
Kini ujung pisau itu tampak sudah mengenai wajah mulus lina.
Lina bergetar ketakutan melihat pisau itu semakin terlihat sangat mengerikan, ia juga menahan rasa sedikit perih akibat goresan kecil dari pisau itu.
“aku mohon, tolong lepaskan aku”. Lirih lina sambil menangis karena ketakutan.
“aku akan melepaskan kamu, jika kau mengatakan dimana kau menyembunyikan flashdisk itu”. Ucap max penuh dengan penekanan dalam setiap perkataannya.
“sungguh aku benar-benar tidak tau flashdisk apa yang kalian maksud”. Tututr lina mencoba meyakinkan max dan lucas.
“kau berbohong, aku sangat yakin kalau kau yang telah mengambil flashdisk itu”. Ucap lucas dengan emosi.
Lucas sangat emosi saat lina terus mengatakan kalau ia tidak mengetahui tentang benda itu, ia benar-benar sangat yakin kalau Lina lah yang telah mengambil flashdisk itu dari leptopnya.
“apa kau ingin menipu kami, dasar wanita kampung bodoh”. Umpat max emosi.
Max kelihatan mulai merasa sangat jengkel saat lina terus mengatakan kalau ia tidak mengetahui diamana ia telah menyembunyikan flashdisk tersebut.
Saat max mulai ingin mengayunkan pisaunya kembali kewajah lina mereka dikagetkan dengan suara yang berasal dari arah pintu.
Braaakkkk…….
Suara pintu yang dipaksa dibuka dari arah depan, kemungkinan besar pintu itu telah di dobrak oleh orang tersebut.
Riko menatap lina yang terduduk di dipojokan dengan darah segar yang sudah mengalir diwajahnya, ia mulai sangat marah melihat istrinya terluka.
Riko memang sudah sampai ditempat dimana lina disekap.
__ADS_1
Flashback on
“katakan”. Ucap riko dengan dingin saat ia menerima telpon dari salah seorang pengawalnya.
Tampak orang yang menelepon riko sedikit bergetar mendengar suara dingin riko.
“maaf bos, nona…, nona muda hilang bos”. Ucapnya memberanikan diri mengatakan maksudnya menelepon riko.
“apa…, kenapa kalian sangat bodoh. Aku membayar kalian agar bisa mengawasi istriku dengan baik, tapi sekarang kalin kehilangan lina”. Ucap riko dengan emosi yang sudah meninggi.
Dengan segera riko mematikan panggilan telpon tersebut dan langsung beralih untuk menelepon alex.
Riko mengatakan alasannya menelepon alex, ia memang membutuhkan bantuan alex saat ini, karena alex sangat ahli dalam mengelabui seseorang karena itulah riko meminta bantuannya.
Selain alex pandai mengelabuhi musuh-musuhnya dengan trik yang ia mainkan, ia juga sangat pandai dalam beladiri dan juga menenmbak.
Bukan karena riko tidak pandai berkelahi, melainkan riko sadar kalau musuhnya kali ini sangat berbahaya, walaupun riko terkenal dengan kejam dan kelicikannya tapi tetap saja riko akan membutuhkan bantuan dari rekan-rekannya dan juga sahabtnya rian dan alex.
Setelah melalui diskusi sebentar kini mereka betiga mulai bergerak, tentu saja bukan hanya mereka bertiga melainkan dengan pasukan mereka yang juga sudah bersiap didepan rumah riko.
“bagaimana cara kita bisa menemukan lina dengan cepat”. Tanya alex saat mereka sudah berada didepan rumah riko.
Aku sudah memasang pelacak dikalung yang lina kenakan dan aku yakin kalau lina akan selalu memakai kalung tersebut, karena aku pernah bilang padanya agar ia selalu memakai kalung tersebut”. Jelas riko
Rian dan alex langsung mengerti dengan maksud perkataan dari riko, kini mereka sudah melajukan mobil mereka kedaerah yang lumayan terpencil, bisa dikatakan kesebuah hutan yang sangat lebat.
Lina memang dibawa kesebuah hutan yang ada dikota A tersebut, di dalam hutan itu terdapat sebuah pabrik yang sudah tidak pernah manusia sentuh lagi. Dan disitulah lina berada sekarang.
__ADS_1
Saat riko dan yang lainnya sudah sampai kearah yang ditunjukkan oleh GPS yang ditunjukkan oleh kalung lina, mereka segera menepikan kendaraan mereka sedikit jauh dari gedung tersebut, karena mereka sangat yakin kalau gedung itu telah dijaga ketat.
Dan benar saja saat mereke mencoba untuk masuk, tampak beberapa orang yang selalu mondar mandir di depan gedung itu.
Kini tugas alex sudah dimulai, tampak alex sudah memancing perhatian dari penjaga itu agar riko dan rian bisa masuk terlebih dahulu kedalam gedung itu.
“kalian masuklah, aku akan mengelabuhi penjaga itu”. Ucap alex dingin.
Saat alex tengah sedang sibuk mengalihakan penjaga tersebut kini kesempatan riko dan juga rian untuk masuk kedalam bangunan tua itu, dengan sanagat berani mereka mulai berlari hingga mereka berhasil masuk.
“hey.., siapa kalian”. Tanya salah seorang anak buah max yang memang bertugas untuk menjaga keamanan dalam gedung itu.
Dorrrr, dorrrr.
Suara tembakan dari riko langsung menggema dalam ruangan itu, saat anak buah max mendengar suara tembakan itu, mereka segera berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi disana.
Mereka sangat kaget saat melihat riko dan juga rian yang berhasil masuk kedalam gedung itu.
Begitu juga dengan anak buah riko yang sedang bersembunyi, kini mereka juga ikut langsung bertempur setelah mendengar suara tembakan riko.
Dorrr,dor….,
Yang terdengar dalam ruangan itu kini hanyalah suara tembak menembak yang terjadi.
Riko yang melihat semuanya tengah sibuk untuk saling melawan memanfaatkan kesempatan itu untuk langsung mencari keberadaan lina. Riko mulai menaiki tangga yang menuju lantai dua, saat riko melewati sebuah ruangan samar-samar ia mendengar suara tangis lina.
Dengan penuh amarah riko langsung mendobrak pintu yang terkunci itu dengan paksa. Riko sangat terkejut melihat keadaan lina yang begitu memprihatinkan.
__ADS_1
Flashback off
vote terus ya biar aku jadi tambah semangat buat up**.