty mu sama sekali tidak pernah membicarakan ini pada kami". timpal papa Alex.


"kalau begini, apa yang harus Alex lakukan?". tanya Alex kebingungan


"mama tidak tau, tapi yang pasti mama akan dukung setiap keputusanmu". timpal mama Alex dengan memberi semangat pada putranya.


Alex membuang nafasnya dengan kasar, ia tidak tau harus berbuat apa lagi.


"sekarang yang bisa kita lakukan hanya mempertemukan mereka, aku tidak tau bagaimana reaksi Lina ketika melihat ibunya nanti". ucap Alex pasrah menerima keadaan.


ayah dan ibu Alex juga sudah tidak bisa berbuat apa-apa, selama yang mereka ketahui Riana belum menikah, tapi ternyata tidak, Riana telah menikah dengan orang lain selama ia tinggal di kota B, dan juga memiliki seorang putri yang hanya berbeda usia 2 tahun dengan Lina. dan bodohnya, mereka baru mengetahui sekarang setelah sekian lama.


"aku harus membicarakan ini dengan Riko". pikir Alex.


Alex kemudian mengambil ponselnya dan segera menghubungi Riko.


"kita harus ketemu". ucap Alex dingin.


........


setelah melakukan panggilan alex langsung bergegas menuju sebuah kafe tempat dimana ia dan Riko akan bertemu.


"ada apa?". tanya Riko kemudian.


"aku ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu". ucap Alex.

__ADS_1


"katakanlah".


"ini tentang aunty Riana". timpal Alex kemudian.


Riko mengernyit mendengar ucapan alex.


"apa ini ada hubungannya tentang ibu Lina yang sudah menikah kembali". tebak Riko.


"bagaimana kau tahu?". tanya Alex dengan kaget.


ia memang ingin mengatakan hal itu, tapi ia tidak menyangka kalau Riko sudah mengetahuinya.


"aku sudah menyelidikinya, tapi aku pikir kalian sudah tau, makanya aku diam. tapi setelah melihat kekhwatiran mu aku bisa langsung menebak kalau kalian baru tau". jelas Riko.


"benar, kami satu keluarga baru tau. dan aku terlalu bodoh karena tidak menyelidiki ini terlebih dahulu". sesal Alex.


"tenanglah, kau tidak perlu khawatir. aku sudah menyelidiki semuanya, suami serta adik tiri Lina pasti orang baik". timpal Riko meyakinkan Alex.


"lebih baik, sekarang kau persiapan pertemuan nanti malam. karena aku akan menjamu dan keluargamu makan di salah satu restoran yang aku miliki, jangan lupa untuk mengajak aunty Riana dan keluarga barunya". timpal Riko.


"baiklah, aku juga sudah dapat kabar kalau pesawat yang aunty tumpangi sudah mendarat".


"hemmm, kalau begitu aku pergi dulu, kau tau sendiri Lina tidak bisa ditinggal sendiri begitu lama atau aku akan tidur di luar nanti". ucap Riko mengingat Lina akan menyuruhnya tidur diluar jika ia membuat kesalahan.


Alex terkekeh mendengar ucapan Riko, ia sangat hapal betul watak Riko yang sangat takut jika sampai lina merajuk.


"pergilah, atau kau tidak akan dapat jatah malam ini". timpal Alex menggoda Riko.


Riko Hanya tersenyum mendengar ucapan Alex, ia langsung pergi meninggalkan Alex dan kembali kerumahnya untuk menemui istrinya. ia tau kalau Lina pasti sedang kesal sekarang akibat ia keluar tidak memberitahu Lina.

__ADS_1


awalnya Riko ingin memberitahu Lina, tapi karena Lina berada dalam kamar mandi jadi dia urungkan, dan Riko hanya berpesan pada pelayan saja.


sampai di rumah, Riko masuk dengan tenang, ia sama sekali tidak tau kalau singa betinanya sudah menunggunya sejak tadi.


"tidur diluar". ucap Lina dingin saat melihat Riko masuk.


mendengar ucapan Lina yang dingin Riko menelan ludahnya dengan kasar, inilah yang paling ia takutkan saat menghadapi Lina yang merajuk, ia memilih lebih baik menghadapi masalah kantor, atau melawan para penjahat daripada menghadapi istrinya yang marah, karena Lina benar-benar menjadi sumber kelemahannya.


"sayang, mas tau kesalahan mas, jadi tolong maafkan mas ya". bujuk Riko.


"bagus kalau sudah tau, jadi mas juga sudah tau apa hukumannya". jawab Lina dengan dingin.


Riko tersentak mendengar ucapan Lina yang dingin, sekarang dirinya sudah berakhir. dia tidak akan dapat jatah dan tanpa pelukan Lina lagi.


"tapi jika mas tetap ingin tidur dikamar, masih ada pilihan lain". ucap Lina dengan tersenyum licik.


"katakan, apapun akan mas lakukan, asalkan mas tidak jauh darimu, kau tau sendiri kan kalau mas tidak bisa tidur tanpamu". ucap Riko.


"bersihkan kamar mandi". ucap Lina.


"tadi aku tidak sengaja menumpahkan banyak sabun di sana". lanjutnya kemudian.


"astaga, sekarang aku jadi pembantu di rumahku sendiri". batin Riko meronta-ronta.


Riko tersenyum kecut melihat Lina, walau begitu ia tidak ada pilihan daripada tidur diluar lebih baik ia jadi pembantu selama satu hari.


"baiklah sayang, apapun akan mas lakukan". ucap Riko sambil tersenyum menatap Lina.


sebenarnya Lina tidak tega menghukum Riko, tapi kehamilannya ingin sekali melihat Riko bekerja, memang keinginan yang tidak masuk akal.

__ADS_1


Riko menggerutu saat ia membersihkan kamar mandi, bagaimana tidak Lina memintanya membersihkan seluruh kamar mandi bukan hanya kamar mandi mereka saja, tapi kamar mandi tamu dan semuanya.


sementara Lina dengan santainya menikmati rujak yang pelayan siapkan, ia makan sambil menonton tv, ia bahkan tidak peduli dengan Riko yang terus menggerutu.


__ADS_2